HR Planning 4 min read

Bagaimana Siasat HR Terhadap Karyawan yang Memiliki Side Job?

Tayang
Diperbarui
Di tulis oleh:
Foto profil Jordhi Farhansyah
Jordhi Farhansyah
Highlights
  • Side job merupakan pekerjaan sampingan di luar profesi utama yang biasanya dijalani karyawan untuk memperoleh sumber penghasilan tambahan.
  • Perusahaan perlu menyikapinya dengan menetapkan aturan batas kerja, memantau performa harian, serta melarang penggunaan fasilitas operasional kantor.

Karyawan yang memiliki penghasilan tambahan di luar pekerjaannya bukan lah sesuatu yang baru. Seringkali mereka memang mengandalkan side job untuk menambah penghasilan mereka.

Ditambah lagi, keberadaan WFH karena situasi pandemi membuat banyak karyawan bisa lebih mudah dalam mengatur waktunya dalam memiliki side job.

Namun sebetulnya, banyak perusahaan yang dengan tegas melarang karyawannya memiliki pekerjaan tambahan di luar pekerjaan mereka.

Nah, bagaimana sebaiknya sikap perusahaan melalui divisi HR dalam menyikapi permasalahan seperti ini? Simak penjelasannya melalui artikel dari Insight Mekari Talenta berikut ini.

Kenali Dulu Alasan Mengapa Karyawan Harus Memiliki Side Job

Banyak faktor yang membuat karyawan memiliki side job atau pekerjaan sampingan. Tentunya, faktor paling utama adalah karena karyawan membutuhkan penghasilan tambahan.

Merasa penghasilannya sangat pas-pasan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, banyak karyawan yang akhirnya mengandalkan side job sebagai penghasilan tambahan.

Terlebih lagi di situasi pandemi di mana segalanya menjadi tak menentu, harga kebutuhan dasar yang semakin naik, dan harus menyisihkan sebagian uang untuk biaya kesehatan, membuat orang harus memutar otak mencari rezeki di berbagai kesempatan.

Sehingga sebagai HR, ada baiknya jangan langsung menilai buruk karyawan yang memiliki side job karena mereka pasti memiliki alasan tertentu dalam menjalaninya.

Selain karena faktor ekonomi, beberapa karyawan juga memanfaatkan pekerjaan tambahan untuk mengasah kemampuan mereka serta menjalin relasi.

Jadi, ada baiknya perusahaan juga perlu mengulas kembali mengapa karyawan Anda sampai perlu harus memiliki side job.

Apakah memang kompensasi yang Anda berikan tidak cukup atau karyawan merasa kemampuan mereka sulit berkembang di perusahaan.

Untuk itu, berikut adalah beberapa hal yang bisa Anda sikapi ketika ada karyawan yang memiliki side job.

Sehingga, meski karyawan tetap diperbolehkan memiliki pekerjaan sampingan, pekerjaan utama mereka tidak terbengkalai.

Baca juga: Turnover di Tahun Baru? Ini Cara Rekrutmen Karyawan yang Tepat

Sikap Perusahaan Terhadap Karyawan yang Memiliki Side Job

Pada dasarnya, ketakutan utama dari perusahaan yang karyawannya memiliki side job adalah mereka tidak bisa membagi waktu antara pekerjaan utama mereka dan side job dengan baik.

Sehingga, kemungkinan yang terjadi adalah pekerjaan utama mereka tidak selesai karena karyawan lebih memilih mengerjakan pekerjaan sampingan.

Baca juga: Karyawan Tetap vs Karyawan Kontrak, Mana yang Terbaik?

Nah, untuk menghindari hal seperti ini terjadi, berikut adalah beberapa hal yang bisa Anda lakukan.

1. Buat Peraturan yang Jelas Terkait Side Job

Ada baiknya, Anda membuat peraturan yang jelas terkait seberapa jauh karyawan diperbolehkan memiliki side job.

Mungkin disarankan Anda tidak bisa sepenuhnya melarang karyawan memiliki side job jika memang Anda tidak bisa memberikan kompensasi lebih yang diharapkan karyawan.

Banyak karyawan yang memiliki masalah finansial sehingga side job lah pilihannya.

Tetapi Anda bisa memberikan batasan. Beberapa poin penting yang perlu menjadi bahan pertimbangan Anda adalah:

  • Tidak boleh memiliki side job lebih dari satu
  • Tidak boleh dikerjakan di jam kerja
  • Tidak mengganggu karyawan lainnya
  • Tidak boleh memiliki pekerjaan lain yang sifatnya full time di tempat lain
  • Tidak boleh melewati deadline pekerjaan utama
  • Minta izin pada atasan

Dengan demikian, karyawan juga mengetahui batasan mereka karena tidak ada wilayah abu-abu.

