Insight Talenta

Pertanyaan ketenagakerjaan yang sering ditanyakan kepada kandidat pelamar kerja dan HR System

Kita semua pasti sudah tidak asing mendengar istilah ketenagakerjaan dan HR system. Ketenagakerjaan sendiri dapat didefinisikan sebagai segala macam yang berhubungan terhadap sebelum recruitment, proses recruitment, sampai dengan sudah berlangsungnya kontrak kerja. Bagi Anda yang memiliki sejumlah pertanyaan ketenagakerjaan perlu memahami, terutama bagi mahasiswa yang akan segera lulus. 

Ketenagakerjaan sendiri diatur dalam bidang hukum privat walaupun memang ada beberapa yang harus tetap tunduk terhadap ketentuan Pemerintah. Undang-undang yang mengatur tentang hal ini berupa undang-undang nomor 13 tahun 2013. Tujuan dari peraturan tersebut adalah dalam rangka mendayagunakan tenaga yang berdasarkan manusiawi.

pertanyaan ketenagakerjaan

Informasi dan Pertanyaan Ketenagakerjaan di Indonesia

Tenaga kerja bebas untuk memperoleh pekerjaan tanpa harus mengalami diskriminasi. Namun dalam dunia kerja sendiri dibagi menjadi tiga jenis tenaga kerja. Masing-masing dari jenisnya akan dijelaskan di bawah ini.

  1. Tenaga kerja terdidik

Ada banyak sekali profesi yang hanya bisa diraih ketika seseorang memiliki pendidikan tertentu. Selama proses pendidikan berlangsung akan terdapat pembelajaran tentang ilmu pengetahuan sekaligus keterampilan di bidang tertentu. Beberapa profesi yang perlu pendidikan adalah guru, pengacara, dosen, akuntan, dokter, dan lain-lain.

Tenaga kerja terdidik biasanya memiliki pekerjaan yang cenderung memerlukan analisa dan pemikiran yang tajam. Kriteria tenaga kerja ini juga memiliki kisaran gaji diatas tenaga kerja terlatih. Apalagi yang sudah memiliki pengalaman bekerja biasanya gaji juga akan semakin tinggi.

  1. Tenaga kerja terlatih

Jenis tenaga kerja berikutnya berupa tenaga kerja terlatih. Tenaga kerja ini biasanya dibekali dengan keterampilan tertentu, latihan-latihan, maupun pengalaman. Contoh dari pekerjaan yang memerlukan tenaga terlatih adalah penjahit, sopir, montir, dan lain-lain.

Tenaga kerja terlatih biasanya memiliki kisaran penggajian yang lebih tinggi dibandingkan tenaga kerja tidak terlatih dan tidak terdidik. Sistem penggajian biasanya didasarkan atas sebab lama pengalaman dan hasil kerjanya

  1. Tenaga kerja tidak terlatih dan tidak terdidik

Dalam dunia ketenagakerjaan juga terdapat tenaga kerja yang tidak terlatih dan tidak terdidik. Tenaga kerja seperti itu biasanya diposisikan di profesi yang tidak memerlukan pendidikan maupun keterampilan terlebih dahulu. Namun sebagian besar dari orang-orang yang berprofesi ini melakukan pekerjaan yang tergolong membutuhkan banyak tenaga.

Beberapa profesi yang tidak perlu keterampilan dan pendidikan adalah kuli, pembantu, dan lain-lain. Profesi-profesi seperti itu biasanya memiliki kisaran gaji yang berada di bawah tenaga kerja terlatih dan terdidik.

Selesai dengan pembahasan beberapa kriteria tenaga kerja kita juga harus mengetahui permasalahan yang terjadi di dunia ketenagakerjaan . Pada dasarnya kesadaran masyarakat akan pendidikan akan semakin tinggi sehingga para orangtua berusaha untuk menyekolahkan anaknya. 

Permasalahan dan Pertanyaan Ketenagakerjaan Terkini

Banyak generasi terkini yang bisa sampai ke jenjang universitas. Permasalahan yang muncul berikutnya berkaitan dengan jumlah pengangguran yang tinggi, sedikitnya lapangan kerja, dalam kompetisi yang ketat.

Setiap kali lulus para mahasiswa harus sudah mengantongi pengalaman maupun keterampilan. Secara lebih jelas tentang permasalahan ketenagakerjaan dapat Anda simak di bawah ini.

  1. Jumlah pengangguran tinggi

Sebelum terjadi pandemi jumlah pengangguran yang ada di Indonesia sudah banyak. Saat pandemi menyerang maka jumlah pengangguran bertambah banyak karena banyak perusahaan yang melakukan PHK. Di sisi lain, populasi yang ada di Indonesia sendiri terus bertambah sehingga permasalahan yang satu ini juga masih selalu ada.

