Insight Talenta

RUU KIA, Peraturan Baru Cuti Melahirkan 6 Bulan dan Hak Cuti Suami

Belum lama, DPR sudah menyetujui Rancangan Undang-Undang atau RUU Kesejahteraan Ibu dan Anak (KIA) di mana salah satu pembahasannya menyebutkan cuti melahirkan 6 bulan untuk ibu dan juga penambahan hak cuti suami.

Kini, RUU KIA sudah masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2022. RUU KIA ini sendiri dinilai penting karena dirancang untuk membentuk SDM yang unggul di Indonesia.

Apa isi dari RUU KIA ini dan seperti apa perubahan yang terjadi jika RUU ini disahkan? Simak selengkapnya

RUU KIA yang Membahas Cuti Melahirkan 6 Bulan

cuti melahirkan 6 bulan

Dalam draf RUU KIA pasal 4 ayat (2), pemerintah mengatur pemberian cuti melahirkan paling sedikit 6 bulan. Kemudian, selama masa cuti tersebut, karyawan tidak boleh diberhentikan dari pekerjaan.

Selanjutnya, seorang ibu yang sedang cuti melahirkan selama 6 bulan tersebut juga harus tetap mendapatkan gaji.

Tidak hanya itu, seorang ibu yang mengalami keguguran juga mendapatkan masa istirahat selama 1,5 bulan.

Selain mengatur tentang skema cuti istri melahirkan, RUU KIA ini juga mengubah kebijakan cuti untuk suami.

Pada Pasal 6 ayat (1) RUU ini, disebutkan bahwa suami mendapatkan cuti paling lama 40 hari untuk mendampingi istri melahirkan dan paling lama 7 hari jika istri mengalami keguguran.

Dalam pasal ini juga disebutkan bahwa suami dan/atau keluarga wajib mendampingi ibu saat proses melahirkan atau keguguran.

Adanya RUU KIA ini berkaitan langsung dengan masa krusial pertumbuhan anak di mana pentingnya 1.000 hari pertama kehidupan sebagai masa penentu masa depan sang anak.

Baca juga: 7 Jenis Cuti Karyawan yang Perlu Diketahui

Bagaimana Skema Penggajiannya?

cuti melahirkan 6 bulan

Dengan peraturan cuti yang lebih lama, tentu karyawan memiliki kekhawatiran terkait gaji mereka apakah tetap dibayarkan atau tidak.

Draf RUU KIA menyebutkan bahwa istri yang melahirkan dan mengambil cuti tetap mendapatkan gaji di mana 3 bulan pertama cuti mereka wajib mendapatkan gaji penuh. Kemudian, di bulan keempat dan seterusnya gaji yang mereka dapatkan sebesar 70 persen dari total gaji setiap bulannya.

Baca juga: Aturan Cuti Menikah Karyawan Kontrak sesuai Undang-undang

Contohnya seperti ini. Misalnya karyawan A yang memiliki take home pay sebesar Rp15.000.000 baru saja melahirkan dan berniat mengambil cuti penuh selama 6 bulan. Di 3 bulan pertama, ia tetap akan mendapatkan gaji penuh sebesar Rp15.000.000. Tapi di bulan keempat dan seterusnya, gaji karyawan A akan menjadi:

Rp15.000.000 x 70% = Rp10.500.000

Itulah tadi pembahasan mengenai RUU KIA yang mengatur cuti melahirkan hingga 6 bulan. Meski saat ini baru berupa RUU, namun HR juga perlu update dan jaga-jaga jika suatu saat RUU KIA ini sah dan mulai diterapkan.

Nah, jika perusahaan Anda juga membutuhkan software HRIS otomatis yang memudahkan pekerjaan HR dalam mengurus administrasi seperti cuti, Anda bisa menggunakan Mekari Talenta.

Mekari Talenta memiliki beragam fitur seperti Live Attendance untuk absensi online, Payroll untuk pembayaran dan penghitungan gaji karyawan otomatis, hingga Employee Self-Service yang memungkinkan karyawan mengajukan cuti hingga reimbursement secara mandiri lewat aplikasi.

Tertarik untuk mengetahui fitur-fiturnya lebih lanjut? Segera daftarkan perusahaan Anda pada form berikut dan coba demo aplikasi Mekari Talenta sekarang juga.


PUBLISHED17 Jun 2022
IN News
Jordhi Farhansyah
Jordhi Farhansyah