Minta Slip Gaji Perusahaan Lama Saat Interview Kandidat, Bolehkah?

Tayang
Highlights
  • Tidak ada larangan khusus di Indonesia untuk meminta slip gaji perusahaan lama kandidat, tetapi praktik tersebut perlu mempertimbangkan etika rekrutmen, privasi kandidat, dan tujuan penggunaannya.
  • Alih-alih meminta slip gaji, perusahaan sebaiknya menetapkan salary range berdasarkan nilai jabatan, data pasar, serta kompetensi kandidat.

Menentukan kompensasi yang kompetitif merupakan salah satu tantangan terbesar dalam proses rekrutmen.

Di sisi lain, sebagian perusahaan masih menjadikan riwayat gaji atau slip gaji perusahaan sebelumnya sebagai acuan untuk menyusun penawaran kepada kandidat.

Praktik ini memunculkan perdebatan karena dinilai berpotensi memengaruhi pengalaman kandidat, menghambat transparansi kompensasi, serta mempertahankan kesenjangan upah yang sudah ada.

Sejumlah negara bahkan mulai membatasi pertanyaan mengenai riwayat gaji dalam proses rekrutmen karena dianggap kurang relevan dengan nilai kandidat terhadap posisi yang dilamar dan dapat memperpanjang ketimpangan kompensasi.

Artikel ini akan membahas apakah meminta slip gaji perusahaan lama merupakan praktik yang etis, kapan informasi tersebut diperlukan, alternatif yang lebih objektif dalam menentukan penawaran gaji, serta praktik terbaik yang dapat diterapkan perusahaan.

Alasan HR Sebaiknya Tidak Meminta Slip Gaji Perusahaan Lama Kandidat

Menanyakan Slip Gaji Calon Karyawan, Etiskah?

Pada dasarnya, menanyakan berapa besaran gaji bahkan slip gaji perusahaan lama si kandidat calon karyawan memang sama dengan perbuatan yang tak profesional.

Hal ini sama saja dengan Anda mencoba untuk mengetahui seluk beluk urusan rumah tangga tetangga Anda, padahal sebenarnya itu bukanlah hal urgen dan penting untuk Anda ketahui.

Praktek seperti ini, sama saja mengajarkan kepada kandidat calon karyawan Anda untuk menjadi pribadi yang ‘ember’ atau tak bisa menjaga rahasia perusahaan.

Meski hanya besaran gaji, hal ini tetaplah hal confidential yang memang tak sepatutnya diobrolkan bersama dengan perusahaan lain.

Coba bayangkan saja, jika kandidat calon karyawan yang sedang Anda incar saat ini 2 atau 3 tahun lagi memutuskan untuk keluar dari perusahaan Anda dan menjajal interview dengan perusahaan lain.

Lalu, ia dengan mudah membocorkan berapa besaran atau bahkan menyerahkan slip gaji yang sebenarnya sifatnya rahasia alias confidential kepada calon perusahaan barunya.

Sama saja, ia mengkhianati Anda bukan? Membiarkan praktik tanya-menanya soal besaran gaji dan slip gaji perusahaan lama bukanlah hal yang perlu dibiarkan.

Tujuannya karyawan bisa mengerti pentingnya menjaga hal yang bersifat rahasia dari perusahaan lama dan tak mengajarkannya menjadi pribadi yang ‘ember’.

Mengapa Meminta Slip Gaji Sudah Tidak Relevan?

Sudah banyak perusahaan masa kini yang tak lagi memberikan slip gaji fisik kepada karyawan.

Alasannya, kini semuanya sudah berbentuk digital maka mengapa cara-cara kuno dengan memberikan slip perlu dilakukan.

Jika semisal, perusahaan lama si kandidat calon karyawan tak pernah memberikan slip gaji padahal Anda ingin sekali tahu dan menerima slip gaji dari perusahaan lama si kandidat calon karyawan.

Lantas, haruskah Anda menolak mempekerjakannya? Padahal si kandidat calon karyawan memiliki potensi besar bagi perusahaan.

Alternatif Selain Meminta Slip Gaji Perusahaan Lama

Banyak hal sebenarnya yang bisa dilakukan. Salah satu yang paling memungkinkan adalah dengan lebih menanyakan kisaran atau rentang gaji yang diterima si kandidat calon karyawan sebelumnya.

Hal ini, dirasa lebih etis dan bijak karena Anda tak harus memaksa membongkar rahasia perusahaan lama.

Si karyawan juga akan merasa lebih nyaman dengan pertanyaan ini, karena ia merasa tak diinterogasi dan dipaksa untuk membicarakan hal-hal yang bersifat confidential dari perusahaan lamanya.

Setelah Anda tahu rentang dan kisaran gaji yang diterima di perusahaan sebelumnya, Anda bisa crosscheck kebenarannya melalui situs maupun beragam program komparasi gaji yang kini kian menjamur.

Anda mendapatkan informasi yang dibutuhkan dan tentu karyawan tak perlu ‘berkorban’ untuk membocorkan informasi rahasia perusahaan lama.

Kelola Proses Rekrutmen dan Kompensasi Lebih Efektif dengan Mekari Talenta

Proses rekrutmen yang baik tidak hanya berfokus pada menemukan kandidat terbaik, tetapi juga membangun pengalaman kandidat yang profesional, transparan, dan objektif.

Alih-alih bergantung pada riwayat gaji atau slip gaji perusahaan sebelumnya, perusahaan dapat menerapkan proses rekrutmen berbasis kompetensi serta menetapkan kompensasi yang sesuai dengan nilai jabatan, kebutuhan bisnis, dan struktur penggajian yang berlaku.

