fbpx

Yuk Simak Cara Hitung PPh 21 Gross, Gross Up, dan Nett

07 Feb 2020

Ada yang belum tahu apa itu PPh 21? Jika belum tahu, maka pasti juga tidak akan tahu bagaimana menghitung PPh 21 dengan metode Gross, Gross Up, dan Nett. Mari kita mulai dengan pengertian PPh 21. 

PPh 21 menurut Peraturan Direktur Jenderal (Perdirjen) Pajak Nomor PER-32/PJ/2015 adalah pajak atas penghasilan berupa gaji, upah, honorarium, tunjangan dan pembayaran lain dengan nama dan dalam bentuk apapun yang sehubungan dengan pekerjaan atau jabatan, jasa, dan kegiatan yang dilakukan oleh orang pribadi subjek pajak dalam negeri atau disebut dengan wajib pajak. Ada 6 kategori yang masuk dalam peserta wajib pajak PPh 21 yaitu:

Baca juga: Siap-siap Lapor SPT, Kenali Dulu Apa Itu PPh 21 dan Cara Menghitungnya

A. Pegawai,

B. Penerima uang pesangon, pensiun, atau uang manfaat pensiun, tunjangan hari tua, atau jaminan hari tua, termasuk ahli warisnya juga merupakan wajib pajak PPh 21

C. Bukan pegawai atau mereka yang menerima atau memperoleh penghasilan sehubungan dengan pemberian jasa, yaitu:

  • Tenaga ahli yang melakukan pekerjaan bebas, yang terdiri dari pengacara, akuntan, arsitek, dokter, konsultan, notaris, penilai dan aktuaris,
  • Pemain musik, pembawa acara, penyanyi, pelawak, bintang film, bintang sinetron, bintang iklan, sutradara, kru film, foto model, peragawan/peragawati, pemain drama, penari, pemahat, pelukis dan seniman lainnya,
  • Olahragawan,
  • Penasihat, pengajar, pelatih, penceramah, penyuluh, dan moderator,
  • Pengarang, peneliti, dan penerjemah,
  • Pemberi jasa dalam segala bidang termasuk teknik, komputer dan sistem aplikasinya, telekomunikasi, elektronika, fotografi, ekonomi, dan sosial serta pemberi jasa kepada suatu kepanitiaan,
  • Agen iklan,
  • Pengawas atau pengelola proyek;
  • Pembawa pesanan atau menemukan langganan atau yang menjadi perantara,
  • Petugas penjaja barang dagangan,
  • Petugas dinas luar asuransi,
  • Distributor perusahaan multilevel marketing atau direct selling dan kegiatan sejenis lainnya.

D. Anggota dewan komisaris atau dewan pengawas tidak merangkap sebagai Pegawai Tetap pada perusahaan yang sama,

E. Mantan pegawai,

F. Wajib pajak PPh 21 kategori peserta kegiatan yang menerima atau memperoleh penghasilan sehubungan dengan keikutsertaannya dalam suatu kegiatan, antara lain:

  • Peserta perlombaan dalam segala bidang, antara lain perlombaan olah raga, seni, ketangkasan, ilmu pengetahuan, teknologi dan perlombaan lainnya,
  • Peserta rapat, konferensi, sidang, pertemuan, atau kunjungan kerja,
  • Peserta atau anggota dalam suatu kepanitiaan sebagai penyelenggara kegiatan tertentu,
  • Peserta pendidikan dan pelatihan,
  • Peserta kegiatan lainnya.

Ilustrasi PPh 21

Bagaimana Cara Menghitung PPh 21?

Secara umum ada 3 metode yang bisa dilakukan untuk menghitung PPh 21 yaitu dengan metode Nett, Gross, dan Gross Up. Sebelum menghitung, ada baiknya melihat lapisan Tarif PPh 21 yang dikenakan kepada Wajib pajak.

