Perusahaan mana yang tidak kebingungan jika tingkat turnover tinggi? Mungkin hampir setiap perusahaan akan merasakan hal yang sama ketika tingkat turnover meningkat. Tapi bukankah bisa saja perusahaan mencari pengganti karyawan yang keluar tersebut? Well, secara praktis hal ini memerlukan biaya yang tidak kecil dan waktu yang tidak sebentar. Ini mengapa perlu adanya upaya retensi karyawan yang intens dari perusahaan untuk mencegah hal tersebut terjadi.

Retensi karyawan sendiri merupakan program, yang bisa dikatakan, disusun untuk meningkatkan loyalitas karyawan pada perusahaan. Loyalitas sendiri penting agar karyawan tidak mudah meninggalkan perusahaan dan bisa terus bekerja secara sinkron di perusahaan Anda. Semakin solid hubungan karyawan dan pekerja, semakin baik integrasi yang terjadi antara dua pihak ini dalam mencapai tujuan utama.

Praktek program resensi bisa diterapkan dengan beragam pendekatan, mulai dari peningkatan gaji, pemberian insentif atau tunjangan khusus, program bonding, dan pengkondisian lingkungan kerja yang baik serta kegiatan diluar pekerjaan. Setiap program ini diterapkan dengan menyesuaikan budaya kerja perusahaan, sehingga bisa berhasil baik dan memberikan output sesuai yang diharapkan.

Peningkatan Gaji

Mungkin menjadi program retensi paling klasik dan sering digunakan. Peningkatan gaji dapat memberikan tambahan semangat dan peningkatan loyalitas dari beberapa sisi. Logikanya, program seperti ini dapat mengeliminir alasan karyawan meninggalkan perusahaan karena gaji yang tidak seperti diharapkan oleh karyawan.

Meski demikian, peningkatan gaji yang dijadikan program juga harus terukur dengan cermat. Jangan sampai keinginan Anda mempertahankan karyawan justru akan membawa kerugian pada perusahaan Anda. Anda bisa memberikan peningkatan gaji dengan cara memberi insentif atau tunjangan, atau mungkin saja bonus untuk karyawan yang memenuhi kondisi tertentu.

Bonding

Program ini awam dilakukan untuk meningkatkan kerjasama tim dan ikatan internal antar karyawan di perusahaan. Biasanya, perusahaan memanfaatkan penyedia jasa bonding dari vendor lain, kemudian kegiatan bisa dilaksanakan di tempat yang diinginkan. Kegiatan seperti ini sangat sering dilakukan di tempat-tempat outbond, jika Anda ingin memberikan nuansa berbeda.

Namun demikian, bonding tidak harus dilakukan di tempat seperti ini. Sekedar Anda turun ke kantor dan bertegur sama dengan karyawan, memberikan contoh kerja, membantu karyawan yang kesulitan, hal ini juga dapat meningkatkan ikatan antara perusahaan dan karyawan. Anda juga bisa memberikan arahan pada bagian supervisor, atau manajer bagian, untuk melakukan hal yang sama agar karyawan merasa dekat dengan atasannya.

Lingkungan Kerja Kondusif

Untuk poin ketiga dalam program retensi karyawan ini menjadi poin yang mungkin sedikit rumit untuk dibahas. Pasalnya, lingkungan kerja yang kondusif dipengaruhi oleh banyak faktor, baik faktor karyawan, sistem kerja, hingga keadaan fisik lingkungan kantor. Ketiga elemen ini harus dapat bersinergi demi terciptanya lingkungan kerja yang kondusif.

Anda harus memahami benar tipe karyawan yang bekerja dan nuansa apa yang ingin Anda terapkan. Misalnya untuk nuansa modern, kantor bisa dikondisikan seperti banyak perusahaan startup sekarang ini. Nuansa yang penuh warna, pakaian yang cenderung bebas, interaksi karyawan yang cair, serta pola komando yang tidak kaku namun tegas. Kembali pada apa yang ingin Anda terapkan, semua tergantung pada konsep yang Anda miliki.

Lingkungan kerja yang cocok dengan tipe karyawan akan memberikan rasa nyaman pada karyawan untuk berada di kantor dan bekerja. Rasa nyaman ini sendiri menjadi faktor besar untuk menurunkan tingkat turnover, sehingga karyawan akan lebih loyal pada perusahaan.

Kegiatan Di Luar Pekerjaan

Program lain yang bisa Anda lakukan adalah dengan kegiatan di luar pekerjaan. Misalnya dengan memfasilitasi passion karyawan dan memberikan ruang berekspresi yang diperlukannya. Pendataan passion bisa dilakukan ketika proses rekrutmen, sehingga karyawan yang memiliki passion sama bisa diberikan perlakuan yang serupa.

Ambil contoh ketika karyawan Anda hobi berolahraga, futsal misalnya. Adakan kegiatan futsal rutin internal perusahaan sekedar untuk melepas penat dan bersenang-senang. Kegiatan ini juga dapat meningkatkan ikatan antar karyawan yang ikut serta. Tidak perlu kemudian wajib bermain, namun momen berkumpulah yang menjadi poin utama. Meskipun sebenarnya bonding akan lebih cepat terjalin ketika karyawan Anda bisa berkegiatan bersama dengan kegiatan di luar pekerjaan seperti ini.

 

Kegiatan retensi yang dilakukan perusahaan tidak semata bertujuan untuk meningkatkan loyalitas karyawan dan mengurangi tingkat turnover saja. Di sisi lain dan dalam waktu bersamaan, kegiatan ini dapat meningkatkan kenyamanan karyawan dalam pekerjaannya dan memberikan output pada meningkatnya kinerja karyawan.

Retensi karyawan sendiri harus dilakukan dengan terukur dan cermat agar memberikan hasil yang diinginkan. Untuk membantu perencanaan dan penyediaan data, Anda bisa menggunakan Talenta. Layanan pengelolaan HR ini dapat membantu Anda memberikan data yang diperlukan guna menyusun program retensi, sehingga program yang nantinya dieksekusi bisa tepat sasaran. Segera gunakan Talenta dan manfaatkan juga berbagai fiturnya!

Apa yang bisa kami lakukan untuk Anda?

Miliki sistem HR tepercaya dengan mencoba Talenta sekarang! Ikuti 3 cara berikut tanpa rasa khawatir untuk mendapatkan sistem HR yang lebih mudah:

Jadwalkan Demo 1:1

Undang kami untuk datang ke kantor Anda dan berdiskusi lebih lanjut tentang Talenta.

Ikuti Demo

Ikuti Workshop Talenta

Datang dan bergabung di workshop untuk ketahui lebih lanjut tentang Talenta.

Daftar Workshop

Coba Demo Interaktif

Coba akun demo langsung dan temukan bagaimana Talenta dapat membantu Anda.

Coba Gratis
  • Indonesia
  • English
loading