Karyawan Temporer: Solusi Workforce Fleksibel untuk Menjaga Kelangsungan Operasional

Tayang
Diperbarui
Di tulis oleh:
Foto profil Jordhi Farhansyah
Jordhi Farhansyah
Highlights
  • Karyawan temporer adalah tenaga kerja yang dipekerjakan untuk pekerjaan atau periode tertentu guna memenuhi kebutuhan operasional yang bersifat sementara.

  • Penggunaan karyawan temporer umumnya mengacu pada skema PKWT sesuai PP No. 35 Tahun 2021 dengan syarat pekerjaan dan jangka waktu tertentu.

Tidak semua kebutuhan tenaga kerja bersifat permanen. Ketika perusahaan menghadapi lonjakan permintaan, ekspansi ke wilayah baru, implementasi sistem, atau proyek dengan durasi terbatas, merekrut karyawan tetap belum tentu menjadi pilihan yang paling efisien.

Tren tersebut juga terlihat di kawasan Asia Pasifik.

Menurut penelitian, 58% perusahaan menggunakan contingent workforce untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja, dan Indonesia mencatat tingkat adopsi tertinggi sebesar 67%.

Namun, memanfaatkan karyawan temporer bukan sekadar mempercepat proses rekrutmen, melainkan membutuhkan perencanaan tenaga kerja, kepatuhan terhadap regulasi, serta pengelolaan yang terstruktur agar produktivitas tetap terjaga dan risiko ketenagakerjaan dapat diminimalkan.

Artikel ini akan membahas definisi karyawan temporer, aturan yang berlaku di Indonesia, manfaat, tantangan, hingga strategi terbaik dalam mengelolanya secara efektif.

Apa yang Dimaksud dengan Karyawan Temporer?

Pekerja kontingen atau staf temporer yakni kelompok karyawan yang bisa direkrut secara musiman. Untuk lebih jelasnya, simak ulasan berikut!

Karyawan temporer adalah pekerja paruh waktu atau kontingen yang dipekerjakan untuk jangka pendek.

Karyawan temporer mengacu pada pekerja sementara dalam pekerjaan lepas untuk menambah tenaga kerja perusahaan.

Mereka juga dikenal sebagai freelancer atau pekerja kontrak sementara.

Karyawan temporer dapat dipekerjakan melalui perusahaan tenaga kerja dan mereka biasanya bekerja di bawah kontrak untuk jangka waktu tertentu atau untuk proyek tertentu.

Mereka sangat populer dalam bisnis dengan permintaan staf musiman yang berfluktuasi seperti perusahaan ritel, call center, dan lain sebagainya.

Apa Perbedaan antara Karyawan Tetap dan Karyawan Temporer?

Menurut Undang-undang Republik Indonesia No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, berdasarkan perjanjian kerjanya, pekerja dibagi menjadi dua, yaitu pekerja dengan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) dan pekerja dengan Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT).

PKWTT biasa juga dikenal sebagai karyawan tetap yang masa kerjanya tidak ditentukan di awal.

Sedangkan PKWTT terbagi ke dalam beberapa jenis sesuai pada penjelasan di Peraturan Pemerintah No. 35 Tahun 2021.

Salah satunya menyebutkan mengenai pekerjaan yang sifatnya sementara atau selesai dalam waktu tertentu. Dalam hal ini, contohnya adalah karyawan temporer.

Karyawan temporer adalah pekerja yang disediakan oleh perusahaan tenaga kerja ke perusahaan tempat pekerjaan dilakukan dan merupakan karyawan dari perusahaan tenaga kerja.

Ada juga kontraktor independen yaitu yang mengirimkan faktur/tagihan hasil kerja mereka sendiri untuk layanan yang diberikan.

Berdasarkan perjanjian kerjanya, karyawan tetap adalah kelompok pekerja yang tidak memiliki masa kerja tertentu.

Sedangkan karyawan temporer adalah termasuk ke dalam kelompok pekerja yang memiliki masa kerja tertentu.

Baca Juga: Kunci Keberhasilan Rekrutmen Internal dalam Membangun SDM

6 Manfaat dari Mempekerjakan Karyawan Temporer

Bagi beberapa industri, dapat mempekerjakan karyawan temporer akan membantu bisnis berjalan dengan baik.

Hal tersebut karena terdapat beberapa manfaat di dalamnya, diantaranya sebagai berikut:

1. Mengisi Kesenjangan Keterampilan

Saat ini, banyak perusahaan merasa semakin sulit untuk menemukan pekerja dengan rangkaian keterampilan penting.