  • Wajib Pajak dengan penghasilan tahunan sampai dengan Rp 50.000.000 dikenakan  tarif pajak sebesar 5%,
  • Wajib Pajak dengan penghasilan tahunan di atas Rp 50.000.000 sampai dengan Rp 250.000.000 dikenakan tarif sebesar 15%,
  • Wajib Pajak dengan penghasilan tahunan di atas Rp 250.000.000 sampai dengan Rp 500.000.000 dikenakan tarif pajak sebesar 25%.
  • Wajib Pajak dengan penghasilan tahunan di atas Rp 500.000.000 dikenakan tarif pajak sebesar 30%. 

Metode Nett

Menghitung PPh 21 dengan menggunakan metode Nett adalah pemotongan pajak dimana perusahaan yang menanggung pajak karyawannya. 

Baca juga: Bingung Gaji Kena Potong Biaya Jabatan 5% di PPh 21, Ini Aturannya

Metode Gross

Menghitung PPh 21 dengan menggunakan metode Gross adalah pemotongan pajak dimana karyawan yang menanggung pajak.

Bagaimana cara menghitungnya?

Misalnya, berapa sih pajak yang ditanggung perusahaan dengan gaji yang ditawarkan Rp 11.000.000 per bulan untuk seorang karyawan yang berstatus tidak kawin dan tanpa tanggungan (PTKP TK/0)?

  • Hitung Penghasilan Neto: Pendapatan Bruto – Biaya Jabatan =

Gaji                                              Rp  11.000.000
Biaya Jabatan
5% x Gaji:                                     Rp      550.000
________________________________________________________ –
Penghasilan Neto Sebulan          Rp   10.450.000
Penghasilan Neto Setahun          Rp 125.400.000

  • Hitung Penghasilan Kena Pajak (PKP): Penghasilan Neto Setahun – Pendapatan Tidak Kena Pajak (PTKP) TK/0
    Rp 125.400.000 – Rp 54.000.000 =  Rp 71.400.000
  • Hitung PPh 21 Terutang Setahun Pajak Progresif (karena Rp 71.400.000 lebih dari Rp 50.000.000)
    (5% x 50.000.000 = Rp 2.500.000) + (15% x 21.400.000 = Rp 3.210.000) = Rp 5.710.000.
  • Hitung PPh 21 Terutang Sebulan: Rp 5.710.000 : 12 = Rp 475.833

Metode Gross Up

Menghitung PPh 21 dengan metode Gross Up adalah pemotongan pajak dimana perusahaan memberikan tunjangan pajak yang jumlahnya sama besar dengan jumlah pajak yang dipotong dari karyawan. Metode Gross Up ini lebih rumit. Adapun tunjangan pajak dihitung berdasarkan besarnya penghasilan kena pajak (PKP) dengan mengikuti formula Lapisan Penghasilan Kena Pajak (PKP):

Lapisan 1 dengan Penghasilan Kena Pajak (PKP) Rp 0 – Rp 47.500.000 (PKP setahun – 0) x 5/95 + 0,

Lapisan 2 dengan Penghasilan Kena Pajak (PKP) Rp 47.500.000 – Rp 217.500.000 (PKP setahun – Rp 47.500.000) x 15/85 + Rp 2.500.000,

Lapisan 3 dengan Penghasilan Kena Pajak (PKP) Rp 217.500.000 – Rp 405.000.000 (PKP setahun – Rp 217.500.000) x 25/75 + Rp 32.500.000,

Lapisan 4 dengan Penghasilan Kena Pajak (PKP) Lebih dari Rp 405.000.000
(PKP setahun – Rp 405.000.000) x 30/70 + Rp 95.000.000.

