Bukti Potong Pajak: Penjelasan Lanjut Soal Formulir 1721 A1

Bukti Potong Pajak: Penjelasan Lanjut Soal Formulir 1721 A1

Sebagai wajib pajak, Anda perlu memiliki bukti potong pajak. Kewajiban setiap warga negara dalam membayar pajak sudah sepatutnya dibarengi oleh pembuatan bukti atas pemotongan pajak tersebut. Pihak yang diberi kewenangan oleh negara untuk memungut atau memotong pajak diharuskan memberi bukti pemotongan pajak. Seiring dengan perkembangan zaman, bukti potong tidak hanya berbentuk kertas, melainkan sudah tersedia dalam bentuk elektronik yang dapat diakses lewat internet. Kini, sudah banyak sekali inovasi yang memudahkan pembayaran atau pelaporan pajak.

Bukti Potong Pajak

Bukti potong pajak adalah dokumen penting yang wajib dimiliki oleh seluruh penerima penghasilan atau wajib pajak. Bukti potong dapat digunakan sebagai kredit serta sebagai alat untuk mengawasi pajak yang sudah dipotong oleh pemberi kerja. Oleh sebab itu, setiap pembayar pajak dianjurkan menyimpan bukti pemotongan pajak dengan baik. Pasalnya, bukti pemotongan pajak ini harus dilampirkan saat melaporkan SPT Tahunan PPh.

Selain mengawasi pajak, bukti potong tersebut juga dapat digunakan dalam proses pengecekan kebenaran dari pajak yang telah dibayarkan. Hal ini mengharuskan pemberi kerja memberikan bukti pemotongan pajak kepada karyawan sesuai ketentuan yang berlaku. Secara umum, formulir bukti potong pajak untuk karyawan dibagi menjadi dua jenis, yakni formulir 1721 A1 dan formulir 1721 A2. Formulir 1721 A1 ditujukan kepada karyawan atau pegawai swasta, sedangkan formulir 1721 A2 diperuntukkan bagi Pegawai Negeri Sipil, Anggota Tentara Nasional Indonesia, Anggota Polisi Republik Indonesia , dan/atau pensiunannya.

Note: Untuk lebih jelas silahkan lihat Indrografis dari Talenta tentang Cara Membuat Bukti Potong PPh21 Pegawai Tetap?

Ketentuan Pembuatan Formulir 1721 A1

Tidak hanya berlaku bagi formulir 1721 A1, ketentuan proses pembuatan bukti pemotongan pajak ini juga berlaku bagi bagi formulir 1721 A2. Ketentuan proses pembuatan bukti pemotongan PPh 21 formulir 1721 A1 adalah sebagai berikut:

  1. Formulir 1721 A1 hanya diberikan untuk karyawan tetap saja. Karyawan tidak tetap dan bukan karyawan tidak akan dibuatkan formulir.
  2. Formulir 1721 A1 merupakan bukti pemotongan PPh 21 untuk 1 tahun pajak atau selama karyawan tetap bekerja pada pemberi pajak selama tahun pajak.
  3. Formulir 1721 A1 dipakai oleh karyawan tetap dalam melaporkan SPT Tahunan PPh orang pribadi.
  4. Berdasarkan Peraturan DJP Nomor PER – 16/PJ/2016 tentang Pedoman Teknis Tata Cara Pemotongan, Penyetoran, dan Pelaporan Pajak Penghasilan Pasal 21 dan/atau Pajak Penghasilan Pasal 26 Sehubungan dengan Pekerjaan, Jasa, dan Kegiatan Orang Pribadi, pemberi kerja membuat bukti potong formulir 1721 A1 paling lambat bulan Januari pada tahun berikutnya.

