Karyawan Temporer: Pengertian serta Aturan di Indonesia

By Mekari TalentaPublished 20 Jun, 2023 Diperbarui 20 Maret 2024

Seperti sudah diketahui oleh pembaca HRD sekalian, merekrut tenaga kerja baru bisa memakan biaya dan effort yang besar bagi perusahaan. Apalagi jika hanya berbasiskan proyek dalam kurun waktu tertentu. Bahkan merekrut karyawan kontrak pun memiliki pro dan kontranya masing-masing. Bagaimana dengan merekrut Karyawan temporer? Apakah pembaca familiar dengan istilah pekerja sementara tersebut?

Karyawan temporer, biasa dikenal juga dengan staf temporer, adalah kelompok pekerja yang bisa direkrut secara musiman, project base, atau secara kebutuhan mendesak perusahaan. Untuk lebih jelasnya, mari simak ulasan berikut.

Apa yang Dimaksud dengan Karyawan Temporer?

Pekerja kontingen atau staf temporer yakni kelompok karyawan yang bisa direkrut secara musiman. Untuk lebih jelasnya, simak ulasan berikut!

Karyawan temporer adalah pekerja paruh waktu atau kontingen yang dipekerjakan untuk jangka pendek.

Karyawan temporer mengacu pada pekerja sementara dalam pekerjaan lepas untuk menambah tenaga kerja perusahaan.

Mereka juga dikenal sebagai freelancer atau pekerja kontrak sementara.

Karyawan temporer dapat dipekerjakan melalui perusahaan tenaga kerja dan mereka biasanya bekerja di bawah kontrak untuk jangka waktu tertentu atau untuk proyek tertentu.

Mereka sangat populer dalam bisnis dengan permintaan staf musiman yang berfluktuasi seperti perusahaan ritel, call center, dan lain sebagainya.

Proses HR jadi lebih cepat dengan software HR terautomasi Mekari Talenta.

Apa Perbedaan antara Karyawan Tetap dan Karyawan Temporer?

Menurut Undang-undang Republik Indonesia No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, berdasarkan perjanjian kerjanya, pekerja dibagi menjadi dua, yaitu pekerja dengan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) dan pekerja dengan Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT).

PKWTT biasa juga dikenal sebagai karyawan tetap yang masa kerjanya tidak ditentukan di awal.

Sedangkan PKWTT terbagi ke dalam beberapa jenis sesuai pada penjelasan di Peraturan Pemerintah No. 35 Tahun 2021.

Salah satunya menyebutkan mengenai pekerjaan yang sifatnya sementara atau selesai dalam waktu tertentu. Dalam hal ini, contohnya adalah karyawan temporer.

Karyawan temporer adalah pekerja yang disediakan oleh perusahaan tenaga kerja ke perusahaan tempat pekerjaan dilakukan dan merupakan karyawan dari perusahaan tenaga kerja.

Ada juga kontraktor independen yaitu yang mengirimkan faktur/tagihan hasil kerja mereka sendiri untuk layanan yang diberikan.

Berdasarkan perjanjian kerjanya, karyawan tetap adalah kelompok pekerja yang tidak memiliki masa kerja tertentu.

Sedangkan karyawan temporer adalah termasuk ke dalam kelompok pekerja yang memiliki masa kerja tertentu.

6 Manfaat dari Mempekerjakan Karyawan Temporer

Bagi beberapa industri, dapat mempekerjakan karyawan temporer akan membantu bisnis berjalan dengan baik.

Hal tersebut karena terdapat beberapa manfaat di dalamnya, diantaranya sebagai berikut:

Mengisi Kesenjangan Keterampilan

Saat ini, banyak perusahaan merasa semakin sulit untuk menemukan pekerja dengan rangkaian keterampilan penting.

Menghadapi tantangan untuk menjembatani kesenjangan keterampilan dalam angkatan kerja mereka, banyak yang beralih ke karyawan temporer untuk memperoleh talenta dengan skill terbaik.

