Absensi Online: Solusi People Engagement Saat WFH

Absensi Online: Solusi People Engagement Saat WFH

Bekerja dari rumah atau WFH bukan tanpa kendala. Baik perusahaan maupun karyawan sering mengeluhkan tentang people engagement saat melakukan work from home. Banyak cara untuk menyelesaikan masalah people engagement saat WFH salah satunya adalah menggunakan aplikasi absensi online.

Sekilas Tentang People Engagement

People engagement atau employee engagement sendiri adalah metode pendekatan di tempat kerja oleh perusahaan yang bisa menghasilkan kondisi yang tepat bagi seluruh anggota organisasi terutama karyawan agar bisa memberikan yang terbaik setiap harinya, berkomitmen terhadap tujuan dan nilai organisasi, serta termotivasi dalam rangka mencapai tujuan organisasi secara sadar.

Singkatnya, people engagement adalah bagaimana perusahaan dapat memberikan rasa keterlibatan karyawan pada proses kerja perusahaan sehingga perusahaan dapat mengeluarkan segala potensinya bagi perusahaan.

People engagement didasari dengan komunikasi, kepercayaan, integrasi, dan komunikasi dua arah antara perusahaan atau organisasi dengan karyawan atau anggotanya.

Situasi people engagement dapat digambarkan dengan konsep 10-80-10 atau konsep roti lapis. Dimana karyawan yang merasa engaged dan actively disengaged memiliki persentase yang sama sedangkan karyawan yang sudah engaged dan sewaktu-waktu bisa actively disengaged memiliki persentase paling banyak.

Hal ini diperkuat dengan penelitian yang dilakukan oleh Gallup tentang Employee Engagement Index yang memaparkan bahwa 29% karyawan merasa engaged, 54% not engaged, dan 17% actively disengaged. Angka terbesar ini yang harus menjadi perhatian perusahaan, yaitu bagaimana meningkatkan engagement karyawan agar tidak terperosok pada kategori actively disengaged.

Menurut Peter Psichogios, ada 10 indikator yang mempengaruhi people engagement, yaitu:

  1. Kebahagiaan saat bekerja
  2. Kewenangan yang diberikan saat bekerja
  3. Hubungan kerja antar karyawan
  4. Hubungan kerja dengan atasan
  5. Rasa ingin diakui terhadap tugas-tugas yang telah dikerjakan
  6. Umpan balik dari tim dan atasan (feedback)
  7. Jaminan kesehatan kerja
  8. Rasa keadilan saat bekerja
  9. Kompensasi kerja
  10. Kesempatan perkembangan karir.

Peter Psichogios lebih jauh menjelaskan bahwa indikator yang ia berikan merupakan indikator bertahap. Artinya jika karyawan tidak merasakan pada poin 1, maka karyawan tersebut sudah dipastikan not engaged. Semakin ke angka 10, maka karyawan telah mencapai engagement maksimal.

Baca juga: Pandemi COVID-19, Kelola Absensi Online Saat WFH dengan Talenta

Work From Home Pengaruhi People Engagement?

Salah satu momen dimana karyawan akan berkurang rasa engagement-nya adalah ketika work from home. Saat work from home, satu hal yang paling berpengaruh adalah komunikasi dan kontak langsung. Karena minimnya frekuensi komunikasi, masalah yang ditemui karyawan saat bekerja sulit untuk diselesaikan dengan cepat. Beberapa kasus bahkan adanya transparansi komunikasi yang tidak baik dan mampu menyebabkan karyawan merasa ditinggal atau diabaikan dalam mengerjakan tugas kantor.

Tidak ada batasan antara kantor dan rumah juga seringkali membuat karyawan bekerja tanpa batas atau sebaliknya, dapat mengurangi engagement. Karena minimnya pengawasan karyawan bisa saja bermalas-malasan, atau bahkan overworked yang ujung-ujungnya mempengaruhi disengagement pada karyawan.

Terus Terhubung dengan Communication and Collaborative Tools

Salah satu agar karyawan dapat ter-engage saat WFH adalah perusahaan harus menyediakan communication tools untuk mempercepat arus komunikasi dengan karyawan. Misalnya saja menggunakan communication tools seperti Google Hangouts untuk melakukan video conference.

Selain itu perusahaan dan karyawan juga dapat mengandalkan collaborative tools seperti Google Docs dimana atasan-karyawan atau karyawan-karyawan secara kolaboratif dan transparan tahu apa yang sedang dikerjakan.

Absensi Online Bisa Jadi Solusi Fundamental

Selain alat komunikasi dan alat kolaboratif, hal mendasar yang harus diterapkan perusahaan adalah menggunakan absensi online. Dengan aplikasi absensi online, setidaknya perusahaan telah memenuhi syarat people engagement yaitu kemudahan akses karyawan. 

Dengan menggunakan absensi online, baik perusahaan maupun atasan tidak perlu khawatir terhadap absensi karyawan saat WFH. Selain itu dengan aplikasi absensi online, perusahaan dapat melacak waktu masuk karyawan secara real time yang dilengkapi dengan fitur geo tagging.

Sistem absensi online juga biasanya telah terintegrasi dengan payroll dan karyawan pun dapat dengan mudah mengajukan cuti dan lemburan melalui absensi online. Kemudahan dalam melakukan absen, cuti, dan lembur ini yang dapat meningkatkan people engagement pada karyawan.

Boleh dikatakan bahwa absensi online menjadi solusi pertama dan fundamental untuk membuka solusi-solusi lainnya dalam memecahkan masalah people engagement atau employee engagement.

Baca juga: Ini Dia Fitur Unggulan Talenta untuk Kelancaran WFH Anda

Itulah bagaimana aplikasi absensi karyawan online menjadi solusi pada people engagement saat WFH. Gunakanlah Talenta sebagai sistem absensi online dan juga sistem tata kelola HR/payroll perusahaan Anda. Talenta sudah dipercaya oleh banyak perusahaan karena kemudahan yang diberikan dari fitur-fitur lengkap Talenta. Anda dapat mencoba Talenta secara gratis di sini.

 


PUBLISHED24 Apr 2020
Hafidh
Hafidh