Sebagai seorang karyawan, pasti ada saat di mana Anda berhalangan untuk hadir ke tempat kerja. Bisa karena sakit, ada acara keluarga, terjadi musibah yang tidak bisa dihindari, atau bahkan pergi berlibur keluar kota. Jangan khawatir, setiap karyawan memiliki hak untuk mengajukan cuti. Perihal cuti ini sudah tertera dalam Undang-Undang di Indonesia. Kebijakan mengenai cuti yang bisa diajukan oleh karyawan diatur dalam UU Nomor 13 tahun 2013 tentang Ketenagakerjaan. Setiap karyawan berhak mengajukan cuti jika yang bersangkutan berhalangan hadir ke tempat kerja. Untuk mengajukan cuti, karyawan harus membuat surat cuti. Surat ini merupakan bentuk permohonan izin kepada perusahaan untuk tidak masuk kerja. Format pengisian surat cuti berbeda-beda, tergantung pada maksud dan tujuan seorang karyawan mengajukan cuti. Surat cuti juga merupakan jenis surat resmi yang dikelola oleh manajemen sumber daya manusia. Di bawah ini Talenta akan menjabarkan hak cuti yang bisa didapatkan karyawan beserta contoh surat cuti yang bisa dibuat untuk melakukan permohonan cuti.

7 Hak Cuti Karyawan

Seorang karyawan yang mengajukan cuti pasti memiliki alasannya masing-masing. Jenis hak cuti pun berbeda-beda. Pada dasarnya terdapat tujuh jenis hak cuti karyawan yang diakui oleh perusahaan yaitu, cuti tahunan, cuti sakit, cuti melahirkan, cuti penting, cuti bersama, dan cuti berbayar.

  • Cuti Tahunan

Cuti tahunan merupakan hak bagi setiap karyawan yang bekerja di suatu perusahaan.Biasanya setiap karyawan mendapatkan jatah cuti tahunan sebanyak 12 hari per tahun jika karyawan tersebut sudah bekerja selama minimal satu tahun. Jumlahnya bisa lebih banyak tergantung dari posisi dan kedudukan seorang karyawan dalam perusahaan.

  • Cuti Sakit

Cuti sakit adalah cuti yang diajukan seorang karyawan saat menderita sakit. Jumlah cuti sakit tidak memiliki batasan, tapi tergantung pada kebijakan perusahaan masing-masing. Untuk mengajukan cuti sakit, seorang karyawan harus melampirkan surat keterangan dari dokter yang menjelaskan tentang kondisinya. Menurut undang-undang, bahkan seorang karyawan perempuan berhak mengajukan cuti pada hari pertama dan hari kedua menstruasi jika merasakan sakit.

  • Cuti Melahirkan

Cuti melahirkan merupakan hak setiap karyawan perempuan yang sedang hamil saat menjelang dan sesudah melahirkan. Cuti yang diberikan biasanya selama 90 hari dengan perincian 45 hari sebelum melahirkan dan 45 hari setelah melahirkan. Karyawan yang sedang hamil tidak bisa leluasa, gerakannya sangat terbatas. Belum lagi jika suatu waktu perut terasa sakit. Begitu juga setelah melahirkan. Seorang karyawan butuh waktu untuk memulihkan kondisinya. Selama cuti melahirkan, karyawan tersebut tetap berhak mendapatkan gaji secara utuh dan juga tidak mengurangi jatah cuti tahunannya.

  • Cuti Besar

Cuti besar merupakan cuti yang diberikan kepada karyawan yang telah bekerja di sebuah perusahaan selama lebih dari lima tahun. Cuti besar biasanya berdurasi 21 sampai 30 hari, tergantung kebijakan perusahaan masing-masing. Namun, tidak semua perusahaan memberikan cuti besar kepada karyawannya yang loyal. Beberapa perusahaan tidak menyediakan cuti besar.

