Lingkungan kerja yang sempurna mungkin masih dapat diartikan menggunakan spektrum yang luas. Definisi fisik lingkungan kerja, budaya perusahaan, nilai utama perusahaan, interaksi antar manusia didalamnya, serta sistem yang digunakan untuk operasional perusahaan, semua memiliki peranan penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang sempurna.

Namun, apakah benar semua faktor ini harus dieksekusi hingga pada titik maksimal untuk mendapatkan lingkungan dan nuansa kerja yang sempurna? Tidak sedikit perusahaan yang berupaya keras menciptakan lingkungan kondusif agar perusahaan dan SDM yang dimilikinya dapat berkembang, namun mengalami kegagalan di tengah proses. Apa penyebabnya?

 

Itulah beberapa masalah dan solusi yang bisa Anda lakukan untuk menciptakan lingkungan kerja yang baik dan nyaman bagi karyawan. Lalu bagaimana cara lengkapnya? Dan kenapa hal ini harus dilakukan? Di bawah ini TALENTA akan menjelaskan secara detail masalah dan solusi di atas.

 

Pekerjaan Tanpa Makna

Tidak sedikit karyawan yang bekerja hanya untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Pekerjaan menjadi rutinitas guna mendapatkan gaji pada setiap bulan sehingga kehidupan dapat tetap berlangsung. Ini yang menyebabkan perusahaan gagal berkembang, karena tidak ada gairah yang masuk dalam pekerjaan yang dilakukan.

Untuk menciptakan lingkungan kerja yang baik, berikanlah makna pada pekerjaan yang dilakukan setiap staf di perusahaan Anda.

 

‘Produktivitas karyawan akan meningkat ketika mereka memahami bahwa kinerja yang mereka berikan dapat berpengaruh baik pada karyawan lainnya.’ Profesor Adam Grant 

 

 

Ketika pekerjaan yang dilakukan memiliki pengaruh pada apa yang dicapai perusahaan dan karyawan dapat melihat hal ini, maka karyawan akan merasa ‘melakukan sesuatu yang berarti’. hal ini memiliki efek positif pada kinerja yang diberikan oleh karyawan kepada perusahaan.

 

Tidak Adanya Rasa Saling Percaya

Rasa percaya, baik antara karyawan dan karyawan atau karyawan dan perusahaan dan sebaliknya, turut mempengaruhi iklim yang tercipta di perusahaan Anda. Hubungan kerja yang baik tentu didasari rasa saling percaya pada setiap pihak, sehingga setiap pihak bisa melaksanakan pekerjaannya dengan tenang. Keterbukaan juga jadi salah satu faktor dalam hal ini.

Dalam satu penelitian yang dilakukan oleh The Blanchard Research, menyatakan bahwa sebanyak 45% karyawan mengungkapkan ketidak percayaannya pada atasan menjadi faktor terbesar yang memengaruhi kinerja setiap hari. Angka ini terbilang masif, bahwa hampir setengah dari jumlah orang yang menjadi responden menyatakan demikian. Jika kepercayaan dan keterbukaan bisa didapatkan, angkanya tentu tidak akan sebesar itu bukan?

 

Kurangnya Apresiasi

Persoalan mengenai apresiasi terhadap karyawan berkualitas selalu menjadi masalah untuk mendapatkan lingkungan kerja yang sempurna. Mungkin saja perusahaan Anda telah memberikan sejumlah bonus. Namun jika bonus ini bersifat stagnan, lalu apa yang bisa menjadi motivasi bagi karyawan tersebut untuk tetap mempertahankan kualitas kerjanya?

Society for Human Resource Management (SHRM) menemukan bahwa perusahaan hanya membedakan apresiasi sebesar 20% untuk karyawan yang bekerja dengan rata-rata dan karyawan dengan kualitas kerja terbaik. Tentu ini jadi persoalan, jika karyawan berkualitas tidak ada yang merasa mendapat cukup apresiasi, apa yang akan terjadi pada kondisi perusahaan Anda kedepan?

Karyawan berkualitas memegang peranan penting untuk membentuk lingkungan kerja yang kompetitif dan bersinergi. Tanpa ‘cambukan’ dari performa luar biasa yang ditunjukkan karyawan ini, maka karyawan lain tidak akan memiliki motivasi lebih untuk bekerja lebih keras.

 

Kurangnya Dorongan Eksternal

Karyawan baru yang tergabung dalam perusahaan perlu mendapat stimulus agar dapat bekerja efektif dengan cepat. Mulai dari korespondensi yang intens, pemberian target harian hingga obrolan dan konsultasi terkait pekerjaan harus diberikan oleh perusahaan. Tujuannya satu, agar karyawan baru memiliki dorongan yang dibutuhkan untuk bekerja efektif secepat mungkin.

