Sulit Menghitung PPh 21? Program Payroll Solusinya!

Sulit Menghitung PPh 21? Program Payroll Solusinya!

Dasar perhitungan PPh 21 di Indonesia adalah penghasilan selama setahun, sedangkan pajak tersebut dibayarkan setiap bulan. Artinya, setiap bulan harus ada perkiraan atau prediksi jumlah penghasilan selama setahun yang akan diterima, lalu baru dihitung pajak selama setahun, yang dibagi 12 (dua belas). Maka, perhitungan PPh 21 selama sebulan yang harus dibayar akan didapatkan. Berikut penjelasan lengkap tentang PPh 21 di Indonesia beserta kehadiran program payroll yang membantu kerumitan perhitungan payroll dan pph 21 perusahaan Anda.

Kenapa Sulit Menghitung PPh 21?

Kesulitan utama sebetulnya bukan ada pada perhitungan pajaknya, tetapi perkiraan perhitungan selama setahun, atau dikenal juga sebagai metode penyetahunan pajak. Bagaimana Anda tahu bonus yang akan diterima? Mungkinkah ada perubahan gaji Anda selama setahun? Berapa THR yang akan Anda terima?

Berikut cara perhitungan metode penyetahunan pajak yang dapat Anda lakukan :

1. Forecast

Penghasilan yang belum diterima dianggap sama dengan penghasilan pada bulan terakhir gajian, dikalikan dengan jumlah sisa bulan hingga akhir tahun, ditambahkan dengan jumlah gaji yang telah diterima.

(Penyetahunan Penghasilan bulan Maret):

{Jumlah Penghasilan Januari sd Februari} + {Jumlah Penghasilan Maret x 10}

2. Moving Average

Jumlah gaji yang telah diterima dibagi dengan jumlah bulan yang telah menerima gaji, dianggap sebagai rata-rata penerimaan setiap bulan, kemudian dikali dengan 12 (duabelas).

(Penyetahunan Penghasilan bulan Maret):

{{ Jumlah Penghasilan Januari sd Maret} : 3} x 12

Note: Ketahui Cara Melakukan Perhitungan PPh 21 Lengkap Berdasarkan PTKP Terkini hanya di artikel Talenta. 

Perbedaan Cara Perhitungan Pajak

Perbedaan Cara Perhitungan Pajak

Jika seluruh karyawan bekerja penuh dari bulan Januari hingga bulan Desember selama tahun berjalan. Terdapat beberapa perhitungan pajak yang berbeda, perbedaan cara perhitungan ini dapat dikelompokkan menjadi :

1. Perhitungan PPh Pasal 21 bagi Pegawai Tetap dan Penerima Pensiun Berkala

1. PPh Pasal 21 dengan pembayaran gaji bulanan.

2. PPh Pasal 21 dengan pembayaran gaji mingguan.

3. PPh Pasal 21 atas pembayaran rapel.

4. PPh Pasal 21 atas pembayaran penghasilan yang bersifat ireguler.

5. PPh Pasal 21 atas penghasilan pegawai yang dipindahtugaskan dalam tahun berjalan.

a. Pegawai baru mulai bekerja pada tahun berjalan.

  • Perhitungan PPh Pasal 21 atas penghasilan pegawai yang kewajiban pajak subjektifnya sebagai Subjek Pajak Dalam Negeri, sudah ada sejak awal tahun kalendar, tetapi baru bekerja pada pertengahan tahun.
  • Perhitungan PPh Pasal 21 atas penghasilan pegawai yang kewajiban pajak subjektifnya sebagai Subjek Pajak Dalam Negeri, dimulai setelah permulaan tahun pajak, dan mulai bekerja dalam tahun berjalan.

b. Pegawai berhenti bekerja pada tahun berjalan.

  • Pegawai yang masih memiliki kewajiban Pajak Subjektif berhenti bekerja pada tahun berjalan.
  • Pegawai berhenti bekerja pada tahun berjalan dan sekaligus kehilangan kewajiban Pajak Subjektifnya.

