HR Planning 5 min read

7 Cara yang Bisa Dilakukan HR untuk Optimalkan Karir Karyawan

By Ervina LutfiPublished 19 Mar, 2023 Diperbarui 02 Januari 2024

Selama ini banyak yang menganggap fungsi HRD di perusahaan hanya sebatas pada rekrutmen. Pihak HR juga lebih sering dihindari karena teguran-teguran yang diberikannya saat Anda melakukan kesalahan yang merugikan perusahaan. Padahal, HR juga memberikan beberapa bantuan untuk mengoptimalkan karir karyawan.

Mereka mungkin tidak memahami bidang kerja Anda seluruhnya.

Namun, pekerjaan mereka adalah untuk menunjang kinerja Anda sehingga kelangsungan perusahaan tidak terganggu.

HR akan melakukan beberapa hal untuk membantu mengoptimalkan karir karyawan. Apa saja? Anda bisa menyimak uraiannya di bawah ini.

1. Membantu merencakan karir karyawan

Salah satu penyebab mengapa karir seorang karyawan terhambat adalah karena ia tidak tahu apa yang harus dilakukan di masa mendatang.

Ia tidak memiliki perencanaan yang jelas terhadap perannya dalam perusahaan. Nah, HR dapat membantu apabila Anda berhadapan dengan situasi yang demikian.

Anda mungkin mengira bahwa HR hanya akan fokus pada upaya untuk mengembangkan perusahaan dan mengabaikan jalur karir (career path) karyawannya.

Anggapan tersebut salah karena pengembangan karyawan tidak akan terjadi tanpa adanya karyawan yang berkembang juga.

Oleh karena itu, jalur karir Anda juga akan menjadi perhatian HR.

Konsultasikan pada HR bagaimana jalur karir yang ingin Anda ambil.

Apabila belum ada, coba tanyakan apa yang kira-kira cocok untuk Anda.

Mereka akan membantu dengan menganalisis kelemahan dan kelebihan Anda.

Setelah itu, biasanya mereka akan menentukan mana jalur karir yang tepat untuk karyawan.

2. Performance rating cross-checking

Perusahaan Anda mungkin melakukan performance rating setiap bulannya untuk mengevaluasi performa selama bekerja.

Sistem penilaian ini akan dilakukan oleh HR berdasarkan data dari manajer Anda.

Namun, ada kalanya hasil dari performance rating justru tidak sesuai dengan perkiraan Anda sendiri.

Lalu, apa yang harus dilakukan jika hal ini terjadi?

Cobalah untuk bertanya pada HR tentang hal ini.

Biasanya, mereka akan melakukan cross-check pada review terbaru dengan penilaian dari rekan kerja Anda.

Pastikan untuk menyertakan beberapa bukti pendukung sehingga laporan Anda tidak dianggap sebagai sebuah keluhan tak berdasar saja.

Apabila memang terbukti ada kekeliruan, pihak HR akan segera menindaklanjuti.

HR akan membantu untuk mengomunikasikan masalah ini dengan manajer Anda.

Mereka akan berperan sebagai pihak moderator sehingga permasalahan tersebut bisa cepat teratasi.

Selain itu, dengan adanya pihak ketiga yang menjadi penengah, masalah tersebut pun tidak akan membesar dan menimbulkan konflik lainnya.

Evaluasi karir karyawan dengan performance cross checking

3. Mengurai masalah personal yang memungkinkan bisa menghambat karir karyawan

Merasa karir Anda jalan di tempat? Mungkin hal in disebabkan oleh beberapa masalah pribadi.

Perusahaan Anda mungkin tidak memiliki layanan konsultasi kejiwaan atau kesehatan, tetapi mungkin HR bisa memberikan solusi.

Terlebih jika hal tersebut benar-benar mengganggu produktivitas dan engagement Anda.

Misalnya saja Anda mengalami kesulitan pada finansial.

Pihak HR jelas tidak akan memberikan bantuan dana, tetapi mereka akan membantu Anda untuk memecahkan masalah tersebut.

Salah satunya dengan mengarahkan Anda untuk mengambil kredit karyawan.

Apabila perusahaan Anda memiliki pendampingan karyawan, HR akan mengarahkan pada program ini.

Namun, perlu diingat, HR bukanlah penasihat spiritual atau psikiater pribadi.

