Rekrutmen Internal dan Eksternal: Arti & Perbedaan Keduanya

Tayang
Diperbarui
Di tulis oleh:
Foto profil Jordhi Farhansyah
Jordhi Farhansyah
Di review oleh:
Mekari Talenta Expert Reviewer
Shinta, CHRP
Highlights
  • Rekrutmen internal adalah proses pengisian posisi dari dalam organisasi, sedangkan rekrutmen eksternal berasal dari kandidat di luar perusahaan.
  • Perbedaan utama keduanya terletak pada sumber kandidat, waktu proses, biaya, serta dampaknya terhadap inovasi dan pengembangan talenta internal.

Proses rekrutmen membantu memburu karyawan terbaik dari daftar kandidat karena karyawan adalah aset paling berharga bagi perusahaan, karena mereka bertanggung jawab atas keberhasilan atau kegagalan perusahaan. Ada dua sumber pasokan tenaga kerja; yaitu rekrutmen internal dan eksternal.

Rekrutmen internal adalah proses di mana karyawan direkrut dari dalam organisasi sementara rekrutmen eksternal adalah proses perekrutan yang dilakukan dengan menggunakan sumber luar.

Dalam rekrutmen internal, personel itu dipanggil oleh organisasi yang sudah masuk daftar gaji.

Sebaliknya, dalam rekrutmen eksternal, organisasi bergantung pada sumber-sumber seperti iklan terbuka, perusahaan konsultan, pertukaran pekerjaan, dll.

Dalam kutipan artikel ini, kami telah memberikan semua perbedaan penting antara perekrutan internal dan eksternal.

Definisi Rekrutmen Internal

definisi rekrutmen internal

Rekrutmen internal adalah rekrutmen di mana pasokan tenaga kerja dilakukan secara internal, yaitu di dalam organisasi.

Kandidat dipilih dari antara karyawan yang sudah bekerja dengan organisasi, yaitu menghadirkan karyawan atau dari mereka yang bekerja di organisasi di masa lalu yaitu mantan karyawan yang meninggalkan pekerjaan secara sukarela tetapi mereka berencana untuk kembali.

Ini juga termasuk mantan karyawan, yang ingin dipekerjakan kembali oleh perusahaan.

Dalam proses ini, perekrutan karyawan dilakukan dengan memindahkan karyawan dari satu departemen ke departemen lain atau dengan mempromosikan karyawan dari satu tingkat ke tingkat yang lebih tinggi. Berikut ini adalah metode rekrutmen internal yang paling umum:

  • Iklan internal
  • Promosi
  • Transfer
  • Mempekerjakan kembali mantan karyawan
  • Karyawan dipekerjakan sebelumnya berdasarkan kontrak atau untuk pekerjaan paruh waktu.
  • Pensiunan karyawan

Rekrutmen Internal meningkatkan moral karyawan bahwa mereka mendapatkan kesempatan untuk membuktikan kemampuan dan efisiensi mereka.

Lebih lanjut, tidak ada pelatihan induksi yang diperlukan, karena karyawan sudah terbiasa dengan organisasi dan pekerjaan juga.

Namun, proses ini menghentikan bakat baru memasuki organisasi. Selain itu, ada kemungkinan keberpihakan di antara karyawan.

Baca juga: Manfaat Pengembangan Karir bagi Karyawan

Kelebihan Rekrutmen Internal

Banyak perusahaan yang lebih memilih merekrut orang dari dalam perusahaan khususnya untuk menempati posisi tertentu.

Menurut Urbanhire sistem rekrutmen internal masih digunakan oleh perusahaan sekitar 15 – 20%.

Ada beberapa kelebihan dari sistem ini di antaranya:

Hemat Biaya dan Waktu

Jika HRD mengambil kandidat dari luar perusahaan, HRD harus menganggarkan biaya rekrutmen dan menyeleksi lamaran yang masuk.

Tentu hal ini akan memakan waktu.

Namun, dengan rekrutmen internal, HRD lebih hemat biaya dan tidak membutuhkan waktu lama untuk mencari orang yang pas dan sesuai.

Karyawan Sudah Terbiasa dengan Budaya Perusahaan

Proses adaptasi karyawan baru dalam sebuah perusahaan cukup memakan waktu, tergantung bagaimana karakteristik karyawan tersebut.

Sementara dengan merekrut orang internal, HRD tidak perlu melakukan orientasi untuk mengenalkan karyawan terhadap seluk beluk perusahaan.

