- Manajemen kinerja merupakan proses komunikasi berkesinambungan antara atasan dan bawahan untuk memastikan sasaran organisasi tercapai secara efektif.
- Penerapan siklus ini memberikan manfaat strategis berupa penyelarasan tujuan tim, peningkatan motivasi, serta objektivitas evaluasi kompetensi individu.
Banyak perusahaan sudah menjalankan proses penilaian kinerja setiap tahun, tetapi tidak sedikit yang justru menyadari sistem tersebut gagal mendorong perbaikan nyata pada karyawannya.
Riset yang sama menemukan bahwa lebih dari separuh karyawan hanya mendiskusikan tujuan kerja mereka secara formal bersama atasan setahun sekali atau bahkan lebih jarang, sehingga umpan balik yang diberikan sering kali sudah tidak relevan saat akhirnya disampaikan.
Kesenjangan antara seberapa sering perusahaan menilai kinerja dan seberapa besar dampaknya bagi pengembangan karyawan inilah yang membuat manajemen kinerja perlu dirancang ulang, bukan sekadar dijalankan sebagai rutinitas administratif tahunan.
Artikel ini akan membahas apa itu manajemen kinerja, pengertian menurut ahli, tujuan, manfaat, dan prinsip dasarnya. Selain itu, dibahas proses manajemen kinerja serta perbedaannya dengan penilaian kinerja.
Apa Itu Manajemen Kinerja?
Manajemen kinerja atau dalam bahasa Inggrisnya Performance Management merupakan kegiatan untuk memastikan suatu sasaran organisasi sudah tercapai secara konsisten dalam cara-cara yang efektif dan efisien.
Manajemen kinerja dapat fokus pada kinerja dari suatu organisasi, departemen, karyawan, atau bahkan proses untuk membuat produk atau layanan dan juga di area yang lain.
Pengertian Manajemen Kinerja Menurut Para Ahli
Berikut ini adalah definisi dari manajemen kinerja yang dibahas oleh ahlinya.
Schwarz (1999)
Pengertian manajemen kinerja menurut Schwarz adalah gaya manajemen yang dasarnya adalah komunikasi terbuka antara manajer dan karyawan yang menyangkut pencapaian tujuan memberikan umpan balik dari manajer kepada karyawan dan sebaliknya dari karyawan kepada manajer, demikian pula dengan penilaian kinerja.
Amstrong (2004)
Pengertian manajemen kinerja menurut Amstrong adalah pendekatan strategis dan terpadu untuk menyampaikan sukses berkelanjutan pada organisasi dengan memperbaiki kinerja karyawan yang bekerja didalamnya dan dengan mengembangkan kemampuan tim dan kontributor individu.
Bacal (1999)
Pengertian manajemen kinerja menurut Bacal adalah komunikasi yang berkesinambungan dan dilakukan dalam kemitraan antara seorang karyawan dan atasan langsungnya.
Proses ini meliputi kegiatan membangun harapan yang jelas serta pemahaman mengenai pekerjaan yang akan dilakukan.
Castello (1994)
Pengertian manajemen kinerja menurut Castello adalah dasar dan kekuatan pendorong yang berada di belakang semua keputusan organisasi, usaha kerja dan alokasi sumber daya.
Perbedaan Manajemen Kinerja dan Penilaian Kinerja
Manajemen kinerja dan penilaian kinerja merupakan dua hal yang berkaitan, tetapi memiliki cakupan yang berbeda.
Manajemen kinerja merupakan proses yang lebih luas dan berkelanjutan untuk mengelola serta meningkatkan kinerja, sedangkan penilaian kinerja berfokus pada proses mengevaluasi pencapaian karyawan berdasarkan target atau standar yang telah ditetapkan.
