Karyawan Malas Bekerja? Ikuti Langkah Praktis Berikut Agar Lebih Produktif!

Karyawan Malas Bekerja? Ikuti Langkah Praktis Berikut Agar Lebih Produktif!

Ada saja memang tipe-tipe karyawan saat bekerja. Mulai dari mereka yang sangat rajin dan produktif, hingga mereka yang cenderung malas-malasan dan seakan tak memiliki goals atau semangat untuk bekerja.
Karyawan dengan tipikal malas-malasan memang tak bisa dibiarkan begitu saja. Pasalnya, tak jarang kemalasan mereka acapkali mengganggu produktivitas karyawan lainnya. Untuk itulah Anda sebagai HR perusahaan memiliki satu tanggung jawab besar untuk membina karyawan yang nampak malas-malasan agar dapat bekerja produktif layaknya rekan kerja lainnya.
Dikutip dari Fast Company, ada beberapa langkah praktis yang bisa Anda selaku HR lakukan untuk mengatasi karyawan yang mulai malas-malasan. Tak sembarang langkah, jika Anda menerapkan dengan benar bukan hal mustahil sang karyawan yang awalnya nampak malas-malasan menjadi lebih produktif bahkan berprestasi.
Cari tahu, hal apa saja yang bisa memotivasi si karyawan yang kerap kedapatan malas-malasan.
Menurut Gretchen Rubin seorang penulis dari New York Times sebagaimana dikutip dari Fast Company, ada banyak tipikal karyawan saat di kantor. Rubin sendiri membaginya ke dalam empat tipe di mana masing-masing tipe menggambarkan bagaimana kinerja sang karyawan kala bekerja di kantor.
Mulai dari karyawan yang tak segan mengikuti peraturan kantor luar dan dalam, lalu ada tipikal karyawan yang suka mengikuti peraturan jika masuk akal. Kemudian ada karyawan yang tipikalnya pemberontak dan keempat adalah tipikal karyawan yang bisa mengikuti peraturan eksternal namun tidak bisa disiplin dengan peraturan yang dibuat sendiri.
Berdasarkan tipe-tipe yang dijabarkan Rubin di atas, Anda bisa mengambil pendekatan paling pas jika karyawan sudah nampak malas-malasan. Misalkan, karyawan yang terindikasi malas-malasan dan tipikalnya adalah seorang pemberontak maka Anda perlu melakukan motivasi kepadanya dengan cara memberi tantangan bukannya perintah bernada marah-marah agar cepat menyelesaikan pekerjaan.
Memberi motivasi yang tepat ditambah kejelian Anda dalam mengenal tipikal karyawan bisa menjadi jurus jitu mengatasi kemalasan yang dialami oleh sang karyawan. Nilai plusnya, mereka bisa jadi tak lagi malas malah mampu berprestasi.
Jangan segan meminta atau bahkan menawarkan bantuan.
Karyawan malas-malasan bisa karena dua hal, yang pertama ia tak ada kerjaan atau kerjaan telah selesai semua. Dan yang kedua bisa saja ia tak bisa menyelesaikan pekerjaan yang dibebankan kepadanya hingga ia pun nampak menyerah dan malas-malasan menyelesaikan tiap pekerjaan.
Cari tahu apa yang menjadi latar belakang karyawan malas-malasan dari dua hal di atas. Jika masalah karyawan yang malas-malasan ternyata adalah karena hal atau faktor pertama, maka Anda bisa menugaskan pekerjaan baru kepadanya atau melibatkannya kepada proyek yang sedang dilakukan oleh perusahaan.
Menangani proyek baru membuat mereka termotivasi dan tak ada jedah untuk bermalas-malasan. Namun ingatlah selalu, jangan karena berniat untuk membuatnya tak bermalas-malasan Anda justru memanfaatkan rekan kerja dengan memberinya begitu banyak pekerjaan baru. Bukannya termotivasi untuk lebih produktif, mereka bakal lebih malas-malasan dan malah jadi merugikan serta mengganggu kinerja tim.
Beda halnya jika karyawan yang nampak malas-malasan mengalami faktor kedua seperti disebut sebelumnya. Jika si karyawan nampak malas-malasan karena ia tak mampu bekerja atau menyelesaikan beban kerja yang dilimpahkan padanya, maka Anda selaku HR wajib menawarkan pertolongan atau bala bantuan kepadanya.
Namun sebelum menawarkan bala bantuan, observasi terlebih dahulu apakah benar-benar ia menyerah karena tak sanggup mengerjakan tugasnya hingga jadi malas-malasan atau hanya bentuk pengalihan dari sikap dan karakter pemalasnya.
Jika memang benar tak bisa diatasi, ada baiknya tegur karyawan.
Langkah terakhir yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi karyawan yang mulai tak produktif adalah dengan menegurnya. Mengapa langkah ini diletakkan di poin terakhir? Karena pada dasarnya cara ini memang adalah opsi paling buncit dan kuno sebenarnya untuk mengatasi karyawan yang kerap terlihat malas-malasan atau tak ada daya dan semangat saat bekerja di kantor.
Namun sebelum menegur, Anda harus yakin betul masalah produktivitas karyawan ini memang sudah benar-benar tak bisa diatasi. Yakinkan bahwa alasan Anda menegur adalah karena kebaikan semua orang terutama rekan kerja yang kerap teribat kerja sama dengannya, bukan karena adanya sentimen pribadi.
Semoga bermanfaat inspirasi dari kami kali ini.
Sumber data : www.fastcompany.com
Sumber gambar : www.entrepreneur.com
 

 

Tinggalkan HR dan payroll manual, saatnya beralih ke Aplikasi HRIS Talenta dengan fitur absensi online, payroll dan fitur yang mempermudah pekerjaan HRD lainnya.

PUBLISHED22 Sep 2017
talenta
talenta