  • Cuti Penting

Cuti penting diajukan karyawan kepada perusahaan saat ada keperluan penting dan mendesak yang tidak bisa dihindari. Menurut pasal 93 ayat 4 dalam UU No. 13 tahun 2003, yang termasuk cuti penting adalah sebagai berikut:

    1. Karyawan menikah (tiga hari)
    2. Menikahkan anak (dua hari)
    3. Mengkhitankan anak (dua hari)
    4. Membaptiskan anak (dua hari)
    5. Istri melahirkan atau mengalami keguguran (dua hari)
    6. Suami/istri, orang tua/mertua, anak atau menantu meninggal dunia (dua hari)
    7. Anggota keluarga serumah meninggal dunia (satu hari)
  • Cuti Bersama

Cuti bersama diberikan kepada seluruh karyawan yang bekerja dalam sebuah perusahaan sesuai dengan peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Cuti bersama biasanya dikeluarkan oleh pemerintah pada saat sebelum dan/atau sesudah hari besar keagamaan. Perhitungan cuti bersama berbeda-beda di tiap perusahaan. Beberapa perusahaan menghitung cuti bersama sebagai bagian dari cuti tahunan sehingga bisa mengurangi jatah cuti tahunan karyawan. Namun, ada juga perusahaan yang tidak memasukkan cuti bersama dalam perhitungan cuti tahunan.

  • Cuti Berbayar

Cuti berbayar merupakan cuti yang diajukan seorang karyawan di mana perusahaan masih memberikan gaji kepada karyawan tersebut. Jika seorang karyawan mengajukan cuti berbayar, perusahaan memiliki tanggung jawab untuk tetap membayar gaji kepada karyawan. Perusahaan tetap wajib membayar gaji karyawan dalam kondisi cuti sakit, cuti penting, cuti melahirkan, cuti melakukan ibadah keagamaan, cuti melakukan tugas negara, atau cuti karena melaksanakan tugas dari perusahaan itu sendiri. Untuk cuti sakit, perusahaan akan tetap membayarkan gaji karyawan selama empat bulan pertama secara penuh. Lalu empat bulan selanjutnya karyawan tetap mendapat gaji sebesar 75 persen. Setelah delapan bulan, jika karyawan tersebut masih sakit, maka perusahaan hanya akan membayarkan 50 persen gaji karyawan tersebut. Untuk bulan-bulan selanjutnya perusahaan hanya wajib membayar 25 persen gaji kepada karyawan sampai tiba masanya pemutusan hubungan kerja jika karyawan belum juga masuk kerja sampai melebihi batas waktu yang ditentukan.

Contoh Surat Cuti Karyawan

Untuk memberikan gambaran lebih jelas mengenai pengajuan cuti, Talenta akan menyajikan beberapa contoh surat cuti sebagai berikut.

  • Surat Cuti Tahunan

Cuti tahunan merupakan hak bagi setiap karyawan yang bekerja di suatu perusahaan. Biasanya setiap karyawan mendapatkan jatah cuti tahunan sebanyak 12 hari per tahun jika karyawan tersebut sudah bekerja selama minimal satu tahun. Jika seorang karyawan belum bekerja selama satu tahun di perusahaan tersebut, tapi perlu mengajukan cuti tahunan, biasanya karyawan tersebut tetap bisa mengajukan cuti, dengan syarat jumlah cuti di tahun berikutnya akan dikurangi sesuai cuti yang diajukan saat ini. Cuti tahunan biasanya dimanfaatkan karyawan untuk berlibur, sekadar bersantai di rumah, atau ada urusan keluarga. Di bawah ini adalah contoh surat cuti sakit yang bisa Anda berikan kepada atasan terkait permohonan cuti.

Jakarta, 14 November 2019
Perihal : Permohonan cuti tahunan

Kepada Yth,
Kepala HRD PT Visi Maju
Di tempat

Dengan hormat,
Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama     : Andi Hidayat
NIK        : 5564321
Jabatan : Supervisor
Divisi     : Marketing

Bermaksud mengajukan cuti tahunan selama lima hari, terhitung mulai tanggal 18 November 2019 sampai dengan tanggal 22 November 2019. Demikian surat permohonan cuti ini saya ajukan. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.

