Jenis-Jenis Tenaga Kerja Beserta Contohnya di Indonesia

Tayang
Di tulis oleh:
Foto profil Jordhi Farhansyah
Jordhi Farhansyah
Highlights
  • Tenaga kerja merupakan pilar penting produksi yang diklasifikasikan berdasarkan kapasitas kemampuan, sifat aktivitas, jenis pekerjaan, hingga hubungan produk.
  • Pemetaan segmentasi tenaga kerja secara tepat membantu perusahaan mengoptimalkan efisiensi operasional dan ketepatan penempatan staf (job placement).

Dalam dunia ketenagakerjaan, Anda akan menemukan istilah-istilah baru tentang jenis tenaga kerja seperti, tenaga kerja menurut kemampuan, tenaga kerja menurut fungsi pokoknya.

Contohnya tenaga kerja terdidik, tenaga kerja langsung dan tidak langsung yang dibedakan sesuai dengan kelompoknya.

Nah, sebelum kita membahas mengenai jenis-jenis tenaga kerja secara lengkap, alangkah baiknya kita mengetahui terlebih dahulu pengertian dari tenaga kerja tersebut.

Pengertian Tenaga Kerja

Tenaga kerja adalah semua orang yang mampu bekerja baik sudah memiliki suatu pekerjaan ataupun sedang mencari pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri ataupun masyarakat.

Tenaga kerja merupakan salah satu hal penting dan faktor produksi dalam suatu negara, karena tenaga kerja mampu memberikan pengaruh terhadap perekonomian suatu negara.

Tenaga kerja juga mampu memberikan dampak yang buruk bagi perekonomian negara, misalnya jumlah tenaga kerja yang sangat banyak dan tidak selaras dengan banyaknya lapangan kerja yang tersedia maka akan mengakibatkan bertambahnya jumlah pengangguran sehingga pada akhirnya akan berdampak buru bagi kehidupan sosial suatu masyarakat.

Baca Juga: Mengenal Berbagai Jenis Tenaga Kerja di Indonesia

Jenis-Jenis Tenaga Kerja

jenis-jenis tenaga kerja indonesia

1. Menurut Kemampuannya

2. Menurut Sifatnya

3. Menurut Hubungan dengan Produk

  • Tenaga kerja langsung
  • Tenaga kerja tidak langsung

4. Menurut Jenis Pekerjaannya

5. Menurut Fungsi Pokok dalam Perusahaan

Baca juga: Apa Itu WLTK? Ini Pentingnya Wajib Lapor Tenaga Kerja oleh Perusahaan

Jenis-Jenis Tenaga Kerja Berdasarkan Sifat dan Kualitasnya

Tenaga kerja secara umum dapat dibagi menjadi beberapa golongan, diantaranya menurut sifatnya, kualitasnya, dan lain sebagainya.

Untuk lebih jelasnya, dibawah ini merupakan jenis-jenis tenaga kerja yang ada di dalam masyarakat:

1. Menurut Kemampuannya

Di bawah ini jenis-jenis tenaga kerja menurut kemampuannya adalah sebagai berikut:

Tenaga kerja terdidik

Tenaga kerja terdidik adalah tenaga kerja yang memiliki riwayat pendidikan yang tinggi.

Pendidikan tertinggi pada tenaga kerja terdidik ialah maksimal lulusan S1 (sarjana).

Contoh dari tenaga kerja terdidik adalah guru, dokter, insinyur, polisi, dan lain sebagainya.

Tenaga kerja terlatih

Tenaga kerja terlatih adalah tenaga kerja yang mengandalkan keterampilan atau kemampuan khusus yang dimilikinya.

Tenaga kerja terlatih ini tidak harus orang-orang yang memiliki riwayat pendidikan yang tinggi namun mampu menguasai keterampilan tertentu dan memiliki daya tangkap yang baik.

Contoh tenaga kerja terlatih adalah akuntan, teknisi, sopir dan lain sebagainya.