Berikut ini cara menghitungnya dengan gaji Rp 11.000.000 per bulan untuk seorang karyawan yang berstatus tidak kawin dan tanpa tanggungan (PTKP TK/0):

  • Hitung Gaji Pokok Setahun:
    12 x Rp 11.000.000 = Rp 132.000.000
  • Hitung Penghasilan Bersih Setahun: (Gaji Pokok Setahun – Biaya Jabatan Setahun=)
    Biaya jabatan setahun: 12 x 5% x Rp 11.000.000 = Rp 6.600.000
    Penghasilan bersih setahun: Rp 132.000.000 – Rp 6.600.000 = Rp 125.400.000
  • Hitung Penghasilan Kena Pajak: (Penghasilan Bersih Setahun – PTKP =)
    Rp 125.400.000 – Rp 54.000.000 = Rp 71.400.000

Karena PKP setahun Rp 71.400.000, maka berlaku rumus lapisan kedua untuk mendapatkan Tunjangan Pajak, yaitu: (PKP setahun – Rp 47.500.000) x 15/85 + Rp 2.500.000 =)
Rp 71.400.000 – Rp 47.500.000 x 15/85 + Rp 2.500.000 = Rp 6.717.647

  • Hitung Tunjangan Pajak Sebulan Rp 6.717.647 : 12= Rp 559.803

Setelah itu, masukkan Tunjangan Pajak ke penghasilan bruto untuk menghitung PPh 21 karyawan. Jika benar maka besarnya tunjangan pajak sama dengan potongan PPh 21.

  • Hitung Gaji Pokok: Gaji Pokok + Tunjangan PPh 21
    Rp 11.000.000 + Rp 559.803 = Rp 11.559.803
  • Hitung Penghasilan Bersih: Gaji Pokok – Biaya Jabatan =
    Biaya jabatan: 5% x Rp 11.000.000 Rp 550.000 —>
    Rp 11.559.803 – Rp 550.000 = Rp 11.009.803
  • Hitung Penghasilan Bersih Setahun:
    12 x Rp 11.009.803 = Rp 132.117.636
  • Hitung Penghasilan Kena Pajak: Penghasilan Bersih Setahun – PTKP =
    Rp 132.117.636 – Rp  54.000.000 = Rp 78.117.636
  • Hitung Tarif PPh 21 Setahun dengan tarif progresif:
    5% x Rp 50.000.000 = Rp 2.500.000
    15% x Rp 28.117.636 = Rp 4.217.645
    (Rp 2.500.000 + Rp 4.217.645 =  Rp 6.717.645)
  • Hitung Tarif PPh 21 Sebulan:
    Rp 6.717.645 : 12 =  Rp 559.803

Itulah beberapa hal terkait perhitungan PPh 21 dengan berbagai macam metode. Mau lebih praktis? Anda bisa memanfaatkan software payroll atau software HR yang dilengkapi dengan perhitungan PPh 21 sesuai kebijakan perusahaan Anda.

Talenta merupakan salah satu software HR yang bisa menjadi solusi bagi Anda yang ingin menghitung penggajian secara tepat waktu dan dengan perhitungan yang akurat. Sehingga, Anda tidak perlu lagi menghitung komponen dalam PPh 21 secara manual. Tunggu apalagi? Ajukan demo Talenta sekarang!

Email berlangganan

Dapatkan content HR premium langsung di email Anda!

Tinggalkan tugas rutin dan kembangkan bisnis lebih cepat bersama Talenta

Undang ke Kantor

Cari tahu bagaimana Talenta membantu bisnis Anda.

Undang Konsultasi

Live Demo

Ikuti workshop Meet Mekari untuk pelajari Talenta secara langsung.

Daftar Workshop

Coba Demo Interaktif

Eksplorasi beragam fitur untuk semua kebutuhan Anda.

Coba Gratis
Suka dengan ArtikelnyaTalenta punya banyak buat kamu!

Dapatkan konten premium mulai dari Artikel, ebook, case study, white papers, info-graphics dengan berlangganan sekarang!

Suka dengan Artikelnya?Talenta punya banyak buat kamu!

Dapatkan konten premium mulai dari Artikel, ebook, case study, white papers, info-graphics dengan berlangganan sekarang!