10 Cara Seleksi Karyawan yang Efektif untuk Perusahaan

By Mekari TalentaPublished 31 May, 2023 Diperbarui 20 Maret 2024

Ketika kita membahas topik tentang apa saja metode dan cara seleksi karyawan, mungkin hal tadi terdengar mudah di telinga kita. Tetapi dalam praktiknya, menyeleksi orang-orang menggunakan background yang beragam selalu memberikan tantangan tersendiri bagi para perekrut. Agar proses rekrutmen sukses, tahapan seleksi perlu diberikan perhatian khusus.

Tugas setiap perekrut adalah memilih karyawan terbaik untuk posisi yang tepat dan menciptakan kelompok karyawan terbaik untuk organisasi. Ini mencapai tujuan organisasi.

Di sisi lain, perekrut wajib memilah metode yang pas serta cocok disaat merekrut kandidat. Berikut ini 10 metode seleksi karyawan yang bisa membuat proses rekrutmen industri lebih efisien.

Metode Apa Saja Yang Biasa Digunakan Untuk Seleksi Karyawan?

Ada beberapa metode yang umum digunakan dalam proses seleksi karyawan.

Berikut adalah beberapa metode seleksi yang sering digunakan:

  1. Wawancara: Wawancara adalah metode seleksi yang paling umum digunakan. Ini melibatkan pertemuan langsung antara calon karyawan dan pihak staff HR atau tim seleksi, di mana pertanyaan-pertanyaan terkait kualifikasi, pengalaman, sikap, dan kemampuan calon karyawan diajukan.
  2. Tes Pengetahuan dan Keterampilan: Tes ini dirancang untuk mengukur pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan posisi yang dilamar. Tes pengetahuan dapat meliputi tes tulis atau tes online, sedangkan tes keterampilan dapat mencakup tes praktik atau simulasi kerja.
  3. Penilaian Kepribadian: Metode ini digunakan untuk mengevaluasi karakteristik kepribadian calon karyawan. Penilaian kepribadian dapat mencakup tes kepribadian, seperti tes MBTI atau tes DISC, yang membantu mengidentifikasi kecenderungan dan preferensi perilaku.
  4. Asesmen Kompetensi: Asesmen kompetensi melibatkan pengukuran kemampuan dan keterampilan khusus yang relevan dengan pekerjaan yang dilamar. Metode ini sering menggunakan latihan, tugas, atau studi kasus untuk mengevaluasi kemampuan calon karyawan dalam situasi kerja yang realistis.
  5. Referensi dan Verifikasi: Pengecekan referensi melibatkan menghubungi orang-orang yang telah bekerja atau berinteraksi dengan calon karyawan sebelumnya, seperti mantan atasan atau kolega, untuk memverifikasi informasi yang diberikan oleh calon karyawan.
  6. Penilaian Kinerja dan Prestasi: Ini melibatkan peninjauan riwayat kerja dan pencapaian sebelumnya calon karyawan, termasuk pengalaman kerja, prestasi, penghargaan, sertifikasi, dan hasil proyek yang relevan.
  7. Tes Psikometri: Tes psikometri melibatkan penggunaan instrumen standar untuk mengukur aspek psikologis, seperti kecerdasan, kepribadian, minat, atau sikap calon karyawan.

Penting untuk dicatat bahwa metode seleksi yang digunakan dapat berbeda tergantung pada kebutuhan dan kebijakan perusahaan.

Kombinasi beberapa metode sering digunakan untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap tentang kesesuaian calon karyawan dengan posisi yang ditawarkan.

10 Cara Seleksi Karyawan yang Efektif

cara efektif seleksi karyawan

Di bawah ini adalah sepuluh cara seleksi karyawan yang umum digunakan dalam proses rekrutmen.

Cara seleksi karyawan umumnya bertujuan untuk menyaring kandidat melalui tes atau penilaian yang sesuai dengan persyaratan posisi atau persyaratan perusahaan.

1. Tes Kemampuan

Cara seleksi karyawan pertama adalah tes kemampuan.