Menghadapi tantangan untuk menjembatani kesenjangan keterampilan dalam angkatan kerja mereka, banyak yang beralih ke karyawan temporer untuk memperoleh talenta dengan skill terbaik.

Dengan mempekerjakan pekerja eksternal, perusahaan dapat memiliki akses ke pekerja dengan keterampilan khusus untuk menyelesaikan pekerjaan berdasarkan proyek per proyek.

Ini adalah cara yang bagus untuk menyeimbangkan talenta internal yang sudah ada.

2. Meningkatkan Fleksibilitas

Pernah merasa seperti perusahaan Anda tidak dapat merespons dengan cepat kondisi market yang berubah, atau tidak dapat menaikkan atau menurunkan skala kebutuhan pada proyek tertentu?

Jika demikian, maka karyawan temporer akan memberikan fleksibilitas yang dibutuhkan bisnis Anda.

Pekerja non-permanen memungkinkan bisnis Anda merespons market dan tuntutannya saat itu juga.

Bisnis Anda akan dapat dengan cepat merespons, berubah, dan beradaptasi dengan kondisi pasar tanpa lama menunda.

3. Proses Perekrutan yang Lebih Cepat dan Hemat Biaya

Apakah Anda memerlukan pekerja lepas untuk menghadapi musim puncak atau periode kesibukan perusahaan Anda sedang meningkat?

Atau Anda memerlukan keterampilan khusus untuk proyek tertentu?

Jika Anda menjawab “iya” untuk kedua pertanyaan ini, maka karyawan temporer dapat direkrut dengan cepat dan dengan birokrasi yang lebih sedikit daripada karyawan tetap.

Karyawan temporer yang berpengalaman sering kali tersedia dalam waktu singkat, dan akan memberikan solusi cepat kepada perusahaan Anda.

Tidak hanya proses perekrutan yang lebih cepat, tetapi juga jauh lebih hemat biaya daripada merekrut karyawan tetap.

Ini dikarenakan berkurangnya biaya tunjangan yang biasanya hadir dalam daftar kompensasi karyawan tetap.

Meskipun demikian, pekerja kontrak seringkali memiliki gaji yang lebih tinggi daripada karyawan tetap karena skill yang mereka miliki.

4. Menilai Kebutuhan Bisnis secara Berkelanjutan

Tidak jarang bisnis menemukan bahwa jumlah karyawan harus berubah dengan cepat bergantung pada kondisi pasar dan pertumbuhan perusahaan.

Pekerja kontrak memberikan kesempatan untuk menilai kebutuhan organisasi secara berkelanjutan dibandingkan dengan mempekerjakan karyawan tetap.

5. Perspektif Baru

Sosok baru tentunya dapat menghadirkan ide-ide baru.

Karyawan yang telah bekerja di perusahaan Anda selama bertahun-tahun, sering kali dapat menyebabkan kurangnya kreativitas.

Jangan salah paham, Tenaga kerja internal Anda sangat penting untuk kesuksesan bisnis Anda, namun terkadang hanya diperlukan satu pekerja eksternal untuk sepenuhnya mengubah perspektif tertentu dari bisnis Anda.

Seorang pekerja yang sangat terspesialisasi dan terampil akan memajukan bisnis Anda dan mendorong pertumbuhan selama mereka bekerja di perusahaan.

6. Uji Coba Posisi atau Staf Baru

Karyawan temporer memungkinkan bisnis untuk mempekerjakan pekerja tidak tetap dengan tujuan untuk membentuk pekerjaan tetap.

Proses ini memungkinkan perusahaan Anda untuk memastikan bahwa posisi tertentu adalah bagian dari rencana jangka panjang perusahaan atau untuk memastikan bahwa individu tertentu cocok dengan budaya perusahaan.

Berawal dari mempekerjakan pekerja untuk sementara waktu, perusahaan dapat menguji kesesuaian kontraktor dengan tujuan perusahaan, yang pada akhirnya menjadikan mereka sebagai karyawan tetap.

4 Kekurangan dari Merekrut Karyawan Temporer

Ada kelebihan, ada pula kekurangannya.

Begitu pun dengan mempekerjakan karyawan temporer.

Merangkum beberapa sumber, berikut kekurangan dari praktik merekrut karyawan temporer bagi perusahaan.

1. Komunikasi

Komunikasi merupakan tantangan utama yang dihadapi organisasi dengan karyawan temporer.

Karyawan temporer tidak boleh mendapat perlakuan berbeda dari karyawan tetap.

Manajer dan HRD harus mampu membangun komunikasi yang baik juga dengan karyawan temporer.

2. Kurangnya Pemahaman tentang Peraturan Karyawan

Tantangan dapat muncul dari kurangnya pemahaman tentang bagaimana peraturan karyawan untuk pekerja lepas berbeda dari pekerja tetap.