Tenaga kerja tidak terdidik

Tenaga kerja tidak terdidik adalah tenaga kerja yang tidak memiliki riwayat pendidikan yang tinggi dan tidak memiliki keterampilan atau kemampuan tertentu, misalnya hanya sampai lulusan SMP ataupun SD.

Contoh dari tenaga kerja tidak terdidik adalah kuli bangunan, buruh cuci, buruh rongsok, dan lain sebagainya.

Baca Juga: Perubahan Tren Industri Manufaktur Terbaru

2. Menurut Sifatnya

Dibawah ini jenis-jenis tenaga kerja menurut sifatnya adalah sebagai berikut :

Tenaga kerja rohani

Tenaga kerja rohani adalah tenaga kerja yang lebih memanfaatkan dan menggunakan kemampuan otak atau pikirannya dibandingkan dengan tenaganya.

Tenaga kerja rohani ini biasanya orang-orang yang bekerja di daerah yang bersih, berpenampilan baik dan sopan.

Contoh dari tenaga kerja rohani adalah direktur, manajer, kepala divisi, kepala cabang, dan lain sebagainya.

Tenaga kerja jasmani

Tenaga kerja jasmani adalah tenaga kerja yang lebih mengandalkan tenaganya dibandingkan kemampuan otak atau pikirannya.

Biasanya jumlah tenaga kerja jasmani ini sangat banyak dibandingkan tenaga kerja rohani.

Contoh dari tenaga kerja jasmani adalah buruh pabrik.

3. Menurut Hubungan dengan Produk

Dibawah ini jenis-jenis tenaga kerja menurut hubungannya dengan produk adalah sebagai berikut :

Tenaga kerja langsung

Tenaga kerja langsung adalah tenaga kerja yang biasanya terjun langsung terhadap suatu barang atau produk.

Contoh tenaga kerja langsung adalah tenaga kerja yang berada dibagian produksi barang.

Tenaga kerja tidak langsung

Tenaga kerja tidak langsung adalah tenaga kerja yang ada hubungannya dengan suatu barang atau produk namun tidak terjun langsung terhadap produk tersebut.

Contoh tenaga kerja tidak langsung adalah tenaga kerja yang mendesain suatu produk yang akan dipasarkan.

Baca Juga: Tak Hanya Tenaga Kerja Rohani, Ini Jenis Tenaga Kerja Lainnya

4. Menurut Jenis Pekerjaannya

Dibawah ini jenis-jenis tenaga kerja menurut pekerjaannya adalah sebagai berikut :

Tenaga kerja lapangan

Tenaga kerja lapangan adalah tenaga kerja yang langsung terjun dilapangan.

Contoh tenaga kerja lapangan adalah marketing lapangan.

Tenaga kerja pabrik

Tenaga kerja pabrik adalah tenaga kerja yang biasanya bekerja disuatu pabrik.

Contoh tenaga kerja pabrik adalah buruh pabrik yang bekerja dibagian produksi.

Tenaga kerja kantor

Tenaga kerja kantor adalah tenaga kerja yang bekerja dalam suatu kantor atau perusahaan.

Contoh tenaga kerja kantor adalah tenaga administrasi atau keuangan perusahaan.

5. Menurut Fungsi Pokok dalam Perusahaan

Di bawah ini jenis-jenis produksi menurut fungsi pokok dalam suatu perusahaan adalah sebagai berikut :

Tenaga kerja bagian produksi

Tenaga kerja bagian produksi adalah tenaga kerja yang pekerjaannya membuat produk atau barang-barang yang akan dipasarkan.

Contoh tenaga kerja bagian produksi adalah buruh pabrik yang bekerja pada bagain produksi barang atau produk.

Tenaga kerja bagian pemasaran

Tenaga kerja bagian pemasaran adalah tenaga kerja yang bekerja pada bagian marketing atau pemasaran.

Jenis tenaga kerja ini biasanya bertanggung jawab dalam memasarkan produk atau barang yang telah dibuat.

Contoh tenaga kerja bagian pemasaran adalah marketing.

