Peraturan dan Penjelasan Sistem Magang di Indonesia

Tayang
Diperbarui
Di tulis oleh:
Foto profil Jordhi Farhansyah
Jordhi Farhansyah
Highlights
  • Program pemagangan merupakan sistem pelatihan kerja terpadu di bawah bimbingan instruktur berpengalaman yang regulasinya diatur oleh undang-undang ketenagakerjaan.
  • Perusahaan penyelenggara wajib menyediakan sarana memadai, membayarkan uang saku, serta memberikan asuransi perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja.

Sistem magang, kontrak magang, peraturan atau aturan magang di perusahaan untuk pegawai karyawan magang adalah sebagai berikut yang diulas blog Mekari Talenta.

Program pemagangan adalah bagian sistem pelatihan kerja dimana pengelolaan administrasinya bisa dipermudah dengan bantuan sistem HRIS.

Sistem magang ini diselenggarakan secara terpadu antara pelatihan di lembaga pelatihan dan bekerja secara langsung di bawah bimbingan serta pengawasan instruktur atau karyawan yang lebih berpengalaman di bidang tertentu.

Program magang dapat menjadi salah satu solusi perusahaan untuk menambah karyawan, ketika kondisi keuangan tidak memungkinkan jika membayar gaji untuk karyawan tetap.

Karena tidak dipungkiri biaya uang saku karyawan magang memang lebih rendah daripada gaji karyawan kontrak atau karyawan tetap.

Selain manfaat materiil tersebut, perusahaan juga akan mendapat manfaat strategis, yaitu melakukan rekrutmen dengan cara yang efektif untuk mendapatkan karyawan berkualitas.

Dengan memanfaatkan masa magang satu tahun, perusahaan dapat memperoleh karyawan yang cocok untuk mengisi bagian-bagian tertentu.

Hal ini lebih efektif daripada masa percobaan selama tiga bulan, meskipun tidak efisien karena butuh waktu yang relatif lebih lama.

Dengan begitu, ada baiknya jika perusahaan Anda mulai mempertimbangkan menjadi penyelenggara pemagangan.

Berikut Peraturan dan Penjelasan Sistem Magang di Indonesia

Namun sebelumnya, Anda sebagai HRD harus paham mengenai peraturan dan penjelasan sistem magang di Indonesia.

Peraturan terkait magang tersebut tertuang dalam UU Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003 pasal 21 hingga 29 tentang Ketenagakerjaan dan tidak diubah oleh UU Cipta Kerja. Selain itu, magang juga di atur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) No.6 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Pemagangan di Dalam Negeri.

Baca Juga : Bagaimana Aturan Karyawan Internship atau Magang di Indonesia Yang Lengkap?

Sistem magang, kontrak magang, peraturan atau aturan magang di perusahaan untuk pegawai karyawan magang adalah sebagai berikut yang diulas Insight Talenta.

 

Kriteria Perusahaan Penyelenggara Sistem Magang

Perusahaan yang akan menyelenggarakan sistem magang wajib memiliki 3 syarat dibawah ini, yaitu :

a. Program Pemagangan

Sistem magang harus memiliki standar kompetensi kerja nasional, khusus, dan internasional.

Standar kompetensi tersebut harus mencakup teori dan praktik yang masing-masing memiliki proporsi dan sudah ditentukan oleh pemerintah.

b. Sarana dan Prasarana

Sarana dan prasarana ini meliputi fasilitas umum yang juga didapat oleh karyawan perusahaan yang persiapannya akan di bantu oleh HR perusahaan.

Sedangkan fasilitas khususnya meliputi ruang teori, ruang praktik, alat keselamatan dan kesehatan kerja, serta buku kegiatan bagi karyawan magang.

Baca juga: 10 Contoh Sarana dan Prasarana Kantor untuk Operasional Perusahaan

c. Pembimbing Pemagangan

Pembimbing dalam sistem magang haruslah berasal dari salah satu karyawan tetap perusahaan yang berkompeten dalam memberi pelajaran serta pengawasan terhadap pegawai magang.

Pembimbing juga harus mendapat surat penunjukkan secara resmi dari perusahaan sesuai aturan magang di perusahaan.

Baca Juga : Dari Anak Intern Jadi Karyawan Tetap, Apa Tipsnya?

Pelaksanaan dan Evaluasi Sistem Magang Untuk Karyawan Magang

Dalam pelaksanaannya, teori dan praktik harus memiliki proporsi yang sesuai.

Dimana teori atau simulasi yang diberikan maksimal 25% dari total waktu program pemagangan berlangsung.

