Siap-siap, Ketahui Cara Hitung THR yang Akan Anda Dapat!

Siap-siap, Ketahui Cara Hitung THR yang Akan Anda Dapat!

Saat ini kita telah memasuki bulan Ramadan. Itu artinya, kurang dari satu bulan lagi Anda yang beragama Islam akan merayakan Lebaran alias Hari Raya Idul Fitri. Selain hati dan jiwa yang kembali suci, satu hal lagi yang paling ditunggu saat Lebaran datang yakni THR (Tunjangan Hari Raya).
Tunjangan yang dibayarkan setahun sekali bertepatan dengan momen hari raya keagamaan ini memang upah utuh yang berhak diterima karyawan setiap hari Lebaran atau hari besar agama lainnya (bagi karyawan yang memeluk kepercayaan agama selain Islam). Tunjangan Hari Raya alias THR wajib dibayarkan perusahaan kepada karyawan, karena memang hal ini sudah diatur dalam UU Ketenagakerjaan dan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No. 6/2016.
Bagi Anda yang baru saja mulai bekerja mungkin saja masih belum terlalu paham terkait cara perhitungan THR ini. Agar tak bingung, berikut ini kami akan memberikan mekanisme cara perhitungan THR yang sesuai bagi karyawan. Namun sebelum itu, perlu Anda ketahui bahwa THR itu berhak diterima semua karyawan baik karyawan tetap dengan waktu kerja lebih dan atau selama satu tahun serta karyawan yang masih bekerja kurang dari satu tahun.
Rumus perhitungan untuk karyawan yang telah bekerja lebih dari dan/atau satu tahun.
Jika Anda adalah karyawan yang telah bekerja selama lebih dari dan/atau sama dengan satu tahun, maka berhak menerima THR dengan besaran satu bulan upah yang terdiri dari gaji pokok ditambah dengan tunjangan tetap.
Contohnya seperti ini, si Anisa adalah seorang karyawan yang telah bekerja selama kurang lebih 1 tahun 5 bulan di PT Maju Mundur. Selama bekerja, Anisa diketahui mendapat gaji pokok 4.000.000 rupiah ditambah tunjangan anak 500.000 rupiah dan tunjangan perumahan serta tunjangan transportasi serta makan yang jika dijumlah mencapai 1.700.000 rupiah.
Jika Anisa mendapatkan rincian gaji seperti di atas, maka saat Lebaran THR yang didapatnya adalah 1 x (upah pokok + tunjangan tetap) per bulan. Dalam kasus di atas tunjangan tetap yang diperoleh Anisa adalah tunjangan anak. Tunjangan makan serta transportasi tak dimasukkan dalam perhitungan karena masuk dalam kategori tunjangan tidak tetap.
Dengan mekanisme seperti di atas, maka bisa dibilang pada Lebaran kali ini Anisa akan mendapat THR sebesar 4.500.000 rupiah yang didapat dari perhitungan 1 x (4.000.000 atau gaji pokok + 500.000 atau tunjangan tetap berupa tunjangan anak).
Jika Anda adalah karyawan yang bekerja kurang dari setahun, masih tetap mendapat THR tapi dengan perhitungan yang berbeda.
Bagi Anda yang bekerja kurang dari setahun atau di bawah 12 bulan masih tetap mendapatkan jatah THR saat Lebaran ini. Namun, mekanisme perhitungan THR untuk Anda karyawan yang bekerja kurang dari 12 bulan berbeda dari karyawan yang telah bekerja lebih dari dan/atau sama dengan 1 tahun.
Contohnya seperti ini, Anton adalah karyawan baru yang masih berstatus kontrak di perusahaan Abang Ireng. Anton telah bekerja selama 5 bulan di perusahaan itu dengan rincian upah diperoleh per bulan adalah 2.000.000 rupiah yang merupakan gaji pokok dan ada tunjangan jabatan sebesar 250.000 rupiah serta tunjangan transportasi dan makan yang jika dijumlahkan mencapai 1.000.000 rupiah.
Dengan mekanisme perolehan gaji seperti di atas, maka rumus perhitungan untuk THR yang Lebaran ini diterima oleh Anton adalah sebagai berikut: masa kerja/12 x upah 1 bulan yang terdiri dari gaji pokok dan tunjangan tetap yang dalam kasus Anton adalah tunjangan jabatan.
Berdasarkan rumus tersebut, maka bisa dibilang pada Lebaran kali ini THR yang diperoleh oleh Anton sebesar 937.500 rupiah dengan rincian perhitungan sebagai berikut 5/12 x (2.000.000 atau gaji pokok + 250.000 atau tunjangan tetap).
Selain berupa uang, THR sebenarnya bisa diberikan dalam bentuk barang kepada karyawan.
Berdasar pasal 5 Permen 04/1994, THR memang bisa saja diberikan dalam bentuk selain uang kepada karyawan. Namun, tentunya ada syarat yang harus alias wajib dipenuhi perusahaan seperti pemberian THR berupa barang atau selain uang sudah disetujui oleh kedua belah pihak.
Nilai yang diberikan dalam bentuk non-tunai maksimal 25% dari seluruh nilai THR yang berhak diterima karyawan. Barang yang diberikan sebagai THR bukan berupa minuman keras, obat-obatan dan bahan obat. Pemberian barang wajib bersamaan dengan pembayaran THR yakni selambat-lambatnya dua minggu sebelum Lebaran atau hari besar agama lainnya.
Perlu Anda ketahui juga, karyawan yang mengundurkan diri atau mengalami PHK sebelum Lebaran atau hari besar agama lain wajib juga menerima THR. Hal ini sudah diatur dalam pasal 6 Peraturan Menteri No. 04 tahun 1994 yang menyebutkan jika karyawan yang mengundurkan diri atau terkena PHK dalam waktu maksimum 30 hari sebelum Lebaran atau Hari Raya masih berhak atas THR.
Namun, hal ini tak berlaku bagi karyawan kontrak. Karyawan kontrak yang mengundurkan diri, terkena PHK atau kontraknya telah habis sebelum Lebaran atau Hari Raya tak berhak atas THR.
Mudahkan perhitungan THR Anda dengan menggunakan system.
Talenta telah digunakan oleh lebih dari 150 perusahaan dari berbagai size. Semua pengalaman tersebut terus menyempurnakan produk dan pelayanan kami. Silakan mencoba produk kami untuk membuktikannya:
Ikuti Monthly Product Demo kami. Daftar di sini. 
Request Demo di homepage kami. (Talenta.co, klik Request Demo di kanan atas)
atau:
Coba langsung di demo.talenta.co.
Sumber Cover: The Odissey Online
Sumber Data :  Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No.6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan Bagi Pekerja di Perusahaan, HRD Forum.
Sumber Cover : https://www.thebalance.com/base-salary-1918066
 

Tinggalkan HR dan payroll manual, saatnya beralih ke Aplikasi HRIS Talenta dengan fitur absensi online, payroll dan fitur yang mempermudah pekerjaan HRD lainnya.

PUBLISHED29 May 2017
talenta
talenta