Sebab, karyawan yang bersangkutan sudah memahami bagaimana pola kerja dan budaya perusahaan.

Meningkatkan Employee Engagement

Umumnya rekrutmen internal digunakan mengisi posisi yang lebih tinggi (employee succession), dimana karyawan yang mengisi posisi tersebut adalah karyawan staff biasa.

Karena berhasil naik jabatan dan mengisi posisi yang lebih baik, hal tersebut akan membantu peningkatan employee engagement.

Definisi Rekrutmen Eksternal

definisi rekrutmen eksternal

Rekrutmen Eksternal mengacu pada rekrutmen di mana para kandidat dipilih dari luar organisasi.

Selain bakat, yang ada di dalam organisasi, sumber ini melibatkan penggunaan metode yang akan membantu untuk mencari tahu karyawan terbaik yang berada di luar organisasi.

Namun, ini adalah tugas yang sulit, tetapi memiliki dampak yang sangat positif dibandingkan dengan rekrutmen internal.

Prosesnya cukup memakan waktu dan juga lambat karena sejumlah langkah yang terlibat di dalamnya, tetapi membantu organisasi untuk memburu kandidat terbaik di antara daftar panjang kandidat.

Selain itu, dalam sumber rekrutmen ini membuat keprihatinan, secara terbuka memilih talenta teratas dengan mempertimbangkan berbagai parameter seperti keterampilan, kemampuan, kualifikasi, pengalaman, dan lain sebagainya.

Selain itu, ini membawa ide-ide baru ke organisasi.

Tetapi ada satu kelemahan bahwa organisasi harus menginvestasikan sejumlah besar dalam iklan, pelatihan, dan induksi karyawan.

Beberapa contoh rekrutmen tersebut adalah:

  • Rekrutmen Kampus
  • Portal Pekerjaan
  • Pameran pekerjaan dan seminar
  • Daftar tunggu
  • Pertukaran Kerja
  • Konsultasi pekerjaan
  • Referensi dan rekomendasi
  • Walk-in langsung
  • Iklan di koran, majalah, dan situs web
  • Dan lain sebagainya

Baca juga: Mengenal Apa Itu Talent Pool

Kelebihan Rekrutmen Eksternal

Sama seperti rekrutmen internal, rekrutmen eksternal juga mempunyai beberapa kelebihan dan kekurangan yang tidak dimiliki rekrutmen internal.

Adapun beberapa kelebihan dari rekrutmen eksternal sebagai berikut:

Menciptakan Lingkungan Kerja yang Beragam

Memberikan kesempatan untuk berbagai macam orang dengan kemampuan, pendidikan, dan background yang berbeda dapat menciptakan lingkungan kerja yang beragam.

Dengan begitu akan tercipta kerja tim yang lebih toleran dan mampu menghargai segala perbedaan yang ada.

Meningkatkan Daya Saing dengan Kompetitor

Rekrutmen eksternal dapat mendatangkan kandidat yang berasal dari perusahaan kompetitor.

Manajer dan pimpinan perusahaan sebaiknya memanfaatkan hal ini untuk mengembangkan strategi  bisnis yang lebih unik dan berbeda dari perusahaan kompetitor.

Meningkatkan Inovasi dan Kreativitas

Semakin banyak orang baru yang terlibat, semakin banyak ide-ide segar yang dihasilkan.

Para karyawan baru dapat meyumbangkan keterampilan, pengetahuan, dan kemampuan yang belum ada di perusahaan.

Maka perusahaan dapat melahirkan berbagai metode bisnis yang lebih inovatif dan kreatif.

Grafik Perbandingan Rekrutmen Internal dan External

Dasar untuk PerbandinganRekrutmen InternalRekrutmen Eksternal
BerartiRekrutmen Internal melibatkan merekrut kandidat dari mereka yang sudah bekerja di dalam organisasi.Ketika rekrutmen kandidat dilakukan secara eksternal, maka jenis rekrutmen ini dikenal sebagai rekrutmen eksternal.
DasarMerit senioritasKualifikasi cum kualifikasi
Waktu yang dibutuhkanProses cepatProses panjang
Pelatihan induksiTidak dibutuhkanHarus
BiayaIni adalah proses yang efektif biaya.Ini adalah proses yang mahal.
Pilihan kandidatTerbatasTak terbatas
SumberTransfer, Promosi, Referensi, dll.Iklan, penelepon biasa, agen ketenagakerjaan, konsultan manajemen, rekomendasi dll.

