-
Key Result Area (KRA) adalah matriks yang digunakan untuk memastikan peran kerja dan area tanggung jawab karyawan selaras dengan tujuan bisnis perusahaan.
-
Berbeda dengan KPI dan OKR, KRA berfokus pada area hasil utama dari suatu job role, bukan sekadar target operasional atau goal strategis jangka pendek.
Memastikan apakah karyawan bisa memenuhi ekspektasi bisnis adalah salah satu tugas HR. Key Result Area atau KRA jadi salah satu matriks yang digunakan.
Namun, KRA sendiri bukanlah matriks yang digunakan untuk mengukur aktivitas dan proses HR secara spesifik seperti absensi, turnover, atau employee net promoter score.
Lebih luas, KRA membantu memperjelas ekspektasi kinerja sehingga karyawan memahami prioritas kerja dan tujuan yang harus dicapai.
Bahkan, dikutip dari taggd, penerapan KRA yang jelas disebut mampu meningkatkan tingkat pencapaian tujuan hingga 30% serta menurunkan konflik terkait performa sekitar 25%, karena peran dan tanggung jawab menjadi lebih transparan.
KRA digunakan untuk mengukur kinerja karyawan berdasarkan tujuan bisnis dan ekspektasi perusahaan, sekaligus membantu menciptakan keselarasan antara kontribusi individu dan strategi organisasi.
Lalu, apa yang membedakan KRA dan matriks lainnya? Menjawab hal tersebut, Mekari Talenta coba mengulas apa itu Key Result Area atau KRA melalui artikel ini.
Pengertian Key Result Area (KRA)
Key Result Area (KRA) adalah sebuah istilah yang mengacu pada seberapa efektif sebuah organisasi dalam mencapai tujuan bisnis perusahaan.
Seperti namanya, Key Result Area dinilai berdasarkan area kerja secara spesifik. Misalnya, area pemasaran, area sales, area operasional, atau area keuangan.
KRA sendiri juga menggambarkan apakah kinerja karyawan sudah sesuai dengan ekspektasi yang diatur oleh perusahaan berdasarkan job description dari peran mereka masing-masing.
Itu lah kenapa KRA jamak digunakan HR sebagai matriks terukur dan kuantitatif untuk memantau kinerja karyawan dan menentukan keputusan-keputusan strategis yang berkaitan dengan SDM perusahaan.
Perbedaan KRA, KPI, dan OKR
Secara terminologi, tidak sedikit para pelaku bisnis sering kali masih terkecoh dengan istilah Key Result Area (KRA), Key Performance Indicator (KPI), dan Objective Key Result (OKR).
Meski sama-sama sebuah matriks kinerja, ketiganya memiliki definisi yang berbeda.
KRA merupakan matriks yang mengukur serangkaian pekerjaan berdasarkan posisi dari area kerja tertentu berdasarkan strategi perusahaan. Misalnya, seorang manager HR adalah mampu menurunkan tingkat turnover karyawan.
Lain halnya dengan KRA, OKR adalah kerangka tujuan strategis yang harus dicapai dalam periode kerja tertentu.
Sementara KPI adalah indikator yang mengukur kinerja organisasi untuk mencapai tujuan strategis perusahaan.
Jika disederhanakan, KRA, KPI, dan OKR memiliki perbedaan sebagai berikut.
