Tahapan Pelatihan Karyawan Perusahaan, Pahami dan Praktekkan Segera!

Tayang
Diperbarui
Di tulis oleh:
Ervina Lutfi_225x225
Ervina Lutfi
Highlights
  • Pelatihan karyawan merupakan program sistematis untuk meningkatkan kompetensi teknis serta kemampuan interpersonal pekerja demi mencapai target efisiensi organisasi.
  • Tahapan utamanya meliputi proses orientasi dasar, pendampingan onboarding, pembasihan keterampilan soft skill, hingga pemanfaatan fasilitas platform digital.

Dear HR, berikut tahapan pelatihan karyawan yang perlu dipahami dan dipraktekkan!

Memiliki tenaga kerja baru menjadi salah satu siklus kerja perusahaan, apapun bidang usahanya.

Merekrut pegawai baru akan memberikan semangat kinerja baru, sehingga perusahaan bisa bergerak dengan lebih baik.

Tentu saja, ketika mendapat karyawan baru, diperlukan pelatihan karyawan perusahaan yang tepat agar karyawan baru dapat segera menyesuaikan diri dan bekerja dengan efektif.

Selain itu,ย trainingย kerja tetap dibayar dan masuk dalam aturan masaย probationย dalam kurun waktu 1-3 bulan.

Memang tahapan-tahapan pelatihan karyawan tidak dikhususkan pada karyawan baru saja.

Pelatihan juga diperlukan untuk meningkatkan kualitas kinerja dan kualitas karyawan secara umum.

Dengan memiliki tenaga kerja yang berkualitas dan dapat bekerja optimal, target perusahaan akan jauh lebih mudah tercapai.

Bahkan bukan tidak mungkin, pencapaian akan melebihi target dan membuat perusahaan semakin besar.

Namun demikian, pelatihan harus dimulai sejak awal, sejak karyawan pertama kali diterima bekerja di perusahaan.

Sebagai orang baru, karyawan tentu akan memerlukan tahap adaptasi pada kondisi perusahaan.

Beberapa program berikut ini bisa Anda berikan untuk memfasilitasi karyawan baru sehingga dapat bekerja dengan lebih efektif.

Tahapan Pelatihan Karyawan: Orientasi

Tentu tahap pertama ketika karyawan baru masuk ke dalam perusahaan diperlukan orientasi terhadap segala hal yang ada pada perusahaan tersebut.

Karyawan baru bisa diasumsikan sebagai selembar kertas putih yang belum memiliki gambaran apapun tentang kondisi dan situasi di perusahaan Anda.

Agar ia mengetahui hal ini, sewajarnya karyawan tersebut memiliki inisiatif untuk bertanya. Namun untuk menyamakan pandangan karyawan baru dengan perusahaan, tahap ini perlu dilakukan.

Umumnya, untuk pelatihan tahap orientasi sebaiknya dilakukan secara mandiri oleh HRD perusahaan Anda.

Setidaknya, hal yang disampaikan untuk dipahami adalah visi misi dan nilai utama perusahaan, budaya perusahaan, struktur organisasi secara lengkap, administrasi yang berlaku, kebijakan perusahaan serta tujuan dan target perusahaan.

Hal ini merupakan pengetahuan dasar yang wajib dimiliki oleh setiap karyawan yang ada di perusahaan Anda.

Baca Juga: Pengertian dan Manfaat Talent Management

Onboarding

Setelah tahapan pelatihan karyawan orientasi diselesaikan, selanjutnya karyawan baru akan menerima pelatihan tahap onboarding.

Pelatihan ini merupakan rangkaian kegiatan di mana karyawan baru akan dikenalkan pada peran dan posisi yang mereka tempati pada sistem yang berjalan di perusahaan.

Tujuannya agar karyawan mampu memahami apa yang harus dilakukannya dalam memberikan kontribusi untuk perusahaan.

Pelatihan dilaksanakan dalam waktu yang tidak ditentukan. Idealnya, pelatihan akan dianggap selesai ketika karyawan sudah dapat bekerja secara efektif dan efisien sesuai dengan apa yang diharapkan perusahaan.

Ketika karyawan sudah dapat bekerja demikian, karyawan tidak lagi dianggap sebagai karyawan baru karena sudah masuk ke dalam sistem dan turut menggerakkan perusahaan ke arah target yang ditetapkan.