Karyawan temporer dipekerjakan oleh vendor. Sehingga mereka bertanggung jawab kepada perusahaan dan juga vendor.

3. Manajemen / Visibilitas yang Terfragmentasi

Manajer departemen sering diberi tanggung jawab untuk mengelola karyawan temporer tanpa strategi terpadu.

Hal ini mengakibatkan pekerja yang dipekerjakan menjadi kurang pengawasan dan justru meningkatkan biaya.

Untuk mengatasi hal ini, penting untuk:

  • Kembangkan rencana terperinci yang menyatukan semua departemen.
  • Hindari membiarkan departemen membuat teknik manajemen mereka sendiri.
  • Kembangkan rencana manajemen kontingen terpusat yang efektif

Ketiga strategi ini dapat dipakai untuk  mencegah metode pembayaran yang tidak konsisten dan pekerjaan administratif yang memakan waktu.

Ini juga memungkinkan visibilitas pekerja yang lebih besar, pembayaran yang efisien, kepatuhan dan analisis pekerja.

4. Keamanan saat Perekrutan

Banyak pekerja sementara dipekerjakan melalui perusahaan jasa outsourcing.

Meskipun berasal dari perusahaan outsourcing yang mungkin terpercaya, pekerja tersebut tidak melewati sistem rekrutmen perusahaan.

Penting bagi perekrut dan perusahaan untuk mengembangkan kebijakan background check atau pengecekan latar belakang calon pekerja kontrak dengan komprehensif.

Strategi Mengelola Karyawan Temporer Secara Efektif

Mempekerjakan karyawan temporer tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan tenaga kerja dalam waktu singkat, tetapi juga memastikan produktivitas tetap terjaga tanpa menambah risiko operasional.

Agar penggunaannya memberikan hasil yang optimal, perusahaan perlu menerapkan beberapa strategi berikut.

1. Tentukan Kebutuhan Tenaga Kerja

Sebelum melakukan rekrutmen, identifikasi terlebih dahulu posisi, durasi pekerjaan, kompetensi yang dibutuhkan, hingga target yang ingin dicapai.

Perencanaan yang jelas membantu HR menentukan apakah kebutuhan tersebut lebih tepat dipenuhi melalui karyawan temporer, PKWT, outsourcing, atau karyawan tetap.

2. Pastikan sesuai Regulasi

Perusahaan perlu memastikan hubungan kerja, jenis pekerjaan, masa kerja, hingga hak dan kewajiban pekerja telah sesuai dengan ketentuan PKWT dan peraturan ketenagakerjaan yang berlaku.

Langkah ini penting untuk mengurangi risiko sengketa hubungan industrial maupun sanksi akibat ketidakpatuhan.

3. Siapkan Proses Onboarding

Meskipun masa kerjanya singkat, karyawan temporer tetap memerlukan onboarding agar dapat bekerja secara produktif sejak hari pertama. Berikan informasi mengenai SOP, struktur organisasi, target pekerjaan, alur komunikasi, serta penggunaan sistem yang akan digunakan selama bekerja.

4. Gunakan Sistem HR Terintegrasi

Pengelolaan tenaga kerja sementara akan menjadi lebih kompleks apabila dilakukan secara manual, terutama ketika perusahaan mempekerjakan banyak pekerja sekaligus.

Sistem HRIS dapat membantu mengelola data karyawan, absensi, jadwal kerja, payroll, hingga masa kontrak dalam satu platform sehingga proses administrasi menjadi lebih efisien dan akurat.

5. Lakukan Evaluasi Kinerja secara Berkala

Tetapkan indikator kinerja yang jelas sejak awal agar kontribusi setiap karyawan temporer dapat diukur secara objektif.

Hasil evaluasi tersebut dapat menjadi dasar untuk memperpanjang kontrak, mengangkat pekerja menjadi karyawan tetap, maupun menyusun strategi kebutuhan tenaga kerja pada proyek berikutnya.

Mekari Talenta, Software HRIS untuk Mengelola Karyawan secara Terintegrasi

Mengelola karyawan tetap maupun temporer akan lebih mudah jika seluruh proses HR berada dalam satu sistem.

Mulai dari rekrutmen, onboarding, penyimpanan data karyawan, pengelolaan absensi, penjadwalan kerja, hingga payroll dapat dilakukan secara terintegrasi sehingga mengurangi pekerjaan administratif dan meminimalkan risiko kesalahan.

Melalui Mekari Talenta, perusahaan dapat mengotomatisasi proses pengelolaan SDM dengan fitur Recruitment, Attendance Management, Payroll, Performance Management, hingga Employee Database yang saling terhubung.

