Setiap bulan karyawan mendapatkan penghasilan yang jumlahnya telah dipotong pajak. Baik itu karyawan yang sudah memiliki NPWP atau belum. Namun tak sedikit karyawan yang masih bingung bagaimana perhitungan Pajak Penghasilan 21, terutama yang belum memiliki NPWP. Untuk itu, pada artikel ini akan dibahas cara menghitung PPh 21 bagi karyawan yang tidak memiliki NPWP.

Setiap warga negara Indonesia yang memiliki penghasilan atau disebut sebagai Wajib Pajak diharuskan membayarkan pajak atas penghasilan bruto yang diperolehnya. Hal ini tertuang di dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan. Jadi bagi Wajib Pajak yang mangkir, siap-siap akan dikenakan sanksi. Itulah mengapa memahami cara menghitung PPh 21 karyawan penting bukan hanya bagi tim HR perusahaan, tetapi juga bagi para karyawan itu sendiri.

Tarif PPh 21 karyawan yang harus dipotong setiap bulan dibedakan antara karyawan yang mempunyai Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dengan yang tidak memiliki NPWP. Sebelum mengetahui kisaran tarif pajak penghasilan untuk pemilik dan bukan pemilik NPWP, sebaiknya memahami tentang PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak) terlebih dahulu.

Hal ini penting karena PTKP akan berpengaruh dengan jumlah pajak yang harus dibayarkan. PTKP adalah penghasilan yang tidak dikenai PPh 21. Jadi, setiap Wajib Pajak yang penghasilannya di bawah batas PTKP tidak perlu membayarkan PPh 21.

Baca juga: Ketahui Metode Penghitungan Pajak PPh 21 secara Mix

 

Pajak Penghasilan Pasal 21 (PPh 21)

PPh 21 adalah pajak atas penghasilan berupa gaji, upah, honor, tunjangan, dan pembayaran lainnya atas pekerjaan yang dilakukan oleh setiap karyawan. PPh 21 diatur berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-32/PJ/2015. Kewajiban membayar PPh 21 diberikan kepada setiap warga negara yang sudah memenuhi kriteria sebagai Wajib Pajak. Kriteria Wajib Pajak sendiri telah diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak PMK Nomor 101/PMK.101/2016 tentang PTKP.

Tarif penghasilan yang tidak kena pajak, yaitu: (1) Wajib Pajak Orang Pribadi sebesar Rp 54 juta per tahun. (2) Tambahan Rp 4,5 juta untuk setiap Wajib Pajak yang sudah menikah, (3) tambahan Rp 54 juta untuk gabungan penghasilan dari suami dan istri. (4) dan tambahan Rp 4,5 juta untuk yang sudah memiliki tanggungan, maksimal sebanyak 3 orang.

Artinya, setiap Wajib Pajak yang penghasilannya dibawah angka perhitungan di atas, tidak memiliki kewajiban untuk melakukan lapor Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan PPh dan tidak juga diwajibkan memiliki NPWP. NPWP adalah tanda pengenal atau identitas Wajib Pajak sebagai sarana dalam administrasi perpajakan. Hal ini berarti NPWP wajib dimiliki oleh setiap karyawan yang sudah masuk dalam kriteria Wajib Pajak.

 

Aturan PPh 21 Karyawan yang Belum Memiliki NPWP

Kondisi dimana seorang karyawan yang belum memiliki NPWP tetapi berkewajiban untuk membayar Pajak Penghasilan, diatur di dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 Pasal 21 Ayat 5a. Dijelaskan bahwa Wajib Pajak Orang Pribadi yang tidak memiliki NPWP tetapi memperoleh penghasilan, akan dikenakan pemotongan PPh 21 dengan tarif lebih tinggi yaitu sebesar 20% dibandingkan Wajib Pajak yang sudah memiliki NPWP.

Setiap karyawan yang akan membayar PPh 21 tetapi belum memiliki NPWP harus mengalikan jumlah penghasilannya dengan persentase Wajib Pajak ditambah dengan 120%. Tarif PPh 21 yang ditetapkan di dalam Undang-undang Perpajakan yaitu:

  1. Sebesar 5% untuk setiap penerima penghasilan sampai dengan Rp 50 juta per tahun.
  2. Sebesar 15% untuk setiap penerima penghasilan Rp 50 juta sampai dengan Rp 250 juta per tahun.
  3. Sebesar 25% untuk setiap penerima penghasilan Rp 250 juta sampai dengan Rp 500 juta per tahun.
  4. Dan sebesar 30% untuk setiap penerima penghasilan lebih dari Rp 500 juta per tahun.