Baca Juga: Pentingnya Memperhatikan Profesionalitas dalam Bekerja

Tahapan Pelatihan Teknis Karyawan

Tahapan pelatihan ini tidak hanya diberikan pada karyawan baru saja, namun juga dapat diberikan pada karyawan lama.

Memberikan pelatihan teknis dirasa menjadi sesuatu dengan urgensi tinggi karena perkembangan teknologi yang tidak ada habisnya.

Untuk dapat mengikuti perkembangan teknologi ini, karyawan wajib memiliki berbagai kemampuan yang diperlukan.

Sebut saja untuk kemampuan coding, manajemen media sosial, penulisan konten dan sebagainya.

Tidak setiap karyawan diharuskan memiliki kemampuan ini, namun setidaknya ada satu orang di setiap tim yang bisa melakukan satu bidang khusus.

Pelatihan ini bisa dilaksanakan dengan bekerja sama dengan penyedia jasa pelatihan.

Di kota besar, penyedia seperti ini banyak ditemukan dan bisa menawarkan berbagai keahlian untuk karyawan.

Yang diharapkan dari pelatihan ini adalah karyawan memiliki kemampuan teknis baru sehingga dapat bekerja dengan lebih efektif dan efisien.

Baca Juga: Dear HR, Ini Cara Atasi Karyawan yang Jenuh dalam Pekerjaan

Softskill

Berbeda dengan tahapan pelatihan teknis yang berorientasi pada hardskill yang dimiliki karyawan, pelatihan softskill lebih dikhususkan pada kemampuan interpersonal yang dimiliki karyawan.

Dalam konteks ini, kemampuan interpersonal akan berkisar pada kemampuan komunikasi yang efektif, kemampuan diskusi dan pemecahan masalah, manajemen waktu, etika kerja, kerja sama tim, serta kemampuan menyesuaikan diri dengan project dan tim kerja baru.

Memiliki kemampuan softskill yang baik akan sangat menunjang kinerja dan performa dari setiap karyawan secara khusus dan tim secara umum.

Dengan memiliki kualitas kerja serta kemampuan yang cakap dan dipadu dengan softskill yang baik, idealnya pekerjaan akan dapat dikerjakan lebih cepat, lebih baik, dan hasilnya pun akan meningkat.

Softskill juga akan mengurangi hambatan kerja yang tidak terkait hal teknis, jadi karyawan bisa bekerja dengan lancar.

Penggunaan Fasilitas Perusahaan

Meski sebenarnya tidak perlu dilatih, namun hal ini juga perlu dipahami.

Misalnya saja perusahaan Anda menggunakan software pengelolaan HR tertentu, tentu saja setiap karyawan harus paham betul bagaimana prosedur dan sistem kerjanya.

Tujuannya agar karyawan dapat melakukan kegiatan administrasi dengan lancar.

Hal ini juga berlaku pada fasilitas lain yang diberikan oleh perusahaan pada karyawan.

Penggunaan software HR sendiri dalam tahapan pelatihan karyawan perusahaan dapat pula membantu menyediakan data untuk analisa pelatihan apa yang diperlukan.

Untuk mengelola pelatihan dengan lebih mudah dan terukur, Anda dapat menggunakan Aplikasi LMS Mekari Talenta.

Melalui fitur LMS, perusahaan dapat menyusun materi training, mengatur jadwal pelatihan, memonitor progress peserta, hingga melakukan evaluasi dalam satu platform terintegrasi. Semua berjalan otomatis tanpa dokumen manual yang memakan waktu.

Selain itu, Mekari Talenta mampu memberikan data lengkap mengenai performa kerja setiap karyawan melalui software untuk membuat jadwal kerja shift miliknya.

Anda dapat memiliki data lengkap sehingga dapat menyusun program pelatihan yang tepat sasaran dan berhasil maksimal.

Segera gunakan Mekari Talenta dan maksimalkan penggunaan fiturnya untuk kemajuan perusahaan Anda sekarang!ย 

Baca Juga: Bagaimanakah Karyawan Ideal Menurut Tim Cook?

FAQ (Frequently Asked Questions)

Seberapa sering perusahaan sebaiknya mengadakan pelatihan karyawan?

Seberapa sering perusahaan sebaiknya mengadakan pelatihan karyawan?

