Insight Talenta

Manfaat dan Faktor yang Mempengaruhi Kepuasan Kerja

Pada artikel kali ini kami akan membahas tentang manfaat dan faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja adalah apa saja. Tapi sebelum itu, apakah yang dimaksud dengan kepuasan kerja adalah apa? Perlu diketahui bahwa kepuasan kerja adalah tingkat kepuasan seorang pekerja terkait dengan tugas dan peranannya. Biasanya kepuasan itu muncul jika mendapatkan timbal balik yang sesuai dengan tugas dan pekerjaannya.

Setiap individu umumnya memiliki tingkat kepuasan kerja yang berbeda didasarkan oleh beberapa hal misalnya gaya hidup, lingkungan, atau tingkat kenyamanan. Faktornya sendiri tidak melulu berkaitan dengan tingginya gaji atau seberapa berpengaruhnya perusahaan yang ditempati.

Oleh sebab itu setiap orang cenderung memiliki pendapat yang berbeda terkait dengan kepuasan kerja adalah apa. Oleh sebab itu memahami mengenai maksud dari kepuasan kerja adalah sangat penting untuk meminimalisir terjadinya kekecewaan nantinya atau dampak buruk lainnya.

Sebenarnya Kepuasan Kerja Apa Sih?

kepuasan kerja adalah

Banyak pertanyaan diajukan terkait dengan kepuasan kerja, beberapa sebab bisa untuk keperluan edukasi, meningkatkan motivasi, serta kebutuhan penting lainnya. Sederhananya, kepuasan kerja sendiri yaitu respon afektif terhadap berbagai aspek pekerjaan seseorang yang cenderung mengarah pada kepuasan.

Kepuasan kerja adalah, akan timbul berdasarkan penilaian terhadap situasi kerja yang umumnya dilakukan sebagai wujud apresiasi terhadap pencapaian baik paling ringan atau besar sekalipun. Dengan begitu objek tujuan bisa merasa bahagia serta menumbuhkan semangat kerja lebih tinggi dari sebelumnya.

Pada dasarnya nilai-nilai pekerjaan merupakan hal penting bagi setiap individu, poin ini ditetapkan dengan mempertimbangkan tujuan yang ingin dicapai sehingga nantinya dapat berefek baik misalnya saja dapat membantu pemenuhan kebutuhan dasar. Alhasil, nantinya dapat menumbuhkan motivasi kerja.

Tidak hanya dibahas secara umum, simak pemaparan lengkapnya pada poin-poin berikut:

1. Kreitner dan Kinicki (2001: 271)

Menyinggung perihal maksud dari kepuasan kerja, Kreitner dan Kinicki memberikan pandangannya yang menyebutkan bahwa maksud dari istilah tersebut adalah suatu respon emosional terhadap berbagai aspek pekerjaan.

Melihat situasi dunia kerja saat ini, kepuasan kerja menjadi hal penting yang perlu diperhatikan oleh berbagai kalangan untuk mendapatkan feedback positif. Jika tidak demikian, biasanya malah akan memunculkan banyak dampak buruk dan masalah-masalah ringan sampai berat.

2. Davis dan Newstrom (1985: 105)

Mereka menyebutkan jika kepuasan kerja adalah seperangkat perasaan seorang pekerja atau yang lazim disebut pegawai tentang kesan terhadap pekerjaannya apakah menyenangkan atau bahkan sebaliknya.

Hal ini berdasarkan pada perasaan manusia pada umumnya yang ingin dihargai atas kinerjanya. Jika mereka tidak mendapatkannya, seringkali mereka akan mengajukan surat pengunduran diri.

Berdasarkan hal tersebut, tentu bisa ditarik kesimpulan bahwa bekerja bagi manusia sendiri bukan hanya berpatokan pada tingginya gaji saja melainkan juga kepuasan kerja juga. Sebagai contohnya yaitu mereka dihargai ketika berada di kantor misalnya disediakan fasilitas memadai dan dipenuhi kebutuhan penunjang kerjanya.

3. Robbins (2003: 78)

Meski pokok pembahasan berkaitan dengan definisi kepuasan kerja dari para ilmuwan hampir sama, namun dari masing-masingnya memiliki penjebaran lebih dalam yang cukup berbeda. Oleh sebab itu perlu mengkajinya lebih dalam menggunakan sumber-sumber kredibel yang telah tersebar baik dari buku, internet, atau platform sejenis.