Baca juga: Apa Itu KPI Dashboard? Berikut Contoh dan Cara Membuatnya
| Perbedaan | KRA | OKR | KPI |
| Tujuan | Memastikan keberhasilan dan tanggung jawab area kerja tertentu | Menentukan tujuan atau goal strategis bisnis dalam periode kerja tertentu | Mengukur kinerja karyawan pada tahap operasional bisnis |
| Jangka waktu | Terus berlangsung selama area kerja itu ada | Jangka pendek, paling pendek per kuartal | Variatif, bisa jangka panjang seperti tahunan atau jangka pendek seperti bulanan atau harian |
| Pengukuran | Kinerja karyawan berdasarkan peran kerjanya (job role) | Tercapai atau tidaknya tujuan strategis tersebut yang dihitung secara kuantitatif | Kinerja karyawan secara spesifik |
| Fleksibilitas | Stabil selama tidak ada perubahan peran kerja | Berubah-ubah, tergantung strategi bisnis | Stabil, namun bisa berubah tergantung tujuan strategis yang ingin dicapai |
| Contoh | Menjaga website rank di Google untuk tetap di halaman pertama | Meningkatkan traffic untuk keyword A sebesar X% | Membuat 25 artikel SEO per bulan dengan keyword yang berkaitan dengan keyword X |
Perlu diketahui, setiap perusahaan memiliki KRA-nya sendiri tergantung dengan model organisasi dan industrinya. Sementara KPI dan OKR berbeda, ada perusahaan yang hanya menggunakan OKR atau sebaliknya.
Namun tidak jarang, perusahaan juga menggunakan OKR, KPI, dan KRA sekaligus. Hal ini karena ketiga sejatinya masih berada di payung yang sama namun memiliki fungsi yang berbeda.
Fungsi Key Result Area (KRA)
Sebagai matriks kinerja, Key Result Area (KRA) memiliki beberapa fungsi sebagai berikut.
Membantu HR dalam mendesain job description

KRA membantu HR dalam menentukan dan mendesain job description yang digunakan dalam proses rekrutmen.
Selain itu, melalui Key Result Area, HR bisa membuat asesmen yang sesuai dan memenuhi kualifikasi yang diinginkan perusahaan.
KRA juga membantu HR dalam mengalokasikan sumber daya yang tepat kepada masing-masing job role sesuai yang dibutuhkan perusahaan.
Melacak kinerja departemen dan individu
Melalui KRA, perusahaan bisa melacak dan mengidentifikasi kinerja departemen dan individu. Sejauh mana departemen dan karyawan memenuhi ekspektasi perusahaan.
Dengan melacak dan mengidentifikasi departemen dan individu, perusahaan juga bisa melihat potensi di dalam departemen.
Selain itu, perusahaan khususnya HR juga bisa memahami departemen atau karyawan mana yang membutuhkan pelatihan dan pengembangan SDM.
Membantu mengoptimalkan struktur organisasi
KRA juga membantu perusahaan khususnya HR untuk mengoptimasi struktur organisasi. Kira-kira departemen apa yang butuh intensifikasi, perbaikan, atau bahkan pengurangan. Dengan begitu, organisasi perusahaan jauh lebih efektif.
Meningkatkan motivasi dan produktivitas karyawan
Adanya Key Result Area (KRA) membantu departemen khususnya karyawan memahami peran atau tugas kerja dengan jelas.
KRA juga bisa membantu perusahaan untuk mendistribusi beban kerja kepada karyawan secara adil yang dapat mempengaruhi produktivitas karyawan.
Dengan adanya KRA pula, karyawan dapat mengetahui ukuran dan prioritas pekerjaan yang harus diselesaikan sehingga mereka jadi lebih memiliki motivasi kerja yang lebih baik
Baca juga: Tips Meningkatkan Disiplin Karyawan Perusahaan
Cara menentukan Key Result Area
Key Result Area yang baik harus didasari dan selaras dengan tujuan strategis perusahaan. Setelah itu, Anda bisa melakukan langkah-langkah berikut ini.
