5 Gesture yang Perlu Dihindari Saat Wawancara Calon Karyawan

Tayang
Di tulis oleh:
Foto profil Jordhi Farhansyah
Jordhi Farhansyah
Highlights
  • Bahasa tubuh pewawancara merupakan faktor penentu yang memengaruhi kenyamanan, keterbukaan, serta maksimalnya pemetaan potensi calon karyawan selama proses seleksi.
  • Menghindari tatapan tajam, senyum kecut, menyilangkan tangan, dan aktivitas mengetik berlebih efektif mereduksi ketegangan intimidasi psikologis kandidat.

Bagi calon kandidat karyawan, proses wawancara kerap dianggap sebagai tahapan paling menegangkan. Tak heran anggapan ini berkembang diantara calon kandidat karyawan, karena banyak dari interviewer menunjukkan gesture  yang menyeramkan dan nampak kurang bersahabat.

Alih-alih mendapat jawaban terbaik, memunculkan gesture tubuh yang salah pada saat interview sebenarnya dapat menghambat proses itu sendiri.

Di mana sang karyawan akan merasa diintimidasi, sehingga tak mampu menjawab pertanyaan yang Anda ajukan dengan maksimal dan potensinya pun tak mampu keluar karena si interviewee sudah keburu takut terlebih dahulu.

Untuk itulah, selama melakukan proses interview ada baiknya Anda menghindari melakukan beberapa kesalahan gesture berikut ini.

Menyilangkan kedua tangan di depan dada dianggap gesture yang tidak hangat saat wawancara

Tanpa Anda sadari menyilangkan kedua tangan di depan dada sebenarnya adalah salah satu gesture yang kurang tepat dilakukan saat proses wawancara. Gesture ini secara psikologis menggambarkan bahwa Anda adalah orang yang angkuh dan dingin.

Alih-alih menyilangkan kedua tangan, Anda bisa meletakkan tangan ke atas meja atau ke dalam saku celana selama melakukan proses interview.

Dengan tidak menyilangkan kedua tangan di depan dada, Anda dianggap sebagai sosok yang lebih terbuka dan hangat. Terlebih jika saat menyambut calon kandidat karyawan kala masuk ke ruangan interview dengan senyuman tulus.

Menatap tajam dan terus menerus ke arah interviewee

Anda memang ingin mengetahui bagaimana karakter dan kepribadian dari si inteviewee, tapi bukan jadi alasan pembenaran jika Anda terus menerus menatapnya terutama dengan tatapan tajam selama proses interview.

Cukup tatap wajah sang interviewee sesekali. Berikan kesan tatapan yang santai tapi nampak mendengarkan sungguh-sungguh. Niscaya, interviewee bakal tak canggung menjawab tiap pertanyaan yang Anda ajukan.

Tersenyum ‘kecut’ setiap kali calon kandidat karyawan selesai mengutarakan jawaban.

Anda tak bisa memperkirakan bagaimana kira-kira karakter dan kepribadian calon kandidat karyawan sebelum benar-benar bertemu kemudian melakukan proses interview. Maka dari itu jangan pasang ekspektasi tinggi agar saat proses interview Anda tak menunjukkan gesture berikut ini.

Menunjukkan gesture tersenyum ‘kecut’ pada saat si interviewee selesai menjawab pertanyaan hanya menunjukkan Anda tak menghormatinya dan menyepelekannya. Hargai tiap jawaban meski tak sesuai ekspektasi atau ia bukanlah kandidat yang sedang Anda dan perusahaan cari.

Kerap menulis atau mengetik adalah gesture yang memmbuat interviewee tidak nyaman saat wawancara

Menulis atau mengetik adalah aktivitas yang memang wajar saja dilakukan saat interview. Namun, jika Anda kerap menulis dan mengetik sepanjang proses interview maka secara tak sadar Anda sedang menunjukkan sikap atau gesture tubuh yang kurang baik. Si interviewee akan menganggap Anda tak benar-benar mendengarkannya atau Anda bakal dianggap sebagai orang yang angkuh.

Memainkan kaki dan tangan.