Sebelum membuat bukti potong 1721 A1 atau A2, ada beberapa hal yang harus diketahui oleh pemberi kerja, yakni sebagai berikut:

  1. Format bukti potong 1721 A1 dan 1721 A2 berbeda. Format bukti potong 1721 adalah 1.1-mm(masa dibuatnya bukti potong pajak)-yy-(tahun pajak)-nomor urut bukti potong. Sedangkan format bukti potong diawali dengan 1,2-mm-yy-nomor urut bukti potong.
  2. Untuk masa pendapatan penghasilan, formatnya adalah mm-mm, yang mengindikasikan lamanya masa kerja karyawan dari bulan ke bulan.
  3. Lalu, identitas dari pemotong diisi menggunakan identitas yang sama saat menandatangani bukti potong tersebut.

Kapan Formulir 1721 A1 Digunakan?

Formulir 1721 A1 harus dibuat oleh pemberi kerja, kemudian diberikan kepada karyawan/pegawai sebelum akhir periode pelaporan pajak. Contohnya, periode penerimaan penghasilan Januari-Desember, jadi bukti potong PPh pasal 21, formulir 1721 A1 tersebut diberikan pada minggu akhir Desember atau paling telat pada Januari di tahun selanjutnya.

Begitu pun jika periode penerimaan penghasilan yang kurang dari 1 tahun. Contohnya, periode penerimaan penghasilan Januari-Juni, maka bukti pemotongan PPh pasal 21 formulir 1721 A1 diberikan pada akhir Juni atau pada Juli.

Note: Pusing dan tidak mengerti bagaimana ketentuan-ketentuan segala kewajiban pajak? Ini Cara Kerja Pajak Online yang Bantu Kelola Pajak Lebih Mudah

Ketentuan Penggunaan Bukti Potong PPh 21 Formulir 1721 A1

Blog_Talenta_Proses_Perhitungan_Pajak_HEADER

Formulir 1721 A1 atau bukti potong PPh 21 dapat digunakan karyawan, baik yang masih aktif maupun yang sudah pensiun dengan ketentuan sebagai berikut.

Formulir Bukti Pemotongan PPh 21 formulir 1721 A1 digunakan sebagai bukti pemotongan PPh 21 bagi karyawan swasta, yaitu:

  •  Penghasilan bagi karyawan tetap
  • Penghasilan bagi penerima pensiun berkala.
  • Penghasilan bagi penerima tunjangan hari tua berkala.
  • Penghasilan bagi penerima jaminan hari tua berkala

Jumlah Formulir Bukti Pemotongan PPh 21 formulir 1721 A1 dibuat oleh pemotong pajak dengan total 2 lembar yang diberikan kepada:

  • Lembar pertama diberikan kepada karyawan sebagai dasar pelaporan SPT Tahunan PPh Orang Pribadi.
  • Lembar kedua diberikan kepada pemotong pajak.

Formulir Bukti Pemotongan PPh 21 tidak harus dilaporkan sebagai lampiran SPT Masa PPh 21 dan/atau PPh 26.

Di atas sudah dijelaskan tentang bukti potong pajak, ketentuan pembuatannya, dan ketentuan penggunaannya. Memahami ketentuan-ketentuan dalam PPh 21 terkait bukti pemotongannya akan memudahkan karyawan dalam melakukan administrasi perpajakan. Selain itu, ingat bahwa bukti pemotongan pajak ini sangat penting dimiliki oleh setiap karyawan karena dapat digunakan sebagai alat untuk memantau pajak yang sudah dipotong oleh pemberi kerja.

Untuk menghitung pajak, Anda tidak perlu khawatir.

Kini Anda bisa memanfaatkan Talenta, software HR & Payroll terpercaya dilengkapi denfan fitur payroll termasuk perhitungan PPh 21.

Dengan menggunakan Talenta, perhitungan pajak menjadi lebih mudah dan akurat. Jadi, segera daftarkan perusahaan Anda di Talenta sekarang juga dan dapatkan kemudahan dalam mengelola administrasi perusahaan dan karyawan Anda.


PUBLISHED05 Jun 2020
Poppy
Poppy