Menyinggung terkait kepuasan kerja menurut para ilmuwan, Robbins juga menyatakan pendapatnya. Berdasarkan tulisannya yang telah dihimpun, ia berpendapat bahwa kepuasan kerja adalah sikap umum terhadap pekerjaan seseorang yang mempengaruhi tingkat penghargaan yang nantinya akan diterima.

Sederhananya, maksud dari pembahasan tersebut yaitu kepuasan kerja memiliki keterkaitan pada beberapa aspek sekaligus salah satunya yaitu penghargaan yang didapatkan atas kinerjanya.

Penghargaan sendiri sering diartikan sebagai gaji yang diberikan dari atasan kepada para pegawainya sebagai imbalan atas kerja kerasnya. Berdasarkan kenyataan di lapangan, besaran gaji dapat bertambah atau berkurang tergantung dari performa kerja setiap individu serta jabatannya.

Teori Kepuasan Kerja

Setelah mengetahui terkait dengan maksud dari kepuasan kerja, Anda juga perlu memperhatikan terkait teori-teori yang mendasarinya. Sebab, pembahasan ini berkaitan erat dengan proses peranan orang terhadap kepuasan kerja.

Teori dari kepuasan kerja adalah akan dibahas pada tulisan ini terdiri dari dua poin yaitu berupa Two Factor Theory and Value Theory. Antara keduanya memiliki karakteristik tersendiri yang akan dibahas pada paparan berikut:

1.  Two Factor Theory

Teori ini menyebutkan jika antara ketidakpuasan dan kepuasan merupakan bagian dari kelompok variabel yang berbeda yaitu berupa hygiene factors dan motivators. Penerapannya memiliki pengaruh besar terhadap orang yang terlibat di dalamnya, untuk itu tidak disarankan menggunakannya secara sembarangan tanpa mempertimbangkan baik dan buruknya terlebih dahulu.

Pada penjelasan yang dimuat dalam teori ini disebutkan jika ketidak puasan biasanya akan dihubungkan dengan kondisi di sekitar lingkungan kerja mulai dari keamanan, kualitas, pengawasan, hubungan dengan rekan kerja, dan hal-hal terkait lainnya.

Ketidakpuasan berikatan erat dengan hal-hal di luar pekerjaan itu sendiri atau biasa disebut sebagai faktor eksternal. Manfaatnya adalah dapat mencegah reaksi negatif, inilah adala mengapa dinamakan maintenance factor atau hygiene.

Sebaliknya, faktor-faktor dari kepuasan kerja diambil dari faktor internal yang langsung bersinggungan.

Jenis faktor yang mempengaruhi dalam kepuasan kerja adalah berupa  kesempatan untuk mengembangkan kemampuan diri, peluang promosi, serta pengakuan. Meski seluruhnya sifat alamiahnya manusia, namun perlu dikendalikan untuk meminimalisir dampak negatif dalam jangka panjang.

2. Value Theory

Berdasarkan teori ini, kepuasan kerja adalah akan terjadi ketika hasil pekerjaan diterima oleh individu lain sesuai harapan. Sebab, di dunia kerja memang sering terjadi pengembalian hasil pekerjaannya karena dinilai kurang memuaskan atau tidak sesuai dengan prosedur sehingga perlu perbaikan.

Kadang kondisi ini akan menurunkan mood bahkan menjadikan karyawan putus asa karena harus mengerjakan banyak revisi. Akan tetapi, sebenarnya revisi diperlukan untuk meningkatkan kemampuan masing-masing pegawai agar nantinya hasil yang diberikan bisa sesuai prosedur perusahaan.

Jika dibayangkan memang cukup sulit, namun memang dalam dunia kerja menjadi seorang yang tahan banting merupakan hal penting sebab semakin ketatnya persaingan terutama orang-orang ahli dalam bidang tertentu.

Berdasarkan pemaparan sebelumnya, teori ini menjelaskan terkait dengan kunci menuju kepuasan yang cenderung berbeda antara satu individu dengan individu lainnya. Bisa ditarik benang merah, untuk mendapatkan kepuasan kerja harus bisa menyesuaikan diri dengan cepat pada lingkungan kerja yang dijalankan.

