Lakukan Resign, Apakah Karyawan Tetap dapat Pesangon?

Lakukan Resign, Apakah Karyawan Tetap dapat Pesangon?

Sebelum karyawan memutuskan untuk mengundurkan diri dari perusahaan atau resign, seringkali mereka menanyakan satu hal: Apakah saya mendapat pesangon jika saya mengundurkan diri (resign) dari perusahaan?

Setiap perusahaan memiliki aturan yang berbeda-beda mengenai kebijakan uang pesangon yang diterima saat karyawan mengundurkan diri atau resign.

Terlepas dari itu, sebelum memutuskan untuk mengundurkan diri, sebaiknya dibaca kembali peraturan perusahaan tempat Anda bekerja beserta Perjanjian Kerja yang telah disepakati.

Jika memang sudah mantap, Anda dapat mengajukan surat pengunduran diri sesuai dengan prosedur pengunduran diri di perusahaan tersebut.

Nah, apa saja hak yang akan Anda dapatkan jika Anda mengundurkan diri? Mengenai hak-hak ini sebenarnya sudah diatur dalam UU Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003. Poin-poin berikut akan mencoba membantu Anda mengetahui hak-hak apa saja yang akan Anda terima apabila mengundurkan diri.

Aturan Pesangon Karyawan yang Resign

Sebelum memahami apakah karyawan yang resign tetap dapat pesangon, Anda perlu memahami aturan dasar tentang pesangon berikut.

Mengenai hak uang pesangon

Mengundurkan diri diasumsikan sebagai tindakan pemberhentian kerja atas kemauan sendiri. Hal ini jelas berbeda dengan kasus pemutusan hubungan kerja (PHK). Di dalam UU Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003, karyawan yang mengundurkan diri tidak berhak mendapatkan uang pesangon.

Hak uang penghargaan masa kerja

Seperti halnya uang pesangon, UU Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003 juga tidak mengatur tentang pemberian uang penghargaan masa kerja (UPMK) kepada karyawan yang mengundurkan diri secara sukarela. Jika Anda memilih untuk mengundurkan diri atas kemauan sendiri, Anda tidak berhak memperoleh uang penghargaan masa kerja.

Baca juga: Bagaimana Perhitungan Pesangon dan Besarannya sesuai UU?

Mengenai uang penggantian hak

Dalam UU Ketenagakerjaan pasal 162 ayat (1) disebutkan bahwa buruh atau karyawan yang mengundurkan diri atas kemauan sendiri berhak memperoleh uang penggantian hak.

Adapun isi dari pasal 162 ayat (1) sebagai berikut:

  1. Pekerja/buruh yang mengundurkan diri atas kemauan sendiri, memperoleh uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 156 ayat (4).
  2. Bagi pekerja/buruh yang mengundurkan diri atas kemauan sendiri, yang tugas dan fungsinya tidak mewakili kepentingan pengusaha secara langsung, selain menerima uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 156 ayat (4) diberikan uang pisah yang besarnya dan pelaksanaannya diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama.
  3. Pekerja/buruh yang mengundurkan diri sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) harus memenuhi syarat tertentu.

Uang penggantian hak adalah satu-satunya hak yang Anda dapatkan apabila Anda mengundurkan diri dari sebuah perusahaan. Mereka yang berhak menerima uang ini biasanya adalah karyawan yang memiliki masa kerja yang relatif cukup panjang.

Uang pergantian hak ini biasanya mencakup sisa jatah cuti kerja yang belum diambi atau masih tersisa. Serta hal lain yang ditetapkan dalam perjanjian kerja atau kebijakan perusahaan.

Namun selain itu, terdapat beberapa ketentuan yang harus dipenuhi agar Anda memperoleh uang penggantian hak tersebut sesuai dengan UU Ketenagakerjaan pasal 162 ayat (1), yaitu:

  1. Mengajukan permohonan pengunduran diri secara tertulis selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari sebelum tanggal mulai pengunduran diri
  2. Tidak terikat dalam ikatan dinas
  3. Tetap melaksanakan kewajibannya sampai tanggal mulai pengunduran diri.

Apabila Anda memenuhi syarat-syarat tersebut, sebagai karyawan yang mengundurkan diri atas kemauan sendiri, Anda berhak menerima uang penggantian hak.

Sedangkan yang dimaksud sebagai uang penggantian hak adalah:

  1. Cuti tahunan yang belum diambil dan belum gugur
  2. Biaya atau ongkos pulang untuk pekerja/buruh dan keluarganya ke tempat di mana pekerja/buruh diterima bekerja
  3. Penggantian perumahan serta pengobatan dan perawatan sebesar 15% dari uang pesangon dan/atau uang penghargaan masa kerja bagi yang memenuhi syarat
  4. Hal-hal lain yang ditetapkan dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama

Selain hak-hak yang telah disebutkan diatas, beberapa perusahaan juga menerapkan kebijakan mengenai uang pisah yang besarnya dan pelaksanaannya diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama.

Meski begitu, uang pisah seringkali diabaikan oleh perusahaan. Untuk itu, Juanda Pangaribuan, praktisi hukum dan mantan hakim ad-hoc Pengadilan Hubungan Industrial di PN Jakarta Pusat tahun 2006-2016 dalam tulisannnya di Hukumonline menyatakan uang pisah walau bagaimana pun bagian dari hak buruh meski tidak terdapat dalam surat perjanjian.

Untuk itu, untuk mempermudah Anda dalam mengelola segala urusan pesangon atau uang pisah dengan mudah tanpa harus terabaikan, Anda bisa mengandalkan software payroll.

Dengan software payroll, Anda bisa menghitung dan mengatur gaji karyawan termasuk pesangon dengan mudah dan otomatis. Sehingga tidak ada lagi alasan tidak memberikan uang pisah atau pergantian hak karena sulit dalam mengaturnya.

Salah satu software payroll yang telah dipercaya banyak perusahaan adalah Talenta. Selain payroll, Talenta juga bisa melakukan manajemen waktu seperti absensi, cuti, dan lembur.

Tertarik untuk mencoba Talenta? Isi formulir ini untuk jadwalkan demo Talenta dengan sales kami dan konsultasikan masalah HR Anda kepada kami!

Anda juga bisa coba gratis Talenta sekarang dengan klik gambar dibawah ini.

Coba Gratis Aplikasi HRIS Talenta Sekarang!

 


PUBLISHED15 May 2016
talenta
talenta


Kelola payroll & administrasi HR jadi lebih mudah, siap kembangkan bisnis lebih cepat

Jadwalkan Demo

Jadwalkan Demo

Jadwalkan demo & konsultasi langsung dengan Talenta

Jadwalkan Demo
Coba Demo Interaktif

Coba Demo Interaktif

Eksplorasi fitur Talenta untuk kebutuhan payroll & administrasi HR

Coba Sekarang