 

Baca Juga: Kontrak Karyawan dan Regulasi yang Wajib Anda Pahami

Perbedaan Kunci Antara Rekrutmen Internal dan Eksternal

Berikut ini adalah perbedaan utama antara rekrutmen internal dan eksternal:

  • Rekrutmen internal mengacu pada sumber tenaga rekrutmen yang sudah ada dalam organisasi. Perekrutan eksternal sedikit berbeda karena melibatkan perburuan calon karyawan dari luar organisasi.
  • Rekrutmen internal tidak memerlukan pelatihan induksi, sedangkan dalam perekrutan eksternal, pelatihan induksi adalah suatu keharusan.
  • Rekrutmen internal lebih cepat daripada rekrutmen eksternal karena rekrutmen eksternal melibatkan tahapan seperti iklan dan aplikasi undangan, penyaringan aplikasi, daftar pendek, melakukan pemeriksaan dan wawancara, seleksi, penempatan, pelatihan, pengujian, induksi, dan lain sebagainya yang tidak ada dalam internal pengerahan.
  • Dasar untuk rekrutmen internal adalah merit-cum-seniority, tetapi dasar rekrutmen eksternal adalah merit-cum-kualifikasi.
  • Rekrutmen internal adalah proses yang efektif biaya. Namun, rekrutmen eksternal membutuhkan investasi dalam jumlah besar.
  • Dalam rekrutmen internal, pilihannya sangat terbatas, yaitu lingkup bakat segar dibatasi. Sebaliknya, ketika perusahaan memilih untuk rekrutmen eksternal, itu dapat berharap untuk kandidat yang berbakat dari luar organisasi, yang berarti darah baru dan ide-ide dimasukkan ke dalam organisasi.

Di balik kesuksesan atau kegagalan organisasi mana pun, hanya ada satu faktor, dan itu adalah karyawan organisasi itu.

Jika mereka bekerja dengan upaya penuh mereka, maka organisasi akan bangkit.

Mencari tahu karyawan terbaik adalah tugas yang sangat sulit. Kita tidak bisa mengatakan metode mana yang baik, tetapi itu tergantung pada keadaan.

Jika suatu organisasi memiliki basis karyawan yang baik, maka ia dapat memilih karyawan untuk posisi kosong dari dalam organisasi, namun, jika tidak ada karyawan yang paling cocok dengan posisi itu, maka ia dapat menggunakan sumber eksternal untuk memasok personel.

Mana yang Lebih Baik antara Rekrutmen Internal dan Eksternal?

Setelah menyimak kelebihan dan kekurangan rekrutmen internal dan eksternal, muncul pertanyaan mana yang lebih baik dari kedua sistem tersebut.

Sesungguhnya tidak ada yang lebih baik antara rekrutmen eksternal dan internal.

Masing-masing sistem mempunyai kekurangan dan kelebihan yang dapat disesuaikan dengan kondisi perusahaan.

Contohnya, jika kondisi finansial perusahaan sedang terbatas, maka ada baiknya perusahaan memilih rekrutmen internal yang lebih murah.

Contoh lainnya adalah ketika perusahaan membutuhkan talenta baru untuk meningkatkan perkembangan perusahaan.

Dalam kondisi seperti ini, sebaiknya perusahaan memilih rekrutmen eksternal yang  membuka kesempatan luas bagi banyak orang.

Jadi, apa pun pilihannya, HRD harus mememertimbangkan kondisi perusahaan dengan matang.

Contoh Penerapan Rekrutmen Internal yang Efektif

Contoh di sini adalah contoh kasus di mana Anda perlu melihat talenta yang ada di dalam perusahaan terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk merekrut karyawan eksternal.

Bayangkan ketika seseorang yang memegang posisi penting di perusahaan harus mengundurkan diri atau pindah ke perusahaan lain.

Berapa waktu dan juga biaya yang dibutuhkan untuk mencari dan mendapatkan karyawan yang baru?

Tentunya tidak sedikit karena umumnya semakin tinggi level pekerjaan seseorang, akan semakin sulit mencari penggantinya.

Alternatif lain selain rekrutmen karyawan adalah dengan memiliki succession planning di mana Anda mempersiapkan suksesor dari para karyawan yang berpotensi untuk bisa menggantikan posisi tersebut.

