Jenis Pekerjaan yang Tak Ikuti Aturan Jam Kerja 40 Jam/Minggu

Aturan jam kerja karyawan umumnya maksimal memenuhi kebutuhan akumulasi jam yaitu 40 jam/minggu.  Namun ada jenis pekerjaan yang tidak mengikuti ketentuan jam tersebut.

Jenis-jenis pekerjaan ini disebut dengan pekerjaan terus-menerus atau pekerjaan dimana jam operasionalnya dilakukan selama 24 jam.

Pekerjaan jenis ini biasanya diikuti oleh jenis pekerjaan yang sifatnya pelayanan atau yang berhubungan dengan kebutuhan pokok hajat makhluk hidup.

Sebelum itu, mari simak bagaimana aturan jam kerja yang berlaku di Indonesia dan apa saja jenis pekerjaan-pekerjaan tersebut sesuai dengan Undang-Undan Ketenagakerjaan.

Aturan Jam Kerja di Indonesia

Di Indonesia sendiri, aturan kerja diatur dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003 pada pasal 77 hingga pasal 85.

Aturan tersebut mewajibkan perusahaan untuk mengatur jam kerja karyawannya dengan menggunakan dua skema jam kerja.

Pertama, 7 jam kerja dalam 1 hari atau 40 jam kerja dalam 1 minggu untuk 6 hari kerja dalam 1 minggu dan yang kedua, 8 jam kerja dalam 1 hari atau 40 jam kerja dalam 1 minggu untuk 5 hari kerja dalam 1 minggu.

Nah, jika karyawan bekerja melebih waktu tersebut, maka karyawan dianggap bekerja lembur dan perusahaan wajib memberikan hak upah lembur.

Baca juga: Poin-Poin UU Omnibus Law Cipta Kerja yang Disahkan

Kapan Waktu Kerja Ideal?

Tidak ada aturan jelas kapan karyawan memulai dan mengakhiri pekerjaannya. Hal ini sesuai dengan kebijakan perusahaan melalui kesepakatan kontrak kerja, peraturan persamaan, dan perjanjian kerja bersama.

Namun yang jelas, perusahaan harus memenuhi kebutuhan jam kerja sesuai dengan perundang-undangan.

Di dalam Undang-Undang juga diatur bagaimana perusahaan seharusnya mengatur jam istirahat yaitu sekurang-kurangnya setengah jam dari 4 jam berturut-turut bekerja.

Sedangkan istirahat mingguan yaitu satu hari dalam enam hari kerja dan dua hari untuk lima hari kerja.

Jenis Pekerjaan yang Dikecualikan dari Aturan 40 Jam/Minggu

Aturan jam kerja 40 jam/minggu memiliki pengecualian untuk beberapa sektor dan jenis pekerjaan. Dalam penerapannya, pekerjaan ini disebut dengan pekerjaan yang dijalankan terus-menerus dan dibagi ke dalam shift kerja.

Hal ini juga mengacu pada Keputusan Menteri Ketenagakerjaan dan Transmigrasi No. 233 tentang jenis dan sifat pekerjaan yang dijalankan secara terus menerus, tanpa mengikuti ketentuan jam kerja yang tercantum pada UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan

Dimana keputusan itu berisi pengecualian ketentuan waktu kerja selama 40 jam/minggu bagi jenis dan sifat pekerjaan yang dijalankan secara terus menerus. Jenis-jenis pekerjaan yang diatur dalam payung hukum tersebut diantaranya:

  • Pekerjaan di bidang Pelayanan jasa kesehatan;
  • Pelayanan jasa transportasi;
  • Usaha pariwisata;
  • Jasa pos dan telekomunikasi;
  • Penyediaan tenaga listrik,
  • Jaringan pelayanan air bersih (PAM)
  • Penyediaan bahan bakar minyak dan gas bumi;
  • Usaha swalayan, pusat perbelanjaan, dan sejenisnya;
  • Media massa;
  • Pekerjaan bidang pengamanan;
  • Bidang lembaga konservasi;
  • Pekerjaan-pekerjaan yang apabila dihentikan akan mengganggu proses produksi, merusak bahan, dan termasuk pemeliharaan/perbaikan alat produksi.

Namun demikian, setiap kelebihan jam kerja yang dilakukan oleh buruh/pekerja dalam melaksanakan pekerjaan seperti yang disebutkan di atas, harus dihitung sebagai lembur yang harus dibayarkan.

Baca juga: Shift Kerja Karyawan: Cara Hitung dan Aturannya

Kelola dengan Software HRIS

Dalam mempermudah perusahaan mengelola aturan jam kerja, Anda bisa memanfaatkan teknologi software HRIS berbasis cloud.

Software HRIS adalah software yang berfungsi untuk mempermudah dalam pengelolaan informasi dan data HR. Jika sebelumnya dilakukan secara manual dan memakan waktu lama, software HRIS bisa memperingkas pekerjaan HR.

Dengan software HRIS, Anda bisa mengelola jam kerja karyawan secara real-time dan komprehensif sehingga akan sangat tidak mungkin terjadinya error dalam pengelolaan data jam kerja karyawan.

Anda bisa mengelola absensi & kehadiran karyawan secara real-time dan otomatis diolah ke dalam rekap absensi dengan aplikasi attendance management, yang nantinya juga terintegrasi langsung dengan aplikasi penggajian & pembayarn gaji karyawan. Sehingga Anda tidak perlu lagi melakukan rekonsiliasi data absensi dengan gaji yang memakan waktu lama.

Salah satu software HRIS yang telah dipercaya oleh banyak industri adalah Talenta. HR system & software Talenta juga sudah dilengkapi dengan ISO 27001 dan diawasi oleh KOMINFO. sehingga data perusahaan terjamin keamanannya.

Tertarik untuk mencoba Talenta? Isi formulir ini untuk jadwalkan demo Talenta dengan sales kami dan konsultasikan masalah HR Anda kepada kami!

Anda juga bisa coba gratis Talenta sekarang dengan klik gambar dibawah ini.

Coba Gratis Aplikasi HRIS Talenta Sekarang!

 


PUBLISHED21 Jan 2017
talenta
talenta


Kelola payroll & administrasi HR jadi lebih mudah, siap kembangkan bisnis lebih cepat

Jadwalkan Demo

Jadwalkan Demo

Jadwalkan demo & konsultasi langsung dengan Talenta

Jadwalkan Demo
Coba Demo Interaktif

Coba Demo Interaktif

Eksplorasi fitur Talenta untuk kebutuhan payroll & administrasi HR

Coba Sekarang
WhatsApp Hubungi sales