Perhitungan Iuran BPJS Kesehatan Karyawan bagi Perusahaan

Perhitungan Iuran BPJS Kesehatan Karyawan bagi Perusahaan

Kenaikan dari biaya BPJS kesehatan membuat para pemilik usaha harus bekerja lebih keras lagi agar tetap bisa memberikan gaji yang selayaknya kepada karyawan karena potongan iuran BPJS kesehatan perusahaan semakin naik.

Ditambah lagi perhitungan UMR yang juga semakin naik tiap tahunnya membuat pemilik usaha untuk mencari cara lebih kreatif agar bisa membuat bisnis semakin besar dan tetap menggaji karyawan.

Jika Anda adalah pemilik usaha, maka Anda perlu memperhatikan tentang cara menghitung iuran BPJS dengan cermat. Tidak hanya memperhatikan perubahan ketentuan, tetapi juga berdasarkan besaran upah minimum regional yang baru.

Pelajari Komponen Penggajian Karyawan Anda Melalui Kursus Online Gratis Bersertifikat di Mekari University

Baca juga: Memahami Tapera, Jenis Potongan Gaji Baru dengan Sistem Mirip BPJS

Pokok-Pokok Perhitungan BPJS Karyawan

Berikut adalah pokok-pokok perhitungan BPJS Karyawan:

– Iuran BPJS Kesehatan adalah 5% dari upah/gaji.

– Perusahaan menanggung 4% dan karyawan membayar 1% dari upah/gaji.

– Yang dimaksud upah/gaji adalah gaji pokok dan tunjangan tetap.

– Batas paling tinggi upah sebagai dasar perhitungan adalah Rp 12 juta.

– Batas paling rendah upah sebagai dasar perhitungan adalah UMK/UMP.

– Iuran mencakup manfaat untuk 5 orang (karyawan, suami/isteri, 3 anak).

– Penambahan anggota keluarga dikenakan iuran tambahan 1% per orang.

Note: Ada dua program BPJS karyawan yang diwajibkan oleh pemerintah, yaitu BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Kedua program tersebut memiliki landasan hukum dalam penerapannya. Baca artikel Inilah Aturan BPJS Karyawan dari Pemerintah

Cara Menghitung BPJS Karyawan

Untuk bisa menghitung potongan iuran BPJS Kesehatan, Anda harus bisa memahami pokok-pokok perhitungan BPJS Kesehatan yang disebut di atas. Hal yang perlu dilakukan pertama kali adalah menyesuaikan gaji karyawan dengan UMR yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Selanjutnya adalah menyesuaikan gaji karyawan yang sudah lebih dari UMR. Ini dikarenakan penetapan UMR sesuai dengan standar harga kebutuhan pokok. Jadi karyawan yang memiliki gaji di atas UMR juga akan mendapatkan kenaikan gaji agar bisa memenuhi kebutuhan pokok.

Setelah itu barulah Anda bisa menghitung potongan biaya iuran BPJS ketenagakerjaan untuk masing-masing karyawan.

Contoh Menghitung Iuran BPJS Ketenagakerjaan untuk UMR Jakarta

Tunjangan BPJS perusahaan: 4% x Rp 6.000.000 = Rp 240.000

Potongan gaji untuk iuran BPJS karyawan: 1% x Rp 6.000.000 = Rp 60.000

Total iuran BPJS: Rp 300.000

Untuk karyawan yang ingin menambahkan anggota keluarga lagi sebagai penerima manfaat jaminan kesehatan, maka potongan gajinya menjadi 2%.

Tunjangan BPJS perusahaan: 4% x Rp 6.000.000 = Rp 240.000

Potongan gaji untuk iuran BPJS karyawan: 2% x Rp 6.000.000 = Rp 120.000

Total iuran BPJS: Rp 360.000

Menghitung iuran BPJS memang harus dilakukan dengan cermat apalagi ketika UMR mengalami kenaikan tiap tahunnya. Penyesuaian harus dilakukan oleh perusahaan agar bisa menggaji karyawan sesuai dengan UMR dan tetap bisa memenuhi kewajiban membayar iuran BPJS kesehatan untuk setiap karyawan yang bekerja di perusahaan.

Proses ini bisa dikerjakan dengan lebih mudah jika Anda memiliki software payroll yang sudah terintegrasi dengan BPJS Kesehatan.

Dengan menggunakan software yang sudah terintegrasi, Anda tidak perlu direpotkan dengan melakukan perhitungan manual untuk potongan iuran BPJS Kesehatan. 

Software payroll secara otomatis menghitung gaji setiap karyawan dan menghitung iuran BPJS setiap bulannya dengan otomatis. Semua detail hitungan juga akan ditulis dalam slip gaji dan tersimpan di dalam cloud storage. Sehingga data akan aman dan tidak mudah hilang ketika dibutuhkan.

Menggunakan software aplikasi payroll juga akan lebih menghemat pengeluaran karena Anda cukup membayar satu aplikasi tanpa harus menyewa SDM yang cukup banyak. Tunggu apa lagi? Coba demo gratis Talenta.


PUBLISHED19 Jun 2020
Desy
Desy