Insight Talenta 5 min read

Insentif Adalah: Pengertian, Jenis, dan Tujuannya

By Mekari TalentaPublished 02 Jun, 2023 Diperbarui 20 Maret 2024

Pengaruh insentif terhadap karyawan sangat besar. Insentif atau imbalan adalah jenis komisi yang diberikan perusahaan kepada karyawannya, tidak seperti bonus, diberikan berdasarkan keuntungan bisnis, tetapi untuk kontribusi karyawan terhadap suatu tugas, baik yang menguntungkan maupun yang tidak menguntungkan, seperti pelatihan, penyelenggaraan acara perusahaan dan lain lain.

Uang insentif memiliki banyak manfaat, baik bagi karyawan maupun bagi perusahaan. Dengan itu, karyawan menjadi lebih termotivasi untuk menyelesaikan pekerjaan mereka, bahkan jika itu berada di luar deskripsi pekerjaan mereka.

Apa Itu Insentif?

tujuan insentif

Menurut KBBI, pengertian insentif adalah penghasilan di samping gaji yang diterima pegawai karena melakukan suatu tugas.

Ia juga merupakan suatu bentuk kompensasi dari perusahaan kepada tenaga kerja sebagai tambahan penghasilan atas gaji atau gaji bulanan sebagai imbalan atas kerja keras mereka dalam bekerja.

Perbedaan Insentif dan Bonus

Sekilas, insentif mirip dengan bonus karena keduanya merupakan dana kompensasi, namun ada beberapa perbedaan antara keduanya,

Tujuan pemberian insentif adalah untuk meningkatkan semangat kerja karyawan agar dapat mencapai tujuan sesuai dengan keinginan perusahaan, sedangkan bonus merupakan bagian dari keuntungan yang diperoleh.

Perbedaan berikutnya terletak pada cara perusahaan memberikan karyawannya.

Meskipun insentif diberikan untuk kinerja, tujuan pemberian kontrak atau nominalnya berbeda.

Jenis-Jenis Insentif Karyawan

Setiap perusahaan memiliki cara tersendiri dalam memberikan insentif, berikut beberapa jenisnya.

Insentif Finansial

Jenis insentif yang diberikan perusahaan dalam bentuk uang, baik digital maupun tunai.

Bonus kinerja diberikan di luar gaji. Karyawan biasanya menerimanya dengan slip gaji mereka.

Insentif Non-Finansial

Jenis insentif usaha yang berupa hal-hal selain uang, biasanya berupa perumahan, mobil, pendidikan, asuransi kesehatan, dana pensiun dan sejenisnya.

Insentif Sosial

Bentuk insentif yang jarang disadari oleh karyawan. Contohnya termasuk membangun hubungan yang lebih baik dengan rekan kerja, pemimpin perusahaan dan pelanggan.

Proses HR jadi lebih cepat dengan software HR terautomasi Mekari Talenta.

Tujuan Insentif Diberikan

Pada dasarnya, setiap perusahaan memiliki alasan tersendiri untuk membayar uang insentif kepada karyawannya.

Berikut tujuannya di bawah ini.

Karena Karyawan Telah Melakukan Sesuatu Di Luar Tugasnya

Alasan pertama perusahaan menawarkan insentif adalah karena pekerja melakukan sesuatu di luar tugasnya.

Sebagai aturan, karyawan dengan prestasi dan pencapaian yang melebihi tujuan perusahaan menerima bonus kinerja.

Hal ini dilakukan oleh perusahaan sebagai pengakuan atas hasil usahanya memberikan pelayanan terbaik dan paling menguntungkan bagi perusahaan.

Karyawan Mengikuti Kegiatan Pelatihan

Dalam rangka meningkatkan kapasitas karyawannya, perusahaan biasanya mengirimkan beberapa delegasi karyawan untuk mengikuti kursus-kursus pelatihan.

Karyawan Menjadi Perwakilan Bisnis di Suatu Acara

Tujuan lain dari pemberian dana insentif perusahaan adalah untuk kompensasi, karena karyawan menjadi perwakilan perusahaan dalam suatu acara.