- Diskusi dengan berbagai pihak untuk menentukan kerangka KRA. Mulai dari manajer departemen, manajer menengah, dan C-level
- Melakukan analisis pekerjaan. Peran apa saja yang dibutuhkan, apa saja sumber daya yang dibutuhkan, dan ulas sumber daya dan peran kerja yang sudah ada
- Lakukan analisis SWOT. Apa yang menjadi faktor kesuksesan, ancaman, peluang, dan kelemahan yang dimiliki oleh organisasi perusahaan
- Tentukan KRA secara spesifik, terukur, dapat dieksekusi, dan memiliki jangka waktu atau dengan metode SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, and Time Bound)
- Sebelum melakukan finalisasi KRA, buat Key Performance Indicator (KPI) untuk setiap peran kerja yang dibutuhkan. KPI ini nantinya akan membantu manajer untuk mengukur keberhasilan KRA
- Setelah difinalisasi, integrasikan dan komunikasikan KRA ke pihak atau perangkat organisasi yang terlibat baik secara internal seperti manajer atau eksternal seperti stakeholder dan kandidat karyawan
- Lakukan monitor dan ulas secara berkala. Di tahap ini, Anda bisa melihat bagian apa yang perlu disesuaikan kembali. Mulai dari peran kerja, prioritas, hingga struktur organisasi
Perlu diingat, dalam melakukan evaluasi KRA ada 4 hal yang perlu diperhatikan oleh perusahaan yaitu keuangan, kepuasan pelanggan, persepsi pasar terhadap perusahaan atau produk Anda, dan terakhir produktivitas.
Contoh KRA bagi HR
Key Result Area (KRA) pada dasarnya dapat membantu HR dalam menilai kinerja seluruh organisasi perusahaan. Tak terkecuali departemen HR itu sendiri.
Lalu, bagaimana contoh KRA di dalam ruang lingkup HR? Sebagai panduan, berikut contoh KRA bagi HR.
| KRA | Capaian |
| Meningkatkan rasio engagement karyawan dan menurunkan rasio turnover karyawan |
|
| Meningkatkan pengalaman proses rekrutmen karyawan |
|
| Meningkatkan skill set dan kompetensi karyawan |
|
Optimalkan Implementasi KRA dengan Sistem Performance Management Terintegrasi
Key Result Area (KRA) memang terlihat sederhana. Namun jika diibaratkan sebagai anggota tubuh, KRA adalah nadi yang menjaga arah dan aliran kinerja organisasi tetap selaras dengan tujuan bisnis.
Tanpa KRA, organisasi mungkin tetap berjalan, tetapi sulit mencapai hasil yang optimal karena tidak memiliki fokus dan prioritas yang jelas.
Meski begitu, KRA juga tidak dapat berdiri sendiri. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, KRA perlu didukung matriks lain seperti KPI maupun OKR agar pengukuran kinerja menjadi lebih terarah dan terukur.
Agar implementasinya lebih efektif, pengelolaan KRA sebaiknya terintegrasi dengan aplikasi penilaian kinerja karyawan yang mampu memantau performa secara menyeluruh dan berbasis data.
Sebagai bagian dari ekosistem software terintegrasi Mekari, Mekari Talenta menghadirkan sistem manajemen performa yang membantu perusahaan mengelola tujuan kerja, proses evaluasi, hingga pengembangan karyawan dalam satu platform.

Melalui Aplikasi Penilaian Kinerja Mekari Talenta, perusahaan dapat:
- Goal Management. Menyelaraskan OKR dan KPI individu maupun tim dengan tujuan bisnis, memantau progres secara realtime, serta memastikan setiap kontribusi berdampak pada hasil organisasi.
- Appraisal Management. Mengelola proses review dan feedback secara objektif dengan integrasi data absensi, payroll, probation, hingga insentif sehingga evaluasi berjalan lebih konsisten dan transparan.
- Talent Development. Mendukung pengembangan karir melalui Individual Development Plan dan succession plan agar peningkatan kompetensi karyawan lebih terarah.
- HR Performance Analytics. Memantau data kinerja, tren turnover, kedisiplinan, dan kompensasi dalam satu dashboard terintegrasi untuk membantu pengambilan keputusan berbasis data.
Dengan pendekatan otomatisasi dan analitik yang terpusat, Mekari Talenta membantu perusahaan membangun budaya kerja yang lebih transparan, adaptif, dan berorientasi pada hasil.
Hubungi sales Mekari Talenta untuk mengetahui bagaimana solusi ini dapat membantu mengoptimalkan manajemen kinerja karyawan di perusahaan Anda!