Sedangkan prakteknya minimal ada 75% dari total waktu.

Program pemagangan dilaksanakan maksimal 1 tahun dan tidak dapat diperpanjang, kecuali pegawai magang menghendaki adanya magang ulang.

Waktu diselenggarakannya program pemagangan disesuaikan dengan jam kerja yang berlaku di perusahaan tersebut sesuai peraturan depnaker.

Namun pegawai magang tidak diperbolehkan melakukan lembur, masuk pada hari libur, serta masuk pada malam hari.

Hal yang tak kalah penting adalah pegawai magang tidak dipungut biaya apapun oleh perusahaan. Artinya, semua biaya sistem magang ditanggung oleh perusahaan.

Perusahaan wajib melakukan evaluasi karyawan magang dan memberikan sertifikat kepada pegawai magang yang dinyatakan lulus.

Dalam menentukan standar kelulusan, perusahaan dapat menyesuaikannya dengan kebutuhan saat itu.

Apabila perusahaan memang menemukan kandidat karyawan tetap dari karyawan magang, maka perusahaan berhak mengangkat karyawan tersebut menjadi karyawan tetap atau karyawan kontrak.

Namun sistem magang perusahaan tidak diperbolehkan memberikan masa percobaan kepada karyawan magang tersebut.

Jika tidak semua pegawai magang dinyatakan lulus dari program magang tersebut, perusahaan wajib memberikan surat keterangan telah mengikuti program pemagangan dari perusahaan Anda.

Karyawan magang yang belum lulus sesuai dengan standar minimal perusahaan diperbolehkan mengulang program magang.

Jika Anda membutuhkan template Surat Perjanjian Magang, tersedia dalam format Word dan PDF yang dapat langsung di download dan disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan Anda.

Download Template di Sini

Baca Juga : Tips Memilih Tempat Magang untuk Kemajuan Karir

Hak dan Kewajiban Perusahaan Terhadap Karyawan Magang

Berikut hak dan kewajiban perusahaan terhadap pegawai magang berdasarkan aturan kontrak magang di perusahaan.

  1. Perusahaan berhak memanfaatkan hasil kerja karyawan magang untuk meningkatkan produktivitas perusahaan. Pegawai magang biasanya memiliki semangat dan ide kreatif yang masih sangat segar. Itulah kenapa perusahaan berhak memanfaatkan pemikiran-pemikiran cerdas mereka.
  2. Perusahaan  berhak memberlakukan tata tertib dan perjanjian magang yang disepakati oleh karyawan dan perusahaan.
  3. Perusahaan memiliki kewajiban untuk membimbing pegawai magang sesuai dengan program pemagangan. Sehingga perusahaan wajib membuat rancangan program pemagangan.
  4. Perusahaan wajib memenuhi hak karyawan magang sesuai dengan perjanjian yang ada. Dalam perjanjian pemagangan setidaknya harus memuat bahwa perusahaan wajib memberikan hak-hak karyawan magang. Hak yang dicantumkan adalah uang saku, pelatihan, alat kerja, evaluasi kinerja, sertifikat keahlian dan kelulusan dari program magang, serta jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian.
  5. Perusahaan wajib memberikan alat perlindungan diri sesuai dengan persyaratan keamanan, keselamatan, dan kesehatan kerja (K3). K3 adalah upaya untuk meningkatkan dan memelihara derajat kesehatan fisik, mental, dan sosial bagi semua karyawan, tidak terlepas pegawai magang.
  6. Memberikan perlindungan berupa asuransi kecelakaan kerja. Perusahaan memberikan asuransi kecelakaan kerja dan kematian kepada pegawai magang melalui program JAMSOSTEK BPJSTK atau BPJS Ketenagakerjaan.

Baca Juga: Apakah Perusahaan Wajib Membayar Pegawai Magang?

Itu tadi adalah sebagian rangkuman dari peraturan pemerintah terkait sistem magang di Indonesia.

Anda dapat memperoleh penjelasan yang lebih rinci dengan membuka peraturan tersebut secara langsung. Sistem magang memang paling lama hanya berlangsung 1 tahun.

Kelola Karyawan Magang Lebih Mudah Gunakan Talenta HRIS

Namun tim HR tidak boleh meremehkannya dengan tidak mengelola administrasi karyawan magang dengan baik.

Yuk kelola pegawai magang dengan bantuan aplikasi karyawan Talenta HRIS.

Ketahui dan pelajari solusi juga fitur Talenta lebih lanjut di sini.