| Aspek | Manajemen Kinerja | Penilaian Kinerja |
| Pengertian | Proses berkelanjutan untuk mengelola dan meningkatkan kinerja organisasi maupun karyawan. | Proses mengevaluasi kinerja karyawan berdasarkan target atau standar tertentu. |
| Fokus | Perencanaan, pemantauan, feedback, evaluasi, dan pengembangan kinerja. | Mengukur dan menilai hasil serta pencapaian karyawan. |
| Waktu pelaksanaan | Dilakukan secara berkelanjutan sepanjang periode kerja. | Umumnya dilakukan pada periode tertentu sesuai kebijakan perusahaan. |
| Tujuan | Menyelaraskan kinerja karyawan dengan tujuan organisasi serta mendukung pengembangan karyawan. | Mengetahui tingkat pencapaian kinerja dan menjadi dasar evaluasi. |
| Cakupan | Lebih luas karena mencakup berbagai aktivitas pengelolaan kinerja. | Lebih spesifik karena berfokus pada evaluasi kinerja. |
Tujuan Manajemen Kinerja

Pada umumnya, tujuan dari manajemen kerja atau manajemen kinerja adalah sebagai berikut:
1. Tujuan Strategik
Berkaitan dengan aktivitas karyawan dengan tujuan organisasi.
Jalannya strategi tersebut membutuhkan definisi hasil yang hendak dicapai, perilaku, karakteristik karyawan yang dibutuhkan untuk melakukan strategi, pengembangan pengukuran dan sistem feedback kepada kinerja karyawan.
2. Tujuan Administratif
Memakai informasi manajemen kinerja khususnya evaluasi kinerja untuk keperluan keputusan administratif, pengkajian, promosi, pemberhentian karyawan dan lain-lain.
3. Tujuan Pengembangan
Bisa melakukan pengembangan kapasitas karyawan yang berhasil pada bidang kerjanya, pemberian training untuk yang mempunyai kinerja tidak baik dan menempatkan pada tempat yang cocok.
Selain ketiga tujuan tersebut, manajemen kinerja juga bertujuan untuk:
- Mendapatkan peningkatan kinerja sustainable
- Melakukan peningkatan motivasi dan komitmen karyawan
- Memungkinkan individu untuk melakukan pengembangan kemampuan, peningkatan kepuasan kerja dan juga pencapaian potensi pribadi yang berguna untuk individu dan organisasi
- Daya dongkrak untuk perubahan yang lebih berorientasi kinerja
- Melakukan pengembangan hubungan yang terbuka konstruktif antara individu dan organisasi dalam dialog yang berkelanjutan
- Menyiapkan kerangka kerja untuk kesepakatan sasaran kerja
- Berfokus pada perhatian terhadap atribut dan kompetensi yang dibutuhkan
- Manajer dan karyawan membuat kesepakatan mengenai rencana pengembangan
- Menyiapkan kriteria untuk melaksanakan pengukuran kinerja
- Landasan untuk memberikan imbalan
- Memberdayakan karyawan
- Mempertahankan karyawan yang memiliki kualitas
- Melakukan dukungan inisiatif manajemen yang berkualitas secara menyeluruh
- Melakukan demonstrasi bagaimana individu menghargai karyawan
Manfaat Manajemen Kinerja
Wibowo (2010) menyatakan manfaat manajemen kinerja tidak hanya untuk organisasi ataupun manajer tetapi juga berguna untuk masing-masing individu anggota organisasi.
1. Manfaat untuk Organisasi
- Sebagai penyesuaian tujuan organisasi dengan tujuan tim (kelompok) dan individu dalam memperbaiki kinerja. Sebagai motivasi karyawan
- Sebagai peningkatan komitmen
- Sebagai perbaikan proses pelatihan dan pengembangan
- Sebagai peningkatan keterampilan
- Sebagai mengupayakan perbaikan dan pengembangan berkelanjutan
- Sebagai pengupayaan basis perencanaan karir
- Sebagai pembangu menahan karyawan untuk pindah atau minta berhenti
- Sebagai pendukung inisiatif kualitas total dan pelayanan pelanggan
- Sebagai pendukung program perubahan budaya.