Tes kemampuan digunakan untuk memilih kandidat berdasarkan keterampilan dan kemampuan mereka untuk posisi yang diiklankan untuk mempelajari lebih lanjut tentang karyawan secara langsung.

Tes kemampuan juga menunjukkan kemampuan individu untuk mengetahui seberapa baik mereka akan tampil untuk posisi dan tugas yang ditugaskan.

Tes ini biasanya melibatkan pertanyaan pilihan ganda.

Nilai minimum poin dapat ditetapkan untuk mengevaluasi pelamar.

Nilai cutoff dapat ditingkatkan atau dikurangi tergantung pada nilai pelamar.

Jika rasio seleksi rendah, nilai cutoff dapat ditingkatkan,meningkatkan kemungkinan pelamar dipilih. memenuhi syarat

Tes ini membantu mengukur kemampuan mental seorang karyawan, seperti keterampilan verbal, berpikir logis, matematika dan keterampilan membaca.

Tes harus dipilih setelah analisis pekerjaan yang teliti dan hati-hati sehingga Anda tahu persis keterampilan apa yang dibutuhkan untuk pekerjaan itu.

Proses HR jadi lebih cepat dengan software HR terautomasi Mekari Talenta.

2. Tes Integritas

Pengujian integritas mengukur lebih banyak pada serangkaian tren perilaku yang lebih spesifik.

Perusahaan dapat melakukan tes kejujuran untuk menemukan kandidat yang berintegritas.

Cara seleksi karyawan ini membantu mengukur sikap dan pengalaman karyawan tertentu.

Mereka juga membantu menghubungkan orang dengan kejujuran, kepercayaan, dan kepercayaan mereka.

Ketika faktor-faktor ini bersatu secara positif, ini adalah sinyal hijau yang jelas untuk pemilihan karyawan untuk posisi terhormat di perusahaan.

Bukti ini dapat diperoleh secara rahasia dan terbuka langsung dari perekrut.

Salah satunya melalui pertanyaan tertutup untuk melihat kejujuran kandidat melalui informasi mereka sendiri.

3. Tes Kepribadian

Tes kepribadian secara khusus mengukur kandidat terhadap ciri-ciri kepribadian tertentu yang relevan dengan kinerja pekerjaan.

Misalnya, jika Anda ingin menjadi akuntan, Anda mungkin harus konservatif dan sangat berhati-hati, sementara penjual mobil bekas mungkin digambarkan aktif dan berpendidikan.

Model tes kepribadian memberi tahu perekrut seberapa besar kemungkinan seseorang untuk pekerjaan itu dalam hal kepribadian mereka.

Berbagai bentuk tes kepribadian sudah dikenal, seperti: B. DISC, 16 Kepribadian, Lima Besar, MBTI, dll.

4. Tes Pengetahuan Tentang Pekerjaan

Cara seleksi karyawan yang ini adalah bentuk ujian yang menguji informasi atau pengetahuan yang dimiliki pelamar.

Pengetahuan yang diuji harus sesuai dengan persyaratan untuk melaksanakan pekerjaan.

Misalnya, kandidat untuk posisi pengembangan bisnis harus memiliki pengetahuan tentang situasi pasar saat ini di industri perusahaan tempat dia melamar.

5. Referensi

Sebagai perekrut, Anda dapat melihat referensi dan latar belakang pelamar.

Ketika pelamar melamar suatu posisi, pelamar dapat memberikan referensi dari lokasi tempat mereka bekerja sebelumnya.

Perusahaan dapat menghubungi perusahaan sebelumnya untuk memeriksa dan menilai kemampuan pelamar untuk bekerja.

Selain itu, perusahaan dapat memeriksa latar belakang melalui pencarian, terutama di jejaring sosial.

Dari jejaring sosial tersebut, perusahaan dapat menilai karakter pelamar.

6. Wawancara

Wawancara dilakukan untuk mendapatkan gambaran yang lebih akurat tentang tindakan dan sikap pelamar.

Perusahaan mengundang pelamar ke kantor atau melalui konferensi video untuk wawancara.

Pelamar kemudian bertemu dengan staf HRD dan departemen terkait sesuai kebutuhan.

Selama pertemuan, perusahaan mengajukan pertanyaan kepada pelamar.