Melalui software HRIS Mekari Talenta, perusahaan dapat mengelola seluruh siklus SDM dalam satu platform terintegrasi, mulai dari proses rekrutmen, administrasi karyawan, manajemen kinerja, hingga payroll.

Fitur Recruitment di Mekari Talenta memungkinkan tim HR dapat mengelola seluruh proses perekrutan dalam satu platform, mulai dari publikasi lowongan, pengelolaan kandidat, screening, hingga proses offering secara lebih terstruktur.

Seluruh tahapan rekrutmen terdokumentasi dengan baik sehingga memudahkan kolaborasi antar recruiter maupun hiring manager serta membantu menciptakan pengalaman kandidat yang lebih profesional.

Sementara itu, fitur Payroll Management membantu perusahaan mengelola struktur kompensasi, komponen penghasilan, tunjangan, bonus, hingga proses payroll secara terintegrasi.

Dengan data karyawan dan payroll yang tersimpan dalam satu sistem, perusahaan dapat menyusun kebijakan kompensasi yang lebih konsisten, akurat, dan selaras dengan kebutuhan bisnis.

Optimalkan proses pengelolaan SDM di perusahaan dengan Mekari Talenta. Jadwalkan demo untuk melihat bagaimana Talenta membantu menyederhanakan proses HR sekaligus meningkatkan efisiensi operasional perusahaan.

Pertanyaan Umum seputar Meminta Slip Gaji Kandidat

Apakah perusahaan boleh menjadikan gaji sebelumnya sebagai dasar menentukan salary offer?

Apakah perusahaan boleh menjadikan gaji sebelumnya sebagai dasar menentukan salary offer?

Sebaiknya tidak menjadi satu-satunya acuan. Penawaran gaji idealnya mempertimbangkan nilai jabatan, tanggung jawab pekerjaan, pengalaman, kompetensi kandidat, kondisi pasar, serta struktur dan skala upah perusahaan. Pendekatan ini membantu menjaga internal equity sekaligus meningkatkan daya saing perusahaan dalam memperoleh talenta terbaik.

Bagaimana jika kandidat menolak memberikan slip gaji?

Bagaimana jika kandidat menolak memberikan slip gaji?

Penolakan tersebut tidak selalu menunjukkan kandidat tidak kooperatif. Banyak kandidat menganggap informasi gaji sebagai data yang bersifat rahasia atau terikat perjanjian kerahasiaan dengan perusahaan sebelumnya. HR dapat mengalihkan diskusi pada ekspektasi gaji, salary range, dan alasan di balik ekspektasi tersebut.

Apa alternatif selain meminta slip gaji kandidat?

Apa alternatif selain meminta slip gaji kandidat?

Perusahaan dapat menggunakan salary benchmarking, struktur dan skala upah internal, hasil evaluasi jabatan, serta data survei kompensasi dari penyedia terpercaya. Pendekatan ini lebih objektif dibandingkan mengacu pada riwayat gaji kandidat. Selain itu, perusahaan dapat menilai kemampuan kandidat melalui proses asesmen dan wawancara berbasis kompetensi.

Apakah meminta slip gaji dapat memengaruhi employer branding?

Apakah meminta slip gaji dapat memengaruhi employer branding?

Ya. Proses rekrutmen yang dianggap terlalu invasif atau kurang transparan dapat memengaruhi persepsi kandidat terhadap perusahaan. Sebaliknya, perusahaan yang terbuka mengenai salary range dan proses penentuan kompensasi cenderung dipandang lebih profesional dan dipercaya oleh kandidat.

Informasi apa yang lebih penting daripada riwayat gaji saat interview?

Informasi apa yang lebih penting daripada riwayat gaji saat interview?

HR sebaiknya lebih fokus pada kontribusi yang pernah diberikan kandidat, pencapaian kerja, kompetensi teknis maupun kepemimpinan, serta kesesuaian dengan kebutuhan posisi. Informasi tersebut lebih relevan untuk memprediksi kinerja dibandingkan sekadar mengetahui besaran gaji sebelumnya. Dengan demikian, keputusan kompensasi menjadi lebih adil dan berbasis nilai pekerjaan, bukan riwayat penghasilan.

Image
Jordhi Farhansyah Penulis
Penulis dengan pengalaman selama sepuluh tahun dalam menghasilkan konten di berbagai bidang dan kini berfokus pada topik seputar human resources (HR) dan dunia bisnis. Dalam kesehariannya, Jordhi juga aktif menekuni fotografi analog sebagai bentuk ekspresi kreatif di luar rutinitas menulis.
Ade Fatwa
Ade Fatwa Aulia, S.Ak, CPA, CFP

Ade Fatwa Aulia adalah profesional di bidang keuangan dan akuntansi selama 25 tahun. Beliau telah menduduki berbagai posisi strategis seperti Supervisor, Assistant Manager, hingga Head of Finance & Accounting di berbagai industri, mulai dari F&B (restoan), hiburan, hingga perusahaan layanan. Ade memiliki keahlian khusus dalam menangani proses penggajian (payroll), pajak, pengendalian biaya dan arus kas. Penguasaan software payroll dan akuntansi seperti MYOB, Tally, Accurate, dan Microsoft Excel mendukung kinerjanya yang efisien.

Icon

Satu solusi untuk semua kebutuhan HR Anda

Optimalkan pengelolaan operasi HR Anda dengan bantuan solusi terintegrasi dari Mekari Talenta.

WhatsApp Hubungi sales