HR Planning 7 min read

Tenaga Kerja Terlatih dan Terdidik: Contoh, Kelebihan dan Kekurangannya

By Mekari TalentaPublished 08 Jun, 2023 Diperbarui 20 Maret 2024

Pada dasarnya tenaga kerja dapat diklasifikasikan minimal menjadi tiga macam yakni tenaga kerja terdidik (skill labour), tenaga kerja terlatih / terampil (trainer labour), tenaga kerja tidak terlatih (unskill labour) seperti contoh yang akan di bahas disini.

Tenaga kerja adalah salah satu komponen penting penggerak perekonomian suatu bangsa karena keterlibatannya secara langsung pada sebuah proses produksi barang maupun jasa yang mampu menggerakan roda perekonomian, sehingga berdampak positif terhadap pembangunan ekonomi.

Berdasarkan Undang-Undang (UU) Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003, Tenaga kerja sendiri adalah setiap orang atau perorangan yang mampu melakukan tenaga kerja untuk menghasilkan barang atau jasa guna memenuhi kebutuhan pribadi dan masyarakat.

Secara umum, pekerja harus memenuhi kriteria usia produktif atau usia kerja, yaitu antara 18 dan 64 tahun.

Pada kesempatan ini akan dijelaskan mengenai pengertian, contoh, beserta kelebihan dan kekurangannya setiap tenaga kerja

Apa Itu Tenaga Kerja Terlatih (Trained Labour)?

tenaga kerja terlatih

Pekerja terlatih adalah pekerja yang telah bekerja dan terlatih dalam bidang kegiatannya.

Misalnya seseorang yang telah menyelesaikan studinya di bidang akuntansi, maka mereka dapat diikutsertakan dalam angkatan kerja ini.

Para pekerja ini bisa disamakan dengan pekerja yang berpengalaman.

Misalnya, dia adalah seorang pengemudi dan mekanik.

Keuntungan dalam memilih tenaga kerja yang sudah berpengalaman ini antara lain:

  • Pekerja yang berpengalaman memiliki tingkat produktivitas yang tinggi, memungkinkan mereka untuk secara langsung berkontribusi besar bagi perusahaan.
  • Para pekerja berpengalaman ini tidak memerlukan pelatihan khusus dan hanya memerlukan penyesuaian tertentu, sehingga perusahaan tidak perlu menjalankan program pelatihan seperti saat ini dengan template.
  • Akibatnya, perusahaan tidak perlu membayar pelatihan khusus untuk karyawan berpengalaman.

Sedangkan kelemahannya adalah:

  • Tenaga kerja yang sudah berpengalaman ini pada dasarnya lebih sulit diperoleh atau didapat karena jumlahnya tidak banyak.
  • Tenaga kerja yang sudah berpengalaman mempunyai daya tawar tinggi terhadap balas jasa atau upah yang diinginkan. Dengan demikian untuk mendapatkannya perusahaan harus siap memberikan imbalan yang cukup besar.
  • Tenaga kerja yang sudah berpengalaman pada umumnya sudah terbentuk karakternya dan sudah jadi sehingga jika terjadi ketidaksesuaian dengan keinginan perusahaan biasanya sulit untuk diarahkan dan dibelokkan.

Proses HR jadi lebih cepat dengan software HR terautomasi Mekari Talenta.

Apa Itu Tenaga Kerja Terampil?

Tenaga terampil adalah istilah yang merujuk kepada individu yang memiliki keterampilan dan keahlian khusus dalam melakukan tugas atau pekerjaan tertentu.

Mereka telah mendapatkan pelatihan dan pengalaman yang memungkinkan mereka untuk melaksanakan tugas-tugas dengan efektif dan efisien.

Tenaga terampil memiliki pengetahuan yang mendalam dalam bidangnya, serta mampu mengaplikasikan keterampilan praktis yang relevan dalam pekerjaannya.

Mereka biasanya memiliki keahlian teknis, seperti keahlian dalam bidang teknologi, rekayasa, desain, keuangan, atau bidang lain yang spesifik.

Keberadaan tenaga terampil sangat penting dalam berbagai sektor industri, karena mereka memiliki peran kunci dalam memastikan kelancaran operasional perusahaan.

Mereka dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap produktivitas, kualitas, dan inovasi dalam lingkungan kerja.

Tenaga terampil juga cenderung memiliki tingkat gaji yang lebih tinggi dibandingkan dengan tenaga kerja yang memiliki keterampilan umum.

Hal ini disebabkan oleh nilai tambah yang mereka bawa ke organisasi dan tingkat keahlian yang mereka miliki.

Dalam era kemajuan teknologi dan globalisasi, peningkatan keterampilan dan keahlian menjadi semakin penting.

