HR Planning 6 min read

Cara HRD Kelola Karyawan yang Bekerja dari Rumah

By Septina MuslimahPublished 30 Mar, 2023 Diperbarui 03 Januari 2024

Ingin mengetahui cara hrd kelola karyawan yang sedang WFH agar kinerjanya tetap baik? Simak artikel dari Talenta berikut ini.

Saat ini, banyak perusahaan yang sudah harus mengimplementasikan cara kerja work from home (WFH) setelah adanya penyebaran virus corona di Indonesia sejak bulan Februari lalu.

Pemerintah sudah mengimbau perusahaan untuk melarang pertemuan publik, pekerja yang boleh meninggalkan rumah dan pergi kantor adalah pekerja yang benar-benar diperlukan.

Secara tidak langsung, ini membuat perusahaan juga terus beradaptasi dengan perubahan yang terjadi.

Salah satu bagian perusahaan yang harus terus beradaptasi terutama dengan adanya cara kerja WFH yaitu HRD.

Pekerja yang bekerja dari rumah membuat tantangan dan kesulitan tersendiri bagi HRD untuk terus memantau dan mengetahui bagaimana cara kelola kinerja karyawan.

Berbeda halnya dengan pekerja yang berada di kantor, HRD dapat terus memantau secara langsung kinerja karyawan perusahaan.

Berikut beberapa cara agar HRD mengetahui karyawan yang berkinerja memburuk setelah adanya WFH.

1. Memeriksa Kehadiran

6 Fitur Aplikasi Absensi Android yang Harus Dimiliki Perusahaan Anda

Meskipun kehadiran bukan merupakan faktor utama dalam penilaian kinerja karyawan.

Tetapi, karyawan yang absen di pagi hari tentu akan berbeda dengan karyawan yang baru absen 2-3 jam setelah waktu yang sudah ditentukan.

Ketika Anda sebagai HRD ingin mengetahui bagaimana kinerja karyawan di perusahaan, periksalah selama satu minggu karyawan mana yang selalu terlambat absen di pagi hari.

Anda juga dapat memeriksa karyawan yang lupa absen di sore hari. Seorang karyawan yang selalu absen di sore hari, berarti memang dalam kondisi bahwa karyawan tersebut memang bekerja selama seharian.

Berbeda halnya dengan karyawan yang lupa absen di sore hari, ada kemungkinan bahwa karyawan tersebut mengerjakan hal lain di luar pekerjaan sehingga melupakan juga kewajibannya dalam memeriksa kehadiran.

Baca Juga: Work From Office (WFO) Vs Work From Home (WFH), Pilih Mana?

2. Letakkan Tanggung Jawab pada Hasil Kerja

Seperti sudah dikatakan sebelumnya bahwa kehadiran bukan merupakan faktor utama karena tidak semua karyawan harus bekerja pada waktu yang telah ditentukan.

Cara pertama tadi akan berhasil pada karyawan yang misalnya bekerja sebagai sales, telemarketing, business development dan sebagainya. Sayangnya, masih banyak pekerjaan yang bisa dilakukan dengan cara fleksibel.

Untuk jenis pekerjaan fleksibel, Anda dapat memeriksa kinerja karyawan pada hasil atau output yang dihasilkan.

Anda dapat memberi tugas karyawan menggunakan sebuah aplikasi bisnis, sehingga ketika karyawan tersebut menceklis atau mencentang pada aplikasi tersebut setelah menyelesaikan pekerjaannya.

Perusahaan juga harus realistis. Karena ketika pekerja dipaksa bekerja dari rumah karena satu dan lain hal.

Perusahaan harus menyerahkan tanggung jawab dan kendali sepenuhnya kepada karyawan untuk menyelesaikan setiap pekerjaan karena dengan bekerja dari rumah, pasti ada hal lain yang harus diurus karyawan.

Baca Juga: Cara Mengelola Karyawan Kerja Remote yang Efektif

3. Percayakan Sepenuhnya pada Karyawan

Ilustrasi Work From Home

Anda tidak boleh terlalu memaksakan mereka untuk terus melapor pada Anda setiap detik, setiap menit dan setiap jam atas apa yang mereka lakukan.