Pelamar dapat bertemu dengan karyawan perusahaan secara individu, atau semua karyawan perusahaan dapat melakukan wawancara bersama.

7. Tes Kemampuan Berdasarkan Situasi

Tes ini terdiri dari simulasi pelamar untuk peran tertentu dalam pekerjaan berdasarkan situasi tertentu, seperti melakukan simulasi negosiasi antara produsen dan pedagang barang di tengah pandemi.

8. Praktik Kerja

Cara seleksi selanjutnya adalah melalui praktik kerja. Praktik kerja dapat memberikan praktik langsung atas pekerjaan yang dilamarnya.

Tes ini mewajibkan pelamar dapat mendemonstrasikan tugas-tugas pekerjaan yang bersifat khusus.

Bentuk tes praktik kerja ini bertujuan untuk mengukur kemampuan para pelamar untuk melaksanakan beberapa pekerjaan yang nanti akan dipegangnya.

Contoh praktik komputer, bengkel dan masih banyak lagi yang ditujukan untuk kemampuan khusus.

Dengan kegiatan praktik tersebut, para pelamar akan terlihat dengan proses yang dilakukannya, termasuk pengetahuan dan keahliannya dalam menyelasaikan suatu pekerjaannya.

9. Tes Kesehatan atau Kemampuan Fisik Lain

Seperti namanya, cara seleksi karyawan ini berkaitan langsung dengan kemampuan fisik seseorang untuk menentukan kekuatan dan daya tahan kandidat.

Tidak semua kamp kerja paksa melakukan tes fisik ini.

Ada beberapa pekerjaan yang memerlukan persyaratan fisik dan kemampuan fisik tertentu untuk pekerjaan tersebut guna menjamin keselamatan karyawannya.

Disini perusahaan dapat menilai kelayakan kebutuhan fisik dan juga kemampuan fisik pelamar dalam melakukan suatu pekerjaan.

Prosedur untuk melakukan tes fisik ini sangat ketat dan harus dilakukan dengan hati-hati karena kegagalan dapat mengakibatkan cedera pada kandidat yang dapat mengakibatkan kematian.

10. Seleksi Karyawan Berdasarkan Contoh Hasil Kerja

Perusahaan dapat melihat contoh pekerjaan sebelumnya untuk menilai keterampilan kandidat.

Misalnya, perusahaan desain web mengevaluasi portofolio pelamar yang melamar menjadi desainer web.

Berdasarkan penilaian keterampilan kandidat, perusahaan membuat pertimbangan tambahan tentang kandidat ini, metode ini juga dapat dikombinasikan dengan metode praktik kerja untuk benar-benar mengetahui keterampilan kandidat.

Tips Merancang Cara Seleksi Karyawan yang Efektif

merancang seleksi efektif

Setelah mengetahui metode seleksi yang akan diuji, sebaiknya perusahaan membuat sistem seleksi mandiri yang efektif sehingga dapat digunakan setiap saat oleh siapa saja yang mampu melakukan proses seleksi yang efektif bagi perusahaan.

Memahami Pekerjaan yang Dibutuhkan

Mulailah dengan pemahaman tentang pekerjaan dan karakteristik yang menentukan kinerja pekerjaan yang sukses (alias analisis pekerjaan).

Anda dapat melakukan analisis pekerjaan di rumah atau bekerja dengan profesional lapangan yang berspesialisasi dalam mengembangkan sistem rekrutmen.

Jika Anda tidak memahami peran, tanggung jawab, dan wewenang suatu jabatan, Anda akan kesulitan merancang sistem seleksi karyawan yang tepat.

Susunlah Deskripsi Pekerjaan dengan Jelas

Setelah Anda memahami pekerjaan dan karakteristik yang menentukan kinerja pekerjaan yang sukses, Anda harus mengembangkan deskripsi pekerjaan yang jelas yang akan membantu sehingga kandidat yang masuk dapat disaring dengan cepat.

Kreativitas juga dibutuhkan saat merancang deskripsi pekerjaan yang khas agar deskripsi tersebut tidak hanya menekankan nilai-nilai perusahaan tetapi juga menarik kandidat.