6. PPh Pasal 21 atas penghasilan pegawai yang berhenti/mulai bekerja dalam tahun berjalan.

7. PPh Pasal 21 atas penghasilan yang sebagian atau seluruhnya diperoleh dalam mata uang asing.

8. PPh Pasal 21 seluruh atau sebagian ditanggung oleh pemberi kerja.

9. PPh Pasal 21 terhadap pegawai tetap yang menerima tunjangan pajak.

10. PPh Pasal 21 atas penerimaan dalam bentuk Natura dan Kenikmatan lainnya.

11. PPh Pasal 21 bagi pegawai tetap yang baru memiliki NPWP pada tahun berjalan.

2. Perhitungan PPh Pasal 21 bagi Pegawai Tidak Tetap atau Tenaga Kerja Lepas.

1. PPh Pasal 21 dengan Upah Harian.

2. PPh Pasal 21 dengan Upah Satuan.

3. PPh Pasal 21 dengan Upah Borongan.

4. PPh Pasal 21 dengan Upah Harian/Satuan/Borongan, yang diterima secara bulanan.

a. Perhitungan PPh Pasal 21 untuk Anggota Dewan Pengawas atau Dewan Komisaris.

  • PPh Pasal 21 atas pembayaran penghasilan kepada mantan pegawai.
  • PPh Pasal 21 atas pembayaran penghasilan kepada honorarium komisaris.
  • PPh Pasal 21 atas penarikan dana pensiun oleh peserta program pensiun yang masih berstatus sebagai pegawai.

b. Perhitungan PPh Pasal 21 untuk Bukan Pegawai

  • Yang menerima penghasilan yang bersifat kesinambungan.
  • Yang menerima penghasilan yang tidak bersifat kesinambungan.

c. Perhitungan PPh Pasal 21 untuk Peserta Kegiatan.

d. Perhitungan PPh Pasal 26 untuk Wajib Pajak Luar Negeri.

Lalu, Siapa yang Membayar PPh 21?

Menurut peraturan, penerima penghasilan yang harus membayar pajak.  Kemudian, jika perusahaan yang membayarkan pajaknya karyawan, maka terdapat 2 (dua) cara perhitungan:

  • PPh 21 Ditunjang Pemberi Kerja

Cara pertama dibayarkan sesuai dengan jumlah pajak yang seharusnya karyawan bayar, atau gajinya diberikan tunjangan pajak yang besarnya sama dengan pajak yang seharusnya dibayar. Cara ini dikenal sebagai Metode Gross-Up (PPh 21 ditunjang oleh pemberi kerja).

  • PPh 21 Ditanggung Pemberi Kerja

Cara kedua ini sama seperti karyawan yang membayar pajak, hanya saja besaran pajak tidak dipotong dari gaji karyawan. karena pajak tersebut ditanggung oleh perusahaan. Cara ini dikenal sebagai PPh 21 ditanggung oleh pemberi kerja.

Akan tetapi bagi karyawan, kedua cara ini hasilnya sama saja, yang berbeda adalah perlakuan perhitungan pajak untuk perusahaan (Pajak Badan). Cara menghitung PPh 21 dilihat dari siapa yang membayar, ada 3 (tiga) macam cara yang biasa disebut :

1. Karyawan menerima gaji neto.

  • PPh 21 ditunjang oleh pemberi kerja.
  • PPh21 ditanggung oleh pemberi kerja.

2. Karyawan menerima gaji bruto.

  • PPh 21 dipotong ke karyawan.

Note: Jika Anda Pusing Menghitung PPH 21, Permudah dengan Aplikasi Gaji Karyawan!

Hitung PPh 21 bersama Program Payroll Talenta

Hitung PPh 21 bersama Program Payroll Talenta

Hal yang membuat rumit sebetulnya perlakuan perhitungan pajak yang berbeda, tergantung dari komponen gaji yang akan diterima. Contohnya karyawan membayar pajak PPh 21 untuk semua penghasilan rutin bulanan, tetapi bila terdapat Bonus atau THR, maka pajaknya akan ditunjang oleh perusahaan Sehingga ada 2 (dua) macam perhitungan PPh 21 pada saat karyawan menerima Gaji Bulanan dan THR/Bonus.

Untuk itu, program payroll Talenta membantu Anda menghitung PPh 21 karyawan (tetap ataupun tidak tetap) yang terhitung langsung secara otomatis. 

Dengan Talenta, proses penggajian beserta perhitungan PPh 21 dapat dilakukan secara otomatis hanya dengan 1 klik setiap bulannya. Bahkan slip gaji beserta potongan PPh 21 dapat langsung dikirim dan di- download karyawan kapan dan di mana saja.

Talenta juga sebagai program payroll terpercaya dan paling akurat untuk menghitung PPh 21 yang sesuai dengan peraturan pajak terakhir dari pemerintah. Tunggu apalagi? Segera daftarkan diri Anda dan coba demo gratis Talenta!


PUBLISHED26 May 2020
Septina Muslimah
Septina Muslimah