Kinerja karyawan Bermasalah, Atasi Dengan Absensi Online

Kinerja karyawan Bermasalah, Atasi Dengan Absensi Online

Departemen sumber daya atau biasa disebut Human Resource (HR) dapat dikatakan sebagai inti dari sebuah perusahaan. Kenapa? Hal ini tidak terlepas dari fungsi HR yaitu mengelola keahlian, meningkatkan, dan memotivasi karyawan untuk bisa mencapai kinerja karyawan terbaik dan memastikan karyawan memiliki loyalitas yang tinggi terhadap perusahaan. Karena seperti yang kita ketahui bahwa karyawan atau SDM merupakan salah satu faktor produksi yang menjadi inti dari kemajuan perusahaan, sehingga pengelolaan dan pengembangannya harus menjadi perhatian utama perusahaan.

Pengertian Kinerja Karyawan

Salah satu aspek penting dari karyawan dalam kaitannya dengan pengembangan perusahaan adalah kinerja karyawan itu sendiri. Hasibuan mengartikan kinerja atau prestasi kerja merupakan hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya yang didasarkan pada kecakapan, pengalaman, dan kesungguhan serta waktu.

Sedangkan Sedarmayanti mengartikan kinerja sebagai hasil kerja seorang karyawan, sebuah proses manajemen atau suatu organisasi secara keseluruhan, dimana hasil kerja tersebut harus dapat ditunjukkan buktinya secara konkrit dan dapat diukur (dibandingkan dengan standar yang telah ditentukan).

Berdasarkan pengertian dari kedua ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa kinerja adalah hasil kerja yang dicapai karyawan dalam melakukan pekerjaannya yang diukur berdasarkan pada standar yang telah ditentukan sebelumnya seperti keahlian, pengalaman yang dimiliki, dan waktu pengerjaan tugas.

Indikator Kinerja Karyawan

Menurut Hasibuan, indikator-indikator dalam kinerja dapat dibagi menjadi 11 aspek, yaitu:

1. Kesetiaan

Kesetiaan karyawan terhadap pekerjaan, jabatan, dan perusahaan. Kesetiaan ini dicerminkan oleh kesediaan karyawan menjaga dan membela perusahaan didalam maupun diluar pekerjaan dari orang yang tidak bertanggung jawab.

2. Prestasi Kerja

Prestasi kerja dapat menilai hasil kerja baik kuantitas maupun kualitas yang dapat dihasilkan karyawan tersebut dari pekerjaannya.

3. Kejujuran

Kejujuran karyawan dalam melaksanakan tugas-tugasnya, memenuhi perjanjian baik bagi diri sendiri ataupun terhadap orang lain seperti kepada bawahannya.

4. Kedisiplinan

Kedisiplinan karyawan dalam mematuhi peraturan-peraturan yang ada dan melakukan pekerjaanya sesuai dengan instruksi yang diberikan kepadanya.

5. Kreativitas

Kemampuan karyawan dalam megembangkan kreativitasnya untuk menyelesaikan pekerjaannya sehingga bekerja lebih berdaya guna dan berhasil mencapai tujuan kerja yang diberikan.

6. Kerjasama

Kesediaan karyawan dalam berpartisipasi dan bekerja sama dengan karyawan lainnya secara vertikal maupun horizontal. Di dalam maupun diluar pekerjaannya sehingga hasil pekerjaan akan semakin baik.

7. Kepemimpinan

Kemampuan karyawan untuk memimpin, berpengaruh, mempunyai pribadi yang kuat, dihormati, berwibawa, dan dapat memotivasi orang lain atau bawahannya untuk bekerja lebih efektif.

8. Kepribadian

Kepribadian karyawan dari sikap perilaku, kesopanan, periang, disukai banyak orang, memberikan kesan menyenangkan, memperlihatkan kesan menyenangkan, memperhatikan sikap yang baik, serta berpenampilan simpatik dan wajar.

