Perhitungan Pesangon Karyawan sesuai Undang-Undang

Perhitungan Pesangon Karyawan sesuai Undang-Undang

Pada suatu perusahaan, PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) sangat mungkin terjadi. Lalu, apa saja hak karyawan yang akan diberikan oleh perusahaan pada saat karyawan tersebut di PHK? Biasanya, pihak perusahaan akan memberikan uang pesangon kepada setiap karyawan yang di PHK. Dalam artikel ini akan dijelaskan terkait PHK dan perhitungan pesangon yang diberikan kepada karyawan.

Tinggalkan HR dan payroll manual, saatnya beralih ke Aplikasi HRIS Talenta dengan fitur absensi online, payroll dan fitur yang mempermudah pekerjaan HRD lainnya.

PHK Menurut Undang-Undang

Ada beberapa alasan yang menjadi penyebab kenapa pihak perusahaan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada karyawan. Salah satunya adalah karena karyawan tersebut dianggap kurang produktif atau karena kinerja karyawan yang tidak sesuai dengan ekspektasi perusahaan. Terdapat dua jenis PHK yang perlu diketahui, yaitu PHK secara sukarela dan PHK dengan tidak sukarela.

Kedua jenis PHK tersebut dijelaskan dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. PHK sukarela adalah apabila seorang karyawan mengundurkan diri tanpa paksaan, atau ada masalah di perusahaan. Sedangkan PHK dengan tidak sukarela atau terpaksa adalah pengunduran diri karyawan karena adanya pelanggaran yang dilakukan karyawan atau masalah keuangan yang dihadapi oleh perusahaan.

Baca juga: Karyawan di-PHK Wajib Terima Pesangon, Ini Penjelasannya!

Komponen Perhitungan Pesangon Karyawan

Setiap karyawan yang di PHK akan mendapatkan uang pesangon dari perusahaan. Uang pesangon merupakan sejumlah uang yang dibayarkan oleh perusahaan kepada karyawan, sehubungan dengan berakhirnya masa kerja atau terjadi pemutusan hubungan kerja. Biasanya, uang pesangon termasuk juga di dalamnya uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak.

Perhitungan pesangon karyawan menurut Undang-Undang Ketenagakerjaan Pasal 156 Ayat (2) sesuai dengan masa kerja karyawan:

  • Untuk masa kerja kurang dari 1 tahun, uang pesangon yang didapatkan oleh karyawan adalah sebesar 1 bulan upah.
  • Untuk masa kerja antara 1 sampai dengan 2 tahun, uang pesangon yang didapatkan oleh karyawan adalah sebesar 2 bulan upah.
  • Masa kerja antara 2 sampai dengan 3 tahun, uang pesangon yang didapatkan oleh karyawan adalah sebesar 3 bulan upah.
  • Untuk masa kerja antara 3 sampai dengan 4 tahun, uang pesangon yang didapatkan oleh karyawan adalah sebesar 4 bulan upah.
  • Untuk masa kerja antara 4 sampai dengan 5 tahun, uang pesangon yang didapatkan oleh karyawan adalah sebesar 5 bulan upah.
  • Masa kerja antara 5 sampai dengan 6 tahun, uang pesangon yang didapatkan oleh karyawan adalah sebesar 6 bulan upah.
  • Untuk masa kerja antara 6 sampai dengan 7 tahun, uang pesangon yang didapatkan oleh karyawan adalah sebesar 7 bulan upah.
  • Untuk masa kerja antara 7 sampai dengan 8 tahun, uang pesangon yang didapatkan oleh karyawan adalah sebesar 8 bulan upah.
  • Dan untuk masa kerja di atas 8 tahun, uang pesangon yang didapatkan oleh karyawan adalah sebesar 9 bulan upah.

Perhitungan uang penghargaan masa kerja berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan Pasal 156 Ayat (3) adalah sebagai berikut:

  • Masa kerja 3 sampai dengan 6 tahun, uang penghargaan masa kerja karyawan adalah sebesar 2 bulan upah.
  • Untuk masa kerja 6 sampai dengan 9 tahun, uang penghargaan masa kerja karyawan adalah sebesar 3 bulan upah.
  • Masa kerja 9 sampai dengan 12 tahun, uang penghargaan masa kerja karyawan adalah sebesar 4 bulan upah.
  • Masa kerja 12 sampai dengan 15 tahun, uang penghargaan masa kerja karyawan adalah sebesar 5 bulan upah.
  • Untuk masa kerja 15 sampai dengan 18 tahun, uang penghargaan masa kerja karyawan adalah sebesar 6 bulan upah.
  • Masa kerja 18 sampai dengan 21 tahun, uang penghargaan masa kerja karyawan adalah sebesar 7 bulan upah.
  • Masa kerja 21 sampai dengan 24 tahun, uang penghargaan masa kerja karyawan adalah sebesar 8 bulan upah.
  • Dan  untuk masa kerja lebih dari 24 tahun, uang penghargaan masa kerja karyawan adalah sebesar 10 bulan upah.

Contoh Perhitungan Pesangon Karyawan

Seorang karyawan yang bekerja di suatu perusahaan di PHK dengan masa kerja 2 Tahun 3 Bulan. Gaji pokok dan tunjangan karyawan tersebut sebesar Rp 3.000.000. Maka untuk perhitungan pesangon karyawan yang berhak diterima oleh karyawan tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Uang Pesangon = 3 x Rp 3.000.000 = Rp 9.000.000
  2. Uang Masa Kerja di bawah 3 tahun = tidak dapat.
  3. Uang Pesangon + Uang Masa Kerja = Rp 9.000.000

Jadi, total uang pesangon yang harus diberikan oleh perusahaan kepada karyawan tersebut adalah sebesar Rp 9.000.000.

Baca juga: Apakah Saya Mendapat Pesangon Jika Saya Mengundurkan Diri dari Perusahaan?

Masalah tentang pesangon karyawan merupakan salah satu hal yang sangat sensitif bagi perusahaan dan karyawan. Itulah mengapa, pihak perusahaan harus melakukan perhitungan pesangon karyawan yang cermat dan menghindari kesalahan yang dapat menyebabkan konflik antara karyawan dan perusahaan. Agar dapat terhindar dari kesalahan perhitungan, penting bagi Anda untuk memiliki  sistem payroll yang mumpuni yang memiliki kemampuan untuk mengelola uang pesangon karyawan Anda.

Gunakan software HR dan payroll Talenta yang telah dipercaya oleh ribuan pengguna di Indonesia. Talenta dilengkapi dengan fitur-fitur terbaik yang sangat akan memudahkan Anda mengurus kebutuhan adminstrasi karyawan seperti penggajian, cuti, absensi, reimbursement, pajak, dan lainnya. Coba Talenta sekarang juga!


PUBLISHED01 Oct 2019
Ervina
Ervina