Meskipun mereka mampu menawarkan beberapa solusi, mereka juga harus menangani seluruh perusahaan.

Apabila masalah yang dialami terlalu pribadi, cobalah untuk bertemu pada pihak profesional yang memang memahami masalah tersebut dengan baik.

Fungsi HR sering kali disalahpahami, padahal HR juga bisa membantu untuk mengembangkan karir karyawan.

Dengan cara-cara di atas, mereka akan mengoptimalkan karir karyawan.

Jadi, perspektif bahwa fungsi HR di perusahaan hanya terbatas pada rekrutmen perlu diluruskan.

Bagaimana pun juga, mereka berperan untuk membantu kesuksesan perusahaan dan setiap elemen di dalamnya.

Baca Juga: Dear HR, Ini Cara Atasi Karyawan yang Jenuh dalam Pekerjaan

4. Pastikan kejelasan tentang gaji dan tunjangan karyawan agar mereka tida demotivasi

Kesejahteraan karyawan merupakan salah satu hal penting yang harus diutamakan oleh perusahaan.

Salah satu aspek yang paling menonjol dalam kesejahteraan ini adalah gaji dan tunjangan yang diberikan kepada karyawan.

Kejelasan dalam hal ini sangatlah vital, karena dapat memberikan rasa aman dan tenang bagi para karyawan.

Dengan memberikan kejelasan mengenai gaji dan tunjangan, karyawan tidak perlu khawatir atau merasa bingung tentang besaran penghasilan mereka.

Mereka tahu dengan pasti berapa gaji yang akan diterima setiap bulannya dan apa saja tunjangan yang mereka peroleh.

Hal ini membantu menciptakan rasa adil dan transparansi dalam hubungan antara perusahaan dan karyawan.

Untuk lebih memudahkan manajemen gaji dan tunjangan, perusahaan dapat menggunakan aplikasi payroll Mekari Talenta.

Aplikasi ini menyediakan fitur-fitur lengkap untuk mengelola gaji, tunjangan, dan aspek penggajian lainnya.

Dengan menggunakan aplikasi ini, proses penggajian menjadi lebih efisien dan akurat, serta mengurangi risiko kesalahan manusia.

Dalam era digital saat ini, pemanfaatan teknologi seperti Mekari Talenta menjadi semakin penting.

Dengan aplikasi ini, perusahaan dapat memberikan layanan yang lebih baik kepada karyawan, meningkatkan efisiensi operasional, dan meningkatkan kepuasan karyawan.

Kejelasan gaji dan tunjangan menjadi lebih mudah diakses dan dipahami oleh semua pihak, menciptakan lingkungan kerja yang lebih harmonis dan produktif.

Baca Juga: Sistem HRIS: Manfaat dan Pentingnya bagi Perusahaan

5. Terapkan program pelatihan dan pengembangan karyawan secara rutin untuk tingkatkan karir karyawan

Mengembangkan karyawan merupakan fondasi penting dalam mencapai kesuksesan perusahaan.

Oleh karena itu, penting bagi departemen HRD untuk menerapkan program pelatihan dan pengembangan karyawan secara rutin dan efektif.

Program ini bertujuan untuk mempersiapkan karyawan menghadapi berbagai tantangan yang muncul dalam pekerjaan mereka.

Dengan mengidentifikasi kebutuhan pengembangan dari hasil evaluasi kinerja, HR dapat memilih program yang tepat untuk meningkatkan kompetensi karyawan.

Pelatihan dapat berfokus pada pengembangan soft skill, seperti komunikasi, kepemimpinan, dan manajemen waktu, serta hard skill, seperti pemahaman teknologi terkini atau peningkatan pengetahuan industri.

Selain itu, mengundang pembicara dari luar dan memberikan kesempatan mentoring oleh karyawan berpengalaman adalah cara yang efektif untuk memberikan wawasan baru.

Selain dari perspektif karyawan, program pengembangan ini juga berdampak positif pada produktivitas perusahaan secara keseluruhan.

Karyawan yang merasa didukung dan memiliki kesempatan untuk berkembang cenderung lebih berdedikasi dan berkontribusi secara maksimal.