Hormat saya,

Andi Hidayat

  • Surat Cuti Sakit

Cuti sakit memang perlu diajukan apabila kondisi karyawan tidak memungkinkan untuk datang bekerja ke kantor. Surat cuti sakit biasanya harus dilengkapi dengan surat keterangan dari dokter atau rumah sakit yang menjelaskan tentang kondisi karyawan tersebut. Di beberapa perusahaan, bahkan seorang karyawan perempuan berhak mendapat cuti pada hari pertama dan kedua masa menstruasi jika merasakan sakit. Kondisi seorang karyawan yang kurang fit tentu akan memengaruhi kinerjanya. Bekerja menjadi kurang maksimal. Dengan adanya cuti sakit, karyawan diharapkan dapat memulihkan kondisinya agar kembali sehat dapat kembali bekerja ke kantor. Di bawah ini adalah contoh surat cuti sakit yang bisa Anda tuliskan ketika ingin izin sakit.

Jakarta, 14 November 2019
Perihal     : Permohonan cuti sakit
Lampiran : 1 lembar surat dokter

Kepada Yth,
Kepala HRD PT Visi Maju
Di tempat

Dengan hormat,
Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama     : Andi Hidayat
NIK         : 5564321
Jabatan  : Supervisor
Divisi      : Marketing

Bermaksud mengajukan cuti tahunan selama dua hari mulai tanggal 14 November 2019 sampai dengan tanggal 15 November 2019. Bersama surat ini, saya lampirkan surat dokter sebagai bukti kondisi saya. Demikian surat permohonan cuti ini saya ajukan. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.

Hormat saya,

Andi Hidayat

  • Surat Cuti Melahirkan

Cuti melahirkan merupakan hak setiap karyawan perempuan yang sedang hamil. Cuti yang diberikan biasanya selama 90 hari dengan perincian 45 hari sebelum kelahiran dan 45 hari setelah kelahiran. Karyawan yang sedang hamil tidak bisa leluasa, gerakannya sangat terbatas. Belum lagi jika suatu waktu perut terasa sakit. Begitu juga setelah melahirkan. Seorang karyawan butuh waktu untuk memulihkan kondisinya. Selama cuti melahirkan, karyawan tersebut tetap berhak mendapatkan gaji secara utuh dan juga tidak mengurangi jatah cuti tahunannya.

Jakarta, 14 November 2019
Perihal     : Permohonan cuti melahirkan
Lampiran : 1 lembar surat dokter

Kepada Yth,
Kepala HRD PT Visi Maju
Di tempat

Dengan hormat,
Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama    : Dini Sekar Kurniawati
NIK        : 5764529
Jabatan : Staf
Divisi     : Marketing

Bermaksud mengajukan cuti melahirkan selama 90 hari, terhitung sejak tanggal 14 November 2019 sampai dengan tanggal 14 Februari 2020. Bersama surat ini, saya lampirkan surat dokter sebagai bukti kondisi saya serta keterangan mengenai hari perkiraan lahir. Demikian surat permohonan cuti ini saya ajukan. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.

Hormat saya,

Dini Sekar Kurniawati

  • Surat Cuti Menikah

Setiap manusia diciptakan saling berpasang-pasangan. Tidak terkecuali seorang karyawan yang bekerja di suatu perusahaan. Ada masa di mana seorang karyawan memutuskan untuk mengakhiri masa lajangnya dengan menikah. Untuk itu, karyawan tersebut perlu mengajukan cuti untuk mengurus hal-hal mengenai pernikahannya. Lama waktu cuti untuk menikah di setiap perusahaan berbeda-beda, ada yang hanya tiga hari, ada juga yang sampai lima hari kerja. Ini adalah contoh surat cuti menikah yang bisa Anda berikan ketika ingin mengajukan cuti untuk melangsungkan pernikahan.