Dengan mempekerjakan pekerja eksternal, perusahaan dapat memiliki akses ke pekerja dengan keterampilan khusus untuk menyelesaikan pekerjaan berdasarkan proyek per proyek.

Ini adalah cara yang bagus untuk menyeimbangkan talenta internal yang sudah ada.

Meningkatkan Fleksibilitas

Pernah merasa seperti perusahaan Anda tidak dapat merespons dengan cepat kondisi market yang berubah, atau tidak dapat menaikkan atau menurunkan skala kebutuhan pada proyek tertentu?

Jika demikian, maka karyawan temporer akan memberikan fleksibilitas yang dibutuhkan bisnis Anda.

Pekerja non-permanen memungkinkan bisnis Anda merespons market dan tuntutannya saat itu juga.

Bisnis Anda akan dapat dengan cepat merespons, berubah, dan beradaptasi dengan kondisi pasar tanpa lama menunda.

Proses Perekrutan yang Lebih Cepat dan Hemat Biaya

Apakah Anda memerlukan pekerja lepas untuk menghadapi musim puncak atau periode kesibukan perusahaan Anda sedang meningkat?

Atau Anda memerlukan keterampilan khusus untuk proyek tertentu?

Jika Anda menjawab “iya” untuk kedua pertanyaan ini, maka karyawan temporer dapat direkrut dengan cepat dan dengan birokrasi yang lebih sedikit daripada karyawan tetap.

Karyawan temporer yang berpengalaman sering kali tersedia dalam waktu singkat, dan akan memberikan solusi cepat kepada perusahaan Anda.

Tidak hanya proses perekrutan yang lebih cepat, tetapi juga jauh lebih hemat biaya daripada merekrut karyawan tetap.

Ini dikarenakan berkurangnya biaya tunjangan yang biasanya hadir dalam daftar kompensasi karyawan tetap.

Meskipun demikian, pekerja kontrak seringkali memiliki gaji yang lebih tinggi daripada karyawan tetap karena skill yang mereka miliki.

Menilai Kebutuhan Bisnis secara Berkelanjutan

Tidak jarang bisnis menemukan bahwa jumlah karyawan harus berubah dengan cepat bergantung pada kondisi pasar dan pertumbuhan perusahaan.

Pekerja kontrak memberikan kesempatan untuk menilai kebutuhan organisasi secara berkelanjutan dibandingkan dengan mempekerjakan karyawan tetap.

Perspektif Baru

Sosok baru tentunya dapat menghadirkan ide-ide baru.

Karyawan yang telah bekerja di perusahaan Anda selama bertahun-tahun, sering kali dapat menyebabkan kurangnya kreativitas.

Jangan salah paham, Tenaga kerja internal Anda sangat penting untuk kesuksesan bisnis Anda, namun terkadang hanya diperlukan satu pekerja eksternal untuk sepenuhnya mengubah perspektif tertentu dari bisnis Anda.

Seorang pekerja yang sangat terspesialisasi dan terampil akan memajukan bisnis Anda dan mendorong pertumbuhan selama mereka bekerja di perusahaan.

Uji Coba Posisi atau Staf Baru

Karyawan temporer memungkinkan bisnis untuk mempekerjakan pekerja tidak tetap dengan tujuan untuk membentuk pekerjaan tetap.

Proses ini memungkinkan perusahaan Anda untuk memastikan bahwa posisi tertentu adalah bagian dari rencana jangka panjang perusahaan atau untuk memastikan bahwa individu tertentu cocok dengan budaya perusahaan.

Berawal dari mempekerjakan pekerja untuk sementara waktu, perusahaan dapat menguji kesesuaian kontraktor dengan tujuan perusahaan, yang pada akhirnya menjadikan mereka sebagai karyawan tetap.

4 Kekurangan dari Merekrut Karyawan Temporer

Ada kelebihan, ada pula kekurangannya.

Begitu pun dengan mempekerjakan karyawan temporer.

Merangkum beberapa sumber, berikut kekurangan dari praktik merekrut karyawan temporer bagi perusahaan.