2. Manfaat untuk Manajer atau Atasan
- Sebagai pengupayaan klasifikasi kinerja dan harapan perilaku
- Sebagai penawaran peluang memanfaatkan waktu dengan berkualitas
- Sebagai perbaikan kinerja tim dan individu
- Sebagai pengupayaan penghargaan nonfinansial untuk staf
- Sebagai pengupayaan dasar untuk membantu karyawan yang mempunyai kinerja rendah
- Sebagai pengembangan individu
- Sebagai pendukung kepemimpinan
- Sebagai motivasi dan pengembangan tim
- Sebagai pengupayaan kerangka kerja untuk meninjau kembali kinerja dan tingkat kompetensi
3. Manfaat untuk Individu
- Sebagai penjelas peran dan tujuan
- Sebagai pendorong dan pendukung agar tampil lebih baik
- Sebagai pembantu pengembangan kemampuan dan kinerja
- Sebagai peluang memanfaatkan waktu yang berkualitas
- Sebagai dasar objektivitas dan kejujuran untuk pengukuran kinerja
- Agar fokus tujuan dan rencana perbaikan cara bekerja dikelola dan dilaksanakan.
Baca Juga: 7 Tantangan Manajemen Kinerja Karyawan dan Strategi Mengatasinya Secara EfektifPrinsip Dasar Manajemen Kinerja
Adapun prinsip dasar manajemen kinerja sebuah organisasi/perusahaan antara lain:
1. Menghargai Kejujuran
Proses manajemen kinerja perlu dilakukan secara jujur dan terbuka, baik dalam menetapkan target, memberikan penilaian, maupun menyampaikan umpan balik.
2. Melakukan Pelayanan
Manajemen kinerja perlu diarahkan untuk membantu karyawan mencapai kinerja yang optimal, bukan hanya menjadi proses administratif untuk menilai karyawan.
3. Memiliki Tanggung Jawab
Setiap pihak perlu memahami tanggung jawabnya dalam proses manajemen kinerja, baik HR, manajer, maupun karyawan.
4. Dirasakan seperti Bermain
Proses manajemen kinerja sebaiknya menciptakan suasana yang positif dan tidak membuat karyawan merasa tertekan, sehingga mereka dapat terlibat secara aktif dalam mencapai target.
5. Terdapat Perasaan Kasihan
Prinsip ini dapat dimaknai sebagai adanya perhatian terhadap kondisi dan kebutuhan karyawan dalam proses pengelolaan kinerja.
6. Terdapat Perumusan Tujuan
Tujuan dan target kinerja perlu dirumuskan secara jelas agar karyawan memahami hasil yang diharapkan perusahaan.
7. Terdapat Konsensus dan Kerja Sama
Penetapan target dan rencana kerja perlu melibatkan kesepakatan serta kerja sama antara manajer dan karyawan.
8. Sifatnya Berkelanjutan
Manajemen kinerja bukan proses yang hanya dilakukan saat evaluasi, tetapi perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui pemantauan dan pengembangan kinerja.
9. Terjadi Komunikasi Dua Arah
Manajer dan karyawan perlu memiliki kesempatan untuk menyampaikan informasi, kendala, maupun masukan terkait kinerja.
10. Memperoleh Umpan Balik
Umpan balik perlu diberikan secara berkala agar karyawan mengetahui perkembangan kinerjanya dan area yang masih perlu diperbaiki.
Baca Juga: Mengenal Sistem Manajemen Kinerja: Pengertian, Pengukuran, dan PenilaianProses Manajemen Kinerja
Adapun proses dari manajemen kinerja antara lain yakni:
1. Masukan
Manajemen kinerja membutuhkan berbagai masukan yang harus diolah supaya dapat saling bersinergi dalam meraih tujuan organisasi.
Masukan tersebut dalam bentuk Sumber Daya Manusia (SDM), modal, material, peralatan dan teknologi dan juga metoda serta mekanisme kerja.
Manajemen kinerja memerlukan masukan dalam bentuk adanya kapabilitas SDM, baik pada perorangan ataupun pada tim.
Kapasitas sumber daya manusia ditunjukkan dalam bentuk pengetahuan, keterampilan dan kompetensi.
Sumber daya manusia yang mempunyai pengetahuan dan keterampilan diinginkan bisa melakukan peningkatan kualitas proses kinerja ataupun hasil kerja.