Beberapa Dimensi Indikator Kepuasan Kerja 

Kepuasan kerja juga mempunyai beberapa dimensi. Dimensi ini mempunyai tujuan untuk bahan menilai pada diri sendiri.  Ada beberapa dimensi dari kepuasan kerja yang harus anda ketahui dan pahami. Untuk beberapa dimensi indikator kepuasan kerja adalah: 

  1. Pekerjaan itu Sendiri 

Setiap pekerjaan pasti mempunyai perbedaan keterampilan masing-masing. Semua pekerjaan yang dimiliki oleh karyawan juga tergantung dari keterampilan pada diri. Serta perasaan yang ada di dalam diri manusia juga mempunyai pengaruh terhadap indikator kepuasan kerja. 

Misalnya anda mempunyai kemampuan di dalam bidang furniture atau kayu. Anda bisa memilih perusahaan yang bergerak dalam bidang mebel. Tentunya, dengan anda memilih perusahaan yang sesuai pasti akan tersalurkan bakatnya. 

Selain itu, dengan anda bekerja yang sesuai maka anda bisa merasa senang. Ketika melakukan pekerjaan pun juga merasa senang dan bisa bekerja selalu merasa gembira. 

  1. Atasan di Lingkungan Kerja 

Atasan di dalam perusahaan bisa dikatakan baik ketika berhasil menghargai para karyawan atau pegawainya. Selain itu, atasan juga bisa dikatakan baik ketika sudah berhasil menganggap bahwa bawahannya sebagai teman dekat. 

Tidak semua atasan mempunyai perilaku yang baik dan bisa memperlakukan karyawan seperti teman. Akan tetapi, untuk mendapatkan hal tersebut juga tidak mudah dan gampang. Pada saat anda sudah mendapatkan atasan yang berperilaku baik, harus memanfaatkan peluang tersebut. 

  1. Teman di Lingkungan Kerja 

Pada saat anda bekerja pasti mempunyai lingkungan kerja yang bervariasi. Ada juga teman kerja yang mempunyai hati baik maupun buruk. Akan tetapi, untuk anda yang sudah mempunyai niatan kerja mencari uang sudah tidak mempermasalahkan mengenai hal tersebut. 

Teman kerja pada indikator kepuasan kerja juga bisa dinilai ketika ada salah satu teman yang merasa kesusahan. Sebagai teman kerja yang baik, pasti akan membantu dan mencari solusi agar tidak merasa kesulitan lagi. 

  1. Mempunyai Atasan Ramah 

Pasti anda pernah menemukan pimpinan atau atasan yang seenaknya sendiri. Tentunya, ketika anda menemukan pimpinan seperti itu membuat anda kurang nyaman dan tidak bersemangat untuk bekerja.

Berbeda ketika atasan di dalam perusahaan mempunyai perilaku adil pasti karyawan nya merasa semangat kerja. Atasan atau pimpinan bisa dikatakan ramah ketika berhasil mendidik para bawahannya. Selain itu, satu hal terpenting lainnya lagi atasan tidak memihak pada salah satu karyawan. 

Sebagai atasan atau pimpinan harus bertindak tegas ketika ada salah satu karyawan melanggar aturan. Perilaku tegas ini hampir dimiliki oleh seluruh atasan maupun pimpinan. 

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kepuasan Kerja

Menurut penuturan dari salah satu Ilmuwan Terkemuka bernama Kreitner dan Kinicki (2001:225) menyebutkan jika faktor dari kepuasan kerja adalah terbagi menjadi lima jenis. Setiap jenisnya memiliki karakter yang cenderung berbeda, penjelasan lebih lengkapnya yaitu sebagai berikut:

1. Pemenuhan Kebutuhan (Need Fulfillment)

Sebagai makhluk hidup sekaligus makhluk sosial manusia tidak dapat hidup sendiri dan membutuhkan peran orang lain untuk memenuhi kebutuhannya. Berdasarkan faktor ini kepuasan kerja ditentukan dari tingkat karakteristik pekerjaannya.

Membahas mengenai maksud kepuasan kerja selalu berkaitan dengan faktor-faktornya salah satunya adalah pemenuhan kebutuhan. Maksudnya saat tumbuh kepuasan kerja, maka Anda bisa mendapatkan motivasi lebih tinggi sehingga hasil kinerjanya bisa maksimal serta memuaskan.