9. Prakarsa

Kemampuan berpikir karyawan yang orisinil dan berdasarkan inisiatif sendiri untuk menganalisis, menilai, menciptakan, memberikan alasan, mendapatkan simpulan, dan membuat keputusan penyelesaian masalah yang dihadapinya.

10. Kecakapan

Kecakapan karyawan dalam menyatukan dan menyelaraskan bermacam-macam yang semuanya terlihat dalam penyusunan kebijaksanaan dan di dalam situasi manajemen.

11. Tanggung Jawab

Kesediaan karyawan dalam mempertanggungjawabkan kebijaksanaannya, pekerjaannya, dan hasil kerjanya, sarana dan prasarana yang digunakannya serta perilaku kerjanya.

Pengertian Disiplin Kerja

Setelah berbicara tentang kinerja karyawan yang merupakan salah satu faktor penting pengembangan perusahaan, kini kita akan membahas salah satu indikator penting dari kinerja karyawan yaitu disiplin kerja.

Menurut Hasibuan, kedisiplinan adalah kesadaran dan kesediaan seseorang menaati semua peraturan dan norma-norma sosial yang berlaku. Sedangkan menurut Sinungan, disiplin adalah sebagai sikap mental yang tercermin dalam perbuatan atau tingkah laku perorangan, kelompok atau masyarakat berupa ketaatan (obedience) terhadap peraturan-peraturan atau ketentuan yang ditetapkan pemerintah atau etik, norma dan kaidah yang berlaku dalam masyarakat untuk tujuan tertentu.

Dalam hubungannya dengan kinerja karyawan, Mangkuprawira menyatakan bahwa disiplin adalah fungsi operatif Manajemen Sumber Daya Manusia yang terpenting, karena semakin baik disiplin karyawan, maka akan semakin tinggi prestasi kerja yang dapat dicapainya.

Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa tanpa disiplin kerja yang baik maka akan sulit bagi perusahaan untuk dapat berkembang dengan optimal. Dan karena kedisiplinan merupakan sifat yang dimiliki oleh seorang karyawan yang secara sadar dan dapat peraturan yang dibuat oleh perusahan.

Indikator Disiplin Kerja

Hasibuan juga menjelaskan mengenai indikator-indikator disiplin kerja karyawan, yaitu:

1. Tujuan dan Kemampuan

Tujuan dan kemampuan ikut mempengaruhi tingkat kedisiplinan karyawan. Tujuan yang akan dicapai harus jelas dan ditetapkan secara ideal serta cukup menantang bagi kemampuan karyawan. Hal ini berarti bahwa tujuan (pekerjaan) yang dibebaskan kepada karyawan harus sesuai dengan kemampuan karyawan bersangkutan, agar ia dapat bekerja dengan sungguh-sungguh dan disiplin dalam pekerjaannya.

2. Teladan Pemimpin

Teladan pemimpin sangat berperan dalam menentukan kedisiplinan karyawan karena pemimpin dijadikan teladan dan panutan oleh para bawahannya. Pemimpin harus memberi contoh yang baik, berdisiplin baik, jujur, adil, serta sesuai antara kata dan perbuatannya. Dengan teladan pimpinan yang baik, kedisiplinan bawahan pun akan ikut baik. Jika teladan pimpinan kurang baik (kurang disiplin), para bawahan pun akan kurang disiplin.

3. Balas Jasa

Balas jasa (gaji dan kesejahteraan) ikut mempengaruhi kedisiplinan karyawan karena balas jasa akan memberikan kepuasan dan kecintaan karyawan terhadap perusahaan atau pekerjaannya. Jika kecintaan karyawan semakin baik terhadap pekerjaan, kedisiplinan mereka akan semakin naik pula.