Karyawan mendapatkannya agar karyawan menjalankan tugasnya sebagai perwakilan perusahaan dengan lebih semangat dan menumbuhkan citra perusahaan pada suatu acara.

Karyawan Telah Melakukan Hal Penting Bagi Keselamatan Bisnis

Karyawan yang telah melakukan hal-hal penting untuk menjaga keamanan perusahaan juga diberikan insentif untuk berterima kasih kepada perusahaan atas upayanya membawa bisnis perusahaan ke posisi yang stabil.

Manfaat Insentif

Pemberian benefit tidak hanya bermanfaat bagi karyawan tetapi juga membuat perusahaan merasa diuntungkan.

Lalu apa saja manfaat insentif bagi karyawan dan perusahaan? Lihat jawabannya di bawah ini.

Manfaat untuk Karyawan

Berikut adalah beberapa manfaat untuk karyawan.

Motivasi Kerja Meningkat

Pengaruh insentif terhadap kinerja karyawan sangat signifikan dengan adanya motivasi dan semangat kerja karyawan yang menerimanya akan mencapai semangat kerja yang lebih tinggi dan akan melakukan yang terbaik untuk perusahaan.

Menerima Pendapatan Selain Gaji

Keuntungan lain dari insentif adalah bahwa karyawan menerima penghasilan tambahan di atas gaji mereka.

Hal ini tentunya dapat meningkatkan pendapatan dan dimanfaatkan oleh karyawan untuk memenuhi kebutuhan lainnya.

Menumbuhkan Rasa Dihargai

Prestasi karyawan berdasarkan hasil jerih payah dan kerja kerasnya untuk memajukan perusahaan lebih dihargai melalui pemberian insentif.

Ia juga merupakan tanda terima kasih perusahaan atas kinerja karyawannya.

Karena komitmen karyawan diukur secara kualitatif dan kuantitatif.

Kinerja Karyawan Makin Baik

Insentif merupakan dorongan motivasi dari perusahaan bagi karyawan.

Pemberiannya diharapkan mampu mendorong kinerja karyawan yang lebih baik, sehingga akan berpengaruh terhadap kemajuan perusahaan.

Manfaat untuk Perusahaan

Berikut adalah manfaatnya untuk perusahaan.

Karyawan Makin Menghormati Pimpinan

Manfaat lain bagi perusahaan yang menawarkan imbalan adalah bahwa karyawan lebih menghormati kepemimpinan.

Dengan uang ini, karyawan merasa dihargai dan dengan demikian meningkatkan rasa hormat mereka terhadap manajemen.

Rasa Memiliki Karyawan Terhadap Perusahaan Makin Besar

Ketika perusahaan mengakui kinerja dan kerja keras karyawannya melalui insentif, berarti perusahaan memiliki rasa kepemilikan karyawan yang kuat.

Turnover Karyawan Rendah

Adanya uang insentif akan membuat karyawan tetap nyaman dengan perusahaan dan pada akhirnya turnover akan berkurang karena semakin banyak karyawan yang bertahan di perusahaan.

Karyawan Rela Melakukan Sesuatu di Luar Tugasnya

Lagi pula, keuntungan imbalan bagi perusahaan adalah karyawan bersedia melakukan sesuatu di luar tugasnya.

Ketika karyawan mendapatkannya, ada rasa penghargaan dan dorongan untuk menambah kegembiraan atas kerja keras mereka untuk perusahaan.

Risiko Pemberian Insentif

Selain segudang manfaat dari menawarkan insentif, ada beberapa risiko yang perlu dipertimbangkan, yang akan dibahas di bawah ini.

Karyawan Punya Kebutuhan Berbeda-beda

Risiko pertama dari pemberian insentif adalah tidak terpenuhinya harapan perusahaan, karena setiap karyawan memiliki kebutuhan yang berbeda-beda, ada karyawan dengan karakter pemimpi besar yang melakukan segala cara untuk mencapai jenjang karier terbaik di mana tidak memiliki pengaruh yang signifikan.