Baca juga: Bagaimana Proses Rekrutmen Pada Industri Manufaktur?

2. Beri Sanksi Jika Karyawan Melanggar Aturan

Sebagai employer, Anda berhak memberikan sanksi tegas jika karyawan melanggar aturan yang menyebabkan kerugian, seperti pekerjaannya terbengkalai hingga dia tidak mencapai target.

Selain itu, hal yang menjadi red flag buat Anda adalah jika karyawan bukan memiliki pekerjaan sampingan tetapi memiliki pekerjaan full time di perusahaan yang berbeda.

Perlu dipahami, pekerjaan full time membutuhkan komitmen dari seorang karyawan. Anda bisa memberikan surat peringatan atau SP pada karyawan tersebut. Lakukan konseling terhadap karyawan tersebut dan minta dia berhenti dari pekerjaan kedua dia.

Jika dia tidak bersedia, atau kedapatan untuk melakukannya lagi, Anda juga berhak melakukan PHK pada karyawan tersebut.

3. Memantau Performa Karyawan

side job

Jika Anda kedapatan mengetahui karyawan yang memiliki pekerjaan sampingan, coba pantau performa mereka.

Apakah performa mereka mengalami penurunan, apakah mereka sering telat melewati deadline, sering tidak ada kabar dan izin tidak masuk kantor.

Jika hal-hal tersebut terjadi, kemungkinan besar mereka lebih mementingkan side job dan mengesampingkan pekerjaan utama mereka.

Sebelum makin parah, coba ajak diskusi karyawan tersebut dan beri mereka teguran agar pentingkan terlebih dahulu pekerjaan utama mereka. Beri peringatan agar jangan fokus pada side job hingga mengorbankan waktu kerja dan performa.

Jika ternyata karyawan yang memiliki side job ternyata tidak mengganggu waktu kerja dan memiliki performa yang melebihi ekspektasi, Anda boleh tetap membiarkan karyawan tersebut memiliki pekerjaan sambilannya.

Apa yang harus Anda lakukan jika mendapati karyawan yang mangkir dari pekerjaannya?

4. Berikan Opsi Meningkatkan Gaji karyawan

Jika memang karyawan tersebut sudah memenuhi kriteria untuk jenjang karier yang lebih lanjut, Anda bisa memberikan opsi tersebut ke karyawan.

Naikkan gaji mereka dengan catatan beban kerja juga bertambah dan mereka harus keluar dari pekerjaan sambilan yang mereka jalani tersebut.

Jika memang alasan utama mereka memang ingin mendapatkan penghasilan tambahan, dengan memberikan opsi ini, mereka jadi merasa lebih dihargai dan bisa lebih fokus pada pekerjaannya sekarang tanpa perlu memikirkan kondisi finansial.

5. Jangan Biarkan Karyawan Menggunakan Aset Milik Perusahaan

Ini juga menjadi salah satu hal yang perlu diwaspadai. Pastikan bahwa karyawan mengerjakan pekerjaan sambilan mereka menggunakan aset milik mereka sendiri.

Jika karyawan kedapatan menggunakan fasilitas kantor untuk mengerjakan pekerjaan lain, perusahaan lah yang akan merugi. Jika fasilitas kantor rusak akibat pemakaian di luar kantor, tentu perusahaan harus mengeluarkan biaya yang tidak perlu.

Jadi, pastikan karyawan Anda sudah memahami hal ini.

Itulah tadi beberapa hal yang perlu Anda perhatikan jika ada karyawan yang memiliki side job di luar pekerjaan utama mereka.

Yang terpenting, bagaimana Anda dan karyawan dapat saling memberikan solusi yang sama-sama menguntungkan.

Karyawan tetap bisa memiliki performa yang baik, di satu sisi mereka juga memiliki kesempatan untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

Baca juga: Contoh Feedback untuk Karyawan dan Atasan yang Ideal

Kemudian, jika Anda membutuhkan software yang dapat memantau performa karyawan dengan lebih mudah, Anda juga bisa menggunakan fitur Performance Management milik software HRIS Mekari Talenta.

Dengan fitur ini, Anda dapat memberikan review karyawan, menentukan KPI karyawan, dan melihat perkembangan target masing-masing karyawan dalam satu platform.

Sehingga, performa karyawan akan lebih mudah dilacak progresnya.