Pengembangan karyawan adalah investasi jangka panjang bagi perusahaan, dan program rutin ini akan membantu menciptakan tim yang lebih kompeten, inovatif, dan siap menghadapi perubahan yang terjadi di lingkungan bisnis.

Dengan memprioritaskan pengembangan SDM, perusahaan dapat menjaga daya saingnya, membangun budaya kerja yang positif, dan mencapai keunggulan kompetitif.

6. Buat program reward and punishment yang adil

Menerapkan sistem reward and punishment dalam pengelolaan karyawan adalah langkah yang penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang adil dan seimbang.

Karyawan tentunya merasa senang dan dihargai ketika usahanya diapresiasi oleh perusahaan, seperti melalui pemberian bonus atau pengakuan atas prestasi yang telah diraih.

Namun, penting juga untuk memiliki mekanisme sanksi bagi karyawan yang melanggar aturan atau melakukan kesalahan.

Sanksi ini harus disesuaikan dengan beratnya pelanggaran yang dilakukan, dan efeknya terhadap karir karyawan.

Beberapa tindakan yang dapat diambil termasuk memberikan surat peringatan, pemotongan gaji, atau bahkan pemecatan jika kesalahan yang dilakukan sudah fatal dan berulang kali.

Penerapan reward and punishment ini harus sesuai dengan kebijakan dan aturan perusahaan yang telah ditetapkan.

Ketika karyawan menyadari bahwa ada konsekuensi nyata atas tindakan mereka, hal ini akan mendorong mereka untuk lebih bertanggung jawab dan berusaha bekerja sebaik mungkin.

Penting untuk menciptakan keseimbangan antara reward dan punishment agar karyawan merasa termotivasi untuk berprestasi dan tetap patuh pada aturan yang berlaku.

Dengan adanya sistem yang transparan dan adil, perusahaan dapat membangun budaya kerja yang produktif, profesional, dan berintegritas tinggi.

Dalam jangka panjang, hal ini akan berdampak positif pada kinerja perusahaan dan menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan berkesinambungan.

Baca Juga: Pengertian dan Manfaat Talent Management

7. Gunakan metode komunikasi yang terbuka antara karyawan, HRD dan perusahaan

Membangun sistem komunikasi yang terbuka adalah fondasi penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang berdaya saing dan membangun keterlibatan karyawan yang tinggi.

Dalam era kerja yang dinamis ini, keterbukaan dalam berkomunikasi menjadi kunci untuk memastikan seluruh karyawan merasa dihargai dan menjadi bagian integral dari kesuksesan perusahaan.

Keterbukaan komunikasi perusahaan kepada karyawan adalah tentang berbagi visi, misi, dan strategi perusahaan dengan transparan.

Ketika karyawan memahami tujuan perusahaan, mereka akan merasa memiliki makna dalam setiap tindakan yang mereka lakukan dan mampu berkontribusi secara maksimal.

Sebaliknya, memberikan ruang bagi karyawan untuk berbicara dan berkomunikasi dengan manajemen adalah kesempatan bagi mereka untuk menyampaikan ide, masukan, dan perasaan mereka.

Dengan mendengarkan dan merespons aspirasi karyawan, perusahaan bisa menciptakan budaya kerja yang inklusif dan menghargai perbedaan.

Selain itu, kolaborasi antar-departemen juga penting untuk menghasilkan inovasi dan solusi terbaik.

Dengan memberi ruang bagi karyawan untuk berkolaborasi dan berbagi pengetahuan, tim akan menjadi lebih efisien, produktif, dan kreatif dalam menangani tantangan bisnis.

Menerapkan sistem komunikasi yang terbuka bukan hanya sekedar formalitas, tetapi merupakan komitmen untuk membangun budaya kerja yang inklusif dan saling mendukung.

Dalam lingkungan kerja yang saling percaya dan terbuka, karyawan akan merasa lebih termotivasi, produktif, dan bahagia.

Hal ini akan menciptakan keuntungan bagi perusahaan, dengan karyawan yang loyal, berdedikasi, dan siap menghadapi perubahan dengan semangat tinggi.

Baca Juga: 8 Manfaat Nyata Menyediakan Makan Siang Bagi Karyawan

Image
Ervina Lutfi
Kontributor yang rutin memproduksi tulisan seputar HR dan bisnis, dengan pembahasan teliti, terstruktur, dan mudah dipahami.