Oleh karena itu, pengembangan tenaga terampil melalui pendidikan, pelatihan, dan pengalaman kerja terus menerus menjadi prioritas bagi individu dan organisasi guna menjaga daya saing dan kesuksesan di dunia kerja.

Contoh Tenaga Kerja Terampil

Berikut ini adalah beberapa contoh tenaga kerja terampil di berbagai sektor industri:

  1. Teknisi Listrik: Mereka memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam memasang, memelihara, dan memperbaiki sistem listrik.
  2. Ahli Mekanik: Mereka memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam memperbaiki dan merawat mesin dan peralatan mekanik.
  3. Perawat Profesional: Mereka memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam memberikan perawatan kesehatan kepada pasien di berbagai setting, seperti rumah sakit, klinik, atau pusat perawatan jangka panjang.
  4. Pengembang Perangkat Lunak: Mereka memiliki keterampilan dalam merancang, mengembangkan, dan menguji perangkat lunak yang digunakan dalam berbagai aplikasi dan sistem.
  5. Tukang Kayu: Mereka memiliki keterampilan dalam memotong, merakit, dan menggabungkan bahan kayu untuk membuat produk seperti perabotan, pintu, atau jendela.
  6. Koki Profesional: Mereka memiliki keterampilan dalam memasak dan menyajikan makanan dengan standar kebersihan dan kualitas yang tinggi di industri perhotelan atau restoran.
  7. Montir Mobil: Mereka memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam memperbaiki dan merawat kendaraan bermotor.
  8. Ahli Desain Grafis: Mereka memiliki keterampilan dalam merancang grafis, logo, dan materi promosi visual menggunakan perangkat lunak desain.
  9. Penjahit: Mereka memiliki keterampilan dalam menjahit pakaian dan bahan tekstil untuk menghasilkan produk yang diinginkan.
  10. Ahli Keuangan: Mereka memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menganalisis keuangan, mengelola anggaran, dan memberikan saran keuangan kepada individu atau organisasi.

Contoh-contoh di atas hanya sebagian kecil dari berbagai tenaga kerja terampil yang ada.

Setiap sektor industri memiliki kebutuhan khusus akan tenaga kerja terampil yang sesuai dengan bidangnya.

Apa Itu Tenaga Kerja Tidak Terlatih (Unskill Labour)?

tenaga kerja tidak terlatih

Tenaga kerja tidak terampil meliputi tenaga kerja di luar angkatan kerja terdidik dan tenaga kerja terampil.

Pekerja tidak terampil ini merupakan bagian terbesar dari total angkatan kerja yang ada.

Mereka biasanya hanya mengenyam pendidikan formal pada jenjang terendah dan tidak memiliki pengalaman yang diperlukan. cocok, karena tidak ada pengalaman kerja.

Karena itu pekerjaan Anda biasanya tidak memerlukan keterampilan khusus.

Misalnya seorang pelajar drop out, maka mereka dapat digolongkan pada tenaga kerja tidak terlatih.

Buruh bangunan dan kuli panggul adalah contoh tenaga kerja yang tidak terlatih.

Keuntungan di dalam memilih tenaga kerja yang tidak terlatih antara lain:

  • Tenaga kerja tidak terlatih ini sangat murah karena selain memiliki tingkat pendidikan formal yang tinggi, mereka juga tidak memiliki kualifikasi, sehingga posisi tawar menjadi sangat lemah dibandingkan dengan tenaga kerja terdidik dan terampil.
  • Bahkan melebihi kapasitas tenaga kerja yang dibutuhkan, maka perusahaan akan memiliki banyak kebebasan untuk memilih tenaga kerja yang benar-benar memenuhi kebutuhan dan merasa berkomitmen untuk berkontribusi bagi perkembangan perusahaan.
  • Para pekerja ini tidak mudah dilatih untuk menyelaraskan dengan tujuan perusahaan. .

Sedangkan kelemahannya adalah:

  • Tenaga kerja tidak terlatih ini hanya dapat melakukan pekerjaan umum dan tidak membutuhkan pengalaman.
  • tenaga kerja tidak terlatih ini hanya dapat melakukan pekerjaan rutin dan umumnya memiliki inisiatif dan kreativitas yang rendah, sehingga akan sulit bagi mereka untuk mencari pekerjaan jika ada di lapangan.
  • Tenaga kerja tidak terlatih kurang mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sehingga memerlukan pengawasan yang lebih rutin oleh perusahaan.