Ini justru akhirnya dapat saja mengganggu kinerja karyawan ketika bekerja dari rumah.

Ketika mereka sudah hadir, mereka sudah menyelesaikan pekerjaan mereka di satu platform, jangan paksakan mereka untuk menambahkan laporan pada platform atau dokumen lain yang hanya menambah pekerjaan mereka.

Jika Anda tidak mempercayai karyawan Anda untuk bekerja dari rumah, Anda semestinya tidak mempekerjakan mereka.

Jika memang sudah ada bukti bahwa pekerjaan mereka selama WFH memburuk atau menurun, Anda dapat menghubungi karyawan tersebut dan berusaha bersudut pandang yang lebih mendukung daripada menuduhnya.

Baca Juga: 4 Cara Terbaik Bekerjasama Dengan Karyawan Milenial

4. Kelola Karyawan yang Bekerja dari Rumah Gunakan Teknologi Software HRD Mekari Talenta

Untuk itu, Anda sebagai HRD perlu untuk menggunakan software yang sudah mencakup berbagai hal di atas agar mengetahui cara kelola karyawan Anda yang bekerja dari rumah secara cepat, mudah dan tepat.

Ini juga akan berlaku pada karyawan Anda.

Mereka akan memiliki hanya satu aplikasi yang dapat digunakan untuk absensi hingga melaporkan hasil pekerjaan mereka.

Saat ini, sebagai penyedia HRIS, Mekari Talenta menyediakan yang Anda butuhkan.

Program ini merupakan serangkaian kampanye sebagai bentuk dukungan kami untuk menciptakan iklim bisnis yang tetap produktif meskipun sedang berada di tengah krisis dengan memaksimalkan penggunaan teknologi HRIS.

Tertarik untuk mencoba software payroll Indonesia dari Mekari Talenta?

Isi formulir ini untuk jadwalkan demo Mekari Talenta dengan sales kami dan konsultasikan masalah HR Anda kepada kami!

Anda juga bisa coba gratis Mekari Talenta sekarang dengan klik gambar di bawah ini.

Coba Gratis Aplikasi HRIS Talenta Sekarang!

5. Menunjukkan Sikap Baik Sejak Wawancara Awal Dengan Karyawan

Pertama-tama, penting bagi HRD untuk menunjukkan sikap baik dan ramah sejak awal proses rekrutmen, terutama saat melakukan wawancara dengan calon karyawan.

Cara Anda mengajukan pertanyaan, cara Anda menjelaskan peraturan perusahaan, dan gaya komunikasi Anda selama wawancara adalah hal-hal yang akan memberikan kesan pertama kepada calon karyawan tentang budaya perusahaan.

Wawancara bukan hanya tentang menilai apakah calon karyawan memiliki keterampilan dan pengalaman yang sesuai dengan pekerjaan yang ditawarkan, tetapi juga untuk menilai apakah mereka cocok dengan budaya dan nilai-nilai perusahaan.

Jika HRD menunjukkan sikap baik, ramah, dan mendukung sejak awal, calon karyawan akan lebih cenderung merasa diterima dan dihargai, bahkan sebelum mereka mulai bekerja.

Baca Juga: Cari Tren rekrutmen HR Terbaru, Perhatikan Fenomena Ini!

6. Menciptakan dan Membangun Lingkungan Kerja yang Nyaman

Membangun lingkungan kerja yang nyaman adalah langkah penting dalam mengelola karyawan agar betah.

Lingkungan kerja yang nyaman menciptakan suasana yang kondusif untuk produktivitas dan kreativitas.

