- Evaluasi kinerja karyawan membantu perusahaan mengukur performa secara objektif sekaligus mendukung pengembangan karier dan keputusan kompensasi.
- Angket kinerja menjadi instrumen penting dalam metode self-assessment maupun 360-degree feedback agar proses penilaian lebih terstruktur dan berbasis data.
Dalam perusahaan, salah satu faktor penting untuk pertumbuhan perusahaan adalah kinerja karyawan. Hal ini tentu kemudian berhubungan dengan banyak hal lain, mulai dari keterampilan yang dimiliki karyawan, hingga sistem evaluasi kinerja karyawan.
Salah satu instrumen yang dibutuhkan untuk melakukan evaluasi kinerja karyawan adalah form angket.
Banyak perusahaan yang menerapkan sistem evaluasi kinerja dengan menggunakan metode self-assessment dan juga evaluasi 360 derajat.
Jika perusahaan Anda termasuk yang menggunakan metode evaluasi ini maka angket kinerja karyawan menjadi instrumen wajibnya.
Dalam artikel ini, akan dibahas pentingnya evaluasi kinerja karyawan baik dari sudut pandang pemberi kerja maupun bekerja, tips membuat angket kinerja karyawan hingga contohnya.
Pentingnya Evaluasi Kinerja Karyawan

Hasil dari evaluasi kinerja karyawan bukan hanya penting untuk perusahaan namun juga untuk karyawan itu sendiri.
Studi Gallup menunjukkan bahwa karyawan yang menerima feedback secara rutin memiliki tingkat engagement hingga 2,7 kali lebih tinggi dibandingkan mereka yang hanya menerima evaluasi secara berkala.
Hal ini menegaskan bahwa proses evaluasi kinerja yang terstruktur bukan sekadar formalitas, tetapi berperan langsung dalam meningkatkan motivasi dan performa karyawan.
Simak uraian di bawah ini untuk mengetahui peran penting evaluasi kinerja karyawan baik untuk perusahaan maupun karyawan sendiri.
Dari Sudut Pandang Perusahaan
1. Mengukur Kinerja Karyawan
Tentunya. Perusahaan menyelenggarakan evaluasi kinerja karyawan untuk mengukur performa masing-masing individu dan divisinya dalam perusahaan.
Hal ini juga berkaitan dengan sistem kompensasi dan pengembangan. Karyawan yang memiliki performa baik, berhak untuk mendapatkan pengakuan dan juga kompensasi atas kinerjanya.
Ketika perusahaan menyelenggarakan evaluasi kinerja karyawan yang baik, maka akan ada basis data yang solid untuk pemberian penghargaan atas kinerja karyawan. Sebaliknya, ketika karyawan mendapatkan program pengembangan atau bahkan hukuman juga berdasarkan data yang jelas.
2. Menyiapkan Program Pengembangan Karyawan
Seperti yang sudah disinggung sekilas di atas, bahwa hasil evaluasi kinerja karyawan menunjukkan juga siapa saja yang masih memiliki performa di bawah ekspektasi.
Berbekal data dari evaluasi, perusahaan bisa memetakan area mana yang perlu ditingkatkan. Apakah yang perlu ditingkatkan adalah keterampilan kerja atau etos kerja misalnya.
Namun demikian, jangan sampai juga diartikan program pengembangan karyawan adalah program โbuanganโ. Tentu saja perusahaan juga bisa merencanakan program yang menjadi area pengembangan perusahaan secara umum, misalnya ingin mengembangkan kepemimpinan atau ekspansi yang kemudian menuntut karyawan meningkatkan kompetensinya.
3. Pemetaan Kompetensi karyawan
Salah satu runtutan acara yang tidak bisa ditinggalkan dalam proses evaluasi kinerja karyawan adalah 1-on-1 antara manajer dan karyawan.
Dalam kesempatan ini, manajer bisa menjelaskan posisi karyawan saat ini termasuk mendiskusikan apa yang ingin mereka capai dalam 5-10 tahun ke depan.
Berbekal informasi ini, manajer bisa membantu merencanakan langkah karir termasuk juga keterampilan apa yang perlu ditambah.
Secara umum, perusahaan juga bisa menggunakan informasi ini untuk membuat proses rekrutmen menjadi lebih efektif. Memastikan rekrutmen yang dilakukan untuk mengisi posisi dan keterampilan yang memang dibutuhkan.
Dari Sudut Pandang Karyawan
- Meningkatkan kepuasan kerja dan motivasi
- Kesempatan meningkatkan komunikasi dengan perusahaan, utamanya manajer
- Mengetahui potensi pengembangan diri dan karir
Baca juga: Kinerja Karyawan: Definisi, Jenis, Faktor, Indikator Kinerja Pegawai