Terkadang selama proses menjawab pertanyaan, si interviewee akan cukup lama atau panjang lebar ketika menjelaskannya. Hal ini bisa dimaklumi karena banyak faktor, salah satunya ia sedang gugup hingga tak sadar menjawab dengan berbelit-belit.

Jika Anda bertemu dengan interviewee yang seperti contoh kasus di atas, maka usahakan untuk tetap menghormatinya dengan tidak memainkan kaki atau tangan Anda.

Selain bisa menimbulkan suara yang malah mengganggu terlebih jika Anda memainkan tangan dan kaki ke benda seperti kaki meja, gesture seperti ini bisa dianggap sebagai bentuk ketidakhormatan Anda pada interviewee yang notabene adalah calon kandidat karyawan.

Usahakan jadi pendengar yang baik dengan bersungguh-sungguh mendengar tiap jawaban yang diutarakan interviewee dan jika ia terlalu menjawab pertanyaan dengan jawaban melenceng, maka Anda berhak mengarahkannya melalui pertanyaan atau pernyataan setelahnya.

FAQ (Frequently Asked Questions)

Mengapa bahasa tubuh interviewer penting dalam proses wawancara?

Mengapa bahasa tubuh interviewer penting dalam proses wawancara?

Bahasa tubuh interviewer dapat memengaruhi kenyamanan dan kepercayaan diri kandidat selama wawancara. Sikap yang terbuka, ramah, dan penuh perhatian membantu kandidat memberikan jawaban yang lebih natural sehingga interviewer dapat menilai kompetensi mereka secara lebih objektif.

Apa saja gesture positif yang sebaiknya ditunjukkan saat mewawancarai kandidat?

Apa saja gesture positif yang sebaiknya ditunjukkan saat mewawancarai kandidat?

Beberapa gesture positif yang dapat diterapkan antara lain memberikan senyum yang tulus, menjaga kontak mata secara wajar, menganggukkan kepala saat mendengarkan, duduk dengan postur terbuka, serta menghindari gerakan yang menunjukkan rasa tidak sabar. Gestur tersebut dapat menciptakan suasana wawancara yang lebih profesional dan nyaman.

 

Bagaimana cara menciptakan suasana wawancara yang nyaman bagi kandidat?

Bagaimana cara menciptakan suasana wawancara yang nyaman bagi kandidat?

Interviewer dapat memulai percakapan dengan sapaan yang ramah, memperkenalkan diri dan proses wawancara, menjelaskan tujuan sesi interview, serta memberikan kesempatan kepada kandidat untuk menjawab tanpa terburu-buru. Lingkungan yang nyaman akan membantu kandidat menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Apakah mencatat selama wawancara diperbolehkan?

Apakah mencatat selama wawancara diperbolehkan?

Ya, mencatat selama wawancara merupakan praktik yang umum dilakukan untuk mendokumentasikan informasi penting. Namun, sebaiknya interviewer tetap menjaga kontak mata dan menunjukkan perhatian kepada kandidat agar mereka tidak merasa diabaikan selama proses wawancara berlangsung.

Bagaimana interviewer dapat menilai kandidat secara lebih objektif?

Bagaimana interviewer dapat menilai kandidat secara lebih objektif?

Selain memperhatikan bahasa tubuh dan cara berkomunikasi, interviewer sebaiknya menggunakan pertanyaan yang terstruktur, menilai berdasarkan kompetensi yang dibutuhkan, serta mengacu pada kriteria penilaian yang telah ditentukan. Dengan demikian, proses rekrutmen menjadi lebih adil, konsisten, dan mengurangi potensi bias dalam pengambilan keputusan.

Image
Jordhi Farhansyah Penulis
Penulis dengan pengalaman selama sepuluh tahun dalam menghasilkan konten di berbagai bidang dan kini berfokus pada topik seputar human resources (HR) dan dunia bisnis. Dalam kesehariannya, Jordhi juga aktif menekuni fotografi analog sebagai bentuk ekspresi kreatif di luar rutinitas menulis.
Icon

Satu solusi untuk semua kebutuhan HR Anda

Optimalkan pengelolaan operasi HR Anda dengan bantuan solusi terintegrasi dari Mekari Talenta.

WhatsApp Hubungi sales