2. Perbedaan (Discrepancies)

Faktor perbedaan menyangkut pembahasan cukup luas karena memang setiap orang memiliki karakteristiknya masing-masing.

Dengan begitu manusia cenderung berbeda dari banyak hal mulai dari pemenuhan kebutuhan sehari-hari, tujuan hidup, sistem kinerja, dan hal-hal terkait lainnya. Bisa dibilang jika poin-poin tersebut bermuara pada pemenuhan harapan setiap individu.

Keragaman harapan yang dimiliki oleh seseorang memunculkan perbedaan yang berpengaruh pada cara pencapaian tujuannya. Oleh sebab itu kini bukan hanya cara baik saja yang ditempuh, tidak sedikit orang memilih jalan pintas yang berbau instan untuk mencapai kesuksesan.

Persaingan dunia kerja yang semakin ketat memang menuntut banyak orang melakukan berbagai cara untuk mencapai tujuannya. Namun meskipun demikian tetap disarankan untuk menempuh jalan yang seharusnya karena hasil dari kerja keras akan terasa lebih nikmat serta mendidik seseorang lebih tahan banting serta memiliki skill problem solver.

3. Pencapaian Nilai (Value Attainment)

Dalam dunia kerja, hasil dari pekerjaan seseorang digunakan sebagai bahan penilaian atas kualitasnya. Umumnya, nantinya akan dimanfaatkan untuk mempertimbangkan tingkat jabatannya.

Semakin bagus penilaian dari kinerja yang Anda lakukan, maka kemungkinan jabatannya bisa tinggi. Hanya saja prosesnya memang bertahap dan tidak bisa langsung mencapai puncak jika menggunakan cara jujur.

Nilai kinerja suatu individu memang sangat penting karena memang digunakan untuk melihat progres kinerja yang diberikan. Apabila mengalami penurunan, maka perusahaan bisa mengajukan komplain agar pegawai dapat meningkatkan kemampuannya dan berkembang lebih baik.

Namun jika sebaliknya, maka perusahaan akan dengan mudah membedakan mana pegawai yang memiliki kemampuan sesuai prosedur dan nama yang masih perlu bimbingan lebih lama.

4. Keadilan (Equity)

Konsep keadilan dalam dunia kerja penting adanya untuk membuat lingkungan kerja yang sportif dan tidak berat sebelah. Penyebabnya adalah, semakin hari kasus pembeda-bedaan pegawai dari latar belakangnya semakin meningkat.

Akibatnya meski pegawai tersebut berbakat dan memiliki skill mumpuni, seringkali malah disingkirkan atau diberikan jabatan sangat rendah.

Apabila hal seperti ini terus berlanjut, dikhawatirkan suatu perusahaan akan mengalami kemunduran seiring berjalannya waktu karena pegawainya tidak dapat mengimbangi kemampuan perusahaan lain.

5. Komponen Genetik (Genetic Components)

Secara alamiyah memang manusia dibekali beberapa sifat khusus salah satunya mengenai kepuasan kerja. Hal ini berkaitan erat dengan sifat setiap individu selain faktor lingkungan pekerjaan.

Alasan genetik menjadi faktor paling kuat karena manusia dapat mewarisi sifat dari orang tuanya atau pengasuhnya. Jika secara genetik seseorang cenderung bersifat tenang, biasanya mereka akan santai dalam menyelesaikan masalah untuk menghindari dampak buruk jangka panjang.

Korelasi Kepuasan Kerja

Berdasarkan dari pemaparan Kreitner dan Kinicki (2001:226) menyebutkan jika pengertian kepuasan kerja berkaitan erat dengan korelasi dengan variabel lain yang bersifat positif dan negatif. Pahami poin-poin berikut untuk memudahkan proses selanjutnya:

1. Motivasi

Dalam hidup, manusia memang membutuhkan motivasi untuk memacu dirinya agar mau bekerja keras untuk mencapai yang diinginkan. Jika berbicara mengenai kepuasan kerja, motivasi memiliki korelasi.

Singkatnya ketika seseorang bekerja dengan giat maka bisa menumbuhkan kepuasan kerja apalagi jika gajinya mengalami kenaikan.