Dengan demikian, HR dapat mengelola tenaga kerja secara lebih efisien sekaligus memastikan proses administrasi berjalan lebih akurat dan sesuai kebutuhan bisnis.

Jadwalkan demo Mekari Talenta sekarang dan temukan solusi HRIS yang tepat untuk mengelola seluruh tenaga kerja perusahaan secara lebih efektif.

Pertanyaan Umum seputar Karyawan Temporer

Apakah karyawan temporer bisa diangkat menjadi karyawan tetap?

Apakah karyawan temporer bisa diangkat menjadi karyawan tetap?

Bisa. Banyak perusahaan menggunakan skema karyawan temporer sebagai tahap evaluasi sebelum menawarkan posisi tetap, terutama untuk peran yang masih dalam tahap pengembangan atau proyek baru. Namun, proses pengangkatan harus dilakukan melalui perjanjian kerja baru sesuai ketentuan ketenagakerjaan yang berlaku. Keputusan tersebut juga perlu mempertimbangkan kebutuhan bisnis jangka panjang dan hasil evaluasi kinerja.

Bagaimana cara mengukur efektivitas penggunaan karyawan temporer?

Bagaimana cara mengukur efektivitas penggunaan karyawan temporer?

Selain melihat biaya rekrutmen, perusahaan sebaiknya mengukur indikator seperti time-to-fill, produktivitas selama proyek, kualitas hasil kerja, tingkat penyelesaian target, serta biaya tenaga kerja dibandingkan output yang dihasilkan. Evaluasi juga perlu mencakup kepatuhan terhadap SLA dari vendor apabila pekerja disediakan melalui perusahaan alih daya. Dengan metrik tersebut, HR dapat menentukan apakah penggunaan tenaga kerja temporer benar-benar memberikan nilai tambah.

Apa saja jenis pekerjaan yang paling cocok menggunakan karyawan temporer?

Apa saja jenis pekerjaan yang paling cocok menggunakan karyawan temporer?

Karyawan temporer umumnya cocok untuk pekerjaan yang memiliki durasi terbatas atau kebutuhan tenaga kerja yang fluktuatif. Contohnya meliputi proyek implementasi teknologi, peluncuran produk, musim penjualan, event, inventarisasi stok, customer service saat peak season, hingga penggantian karyawan yang sedang cuti panjang. Sebaliknya, posisi yang berkaitan dengan fungsi inti perusahaan biasanya lebih tepat diisi oleh karyawan tetap.

Bagaimana perusahaan dapat mengintegrasikan karyawan temporer dengan tim internal?

Bagaimana perusahaan dapat mengintegrasikan karyawan temporer dengan tim internal?

Perusahaan perlu memastikan karyawan temporer mengikuti proses onboarding yang memadai meskipun masa kerjanya singkat. Mereka juga sebaiknya mendapatkan penjelasan mengenai target kerja, SOP, alur komunikasi, serta akses terhadap sistem yang memang diperlukan untuk menjalankan pekerjaannya. Pendekatan ini membantu mempercepat adaptasi sekaligus mengurangi risiko miskomunikasi selama proyek berlangsung.

Apa risiko terbesar jika penggunaan karyawan temporer tidak dikelola dengan baik?

Apa risiko terbesar jika penggunaan karyawan temporer tidak dikelola dengan baik?

Risiko yang paling sering muncul adalah ketidakpatuhan terhadap regulasi ketenagakerjaan, ketidakjelasan pembagian tanggung jawab antara perusahaan pengguna dan vendor, serta rendahnya visibilitas terhadap kinerja tenaga kerja. Selain itu, proses administrasi seperti kontrak, absensi, payroll, hingga evaluasi kinerja dapat menjadi tidak konsisten apabila masih dilakukan secara manual. Karena itu, perusahaan umumnya memanfaatkan sistem HRIS yang terintegrasi agar pengelolaan tenaga kerja tetap akurat dan terdokumentasi dengan baik.

Image
Jordhi Farhansyah Penulis
Penulis dengan pengalaman selama sepuluh tahun dalam menghasilkan konten di berbagai bidang dan kini berfokus pada topik seputar human resources (HR) dan dunia bisnis. Dalam kesehariannya, Jordhi juga aktif menekuni fotografi analog sebagai bentuk ekspresi kreatif di luar rutinitas menulis.
Icon

Satu solusi untuk semua kebutuhan HR Anda

Optimalkan pengelolaan operasi HR Anda dengan bantuan solusi terintegrasi dari Mekari Talenta.

WhatsApp Hubungi sales