Jakarta, 14 November 2019
Perihal     : Permohonan cuti menikah

Kepada Yth,
Kepala HRD PT Visi Maju
Di tempat

Dengan hormat,
Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama     : Andi Hidayat
NIK         : 5564321
Jabatan  : Supervisor
Divisi      : Marketing
Bermaksud mengajukan cuti menikah selama lima hari, terhitung mulai tanggal 18 November 2019 sampai dengan tanggal 22 November 2019. Demikian surat permohonan cuti ini saya ajukan. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.

Hormat saya,

Andi Hidayat

  • Surat Cuti Kematian

Surat cuti kematian diajukan jika seorang karyawan berduka karena kematian anggota keluarganya. Kematian merupakan hal yang sama sekali tidak bisa diprediksi oleh siapa pun. Kondisi mental karyawan pasti menjadi tidak stabil dan sangat berduka. Kondisi tersebut membuat karyawan tidak memungkinkan untuk datang bekerja ke kantor.

Jakarta, 14 November 2019
Perihal    : Permohonan cuti kematian

Kepada Yth,
Kepala HRD PT Visi Maju
Di tempat

Dengan hormat,
Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama    : Dini Sekar Kurniawati
NIK        : 5764529
Jabatan : Staf
Divisi     : Marketing

Bermaksud mengajukan cuti kematian selama tiga hari, terhitung sejak tanggal 18 November 2019 sampai dengan tanggal 20 November 2019 dikarenakan sedang berduka atas kematian anggota keluarga, yaitu suami. Demikian surat permohonan cuti ini saya ajukan. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.

Hormat saya,

Dini Sekar Kurniawati

Setiap perusahaan wajib memberikan waktu istirahat dan cuti kepada pekerja atau buruh sebab itu merupakan hak. Apabila perusahaan tidak mengizinkan karyawan mengambil cuti, maka mereka akan dikenakan sanksi sesuai UU ketenagakerjaan yang berlaku, yaitu kurungan penjara paling singkat 1 bulan dan paling lama 12 bulan, atau denda paling sedikit Rp10.000.000 dan paling banyak Rp100.000.000. Oleh karena itu para pegawai maupun perusahaan harus sama-sama bijak dalam menanggapi perihal hak cuti ini agar tidak menimbulkan konflik dalam internal perusahaan.

Untuk mengelola hak cuti karyawan, HR dapat menggunakan aplikasi HR dan payroll seperti Talenta. Karyawan bisa mengajukan cuti dengan mudah melalui aplikasi, dan dapat dikelola secara praktis oleh tim HR. Talenta juga memiliki beragam fitur lain seperti absensi online, reimbursement, serta onboarding karyawan. Ingin tahu lebih lanjut tentang Talenta? Segera daftarkan perusahaan Anda di Talenta dan nikmati kemudahan fiturnya.

 

Apa yang bisa kami lakukan untuk Anda?

Miliki sistem HR tepercaya dengan mencoba Talenta sekarang! Ikuti 3 cara berikut tanpa rasa khawatir untuk mendapatkan sistem HR yang lebih mudah:

Jadwalkan Demo 1:1

Undang kami untuk datang ke kantor Anda dan berdiskusi lebih lanjut tentang Talenta.

Ikuti Demo

Ikuti Workshop Talenta

Datang dan bergabung di workshop untuk ketahui lebih lanjut tentang Talenta.

Daftar Workshop

Coba Demo Interaktif

Coba akun demo langsung dan temukan bagaimana Talenta dapat membantu Anda.

Coba Gratis
loading
Suka dengan Artikelnya?Talenta punya lebih banyak buat kamu!

Dapatkan konten premium mulai dari artikel, ebook, case study, white papers, infographic dengan berlangganan sekarang!

Suka dengan artikelnya?Dapatkan artikel HR premium langsung di email Anda!

Jadilah orang pertama yang akan mendapatkan artikel premium mulai dari study case, infographic, ebook, hingga white paper.