Tertarik untuk mencoba Talenta? Isi formulir ini untuk jadwalkan demo Talenta dengan sales kami dan konsultasikan masalah HRD Anda kepada kami!

FAQ (Frequently Asked Questions)

Apakah perusahaan boleh mengangkat peserta magang menjadi karyawan tetap?

Apakah perusahaan boleh mengangkat peserta magang menjadi karyawan tetap?

Ya, perusahaan dapat mengangkat peserta magang menjadi karyawan tetap apabila dinilai memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Pengangkatan tersebut dilakukan setelah program magang selesai dan mengikuti ketentuan hubungan kerja yang berlaku. Setelah diangkat, status peserta magang berubah menjadi karyawan sehingga hak dan kewajibannya mengikuti peraturan ketenagakerjaan yang berlaku. Perusahaan juga perlu membuat perjanjian kerja baru sesuai jenis hubungan kerja yang disepakati. Dengan cara ini, proses rekrutmen menjadi lebih efektif karena perusahaan telah mengenal kemampuan kandidat selama masa magang.

Apa perbedaan program magang dengan masa percobaan (probation)?

Apa perbedaan program magang dengan masa percobaan (probation)?

Program magang merupakan bagian dari pelatihan kerja yang bertujuan memberikan pengalaman dan meningkatkan kompetensi peserta. Sementara itu, masa percobaan adalah periode penilaian bagi karyawan yang telah memiliki hubungan kerja dengan perusahaan. Peserta magang belum berstatus sebagai karyawan tetap, sedangkan pekerja probation sudah menjadi karyawan sesuai perjanjian kerja. Karena memiliki tujuan yang berbeda, ketentuan hukum yang mengatur keduanya juga tidak sama. Oleh sebab itu, perusahaan perlu memahami perbedaan ini agar tidak terjadi kesalahan dalam penerapannya.

Apa yang perlu dipersiapkan perusahaan sebelum membuka program magang?

Apa yang perlu dipersiapkan perusahaan sebelum membuka program magang?

Sebelum membuka program magang, perusahaan sebaiknya menyusun tujuan program, kompetensi yang akan dipelajari peserta, serta sistem pembimbingan yang jelas. Selain itu, perusahaan perlu menyiapkan dokumen administrasi, seperti perjanjian magang, jadwal pelatihan, dan mekanisme evaluasi. Penunjukan mentor yang kompeten juga penting agar peserta mendapatkan pengalaman belajar yang maksimal. Dengan persiapan yang matang, program magang tidak hanya bermanfaat bagi peserta, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi perusahaan.

Bagaimana cara mengevaluasi keberhasilan peserta magang?

Bagaimana cara mengevaluasi keberhasilan peserta magang?

Evaluasi peserta magang dapat dilakukan melalui penilaian terhadap pencapaian target kerja, kemampuan teknis, kedisiplinan, komunikasi, serta kemampuan bekerja sama dalam tim. Perusahaan juga dapat meminta masukan dari mentor yang mendampingi peserta selama program berlangsung. Hasil evaluasi sebaiknya didokumentasikan sebagai bahan pertimbangan apabila perusahaan ingin merekrut peserta menjadi karyawan. Proses evaluasi yang objektif akan membantu perusahaan memperoleh talenta yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.

Mengapa perusahaan perlu mengelola administrasi peserta magang dengan baik?

Mengapa perusahaan perlu mengelola administrasi peserta magang dengan baik?

Administrasi yang tertata membantu perusahaan memastikan seluruh proses magang berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Dokumen seperti perjanjian magang, data peserta, absensi, evaluasi, hingga sertifikat akan lebih mudah dikelola apabila terdokumentasi dengan baik. Selain memudahkan proses administrasi, pencatatan yang rapi juga mengurangi risiko kesalahan dan mempermudah proses audit internal. Pengelolaan administrasi yang baik juga memberikan pengalaman yang lebih profesional bagi peserta magang maupun perusahaan.

Image
Jordhi Farhansyah Penulis
Penulis dengan pengalaman selama sepuluh tahun dalam menghasilkan konten di berbagai bidang dan kini berfokus pada topik seputar human resources (HR) dan dunia bisnis. Dalam kesehariannya, Jordhi juga aktif menekuni fotografi analog sebagai bentuk ekspresi kreatif di luar rutinitas menulis.
Icon

Satu solusi untuk semua kebutuhan HR Anda

Optimalkan pengelolaan operasi HR Anda dengan bantuan solusi terintegrasi dari Mekari Talenta.