Sedangkan kompetensi diperlukan supaya SDM mempunyai kemapuan yang sesuai dengan keperluan organisasi menjadikan dapat memberikan kinerja terbaiknya.
2. Proses
Manajemen kinerja berawal dari perencanaan tentang bagaimana merencanakan tujuan yang diinginkan di masa yang akan datang dan merancang seluruh sumber daya dan juga aktivitas yang diperlukan untuk meraih tujuan.
Jalannya rencana dimonitoring dan diukur kemajuannya dalam meraih tujuan.
Penilaian dan peninjauan kembali dilakukan untuk mengoreksi dan menetapkan langkah yang harus ditempuh apabila ada deviasi terhadap rencana.
Manajemen kinerja menjalin terjadinya saling menghargai kepentingan antara pihak yang terlibat dalam proses kinerja.
Prosedur dalam manajemen kinerja dilaksanakan secara jujur untuk melakukan pembatasan dampak kerugian pada individu.
Proses manajemen kinerja dilaksanakan secara transparan utamanya pada orang yang terpengaruh oleh keputusan yang timbul dan orang yang memperoleh kesempatan melalui dasar dibuatnya suatu keputusan.
3. Keluaran
Keluaran merupakan hasil langsung dari kinerja organisasi, baik berupa barang ataupun jasa.
Hasil kerja yang diraih organisasi harus dibandingkan dengan tujuan yang diharapkan.
Keluaran dapat lebih besar ataupun lebih rendah dari tujuan yang sudah ditentukan.
Apabila terdapat deviasi akan menjadi umpan balik dalam perencanaan tujuan yang akan datang dan implementasi kinerja yang telah dilakukan.
4. Manfaat
Selain memperhatikan keluaran, manajemen kinerja juga memperhatikan manfaat dari hasil kerja.
Dampak hasil kerja dapat bersifat positif untuk organisasi, seperti karena keberhasilan seseorang mewujudkan prestasinya akan memberi dampak terhadap peningkatan motivasi sehingga semakin tinggi kinerja organisasi.
Tetapi dampak keberhasilan seseorang bisa bersifat negatif, apabila karena keberhasilannya dia menjadi sombong yang akan membuat suasana kerja tidak lagi kondusif.
Baca Juga: Apa Perbedaan Antara Manajemen Kinerja dan Penilaian Kinerja?Tingkatkan Produktivitas Tim dengan Aplikasi Manajemen Kinerja Mekari Talenta
Meningkatkan produktivitas tim membutuhkan proses manajemen kinerja yang terarah agar perusahaan dapat memastikan setiap karyawan bekerja sesuai target dan terus berkembang.
Proses yang masih dilakukan secara manual dapat membuat evaluasi kinerja kurang efisien dan menyulitkan HR maupun manajer dalam memantau pencapaian karyawan.
Dengan software HCM Mekari Talenta, HR dan manajer dapat mengelola proses manajemen kinerja secara lebih terstruktur melalui Aplikasi Manajemen Kinerja.
Perusahaan dapat menetapkan dan memantau KPI, melakukan penilaian kinerja, memberikan feedback, serta mengidentifikasi kebutuhan pengembangan karyawan dalam satu platform.
Mekari Talenta juga mendukung berbagai metode evaluasi, termasuk 360-degree feedback, serta proses review dan calibration untuk membantu perusahaan mendapatkan penilaian kinerja yang lebih objektif dan konsisten.
Hasil evaluasi dapat menjadi dasar bagi manajer untuk memberikan arahan dan pengembangan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing karyawan.
Dengan pengelolaan kinerja yang lebih terstruktur, perusahaan dapat membantu karyawan memahami target, mengetahui area yang perlu dikembangkan, dan meningkatkan kontribusinya terhadap pencapaian tujuan tim maupun perusahaan.
Hubungi Mekari Talenta untuk mengetahui bagaimana Mekari Talenta dapat membantu perusahaan meningkatkan produktivitas tim melalui manajemen kinerja yang lebih terstruktur dan terukur.