Komunikasi

Komunikasi merupakan tantangan utama yang dihadapi organisasi dengan karyawan temporer.

Karyawan temporer tidak boleh mendapat perlakuan berbeda dari karyawan tetap.

Manajer dan HRD harus mampu membangun komunikasi yang baik juga dengan karyawan temporer.

Kurangnya Pemahaman tentang Peraturan Karyawan

Tantangan dapat muncul dari kurangnya pemahaman tentang bagaimana peraturan karyawan untuk pekerja lepas berbeda dari pekerja tetap.

Karyawan temporer dipekerjakan oleh vendor. Sehingga mereka bertanggung jawab kepada perusahaan dan juga vendor.

Manajemen / Visibilitas yang Terfragmentasi

Manajer departemen sering diberi tanggung jawab untuk mengelola karyawan temporer tanpa strategi terpadu.

Hal ini mengakibatkan pekerja yang dipekerjakan menjadi kurang pengawasan dan justru meningkatkan biaya.

Untuk mengatasi hal ini, penting untuk:

  • Kembangkan rencana terperinci yang menyatukan semua departemen.
  • Hindari membiarkan departemen membuat teknik manajemen mereka sendiri.
  • Kembangkan rencana manajemen kontingen terpusat yang efektif

Ketiga strategi ini dapat dipakai untuk  mencegah metode pembayaran yang tidak konsisten dan pekerjaan administratif yang memakan waktu.

Ini juga memungkinkan visibilitas pekerja yang lebih besar, pembayaran yang efisien, kepatuhan dan analisis pekerja.

Keamanan saat Perekrutan

Banyak pekerja sementara dipekerjakan melalui perusahaan jasa outsourcing.

Meskipun berasal dari perusahaan outsourcing yang mungkin terpercaya, pekerja tersebut tidak melewati sistem rekrutmen perusahaan.

Penting bagi perekrut dan perusahaan untuk mengembangkan kebijakan background check atau pengecekan latar belakang calon pekerja kontrak dengan komprehensif.

Kesimpulan

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa karyawan temporer adalah pekerja paruh waktu atau pekerja temporer yang status kepegawaiannya bersifat sementara karena dipekerjakan untuk jangka waktu pendek.

Karyawan temporer biasanya dipekerjakan oleh perusahaan tenaga kerja untuk disalurkan ke perusahaan-perusahaan lain yang membutuhkan.

Karyawan temporer cocok untuk perusahaan yang memiliki kebutuhan karyawan musiman dengan beban kerja yang berfluktuasi.

Dalam mempekerjakan karyawan temporer , perlu dibuat rencana manajemen yang jelas serta dilakukan background checking yang komprehensif.

Mekari Talenta Aplikasi Manajemen Kinerja untuk Karyawan Pabrik

Mekari Talenta adalah software HRIS untuk manajemen sumber daya manusia.

Software HRIS biasanya bertujuan mengurangi beban kerja administrasi di bidang penggajian, perpajakan karyawan, absensi online, dan rekruitmen karyawan.

Melalui aplikasi rekrutmen karyawan, HR dapat mengelola rekrutmen karyawan secara lebih mudah dari job listing, penjadwalan interview, hingga onboarding hanya dalam satu aplikasi yang terintegrasi.

Fitur-fitur yang disediakan Talenta juga dilengkapi dengan detail-detail sehingga memudahkan karyawan dalam melakukan pekerjaan.

Misalnya, pada fitur payroll, komponen seperti bonus, tunjangan, pajak, insentif, dan lain-lain ditambahkan.

Dengan demikian perhitungan akan menjadi lebih efisien dan efektif.

Tunggu apa lagi? Konsultasi bersama tim sales Mekari Talenta sekarang juga.

banner tentu bisa june
Image
Mekari Talenta
Temukan artikel-artikel terbaik seputar HR dari tim editorial Mekari Talenta. Kami mengumpulkan, menyusun, dan membagikan insight-insight menarik untuk membantu bisnis mengelola serta mengembangkan talenta-talenta unggulan.