Metode Evaluasi Kinerja Karyawan
Untuk metode evaluasi kerja karyawan pun, biasanya masing-masing perusahaan memiliki cara yang berbeda.
Dari ketujuh metode evaluasi di bawah ini, tidak semuanya menggunakan instrumen angket kinerja karyawan.
- Traditional assessment
- Management by objectives (MBO)
- 360-degrees feedback
- Assessment center method
- Behaviorally Anchored Rating Scale (BARS)
- Psychological appraisals
- Human Resource (cost) Accounting method
Dari metode di atas, biasanya yang menggunakan bantuan instrumen angket kinerja karyawan hanya 360-degrees feedback atau bisa juga digunakan oleh manajer ketika melakukan penilaian dengan traditional assessment.
Cara Membuat Angket Kinerja Karyawan
Ketika perusahaan menyelenggarakan evaluasi kinerja karyawan kemudian perlu diturunkan dalam indikator-indikator.
Hal ini yang menjadi dasar penyusunan angket kinerja karyawan. Penggunaan instrumen angket dianggap bisa menjawab kebutuhan evaluasi sekaligus menjadi data dasar untuk perhitungan kinerja karyawan, apalagi kemudian akan dikonversi menjadi kenaikan gaji, bonus bahkan jenjang karir.
Untuk menyusun angket kinerja karyawan berikut adalah tahap-tahap sekaligus beberapa hal yang harus diperhatikan:
1. Menentukan kriteria penilaian
Acuan kriteria penilaian adalah tujuan atau target besar perusahaan yang kemudian diturunkan menjadi pencapaian individu.
Hal ini akan memudahkan untuk menyusun pertanyaan dalam angket. Selain itu, kriteria ini menjadi dasar penting penilaian kinerja karyawan.
2. Menurunkan dalam pertanyaan
Beberapa hal penting yang harus diperhatikan ketika menurunkan kriteria menjadi pertanyaan:
- Menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh semua karyawan
- Untuk setiap kriteria siapkan beberapa pertanyaan sehingga hasilnya lebih valid
- Di setiap nomor pastikan hanya ada satu pertanyaan saja sehingga tidak membingungkan ketika menjawabnya.
3. Menggunakan skala pengukuran yang tepat
Untuk jawaban skala, sebaiknya tidak mencantumkan pilihan yang bisa mendorong pengisian pada jawaban tengah-tengah, seperti biasa saja atau netral.
Ada kecenderungan, untuk mudahnya responden atau karyawan memilih pilihan ini. Akibatnya, hasil dari angket kinerja karyawan bisa jadi kurang valid.
Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan memberikan pilihan jawaban yang jumlahnya genap.
Membuat angket kinerja karyawan menjadi tahap yang penting dalam proses evaluasi performa karyawan. Proses evaluasi kinerja jadi tahap yang sangat penting untuk mengumpulkan data kinerja karyawan untuk menyusun program pengembangan maupun kompensasi.
Baca juga: Apa Saja Variabel yang Mempengaruhi Kinerja Karyawan? Berikut Ulasannya
Kelola Angket Kinerja Karyawan dengan Mekari Talenta
Mengelola angket kinerja karyawan secara manual sering kali memakan waktu dan berisiko menimbulkan inkonsistensi data.
Dengan pendekatan yang lebih terintegrasi, perusahaan dapat mengelola proses evaluasi, pemantauan performa, hingga pengembangan talenta dalam satu alur kerja yang lebih efisien.
Mekari Talenta, yang merupakan bagian dari ekosistem software terintegrasi Mekari, menghadirkan solusi HRIS berbasis cloud untuk membantu perusahaan mengelola siklus hidup karyawan secara menyeluruh, mulai dari pengelolaan data karyawan, absensi, payroll, hingga performance management.

Melalui fitur Performance Management, tim HR dapat:
- Membuat dan mengelola form evaluasi kinerja secara digital dan terstruktur
- Menyusun target berbasis KPI dan memantau progres karyawan secara real-time
- Mengintegrasikan hasil evaluasi dengan data payroll, kompetensi, dan pengembangan karier
- Menghasilkan laporan analitik untuk mendukung keputusan HR yang lebih strategis
Dengan sistem yang terhubung dalam satu platform, organisasi dapat mengurangi pekerjaan administratif, meningkatkan transparansi proses penilaian, serta memastikan setiap keputusan kinerja berbasis data yang akurat.
Jika perusahaan Anda ingin membangun sistem evaluasi kinerja yang lebih modern dan scalable, pelajari lebih lanjut fitur Mekari Talenta atau jadwalkan demo bersama tim kami untuk melihat bagaimana solusi ini dapat mendukung strategi HR jangka panjang.