Dengan demikian, proses transisi akan berjalan lebih mulus dan perusahaan dapat beroperasi seperti biasa.

Nah membantu hal ini, Mekari Talenta memiliki fitur bernama Succession Plan yang memfasilitasi kebutuhan suksesor menyesuaikan jenjang karier serta potensi karyawan.

Jadi, Anda tidak perlu mengeluarkan waktu dan biaya yang lebih banyak untuk mencari kandidat dari eksternal.

Pilihan Metode Rekrutmen untuk Mencari Tenaga Kerja Berkualitas

Proses rekrutmen merupakan tahapan penting dalam mencari dan memilih kandidat yang sesuai untuk mengisi posisi di perusahaan. Berikut adalah beberapa metode rekrutmen yang dapat digunakan untuk menemukan tenaga kerja berkualitas:

Iklan Lowongan Kerja

Mengiklankan lowongan kerja melalui media online, surat kabar, majalah, atau papan pengumuman dapat menjangkau calon kandidat yang lebih luas.

Iklan tersebut harus mencantumkan informasi yang jelas mengenai posisi yang dibutuhkan, kualifikasi yang diharapkan, dan cara mengirimkan lamaran.

Job Fair atau Bursa Kerja

Partisipasi dalam job fair atau bursa kerja dapat memungkinkan perusahaan bertemu langsung dengan calon kandidat.

Job fair biasanya diadakan di tempat-tempat strategis seperti universitas, pusat perbelanjaan, atau acara khusus yang dihadiri oleh banyak pencari kerja.

Ini memberikan kesempatan untuk mempromosikan perusahaan dan melihat langsung potensi kandidat.

Rekomendasi Internal dan Referral

Memanfaatkan jaringan internal perusahaan, seperti karyawan yang ada, dapat memberikan rekomendasi calon kandidat yang berkualitas.

Program referral juga dapat diterapkan, di mana karyawan diberikan insentif jika merekomendasikan kandidat yang sukses direkrut.

Rekrutmen Online

Pemanfaatan platform rekrutmen online, seperti situs web khusus, portal karir, atau jejaring sosial profesional, memungkinkan perusahaan mencapai calon kandidat yang lebih luas secara efisien.

Dalam platform tersebut, perusahaan dapat mengiklankan lowongan, menerima lamaran, dan mengelola proses seleksi secara digital.

Program Magang

Mengadakan program magang atau internship dapat menjadi cara efektif untuk mengidentifikasi bakat muda dan mengembangkan calon karyawan potensial.

Program magang memungkinkan para peserta untuk memperoleh pengalaman kerja praktis dan memperluas pengetahuan serta keterampilan mereka.

Rekrutmen Pihak Ketiga

Menggunakan jasa perusahaan perekrutan atau konsultan HR dapat membantu mengidentifikasi dan menyaring calon kandidat yang berkualitas sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Pihak ketiga ini memiliki keahlian dalam mencari dan menyeleksi calon yang sesuai dengan kriteria yang ditentukan.

Rekrutmen Internal

Memperhatikan potensi karyawan yang sudah ada dalam perusahaan dapat menjadi pilihan yang baik.

Promosi internal atau mutasi dapat memberikan kesempatan bagi karyawan yang sudah memiliki pemahaman dan loyalitas terhadap perusahaan untuk mengisi posisi yang lebih tinggi.

Metode Rekrutmen Terbuka dan Tertutup: Pilihan Strategis dalam Mencari Karyawan

Dalam proses rekrutmen karyawan baru, ada dua metode yang sering digunakan, yaitu metode rekrutmen terbuka dan tertutup. Apa perbedaannya?

Metode Rekrutmen Terbuka

Metode rekrutmen terbuka dilakukan dengan mengumumkan lowongan pekerjaan secara terbuka kepada publik melalui media eksternal.

Pada metode ini, perusahaan dapat memasang iklan lowongan kerja di media cetak, situs web, atau platform rekrutmen online.

Tujuan dari metode ini adalah untuk menjangkau calon kandidat yang lebih luas dan mendapatkan kandidat terbaik dari masyarakat umum.

Keuntungan menggunakan metode rekrutmen terbuka adalah:

  • Akses ke calon kandidat yang beragam dan potensial.
  • Meningkatkan visibilitas perusahaan dan citra perusahaan di mata publik.
  • Memperoleh ide-ide baru dan perspektif segar dari luar perusahaan.
  • Memperluas jaringan perusahaan dengan calon kandidat yang berpotensi.