Sistem kerja sendiri banyak menerapkan model mendahulukan kualitas. Jika salah satu karyawannya memiliki pencapaian yang baik saat bekerja bukan tidak mungkin jabatan atau gajinya dinaikan secara berkala sesuai levelnya.

2. Pelibatan Kerja

Dalam sebuah lembaga atau kelompok, pelibatan kerja merupakan hal yang perlu dilakukan karena bisa menentukan bagaimana hasil akhir nantinya apakah baik atau malah cenderung buruk.

Porsi yang diberikan biasanya didasarkan pada kemampuan pegawai serta skil khusus. Oleh sebab itu pelibatan kerja sebagai korelasi yang saling berkaitan dan tidak bisa dibongkar begitu saja tanpa melakukan pertimbangan matang.

Memahami kepuasan kerja memang perlu dilakukan, namun hal yang tidak boleh diabaikan lainnya yaitu berkaitan dengan pelibatan kerja.

Penempatan umumnya dilakukan setelah melihat bagaimana kemampuan dari pegawai itu sendiri serta progresnya. Jika dilihat kurang maksimal maka akan diingatkan untuk menghindari hal-hal tidak.

3. Organizational Citizenship Behavior

Perilaku ini tergolong unik karena seseorang cenderung memiliki dorongan untuk bekerja di luar kegiatan yang menjadi tugasnya. Meski beberapa orang berhasil memberikan hasil baik, namun sebaiknya tidak dilakukan kecuali memang sudah menjadi tuntutan.

Kemajuan zaman yang semakin pesat menuntut masyarakatnya untuk multitasking utamanya yang bekerja pada beberapa bidang tertentu salah satunya di startup.

Pekerja-pekerja di dalamnya memang dituntut untuk dapat melakukan banyak hal dalam waktu singkat karena mengejar target. Hanya saja tidak disarankan melakukannya terlalu sering karena menurut beberapa sumber kegiatan multitasking kurang baik untuk kesehatan otak dalam jangka panjang.

4. Organize Commitment

Individu yang memiliki komitmen kuat dalam hidup cenderung akan memberikan kinerja maksimal. Komitmen menjadi hal yang tidak boleh terlewatkan jika ingin memberikan hasil terbaik serta memperbesar kemungkinan naik level.

Pertanyaan terkait kepuasan kerja memang sering dicari agar bisa menerapkannya dengan sebaik mungkin. Disebut-sebut organize commitment dapat meningkatkan motivasi bekerja sehingga meski penyelesaian pekerjaan lebih cepat, namun kualitas pelayanannya tetap bagus. .

Membangun semangat pegawai perlu dilakukan dengan menggunakan cara tertentu untuk membuatnya lebih nyaman serta memaksimalkan kinerjanya. Dengan begitu kemungkinan kenaikan jabatan sekaligus gaji menjadi lebih dekat.

5. Ketidakhadiran (Absenteisme)

Karena satu dan lain hal, seringkali orang memutuskan untuk tidak hadir di tempat kerjanya. Biasanya perusahaan akan memaklumi jia alasan dapat dipertanggungjawabkan misalnya saja sakit, jatuh dari motor, atau lainnya.

Hanya saja ketika sering tidak hadir, biasanya akan pihak yang bertugas akan menanyakan alasannya secara detail. Apabila ternyata alasannya tidak masuk akal, kemungkinan pegawai tersebut akan dipecat secara tidak hormat.

Mungkin Anda bertanya-tanya mengapa ketidakhadiran berkaitan dengan kepuasan kerja. Sederhananya, ketika seseorang merasakan kepuasan kerja, maka ketidakhadiran akan turun secara bertahap dari waktu ke waktu.

6. Prestasi Kerja

Semakin berprestasi, kerap kali seseorang akan merasa sangat bahagia apalagi jika kepuasan kerja dapat meningkat. Poin ini berkaitan erat dengan hormon kebahagiaan dalam tubuh dengan begitu tingkat stres dapat diturunkan.

Ketika tubuh rileks, prestasi kerja dapat dinaikkan dengan memberikan kinerja memuaskan serta sesuai arahan dari pihak-pihak terkait.