Frekuensi pelatihan sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan bisnis, perkembangan industri, dan hasil evaluasi kinerja karyawan. Umumnya, perusahaan mengadakan pelatihan secara berkala, misalnya setiap kuartal atau semester, serta memberikan pelatihan tambahan ketika ada teknologi, regulasi, atau proses kerja baru. Dengan jadwal yang konsisten, kompetensi karyawan dapat terus berkembang. Perusahaan juga dapat lebih mudah mengidentifikasi kesenjangan keterampilan yang perlu ditingkatkan. Pendekatan ini membantu menjaga produktivitas dan daya saing organisasi.

Bagaimana cara mengukur efektivitas program pelatihan karyawan?

Bagaimana cara mengukur efektivitas program pelatihan karyawan?

Efektivitas pelatihan dapat diukur melalui beberapa indikator, seperti peningkatan produktivitas, hasil evaluasi peserta, perubahan perilaku kerja, hingga pencapaian target individu maupun tim. Perusahaan juga dapat meminta umpan balik dari peserta dan atasan langsung untuk mengetahui apakah materi pelatihan benar-benar diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari. Hasil evaluasi tersebut menjadi dasar untuk menyempurnakan program pelatihan berikutnya. Dengan pengukuran yang tepat, investasi pelatihan dapat memberikan manfaat yang lebih optimal bagi perusahaan.

Apakah seluruh karyawan harus mengikuti pelatihan yang sama?

Apakah seluruh karyawan harus mengikuti pelatihan yang sama?

Tidak selalu. Materi pelatihan sebaiknya disesuaikan dengan jabatan, tanggung jawab, serta kompetensi yang dibutuhkan masing-masing karyawan. Misalnya, pelatihan kepemimpinan lebih relevan untuk supervisor atau manajer, sedangkan pelatihan teknis diberikan kepada tim yang membutuhkan keahlian tertentu. Pendekatan ini membuat proses belajar lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan bisnis. Selain itu, anggaran pelatihan juga dapat digunakan secara lebih efisien.

Apa tantangan yang paling sering dihadapi perusahaan dalam menyelenggarakan pelatihan?

Apa tantangan yang paling sering dihadapi perusahaan dalam menyelenggarakan pelatihan?

Beberapa tantangan yang umum dihadapi adalah keterbatasan waktu, anggaran, serta kesulitan menyesuaikan jadwal pelatihan dengan aktivitas operasional perusahaan. Selain itu, rendahnya partisipasi atau kurangnya motivasi peserta juga dapat memengaruhi keberhasilan program. Untuk mengatasinya, perusahaan dapat memanfaatkan metode pembelajaran yang fleksibel, seperti pelatihan online atau learning management system (LMS). Dengan demikian, proses belajar tetap berjalan tanpa mengganggu produktivitas kerja.

Mengapa perusahaan perlu memiliki program pelatihan yang berkelanjutan?

Mengapa perusahaan perlu memiliki program pelatihan yang berkelanjutan?

Pelatihan yang berkelanjutan membantu karyawan terus mengembangkan kompetensi sesuai perubahan kebutuhan bisnis dan perkembangan teknologi. Selain meningkatkan kemampuan individu, program ini juga mendukung inovasi, memperkuat kesiapan menghadapi tantangan baru, serta meningkatkan peluang pengembangan karier karyawan. Dari sisi perusahaan, investasi pada pembelajaran berkelanjutan dapat meningkatkan produktivitas sekaligus mempertahankan talenta terbaik. Oleh karena itu, pelatihan tidak sebaiknya hanya dilakukan saat karyawan baru bergabung, tetapi menjadi bagian dari strategi pengembangan SDM jangka panjang.

Image
Ervina Lutfi Penulis
Product manager sekaligus penulis konten profesional yang rutin membahas topik HR, bisnis, dan digital marketing. Gaya penulisan yang terstruktur dan informatif memudahkan pembaca memahami strategi bisnis dan pengelolaan sumber daya manusia.
nathania rebecca
Nathania Rebecca Djemat, CHRP
Icon

Satu solusi untuk semua kebutuhan HR Anda

Optimalkan pengelolaan operasi HR Anda dengan bantuan solusi terintegrasi dari Mekari Talenta.

WhatsApp Hubungi sales