Kembangkan Proses dan Cara Seleksi Karyawan dan Gunakan Secara Konsisten

Selanjutnya Anda perlu mengembangkan proses seleksi. Tentukan cara terbaik untuk mengukur fitur yang paling penting melalui metode pengukuran yang berbeda.

Jika Anda sudah memiliki pengetahuan tentang pekerjaan atau jabatan, keterampilan apa yang dibutuhkan, maka Anda akan lebih mudah menentukan metode seleksi yang tepat.

Selain itu, Anda juga harus mempertimbangkan hal-hal lain seperti efisiensi proses, persepsi kandidat dan keadilan.

Ada banyak jenis penilaian dan simulasi karyawan, serta wawancara dan role-playing, yang dapat digunakan saat memilih proses seleksi yang akan digunakan untuk sebuah pekerjaan, anda juga harus menjalankan proses secara konsisten agar proses seleksi berjalan dengan adil.

Identifikasi Metode yang Valid

Pastikan bahwa metode atau alat pemilihan yang Anda gunakan relevan dengan posisi dan berkaitan dengan kinerja pekerjaan yang sukses (validasi).

Tujuannya agar proses seleksi dapat memberikan data yang relevan dengan kebutuhan perusahaan.

Karena jika metode atau alat pemilihan yang digunakan valid, maka dapat menghasilkan data yang akurat dan andal serta memberikan deskripsi data yang akurat.

Salah satu cara untuk memeriksa validitasnya adalah dengan menyewa perusahaan konsultan.

Latih Staf Rekrutmen dan HR Anda

Personil yang melakukan proses rekrutmen harus merupakan personel yang terlatih, sehingga proses rekrutmen berjalan dengan baik.

Oleh karena itu, Anda perlu memastikan bahwa mereka yang terlibat dalam proses seleksi, termasuk pewawancara, administrator tes, dan administrator, dilatih.

Pastikan teknik rekrutmen yang digunakan konsisten dan efektif.

Pantau Proses dengan Seksama

Pantau sistem seleksi Anda yang sedang berlangsung dan lakukan peningkatan atau peningkatan lebih lanjut pada proses seleksi.

Anda juga dapat memeriksa tingkat persetujuan, efisiensi, akurasi, dan keadilan selama proses berlangsung.

Hal ini diperlukan karena pelamar seringkali sangat kritis terhadap proses seleksi.

Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk selalu melakukan perbaikan.

Dari sini kita dapat menyimpulkan bahwa ada beberapa metode untuk membuat pilihan, tetapi Anda harus dapat memilih metode mana yang paling cocok dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Pemilihan metode seleksi yang tepat akan memberikan hasil yang dicita-citakan oleh setiap perekrut yaitu mendapatkan kandidat yang berkualitas. proses rekrutmen.

Hal ini dapat berlangsung lama untuk berfungsi secara efektif.

Sebagai bonus, jika diterapkan dan dijalankan dengan baik, bisa meningkatkan tingkat retensi karyawan Anda, lho.

11 Langkah Proses Cara Melakukan Seleksi Karyawan

Proses seleksi karyawan melibatkan beberapa tahapan yang perlu dilakukan secara sistematis dan hati-hati.

Berikut adalah langkah-langkah umum dalam melakukan seleksi karyawan:

  1. Menyusun Profil Pekerjaan: Tentukan persyaratan, kualifikasi, dan kompetensi yang dibutuhkan untuk posisi yang sedang dibuka. Buat deskripsi pekerjaan yang jelas dan rinci untuk membantu proses seleksi.
  2. Pengumuman Lowongan Pekerjaan: Umumkan lowongan pekerjaan melalui platform yang relevan, seperti situs web perusahaan, portal karir, media sosial, atau saluran perekrutan lainnya. Pastikan informasi yang disampaikan mencakup detail pekerjaan, persyaratan, dan cara mengirimkan lamaran.
  3. Penerimaan Lamaran: Terima dan periksa lamaran yang masuk sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan. Seleksi awal dilakukan berdasarkan CV, surat lamaran, dan dokumen pendukung lainnya.
  4. Penyaringan dan Seleksi Awal: Lakukan penyaringan untuk memilih calon yang memenuhi syarat untuk lanjut ke tahap seleksi berikutnya. Ini dapat melibatkan penilaian lamaran, pemanggilan telepon, atau wawancara singkat.
  5. Wawancara: Jadwalkan dan lakukan wawancara dengan calon karyawan yang lolos seleksi awal. Wawancara dapat dilakukan secara tatap muka atau melalui video conference. Pertanyaan wawancara harus relevan dengan posisi yang dilamar dan mencakup aspek kualifikasi, pengalaman, sikap, dan kemampuan calon karyawan.
  6. Tes Pengetahuan dan Keterampilan: Jika diperlukan, lakukan tes pengetahuan dan keterampilan untuk mengukur kemampuan calon karyawan dalam bidang yang relevan dengan posisi yang dilamar.
  7. Penilaian Kepribadian dan Kompetensi: Gunakan metode penilaian kepribadian dan kompetensi, seperti tes kepribadian atau latihan situasional, untuk memperoleh pemahaman lebih dalam tentang karakteristik dan kemampuan calon karyawan.
  8. Verifikasi Referensi: Hubungi referensi yang diberikan oleh calon karyawan untuk memverifikasi informasi yang disampaikan, seperti pengalaman kerja sebelumnya, prestasi, atau kualifikasi pendidikan.
  9. Keputusan Akhir: Evaluasi semua data dan informasi yang dikumpulkan selama proses seleksi. Buat keputusan akhir berdasarkan kesesuaian calon karyawan dengan profil pekerjaan dan kebutuhan perusahaan.
  10. Tawaran Kerja: Setelah calon karyawan dipilih, berikan tawaran kerja secara resmi, termasuk rincian gaji, tunjangan, dan persyaratan lainnya. Pastikan ada proses negosiasi dan pembahasan kontrak kerja yang jelas sebelum pengangkatan resmi.
  11. Onboarding: Setelah calon karyawan menerima tawaran kerja, lakukan proses onboarding untuk membantu mereka beradaptasi dan memahami lingkungan kerja serta aturan perusahaan.

Proses seleksi karyawan harus dilakukan dengan hati-hati dan adil, dengan mempertimbangkan kebutuhan perusahaan dan kemampuan serta potensi calon karyawan.

Penting untuk menjaga kerahasiaan informasi yang terkait dengan calon karyawan dan memberikan umpan balik kepada mereka yang tidak lolos seleksi.

Jalankan Berbagai Cara Seleksi Karyawan dengan Mekari Talenta

Mekari Talenta adalah salah satu software HRIS untuk manajemen sumber daya manusia.

Software HRIS biasanya bertujuan mengurangi beban kerja administrasi di bidang penggajian, perpajakan karyawan, absensi online, dan performance appraisal.

Hadirnya Mekari Talenta memberikan solusi dengan menghadirkan aplikasi rekrutmen karyawan yang dapat diakses secara online, sehingga Anda dapat memonitor proses rekrutmen dengan cermat di mana saja.

Anda cukup mengatur setiap proses rekrutmen hanya dalam satu aplikasi Talenta saja.

Selain itu, dengan Mekari Talenta Anda dapat membantu mengotomatisasi proses penggajian karyawan dan absensi dalam suatu dashboard yang mudah digunakan.

Aplikasi payroll dari Talenta ini akan mempercepat proses payroll dari awal penghitungan sampai pendistribusian gaji kepada setiap karyawan dalam satu platform.

Dengan fitur-fitur ini, HR dapat mengelola rekrutmen karyawan dengan lebih mudah, mulai dari job listing, penjadwalan interview, hingga onboarding hanya dalam satu aplikasi yang terintegrasi dan berbasis online.

Tertarik mencoba Mekari Talenta secara gratis? Konsultasi dengan tim sales kami sekarang juga.

Image
Mekari Talenta
Temukan artikel-artikel terbaik seputar HR dari tim editorial Mekari Talenta. Kami mengumpulkan, menyusun, dan membagikan insight-insight menarik untuk membantu bisnis mengelola serta mengembangkan talenta-talenta unggulan.