Tertarik menggunakan Mekari Talenta? Jelajahi beragam fiturnya dengan mencoba Mekari Talenta secara gratis dengan mendaftarkan perusahaan Anda pada tautan berikut ini.

FAQ (Frequently Asked Questions)

Apakah perusahaan boleh melarang karyawan memiliki side job?

Apakah perusahaan boleh melarang karyawan memiliki side job?

Pada dasarnya, perusahaan dapat mengatur kepemilikan pekerjaan sampingan melalui peraturan perusahaan atau perjanjian kerja. Pembatasan tersebut umumnya dilakukan untuk mencegah konflik kepentingan, menjaga kerahasiaan perusahaan, dan memastikan pekerjaan utama tetap menjadi prioritas. Selama kebijakan disusun secara jelas dan dikomunikasikan kepada karyawan, perusahaan berhak menerapkannya. Dengan demikian, kedua belah pihak memahami hak dan kewajibannya sejak awal.

Apakah semua side job dapat mengganggu pekerjaan utama?

Apakah semua side job dapat mengganggu pekerjaan utama?

Tidak selalu. Banyak karyawan yang mampu mengelola waktu dengan baik sehingga pekerjaan sampingan tidak memengaruhi produktivitas maupun tanggung jawab di kantor. Side job baru menjadi masalah apabila menyebabkan keterlambatan, penurunan kinerja, atau mengganggu jam kerja. Oleh karena itu, perusahaan sebaiknya menilai dampaknya berdasarkan performa karyawan, bukan hanya keberadaan pekerjaan sampingan itu sendiri.

Apa yang harus dilakukan HR jika mengetahui karyawan memiliki side job?

Apa yang harus dilakukan HR jika mengetahui karyawan memiliki side job?

HR sebaiknya tidak langsung memberikan sanksi, melainkan mencari tahu terlebih dahulu apakah side job tersebut melanggar kebijakan perusahaan atau berdampak pada pekerjaan utama. Evaluasi dapat dilakukan melalui penilaian kinerja, tingkat kehadiran, serta hasil diskusi dengan karyawan yang bersangkutan. Jika tidak ditemukan pelanggaran, perusahaan dapat tetap mengizinkan side job dengan pengawasan yang wajar. Sebaliknya, jika terbukti mengganggu pekerjaan, HR dapat mengambil tindakan sesuai prosedur yang berlaku.

Bagaimana perusahaan dapat mengatur kebijakan side job secara efektif?

Bagaimana perusahaan dapat mengatur kebijakan side job secara efektif?

Perusahaan perlu membuat kebijakan tertulis yang menjelaskan syarat, batasan, serta jenis pekerjaan sampingan yang diperbolehkan. Misalnya, side job tidak boleh dilakukan pada jam kerja, tidak menggunakan aset perusahaan, dan tidak menimbulkan konflik kepentingan. Kebijakan tersebut juga sebaiknya disosialisasikan kepada seluruh karyawan agar tidak menimbulkan perbedaan penafsiran. Dengan aturan yang jelas, perusahaan dapat menjaga produktivitas sekaligus menghormati kebutuhan karyawan.

Kapan perusahaan dapat memberikan sanksi kepada karyawan yang memiliki side job?

Kapan perusahaan dapat memberikan sanksi kepada karyawan yang memiliki side job?

Perusahaan dapat memberikan sanksi apabila pekerjaan sampingan menyebabkan pelanggaran terhadap peraturan yang telah disepakati. Contohnya seperti menggunakan fasilitas perusahaan untuk kepentingan pribadi, bekerja di perusahaan kompetitor, atau mengabaikan tanggung jawab utama hingga menurunkan kinerja. Jenis sanksi yang diberikan sebaiknya mengikuti ketentuan dalam peraturan perusahaan, mulai dari teguran hingga tindakan disiplin yang lebih berat. Pendekatan yang konsisten akan membantu menjaga keadilan sekaligus menciptakan hubungan kerja yang profesional.

Image
Jordhi Farhansyah Penulis
Penulis dengan pengalaman selama sepuluh tahun dalam menghasilkan konten di berbagai bidang dan kini berfokus pada topik seputar human resources (HR) dan dunia bisnis. Dalam kesehariannya, Jordhi juga aktif menekuni fotografi analog sebagai bentuk ekspresi kreatif di luar rutinitas menulis.
Icon

Satu solusi untuk semua kebutuhan HR Anda

Optimalkan pengelolaan operasi HR Anda dengan bantuan solusi terintegrasi dari Mekari Talenta.

WhatsApp Hubungi sales