Jumlah pengangguran tinggi sendiri juga bisa disebabkan oleh kualitas tenaga kerja yang tidak terlalu tinggi. Penyebab lainnya disebabkan oleh pertumbuhan ekonomi yang belum bisa cepat. Tentunya ini menjadi permasalahan serius yang harus dihadapi generasi milenial di masa akan datang setelah lulus menempuh pendidikan.

  1. Lapangan kerja sedikit

Tenaga kerja yang dianggap kurang produktif membuat hanya sedikit lapangan kerja yang tersedia. Lapangan kerja yang tersedia hanya diperuntukkan bagi tenaga kerja yang mampu mencapai standar tertentu yang ditentukan oleh lapangan pekerjaan. Alhasil masalah pengangguran tinggi.

  1. Kompetisi ketat

Lapangan kerja yang sedikit jumlahnya dengan banyak kandidat yang mendaftar sudah pasti tercipta kompetisi ketat. Hanya kandidat yang terbaik saja yang akan diterima sehingga kandidat yang belum diterima terpaksa menganggur.

Pertanyaan ketenagakerjaan yang sering muncul saat interview HRD

Anda sudah memahami tentang informasi-informasi terkait ketenagakerjaan Indonesia. Sekarang Anda harus mengetahui pertanyaan ketenagakerjaan yang sering ditanyakan oleh pihak HRD. Langsung saja kita bahas tentang deretan pertanyaan ketenagakerjaan yang sering muncul ketika interview.

  1. Mengapa Anda ingin melamar di perusahaan ini?

Pertanyaan ketenagakerjaan tersebut sangat familiar di telinga kandidat. Melalui pertanyaan ketenagakerjaan ini para HRD bisa menilai seberapa serius wawancara dalam mengetahui background perusahaan dan keinginan bergabung di perusahaan. Setiap kandidat wajib mengetahui profil perusahaan sekaligus posisi yang dilamar.

  1. Apakah Anda memiliki kelemahan?

Jawaban ini sudah pasti setiap orang punya kelemahan. Namun kelemahan tersebut tidak boleh yang berhubungan dengan profesionalitas pekerjaan. Para HRD juga bisa menilai kejujuran para kandidat melalui hasil jawaban. Dilarang keras untuk menjawab tidak memiliki kelemahan karena akan terkesan tidak sopan dan tidak jujur.

  1. Mengapa perusahaan harus menerima Anda?

Setiap kandidat juga harus paham tentang posisi pekerjaan yang dilamar termasuk bagian kualifikasinya. Pahami apa saja persyaratan untuk bisa diterima di posisi yang dilamar. Ketahui juga tentang subjek yang mungkin harus dilakukan. Semua pengetahuan itu akan dinilai oleh HRD sehingga hanya kandidat yang bisa menjelaskan secara rinci saja yang berpotensi diterima.

  1. Mengapa Anda memilih resign dari pekerjaan sebelum melamar ke perusahaan ini?

Anda perlu menjelaskan pengalaman bekerja selama di perusahaan sebelumnya. Pastikan untuk tidak menceritakan hal-hal yang jelek berkaitan dengan tempat kerja. Selalu jawab dengan cara profesional misalkan untuk mencari pengalaman atau lingkungan yang baru sehingga bisa lebih mengaplikasikan skill secara optimal.

Memberikan jawaban yang cenderung menjelek-jelekkan justru akan memberikan penilaian negatif dari HRD. Bisa saja Anda juga membeberkan kejelekan perusahaan bila nantinya diterima sehingga orang-orang seperti ini justru cenderung susah untuk diterima di perusahaan yang sedang dilamar.

  1. Apa yang Anda lakukan ketika berhadapan dengan tekanan?

Setiap tempat kerja selalu memiliki tantangan masing-masing. Tantangan tersebut terkadang sangat menekan sehingga bisa membuat karyawan stres. Jawaban seperti saya tidak pernah menjadi stres akibat tekanan dinilai tidak mungkin dan masuk jawaban berbohong.

Anda perlu menceritakan tentang pengalaman dalam menghadapi stres. Semakin baik jawaban manajemen stres yang Anda paparkan maka akan semakin dinilai baik oleh HRD.

  1. Lingkungan kerja seperti apa yang anda inginkan?

Pertanyaan ketenagakerjaan ini bukan menanyakan tentang lingkungan seperti apa yang sebetulnya Anda impikan. Melainkan pertanyaan ketenagakerjaan untuk mengetahui seberapa mendalam Anda paham tentang budaya perusahaan di tempat yang dilamar. Anda bisa browsing dari internet mengenai budaya kerja di perusahaan tersebut misalkan saja kolaboratif dan fun. 