Laszlo Bock, mantan Senior Vice President of People Operation di Google mengungkapkan,

‘If you give these small interventions-these nudges, these checklist- it does make difference.’

Ungkapan ini didasarkan pada temuannya yang menunjukkan bahwa karyawan baru setidaknya memerlukan waktu hingga 9 bulan sebelum dapat bekerja efektif. Ya, 9 bulan, betapa lamanya waktu yang diperlukan karyawan tersebut bukan? Namun setelah melakukan beberapa hal, kembali diungkapkan oleh Bock, mereka dapat mempercepat proses ini.

Hal yang dimaksudnya adalah bertemu dengan banyak orang, lebih sering mengajukan pertanyaan, perangkat komputer yang berfungsi penuh dan korespondensi antar karyawan yang terjalin dengan baik. Dorongan ini membuat karyawan dapat beradaptasi lebih cepat, dan menciptakan lingkungan kerja yang jauh lebih baik daripada sebelumnya.

 

Kantor yang Serba Manual

Di zaman yang serba canggih seperti sekarang ini, sistem kerja manual mungkin tidak lagi relevan. Sama halnya dengan pengelolaan dan administrasi, karyawan mungkin saja tidak lagi memiliki waktu untuk mengurus berbagai hal terkait administrasi dirinya karena kantor telah memfokuskan semua waktu karyawan untuk meningkatkan produktivitas.

Lalu apa solusinya? Paling jelas dan mudah dilakukan adalah otomatisasi setiap proses administrasi. Mengapa perlu? Karena dengan penerapan otomatisasi ini, banyak waktu untuk urusan administrasi akan terpangkas sehingga karyawan memiliki lebih banyak waktu untuk bekerja atau mengoptimalkan kinerjanya.

Bayangkan jika karyawan yang tengah sibuk harus mengurus perhitungan payroll bulanan untuk melakukan pencocokan, atau karyawan yang sedang di luar kota harus kembali ke kantor, hanya untuk sekedar melakukan absen, tidak masuk akal bukan? Dengan menggunakan layanan pengelolaan HR otomatis berbasis cloud, semua bisa diselesaikan melalui aplikasi yang ada di smartphone masing-masing karyawan yang terintegrasi dengan database perusahaan.

Jika dilihat pada konteks kekinian, pembentukan lingkungan kerja juga sangat dipengaruhi oleh teknologi pengelolaan SDM yang digunakan. Untuk permasalahan yang diungkapkan di atas, dengan pemilihan teknologi pengelolaan yang tepat maka akan dapat sangat terbantu. Katakanlah untuk poin pertama, dengan memanfaatkan teknologi yang tepat, Anda bisa memberikan nilai lebih untuk pekerjaan yang dilakukan karyawan dengan memberikan gelar atau nama unik yang dapat dengan mudah dikenali oleh orang lain. Demikian pula pada poin selanjutnya, banyak sekali yang bisa Anda manfaatkan dari teknologi pengelolaan HR yang kini tersedia.

Tentu saja pemilihan teknologi yang tepat jadi kunci utama. Talenta, dalam hal ini, telah menyediakan beragam fitur yang dapat membantu Anda menciptakan lingkungan kerja yang baik, bahkan mungkin sempurna. Dengan fitur yang dapat membantu Anda menyelesaikan permasalah di atas, Talenta akan menjadi pilihan yang sangat tepat untuk ‘membentuk’ perusahaan Anda menjadi tempat kerja yang dapat membuat karyawan merasa nyaman.

Apa yang bisa kami lakukan untuk Anda?

Miliki sistem HR tepercaya dengan mencoba Talenta sekarang! Ikuti 3 cara berikut tanpa rasa khawatir untuk mendapatkan sistem HR yang lebih mudah:

Jadwalkan Demo 1:1

Undang kami untuk datang ke kantor Anda dan berdiskusi lebih lanjut tentang Talenta.

Ikuti Demo

Ikuti Workshop Talenta

Datang dan bergabung di workshop untuk ketahui lebih lanjut tentang Talenta.

Daftar Workshop

Coba Demo Interaktif

Coba akun demo langsung dan temukan bagaimana Talenta dapat membantu Anda.

Coba Gratis
loading
Tunggu! Talenta punya ebook buat kamu!

Dapatkan ebook "Panduan mudah menghitung gaji sesuai jenis karyawan"

Suka dengan artikelnya?Dapatkan artikel HR premium langsung di email Anda!

Jadilah orang pertama yang akan mendapatkan artikel premium mulai dari study case, infographic, ebook, hingga white paper.