4. Keadilan

Keadilan ikut mendorong terwujudnya kedisiplinan karyawan, karena ego dan sifat manusia yang selalu merasa dirinya penting dan minta diperlakukan sama dengan manusia lainnya. Keadilan yang dijadikan dasar kebijaksanaan dalam pemberian balas jasa (pengakuan) atau hukuman akan merangsang terciptanya kedisiplinan karyawan yang baik.

5. Pengawasan

Pengawasan merupakan tindakan nyata dan paling efektif dalam mewujudkan kedisiplinan karyawan perusahaan. Dengan pengawasan berarti atasan harus aktif dan langsung mengawasi perilaku, moral, sikap, gairah kerja, dan prestasi kerja bawahannya. Hal ini berarti atasan harus selalu ada atau hadir di tempat kerja agar dapat mengawasi dan memberikan petunjuk, jika ada bawahannya yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan pekerjaannya.

6. Sanksi Hukum

Sanksi hukum berperan penting dalam memelihara kedisiplinan karyawan. Dengan sanksi hukuman yang semakin berat, karyawan akan semakin takut melanggar peraturan-peraturan perusahaan, sikap, dan perilaku indisipliner karyawan akan berkurang.

7. Ketegasan

Ketegasan pimpinan dalam melakukan tindakan akan mempengaruhi kedisiplinan karyawan perusahaan. Pemimpin harus berani dan tegas, bertindak untuk menghukum setiap karyawan yang indisipliner sesuai dengan sanksi hukuman yang telah ditetapkan.

8. Hubungan Kemanusiaan

Hubungan kemanusiaan yang harmonis di antara sesama karyawan akan ikut menciptakan kedisiplinan yang baik pada suatu perusahan. Hubungan-hubungan baik bersifat vertikal maupun horizontal yang terdiri dari direct single relationship, direct group relationship, dan cross relationship seharusnya harmonis.

Baca Juga: Perbedaan Sebelum & Sesudah Menggunakan Software HRD

Pengertian Absensi Karyawan

Lalu bagaimana cara aplikasi absensi karyawan dapat mempengaruhi atau menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kinerja karyawan? Sebelum membahas lebih jauh untuk menjawab pertanyaan tersebut. Pada artikel ini kita akan membahas mengenai apa itu pengertian dari absensi karyawan.

Absensi karyawan adalah sebuah data yang dapat menunjukkan tentang kehadiran karyawan setiap harinya dalam sebuah perusahaan, data yang ditunjukkan adalah berupa data kedatangan dan kepulangan karyawan pada setiap harinya selama bekerja.

Fungsi dan Manfaat Absensi Karyawan

Setelah mengetahui pengertian dari absensi karyawan, tentu Anda berpikir apa fungsi dan manfaat dari absensi karyawan itu sendiri? Secara garis besar, terdapat tiga fungsi dari absensi karyawan, yaitu:

  1. Menyelaraskan hak dan kewajiban karyawan dan perusahaan
  2. Mengatur ritme kerja terbaik bagi karyawan
  3. Bahan pertimbangan promosi atau kenaikan jabatan bagi karyawan

Sedangkan manfaat dari absensi karyawan secara umum adalah untuk menilai kedisiplinan karyawan dalam bekerja, dimana seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa disiplin kerja karyawan sangat berpengaruh terhadap kinerja karyawan di tempat kerja.

Aplikasi Absensi Online

Bila sebelumnya data absensi karyawan dikumpulkan secara manual, lalu kemudian dengan mesin fingerprint, dan sekarang sudah berkembang menjadi aplikasi absensi online yang dapat membantu tim HR untuk mengumpulkan data secara real time dan validitas data yang dikumpulkan bisa lebih tinggi.

Salah satunya Attendance by Talenta. Aplikasi absensi berbasis android ini siap memberikan kebutuhan absensi untuk usaha kecil Anda. Dilengkapi dengan fitur live attendance dengan GPS, roster shift, dan juga assign tugas dengan mudah. Install Attendance by Talenta melalui Google Play Store.


PUBLISHED12 Mar 2020
Sely
Sely