 

Menghitung PPh 21 Karyawan yang Tidak Memiliki NPWP

Secara sederhana, rumus perhitungan PPh 21 untuk setiap karyawan yang belum atau tidak memiliki NPWP adalah sebagai berikut:

PPh 21 Karyawan= Jumlah Penghasilan Kena Pajak x % tarif PPh 21 x 120%

Sebagai contoh, seorang karyawan berstatus belum menikah dan tidak memiliki tanggungan keluarga memperoleh gaji dan tunjangan setiap bulannya sebesar Rp 8.000.000,-. Karyawan tersebut telah membayar iuran pensiun kepada perusahaan Dana Pensiun sebesar Rp 200.000,- dan harus membayar biaya jabatan sebesar 5% kepada perusahaan. Meskipun sudah memenuhi Wajib Pajak, tapi karyawan tersebut belum memiliki NPWP. Maka cara perhitungan PPh 21 karyawan yang bersangkutan yang harus dibayarkan adalah sebagai berikut:

  • Gaji dan Tunjangan= Rp 8.000.000,-
  • Pengurangan Biaya Jabatan 5% = Rp 400.000,-
  • Pengurangan Iuran Pensiun = Rp 200.000,-

Maka Penghasilan Neto karyawan tersebut adalah sebesar Rp 7.400.000,- per bulan atau Rp 88.800.000,- per tahun. PTKP setahun yang berlaku untuk karyawan tersebut adalah Rp54.000.000,-. Artinya, Penghasilan Kena Pajak karyawan adalah Rp 88.800.000 – Rp54.000.000 = Rp34.800.000,-

Karena karyawan tersebut memiliki Penghasilan Kena Pajak setahun kurang dari Rp50 juta, maka perhitungan PPh 21 atas penghasilan dalam satu tahun adalah Rp 34.800.000,- x 5%  = Rp 1.740.000,-.

Karena karyawan tersebut belum memiliki NPWP maka perhitungannya menjadi Rp 34.800.000,- x 5% x 120% = Rp 2.088.000,-.

Maka, PPh 21 yang harus dibayarkan karyawan yang tidak memiliki NPWP tersebut adalah sebesar Rp 2.088.000,- per tahun atau  Rp 2.088.000/12 = Rp174.000,- per bulan.

Baca juga: Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP), Kategori dan Besaran Tarifnya

 

Membayar pajak bagi yang sudah memilki penghasilan hukumnya wajib. Jika seorang karyawan yang sudah berstatus sebagai Wajib Pajak namun belum memiliki NPWP, maka karyawan tersebut akan mendapatkan sanksi. Sanksinya adalah berupa tambahan besaran pajak yang harus dibayarkan, yaitu sebesar 20% lebih banyak dari yang memiliki NPWP.

Penghitungan pajak penghasilan yang dilakukan oleh HR perusahaan bisa saja salah bila dilakukan secara manual. Namun setelah Anda mengetahui cara menghitung PPh 21, kini Anda dapat turut memastikan jumlah pemotongan pajak penghasilan yang dikelola perusahaan sesuai dengan peraturan.

Sebenarnya kesalahan penghitungan tidak akan terjadi bila perusahaan menggunakan software HR dan payroll seperti Talenta. Talenta dapat memproses penghitungan gaji dan pengenaan pajak karyawan secara otomatis. Sehingga HR perusahaan terhindar dari kesalahan penghitungan gaji maupun pajak yang dikenakan.

 

Apa yang bisa kami lakukan untuk Anda?

Miliki sistem HR tepercaya dengan mencoba Talenta sekarang! Ikuti 3 cara berikut tanpa rasa khawatir untuk mendapatkan sistem HR yang lebih mudah:

Jadwalkan Demo 1:1

Undang kami untuk datang ke kantor Anda dan berdiskusi lebih lanjut tentang Talenta.

Ikuti Demo

Ikuti Workshop Talenta

Datang dan bergabung di workshop untuk ketahui lebih lanjut tentang Talenta.

Daftar Workshop

Coba Demo Interaktif

Coba akun demo langsung dan temukan bagaimana Talenta dapat membantu Anda.

Coba Gratis
loading
Suka dengan Artikelnya?Talenta punya lebih banyak buat kamu!

Dapatkan konten premium mulai dari artikel, ebook, case study, white papers, infographic dengan berlangganan sekarang!

Suka dengan artikelnya?Dapatkan artikel HR premium langsung di email Anda!

Jadilah orang pertama yang akan mendapatkan artikel premium mulai dari study case, infographic, ebook, hingga white paper.