Tenaga kerja bagian umum dan administrasi

Tenaga kerja bagian umum dan administrasi adalah tenaga kerja yang bekerja dalm hal mengurus surat-menyurat dan kepentingan lainnya diluar kepentingan pemasaran dan kepentingan produksi.

Contoh tenaga kerja bagian umum dan administrasi adalah sekretaris.

Baca Juga: Selain Tenaga Kerja Tidak Terlatih, Ini Jenis Tenaga Kerja Lainnya

Mekari Talenta Rekomendasi Aplikasi Pengelolaan Berbagai Jenis Tenaga Kerja

Mekari Talenta adalah salah satu software HRIS untuk manajemen sumber daya manusia termasuk untuk rekrutmen karyawan.

Melalui aplikasi rekrutmen karyawan Mekari Talenta, proses rekrutmen HR akan lebih mudah mengelola rekrutmen karyawan hanya dalam satu aplikasi yang terintegrasi saja, mulai dari job listing, penjadwalan interview, hingga onboarding.

Software HRIS biasanya bertujuan mengurangi beban kerja administrasi di bidang penggajian, perpajakan karyawan, absensi online, hingga pembagian jadwal kerja karyawan.

Dengan dilengkapi software untuk membuat jadwal kerja shift, Talenta akan semakin mempermudah HR dalam mengelola jadwal kerja karyawan dan pendistribusiannya.

Selain itu, Mekari Talenta juga menyediakan fitur mobile friendly yang disebut ESS yang dapat memudahkan karyawan untuk mengakses Mekari Talenta melalui smartphone atau gadget masing-masing.

Fitur-fitur yang disediakan Mekari Talenta juga dilengkapi dengan detail-detail sehingga memudahkan karyawan dalam melakukan pekerjaan.

Misalnya, pada fitur payroll, komponen seperti bonus, tunjangan, pajak, insentif, dan lain-lain ditambahkan.

Dengan demikian perhitungan akan menjadi lebih efisien dan efektif.

Tunggu apa lagi? Konsultasi dengan tim sales Mekari Talenta sekarang juga

FAQ (Frequently Asked Questions)

Bagaimana strategi taktis bagi divisi personalia untuk menyusun struktur upah yang adil bagi gabungan klasifikasi tenaga kerja langsung dan tidak langsung?

Bagaimana strategi taktis bagi divisi personalia untuk menyusun struktur upah yang adil bagi gabungan klasifikasi tenaga kerja langsung dan tidak langsung?

Divisi personalia harus menyusun rancangan Struktur dan Skala Upah (SSU) dengan mempertimbangkan bobot kontribusi serta analisis beban kerja (workload analysis) dari masing-masing klasifikasi. Tenaga kerja langsung umumnya dikompensasikan dengan formula yang sensitif terhadap target volume hasil keluaran produksi fisik secara riil. Sementara itu, kelompok tenaga kerja tidak langsung dinilai berdasarkan tercapainya indikator efisiensi, akurasi supervisi, atau target penghematan biaya operasional jangka panjang. Evaluasi yang objektif ini memastikan seluruh klaster pekerja menerima kompensasi yang kompetitif sesuai kontribusi spesifik mereka terhadap roda bisnis.

Apakah tenaga kerja tidak terdidik masih memiliki relevansi tinggi dalam ekosistem korporasi modern yang padat akan otomatisasi teknologi?

Apakah tenaga kerja tidak terdidik masih memiliki relevansi tinggi dalam ekosistem korporasi modern yang padat akan otomatisasi teknologi?

Kelompok tenaga kerja tersebut tetap memegang peranan krusial, khususnya untuk mendukung lini operasional lapangan yang tidak bisa sepenuhnya digantikan oleh kecerdasan buatan. Sektor usaha seperti logistik pergudangan, pemeliharaan fasilitas gedung, hingga rantai pasok padat karya masih sangat bergantung pada ketangkasan fisik manusia. Manajemen dapat meningkatkan nilai guna kelompok pekerja ini melalui pelatihan prosedur keselamatan kerja (K3) dan pengenalan alat bantu mekanis sederhana. Kombinasi ini penting guna mempertahankan produktivitas dasar pabrik tanpa mengorbankan standar mutu hasil akhir yang diharapkan.