Untuk menciptakan lingkungan seperti ini, HRD dapat melakukan beberapa tindakan:

  • Mengembangkan Kebijakan yang Mendukung Karyawan: HRD dapat merancang kebijakan perusahaan yang memberikan manfaat dan kenyamanan kepada karyawan, seperti fleksibilitas waktu kerja, program kesejahteraan karyawan, atau rencana pensiun yang baik.
  • Mengutamakan Keseimbangan Kerja-Hidup: HRD juga dapat berperan dalam memastikan keseimbangan kerja-hidup yang sehat bagi karyawan. Ini bisa mencakup pengaturan jam kerja yang fleksibel, cuti yang cukup, atau dukungan untuk pekerja jarak jauh.
  • Menciptakan Ruang Kerja yang Menyenangkan: Fasilitas fisik di tempat kerja juga berperan penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang nyaman. HRD dapat berkolaborasi dengan manajemen fasilitas untuk memastikan bahwa ruang kerja fisik adalah tempat yang bersih, teratur, dan nyaman untuk bekerja.

Baca Juga: Dear HR, Ini Cara Atasi Karyawan yang Jenuh dalam Pekerjaan

7. Membangun Image HRD yang Ramah

Kesan pertama tentang perusahaan seringkali dipengaruhi oleh bagaimana HRD berinteraksi dengan karyawan.

Penting bagi HRD untuk membangun imej yang ramah dan mendukung. I

ni berarti tidak hanya fokus pada pemberian aturan dan peraturan, tetapi juga menciptakan ikatan antara HRD dan karyawan.

HRD harus berperan sebagai mediator yang mendukung, bukan sebagai otoritas yang keras dan tidak dapat diakses.

Ini menciptakan hubungan yang lebih baik antara karyawan dan departemen HRD, yang pada gilirannya dapat membantu dalam mengatasi masalah atau konflik yang mungkin timbul.

Baca Juga: Pengertian dan Manfaat Talent Management

8. Memberikan Apresiasi kepada Karyawan Yang Berprestasi

Penting bagi HRD untuk mengakui dan menghargai kontribusi karyawan dalam perusahaan.

Ada berbagai cara untuk memberikan apresiasi kepada karyawan, seperti:

  • Program Penghargaan: HRD dapat merancang program penghargaan yang mengakui pencapaian dan kontribusi karyawan, baik dalam bentuk penghargaan kecil seperti sertifikat atau penghargaan finansial.
  • Ucapan Terima Kasih Pribadi: Terkadang, ucapan terima kasih pribadi dari atasan atau HRD dapat memiliki dampak yang besar. Ini dapat dilakukan melalui email, surat, atau bahkan pertemuan tatap muka.
  • Peningkatan Karir: Memberikan peluang bagi karyawan untuk mengembangkan karir mereka di dalam perusahaan dapat menjadi bentuk apresiasi yang kuat. Ini bisa mencakup pelatihan, pengembangan keterampilan, atau promosi.

Dengan memberikan apresiasi kepada karyawan, HRD dapat memotivasi mereka untuk terus berkinerja tinggi dan merasa dihargai dalam perusahaan.

9. Menjaga Kerahasiaan dan Kepercayaan Karyawan

Salah satu faktor penting dalam menjaga karyawan betah adalah menjaga kerahasiaan dan kepercayaan mereka.

Karyawan seringkali berbicara tentang masalah pribadi atau profesional mereka kepada HRD, dan penting untuk menjaga kerahasiaan informasi ini.

HRD harus berkomitmen untuk tidak mengungkapkan informasi pribadi atau profesional karyawan kepada pihak lain tanpa izin mereka.

Ini menciptakan lingkungan di mana karyawan merasa nyaman untuk berbicara dengan HRD tentang masalah mereka tanpa takut informasi tersebut akan tersebar.

10. HRD Menjadi Penghubung Karyawan dengan Perusahaan

HRD dapat berperan sebagai penghubung antara karyawan dan perusahaan.

Ini berarti menyampaikan keluhan, masukan, atau kebutuhan karyawan kepada manajemen atau pimpinan perusahaan.

Dalam peran ini, HRD harus memastikan bahwa pesan dari karyawan disampaikan dengan jelas dan tepat sasaran.

Ini menciptakan saluran komunikasi yang efektif antara karyawan dan perusahaan, yang dapat membantu dalam menyelesaikan masalah dan meningkatkan kepuasan karyawan.

Septina Muslimah