Metode Rekrutmen Tertutup

Metode rekrutmen tertutup dilakukan dengan mencari calon karyawan baru di dalam perusahaan sendiri.

Dalam metode ini, perusahaan memberikan kesempatan kepada karyawan yang sudah ada untuk mengisi posisi baru atau memindahkan mereka ke posisi yang lebih tinggi.

Metode ini juga dapat melibatkan rekomendasi karyawan internal untuk mencari calon kandidat baru.

Keuntungan menggunakan metode rekrutmen tertutup adalah:

  • Memanfaatkan potensi dan pengetahuan yang sudah dimiliki oleh karyawan internal.
  • Meningkatkan motivasi dan keterikatan karyawan yang sudah ada.
  • Meminimalkan waktu dan biaya yang diperlukan dalam proses rekrutmen.
  • Menciptakan kesempatan pengembangan karir bagi karyawan yang sudah ada.

Pemilihan metode rekrutmen tergantung pada kebutuhan perusahaan, jenis posisi yang dibutuhkan, dan sumber daya yang tersedia.

Kombinasi antara metode rekrutmen terbuka dan tertutup juga bisa menjadi strategi yang efektif untuk mencari karyawan berkualitas.

Transformasi Strategi Rekrutmen Anda dengan Mekari Talenta untuk Membangun Talent Pipeline yang Lebih Kuat

Mengelola rekrutmen saat ini tidak hanya soal mencari kandidat dari luar, tetapi juga bagaimana memaksimalkan potensi talenta internal secara strategis.

Tanpa sistem yang terintegrasi, proses seperti job posting, screening kandidat, hingga promosi atau rotasi internal sering kali berjalan terpisah, tidak terdokumentasi dengan baik, dan sulit dikontrol secara objektif.

Hal ini tidak hanya memperlambat proses hiring, tetapi juga berisiko menurunkan kualitas keputusan dalam pengembangan maupun pemilihan kandidat.

Mekari Talenta hadir sebagai solusi AI-centric HCM berbasis cloud yang membantu perusahaan mengelola seluruh proses rekrutmen—baik internal maupun eksternal—secara terpusat, terstruktur, dan scalable untuk kebutuhan enterprise.

Dashboard Mekari Talenta HD

Melalui fitur rekrutmen yang terintegrasi, perusahaan dapat mengelola seluruh siklus hiring dari awal hingga onboarding dalam satu platform, sekaligus membangun talent pipeline yang lebih kuat dari dalam organisasi.

Fitur ini juga dapat digunakan secara standalone sesuai kebutuhan bisnis, sehingga perusahaan dapat mulai mengoptimalkan proses rekrutmen tanpa harus mengimplementasikan seluruh sistem HR sekaligus.

recruitment talenta

Adapun kapabilitasnya mencakup:

  • Job Posting & Sourcing Terintegrasi: Publikasikan lowongan ke berbagai kanal sekaligus dan kelola seluruh kandidat dalam satu sistem terpusat.
  • Screening & Shortlisting dengan AI: Seleksi kandidat lebih cepat dengan AI Candidate Scoring berbasis skill dan kesesuaian posisi.
  • Manajemen Kandidat & Talent Pool Terpusat: Kelola kandidat eksternal sekaligus identifikasi talenta internal yang siap dipromosikan atau dipindahkan.
  • Interview & Assessment Management: Atur proses seleksi secara efisien dan objektif dalam satu platform.
  • Pipeline & Hiring Stage Management: Pantau seluruh tahapan rekrutmen, termasuk proses internal mobility, secara real-time.
  • Dashboard & Laporan Rekrutmen: Dapatkan insight seperti time-to-hire, efektivitas sourcing, hingga kesiapan talent internal untuk mendukung keputusan strategis.

Simak video berikut untuk memahami fitur-fitur rekrutmen Mekari Talenta secara lengkap:

Dengan sistem yang terintegrasi, perusahaan tidak hanya dapat mempercepat proses rekrutmen eksternal, tetapi juga memastikan pengembangan dan pemanfaatan talenta internal berjalan lebih optimal, transparan, dan berbasis data.

Jika Anda ingin membangun proses rekrutmen yang lebih efisien, scalable, dan strategis dari dalam maupun luar organisasi, jadwalkan demo Mekari Talenta sekarang dan rasakan transformasinya.