Bagaimana menyiasati potensi kesenjangan sosial yang kerap muncul antara kelompok tenaga kerja kantor (rohani) dengan tenaga kerja pabrik (jasmani)?

Bagaimana menyiasati potensi kesenjangan sosial yang kerap muncul antara kelompok tenaga kerja kantor (rohani) dengan tenaga kerja pabrik (jasmani)?

Menyiasati konflik horizontal tersebut memerlukan kebijakan komunikasi internal yang inklusif serta kesetaraan pemenuhan fasilitas dasar kesejahteraan bagi seluruh karyawan. Manajemen disarankan untuk menyatukan visi organisasi melalui penyelenggaraan forum dialog bersama atau kegiatan sosial di luar jam kerja secara berkala. Hindari membuat diskriminasi kebijakan non-fasilitas yang mencolok, seperti perbedaan kualitas jaminan kesehatan atau sistem apresiasi prestasi kerja. Atmosfer kerja yang setara dan transparan ini efektif meminimalkan kecemburuan sosial sekaligus membangun semangat kesatuan tim.

Apa tindakan taktis yang harus diambil manajemen jika pasar tenaga kerja di suatu daerah mengalami kelangkaan pasokan untuk kategori tenaga kerja terlatih?

Apa tindakan taktis yang harus diambil manajemen jika pasar tenaga kerja di suatu daerah mengalami kelangkaan pasokan untuk kategori tenaga kerja terlatih?

Langkah taktis pertama yang harus diambil adalah membangun program kemitraan strategis dengan institusi vokasi lokal atau balai latihan kerja milik pemerintah daerah. Perusahaan dapat merancang kurikulum magang mandiri (apprenticeship) untuk melatih talenta muda sejak dini sesuai spesifikasi keahlian teknis yang dibutuhkan. Sediakan jalur pengembangan karier yang jelas serta ikatan dinas yang menarik agar peserta magang termotivasi menetap pasca-program berakhir. Langkah investasi internal ini merupakan solusi mandiri terbaik untuk mengamankan pasokan kompetensi tanpa bergantung penuh pada bursa kerja eksternal.

Bagaimana implementasi sistem informasi personalia berbasis cloud menyederhanakan pengelolaan jadwal kerja shift bagi ribuan tenaga kerja lapangan?

Bagaimana implementasi sistem informasi personalia berbasis cloud menyederhanakan pengelolaan jadwal kerja shift bagi ribuan tenaga kerja lapangan?

Sistem informasi personalia modern memotong kerumitan birokrasi manual lewat penyediaan fitur pembuat jadwal otomatis yang terintegrasi dengan data kehadiran digital. Atasan dapat memetakan rotasi shift kerja, memonitor status kehadiran lapangan secara real-time, hingga mengalkulasi insentif lembur secara instan dari satu dasbor terpusat. Otomatisasi ini mengunci akurasi perhitungan upah bulanan dari potensi kelalaian manusia (human error) yang rawan memicu sengketa pengupahan. Melalui transparansi pengarsipan data ini, kepatuhan perusahaan terhadap batas waktu kerja harian undang-undang ketenagakerjaan dapat dikawal secara presisi.

Image
Jordhi Farhansyah Penulis
Penulis dengan pengalaman selama sepuluh tahun dalam menghasilkan konten di berbagai bidang dan kini berfokus pada topik seputar human resources (HR) dan dunia bisnis. Dalam kesehariannya, Jordhi juga aktif menekuni fotografi analog sebagai bentuk ekspresi kreatif di luar rutinitas menulis.
Icon

Satu solusi untuk semua kebutuhan HR Anda

Optimalkan pengelolaan operasi HR Anda dengan bantuan solusi terintegrasi dari Mekari Talenta.

WhatsApp Hubungi sales