Contoh Tenaga Kerja Tidak Terampil (Unskilled Labor)

Berikut adalah beberapa contoh tenaga kerja tidak terampil (unskilled labor):

  1. Pembersih: Mereka melakukan pekerjaan pembersihan dan sanitasi, seperti membersihkan gedung, ruangan, atau area publik.
  2. Pemuat/penumpang: Mereka bertanggung jawab untuk memuat dan menumpahkan barang atau membantu penumpang dalam transportasi, seperti di pelabuhan, bandara, atau stasiun kereta api.
  3. Pekerja Tani: Mereka melakukan pekerjaan di bidang pertanian, seperti menanam, memanen, atau merawat tanaman pertanian.
  4. Pekerja Konstruksi: Mereka melakukan pekerjaan konstruksi dasar, seperti membawa material, membersihkan lokasi konstruksi, atau membantu dalam pemasangan struktur.
  5. Buruh Pabrik: Mereka melakukan tugas-tugas yang melibatkan pekerjaan manual di dalam pabrik, seperti mengangkut atau mengemas barang, atau menjalankan mesin sederhana.
  6. Pramuniaga: Mereka bertugas membantu pelanggan, mengatur produk di rak, dan melakukan tugas-tugas administratif sederhana di toko atau supermarket.
  7. Pekerja Kebersihan: Mereka bertanggung jawab untuk menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan, seperti petugas kebersihan di taman, jalan, atau area publik lainnya.
  8. Pelayan Restoran: Mereka memberikan layanan makanan dan minuman di restoran, kafe, atau kedai makanan.
  9. Pekerjaan Manual Lainnya: Termasuk di dalamnya adalah pekerjaan seperti petugas parkir, buruh angkut, atau pekerja tukang kebun.

Tenaga kerja tidak terampil biasanya tidak memerlukan keahlian atau pendidikan khusus untuk melaksanakan tugas-tugas mereka.

Mereka sering melakukan pekerjaan fisik yang sederhana dan rutin, dan sering kali bekerja di sektor-sektor dengan upah yang lebih rendah.

Apa Itu Tenaga Kerja Terdidik (Skill Labour)?

Tenaga kerja terdidik

Tenaga kerja terampil (skilled labour) adalah tenaga kerja yang telah mendapatkan pelatihan formal di bidang tertentu tetapi belum pernah mendapatkan pelatihan di bidang tersebut.

Tenaga kerja terdidik ini diidentikkan dengan tenaga kerja yang belum berpengalaman.

Guru dan dokter adalah contoh tenaga kerja terdidik.

Keuntungan di dalam memilih tenaga kerja yang belum berpengalaman ini antara lain:

  • Pekerja yang tidak berpengalaman dinilai relatif murah karena mereka tidak memiliki daya tawar yang tinggi atas gaji atau upah yang diinginkan.
  • Tenaga kerja yang belum berpengalaman relatif tersedia di masyarakat, sehingga perusahaan akan lebih leluasa memilih tenaga kerja yang dianggap cocok dan berpotensi membantu perusahaan berkembang.
  • Pekerjaan yang tidak berpengalaman lebih mudah untuk dilatih dan dikelola sesuai dengan tujuan perusahaan .

Sedangkan kelemahannya adalah:

  • Perusahaan harus merencanakan program pelatihan khusus untuk pekerja yang tidak berpengalaman agar mereka benar-benar kompeten dan ahli di bidangnya.
  • Perusahaan harus bersedia mengeluarkan sejumlah uang untuk mendanai program pelatihan yang direncanakan.
  • Melatih tenaga terampil membutuhkan proses yang panjang, sehingga hasil yang dicapai perusahaan tentu tidak sama dengan merekrut tenaga terampil.

Atur Karyawan Jadi Mudah dengan Software HRIS Mekari Talenta

Mekari Talenta adalah salah satu software HRIS untuk manajemen sumber daya manusia.

Software HRIS biasanya bertujuan mengurangi beban kerja administrasi di bidang penggajian, perpajakan karyawan, absensi, dan performance appraisal.

Hadirnya Mekari Talenta memberikan solusi dengan menghadirkan aplikasi HRD yang dapat diakses secara online dan dapat membantu mengotomatisasi proses seperti pembayaran gaji dan absensi dalam suatu dashboard yang mudah digunakan.

Misalnya pada fitur Payroll, Anda dapat menghitung sekaligus membayar gaji karyawan secara otomatis sehingga proses penggajian jadi lebih efisien.

Fitur Mekari Talenta

Berikut beberapa fitur utama yang dapat membantu HR dalam mengelola sumber daya manusia suatu perusahaan.

Dengan fitur-fitur ini, HR dapat mengelola rekrutmen karyawan dengan lebih mudah, mulai dari job listing, penjadwalan interview, hingga onboarding hanya dalam satu aplikasi yang terintegrasi dan berbasis online.

Tertarik mencoba Mekari Talenta secara gratis? Konsultasi bersama tim sales kami sekarang juga.

Image
Mekari Talenta
Mekari Talenta adalah software HR berbasis komputasi awan yang aman dan telah dipercaya oleh ribuan perusahaan di Indonesia. Profil ini dipetakan khusus untuk artikel-artikel editorial dari redaksi Insight Talenta.