Reference

Talent Tug-Of-War: Balancing Internal Growth With External Hires – Forbes

Pertanyaan Umum seputar Rekrutmen Internal & Eksternal

Kapan perusahaan sebaiknya memprioritaskan rekrutmen internal dibanding eksternal?

Kapan perusahaan sebaiknya memprioritaskan rekrutmen internal dibanding eksternal?

Rekrutmen internal lebih tepat digunakan ketika perusahaan membutuhkan pengisian posisi secara cepat dan memiliki kandidat yang sudah siap secara kompetensi. Selain itu, pendekatan ini efektif untuk menjaga kontinuitas bisnis dan meningkatkan retensi karyawan. Namun, penting memastikan bahwa kandidat internal benar-benar memenuhi kebutuhan peran, bukan sekadar tersedia. Evaluasi berbasis data performa dan potensi sangat disarankan.

Apa risiko terbesar jika terlalu sering menggunakan rekrutmen eksternal?

Apa risiko terbesar jika terlalu sering menggunakan rekrutmen eksternal?

Terlalu bergantung pada rekrutmen eksternal dapat meningkatkan biaya hiring dan memperpanjang waktu adaptasi karyawan baru. Selain itu, perusahaan berisiko kehilangan kesempatan mengembangkan talenta internal yang sudah ada. Dalam jangka panjang, hal ini juga bisa menurunkan engagement karyawan karena terbatasnya peluang karier. Keseimbangan antara internal dan eksternal menjadi kunci.

Apakah rekrutmen internal bisa menghambat inovasi perusahaan?

Apakah rekrutmen internal bisa menghambat inovasi perusahaan?

Rekrutmen internal berpotensi membatasi masuknya perspektif baru jika digunakan secara eksklusif. Namun, hal ini dapat diatasi dengan kombinasi strategi, seperti rotasi lintas fungsi atau program pengembangan karyawan. Dengan pendekatan yang tepat, internal mobility justru bisa memperkaya pengalaman karyawan. Kuncinya adalah tetap membuka ruang bagi talenta eksternal secara selektif.

Bagaimana cara membangun talent pipeline yang berkelanjutan?

Bagaimana cara membangun talent pipeline yang berkelanjutan?

Perusahaan perlu mengintegrasikan proses rekrutmen dengan manajemen kinerja, pelatihan, dan perencanaan karier. Talent pipeline yang kuat tidak hanya berasal dari kandidat eksternal, tetapi juga dari pengembangan internal yang terencana. Selain itu, pemanfaatan teknologi membantu memetakan kebutuhan talenta secara lebih akurat. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan lebih siap menghadapi perubahan kebutuhan bisnis.

Bagaimana cara memastikan proses rekrutmen tetap objektif?

Bagaimana cara memastikan proses rekrutmen tetap objektif?

Objektivitas dapat dijaga dengan menggunakan parameter evaluasi yang terstandarisasi, seperti competency framework dan scorecard kandidat. Selain itu, melibatkan lebih dari satu evaluator dapat mengurangi bias individu. Penggunaan sistem berbasis data juga membantu memastikan keputusan lebih transparan. Dokumentasi setiap tahapan seleksi menjadi elemen penting dalam proses ini.

Image
Jordhi Farhansyah Penulis
Penulis dengan pengalaman selama sepuluh tahun dalam menghasilkan konten di berbagai bidang dan kini berfokus pada topik seputar human resources (HR) dan dunia bisnis. Dalam kesehariannya, Jordhi juga aktif menekuni fotografi analog sebagai bentuk ekspresi kreatif di luar rutinitas menulis.
Shinta
Shinta, CHRP

Shinta CHRP adalah profesional HR dengan pengalaman 18 tahun di berbagai fungsi, mencakup rekrutmen, business partnership, talent acquisition, employer branding, komunikasi internal-eksternal, hingga operasional HR. Berpengalaman lintas industri seperti pertambangan, konsultasi, perhotelan, ritel e-commerce, dan perbankan. Shinta dikenal efektif, peka budaya, serta mampu berkomunikasi dengan semua level organisasi di kawasan Asia yang kompleks.

Icon

Satu solusi untuk semua kebutuhan HR Anda

Optimalkan pengelolaan operasi HR Anda dengan bantuan solusi terintegrasi dari Mekari Talenta.

WhatsApp Hubungi sales