Insentif Tidak Memiliki Standar Hukum

Karena insentif bersifat fleksibel dan besarnya ditentukan secara bebas oleh perusahaan, maka ada resistensi dari karyawan terhadap sistem imbalan dan tidak ada ketentuan dan peraturan hukum yang mengatur.

Membentuk Mental Karyawan Materialistis

Risiko yang perlu diperhatikan dalam pemberian insentif adalah perusahaan mengembangkan pola pikir materialistis bagi karyawan.

Karyawan akan antusias bekerja ketika menerima uang bonus dan memiliki kesempatan untuk tidak antusias jika uang bonus tidak dibayarkan.

Tips Memberikan Insentif Bagi Karyawan

Untuk menghindari potensi risiko pemberian insentif, perusahaan dapat mengikuti beberapa tips di bawah ini tentang cara memberikannya kepada karyawan.

Sesuaikan Jenisnya dengan Karakter Karyawan

Tips pertama untuk memberikan insentif adalah mengidentifikasi kondisi, latar belakang, dan karakter setiap karyawan, karena setiap karyawan rentan terhadap berbagai jenisnya.

Sisihkan Anggaran Khusus

Selain sejumlah risiko, pemberian insentif bagi perusahaan dan karyawan menjadi penting, oleh karena itu perusahaan berusaha mengalokasikan anggaran khusus setiap bulannya.

Tetapkan SOP 

Selain itu, kiat pemberian insentif antara lain menetapkan prosedur operasional standar pemberian insentif agar dana insentif dapat didistribusikan secara adil dan merata.

Beri dengan Adil dan Sesuai Kontribusi Karyawan

Parameter penting dalam pemberian imbalan adalah berdasarkan kontribusi dan kinerja karyawan sehingga Anda sebagai perusahaan mendistribusikannya secara adil.

Contoh Perhitungan Insentif

Berikut contoh perhitungannya.

Perusahaan X memproduksi rata-rata 1.000 unit produk.

Sekali produk perusahaan mencapai 1200 unit dalam sebulan. Ternyata Adi bisa menghasilkan lebih dari target.

Jadi, perusahaan menawarkan imbalan berdasarkan metrik, yaitu:

Produksi standar per bulan = 150 unit/karyawan
Jumlah diproduksi bulan ini = 300 unit
Tarif imbalan per unit = Rp7.000

Imbalan atas pencapaian 300 unit:
Tarif upah per unit X kelebihan produktivitas telah dihasilkan karyawan di atas standar rata-rata

Rp 7.000 x 300 unit = 2.100.000

Jadi besaran uang diterima Adi di akhir bulan adalah Rp 2.100.000.

Kesimpulan

Itulah bahasan dari Talenta tentang apa itu insentif, tujuan, manfaat, dan jenis-jenisnya!

Insentif adalah salah satu pemompa semangat terbaik bagi pegawai, jadi jangan lupa memasukkannya dalam rencana anggaran perusahaan Anda.

Untuk membantu Anda menghitung benefit karyawan dan mengelola kinerja mereka, Anda bisa menggunakan software HRIS Mekari Talenta.

Insentif erat kaitannya dengan KPI karyawan, untuk itu Anda perlu memonitor KPI karyawan secara berkala.

Dengan fitur Performance Management dari aplikasi Mekari Talenta akan lebih mudah dalam mengelola goals dan KPI karyawan secara transparan dan objektif  hanya dalam satu aplikasi yang terintegrasi dengan fitur lainnya.

Hadirnya Mekari Talenta memberikan solusi dengan menghadirkan aplikasi HRD yang dapat diakses secara online juga dilengkapi dashboard KPI akan semakin mempermudah pekerjaan HR dalam memproses manajemen KPI karyawan.

Tertarik menggunakan Mekari Talenta? Konsultasi gratis dengan tim sales Mekari Talenta sekarang juga dan coba demo aplikasinya sekarang juga.

 

Image
Mekari Talenta
Temukan artikel-artikel terbaik seputar HR dari tim editorial Mekari Talenta. Kami mengumpulkan, menyusun, dan membagikan insight-insight menarik untuk membantu bisnis mengelola serta mengembangkan talenta-talenta unggulan.