Tersedia banyak informasi yang biasanya dijelaskan oleh para blogger ataupun pemilik website yang pernah bekerja di perusahaan tersebut. Bisa juga dengan menjawab bahwa saya senang bekerja sama dan bertemu dengan banyak orang yang baru. Lingkungan seperti itu terasa menyenangkan dan bisa meningkatkan produktivitas di perusahaan.

  1. Apakah Anda memiliki pertanyaan ketenagakerjaan lebih lanjut?

Jenis pertanyaan ketenagakerjaan seperti itu sering dikatakan untuk mengakhiri proses interview. Pertanyaan ketenagakerjaan ini sebetulnya merupakan kesempatan yang baik bagi para kandidat untuk mengetahui lebih lanjut tentang perusahaan sehingga informasi yang diberikan bisa berlangsung dua arah. Sangat tidak disarankan untuk menjawab pertanyaan ketenagakerjaan dengan jawaban tidak ada yang ingin saya tanyakan untuk sementara waktu.

Anda bisa bertanya tentang tahapan rekrutmen selanjutnya setelah interview. Bisa juga Anda menjawab mengenai hasil dari interview kapan akan diberikan. Dapat juga bertanya balik mengenai masukkan sebagai seorang fresh graduate untuk bisa berhasil melamar ke posisi tersebut.

HRIS System

Di zaman serba canggih teknologi, kinerja HRD sudah dibantu dengan adanya HR system atau Hris software. Software tersebut dapat membantu para HRD dalam menyeleksi kandidat yang melamar pekerjaan. Perangkat lunak tersebut mampu membuat penggolongan untuk Top talent. Sebagian besar kandidat yang tidak mengumpulkan dokumen secara lengkap juga otomatis akan tersingkir melalui sistem.

Software itu sendiri juga tidak hanya dipakai untuk membantu proses seleksi. Namun lebih berfungsi sebagai database sekaligus untuk mendata para karyawan yang diterima masuk ke perusahaan. Nantinya sistem penggajian juga akan didata dengan menggunakan sistem tersebut berdasarkan hasil absensi.

Hal tersebut dapat Anda dapatkan dengan menggunakan hris software by Talenta yang menyediakan berbagai fitur lengkap dalam memudahkan pekerjaan HR. Kunjungi https://www.talenta.co/fitur/software-hris/ untuk lebih lengkapnya.

Peran penting dari HRIS system tersebut bagi perusahaan dapat Anda ketahui dengan lebih lengkap berikut ini:

  1. Melakukan otomasi untuk pekerjaan berulang

Pekerjaan berulang yang seringkali dilakukan oleh tim HRD adalah membuat rekapan daftar absensi, distribusi gaji, menghitung pajak penghasilan karyawan, dan lain-lain. Semua kegiatan tersebut akan melelahkan tim HRD karena sistem penggajian karyawan ada yang sebulan dua kali atau sebulan sekali. Kini semua proses tersebut dapat dilakukan dengan lebih cepat dengan bantuan software sehingga bisa berjalan otomatis juga.

  1. Mempermudah monitoring performa karyawan

Tidak bisa dipungkiri bahwa tim HRD juga harus selalu mengawasi kinerja para karyawan dalam perusahaan. Hal ini ditujukan agar setiap karyawan selalu serius dalam bekerja memenuhi semua target yang diberikan kepada mereka. Dengan bantuan software seorang manajer HRD akan mampu untuk membandingkan performa karyawan yang satu dengan lainnya. Terlebih lagi setiap software sedang dilengkapi dengan informasi key performance indicator.

  1. Bahan pengambilan keputusan

Software mampu memberikan informasi sumber daya manusia terbaik yang ada dalam perusahaan dengan cepat. Seluruh data-data dari karyawan dimasukkan dalam database khusus yang sifatnya terpusat. Hal tersebut mempermudah tim HRD untuk mengambil keputusan dengan cepat kapan saja diperlukan.

  1. Mengurangi terjadinya human error

Setiap tim HRD selalu berusaha sebaik mungkin dalam melakukan rekap dan tugas-tugas lainnya yang berhubungan dengan karyawan. Hanya saja proses yang dilakukan secara manual memungkinkan terjadinya kesalahan perhitungan yang bisa mempengaruhi gaji dan merugikan karyawan. Software memungkinkan tim HRD untuk mengurangi terjadinya human error dalam menghitung gaji karyawan.

Bagi Anda yang juga sedang mencari tahu tentang HR system terbaik maka gunakan Talenta. Perangkat lunak yang satu ini memungkinkan para HRD bekerja dengan lebih otomatis dan praktis. Tidak lagi perlu repot setiap kali tanggal gajian sudah dekat karena penggajian karyawan akan dihitung secara otomatis oleh software. HR system Talenta dapat Anda akses pada tautan berikut: https://www.talenta.co/en/.

 


PUBLISHED07 Jun 2022
Made
Made