Jawaban pertanyaan terkait dengan kepuasan kerja memang memiliki pembasah yang cukup luas. Salah satu hal yang paling diutamakan oleh masyarakat masa kini adalah produk berkualitas tinggi.

Fakta ini mengharuskan para pekerja bekerja lebih ekstra untuk memberikan hasil sesuai dengan yang diinginkan pelanggan.

Beberapa Cara Meningkatkan Kepuasan Kerja 

Pada saat akan meningkatkan indikator kepuasan kerja mempunyai cara masing-masing. Untuk beberapa cara tersebut adalah: 

  1. Berada di Lingkungan Kerja yang Menyenangkan

Indikator kepuasan kerja paling utama adalah lingkungan kerja yang menyenangkan. Pada saat anda bertemu dan sudah menemukan lingkungan kerja yang menyenangkan pasti akan terasa nyaman. 

Memunculkan rasa nyaman pada saat bekerja juga bukan hal yang gampang. Pada saat sudah berhasil menemukan lingkungan kerja yang nyaman juga akan berpengaruh terhadap kualitas pekerjaan. 

  1. Perusahaan Memberikan Gaji atau Upah yang Sesuai 

Untuk indikator kepuasan kerja kali ini memang harus ditanyakan dari awal. Pada saat anda akan melamar pekerjaan pasti akan menanyakan kepada pimpinan mengenai gaji atau upah. 

Pada saat gaji atau upah sudah sesuai, maka anda bisa langsung saja mengambil kesempatan pekerjaan tersebut. Ketika perusahaan sudah memberikan gaji sesuai dengan keinginan karyawan atau pegawai, maka semangat kerja yang ada di dalam diri semakin meningkat. 

Karyawan atau pegawai mempunyai hak besar keluar dari perusahaan ketika gaji tidak sesuai. Akan berbeda lagi ketika sudah terikat perjanjian kontrak, anda tidak bisa langsung begitu saja meninggalkan perusahaan tersebut. 

Tingkatkan Kepuasan Kerja dengan Mekari Talenta

Talenta adalah salah satu merk HRIS (human resources information system), yakni software (perangkat lunak) untuk manajemen sumber daya manusia. Software HRIS online Talenta bertujuan mengurangi beban kerja administrasi di bidang penggajian, perpajakan karyawan, absensi, dan performance appraisal yang dapat diakses pada https://www.talenta.co/fitur/software-hris/.

Selain itu, Talenta juga menyediakan fitur mobile friendly yang disebut mobile employee-self service yang dapat memudahkan karyawan untuk mengakses Talenta melalui smartphone atau gadget masing-masing.

Fitur-fitur yang disediakan Talenta juga dilengkapi dengan detail sehingga memudahkan karyawan dalam melakukan pekerjaan. Misalnya, pada fitur HR analytics yang menampilkan data headcount, absensi, dan pengeluaran payroll karyawan secara detail dan mudah dipahami. Anda dapat mengunjunginya di tautan berikut https://www.talenta.co/en/features/hr-analytics/.

Kelebihan Mekari Talenta

1. Fitur yang disajikan sangat berlimpah

Keunggulan dari Mekari Talenta ini salah satunya adalah fitur yang dibawakan sangat banyak dan berlimpah. Mulai dari halaman recruitment, halaman cuti custom, hingga pengumuman karyawan pun disediakan oleh Mekari Talenta ini.

2. Kostumisasi yang sangat terperinci

Semua hal yang diatur di dalam Talenta diatur secara sangat terperinci, Di sini bahkan bisa membuat rumus cuti sendiri dan rumus denda sendiri. 

3. Tim Support yang efektif dan responsif

Tidak usah bergelut dengan BOT ketika memberikan keluhan atau komplain, CS dari Talenta akan dengan sigap membantu dalam hitungan menit saja.

Dengan adanya fitur-fitur ini maka tentu saja pengelolaan sumber daya di dalam perusahaan jauh lebih baik dan lebih optimal. Talenta dapat diakses dengan mudah di https://talenta.co. Tunggu apa lagi? Coba Talenta sekarang juga.

Demikian penjelasan terkait kepuasan kerja yang penting untuk diketahui. Pastikan memilih platform terpercaya agar informasi yang didapatkan terbukti kevalidannya.


PUBLISHED02 Oct 2022
Guest Guest
Guest Guest