fbpx

Pemberian THR Karyawan Sesuai dengan Peraturan yang Berlaku

06 Jan 2020

Apa sih hal yang pertama kali terlintas di benak Anda saat mendengar kata Hari Raya? Kue, baju baru, ketupat, pohon natal, liburan, atau apa? Sebagai seorang karyawan, Anda harus tahu kapan dan berapa besar THR yang akan diterima, terlebih saat ini THR sudah menjadi kewajiban untuk dibayarkan oleh setiap perusahaan kepada pekerjanya. Besaran THR ini pun telah ditentukan di dalam peraturan pemerintah yang disahkan langsung oleh Kementerian Ketenagakerjaan.

Tunjangan Hari Raya atau THR adalah pendapatan non upah yang wajib dibayarkan oleh perusahaan kepada pekerja sebelum hari raya keagamaan. Awalnya, THR didagas oleh Perdana Menteri sekaligus Menteri Dalam Negeri Indonesia ke-6, Soekiman Wirjosandjojo. Tokoh ini awalnya hanya memberikan THR pada karyawan di akhir Ramadan untuk menyejahterakan para PNS, tapi ternyata hal ini malah mendapatkan tentangan hingga akhirnya semua pekerja di Indonesia bisa menerima upah ini.

Mengenal Tunjangan Hari Raya Lebih Dalam

THR adalah hal yang paling ditunggu-tunggu oleh setiap karyawan di suatu perusahaan. Namun, sebenarnya apakah Anda benar-benar tahu apa definisi THR? Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), tunjangan adalah uang atau barang yang berfungsi untuk menunjang atau tambahan pendapatan di luar gaji sebagai bantuan. Jadi, secara singkat bisa kita ambil kesimpulan bahwa tunjangan ini adalah uang yang diberikan di luar gaji oleh perusahaan.

https://klikpajak.id/wp-content/uploads/2019/05/shutterstock_1224932092-min.jpg
Besaran tunjangan pun beragam seusai dengan gaji dari masing-masing pekerja. Biasanya, THR akan diterima oleh karyawan menjelang hari raya keagamaan di Indonesia. Sementara itu, definisi THR menurut Kementerian Ketenagakerjaan dalam peraturannya adalah pendapatan non upah yang wajib dibayarkan oleh perusahaan kepada pekerja. Hari Raya Keagamaan di Indonesia pun beragam, mulai dari Idul Fitri, Nyepi, Natal, Imlek, dan Waisak.

Saat ini, semua hal yang berkaitan dengan THR sudah diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No. 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan. Besaran THR sendiri sudah diatur juga dalam pasal 3 ayat Permenaker No.6/2016 yang telah ditetapkan berdasarkan:

  1. Pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih sebesar 1 (satu) bulan upah.
  2. Pekerja/buruh yang mempunyai masa kerja 1 bulan secara terus menerus tetapi kurang dari 12 bulan diberikan secra proporsional dengan masa kerja yakni dengan perhitungan masa kerja/12 x 1 (satu) bulan upah.

Bentuk dari Tunjangan Hari Raya adalah uang rupiah. Selain itu, tercatat dalam Pasal 5 ayat (3) dan ayat (4) Permenaker 6/2016 dan Pasal 1 angka 2 Permenaker 6/2016 bahwa waktu kewajiban pembayaran THR adalah tujuh hari sebelum Hari Raya dan pemberiannya disesuaikan dengan hari raya keagamaan masing-masing karyawan. Selain itu, THR juga akan dikenakan pajak PPh 21 bagi para karyawan yang mendapatkan THR di atas Pendapatan Tidak Kena Pajak (PTKP) sebesar Rp 4,5 juta per bulan atau Rp 54 juta per tahun.

Landasan Hukum Mengenai Tunjangan Hari Raya

THR adalah kewajiban yang harus dibayarkan oleh setiap pengusaha kepada pekerjanya di seluruh Indonesia karena sudah ada peraturan yang melandasinya oleh Kementerian Ketenagakerjaan. Peraturan ini dikeluarkan secara resmi pada tahun 2016 silam yang jika tidak dipenuhi maka perusahaan akan mendapatkan sanksi.

a. Besaran Tunjangan Hari Raya 

Apakah Anda masih bingung dengan besaran Tunjangan Hari Raya yang harusnya Anda dapatkan? Jika iya, mari simak ulasannya di sini. Besaran uang yang diberikan sebagai THR kepada setiap karyawan pun telah ditetapkan dalam Peraturan Menteri. Berapakah jumlahnya? Nah, THR ini dihitung berdasarkan lama kerja dan jumlah gaji pekerja di setiap perusahaan. Bagi karyawan yang sudah bekerja selama 12 bulan atau setahun secara terus-menerus, mereka berhak menerima THR yang setara dengan satu bulan gaji. Perlu diingat bahwa gaji tersebut adalah upah bersih yang diterima selama satu bulan tanpa adanya tunjangan apa pun.

Namun, jika Anda baru saja memulai masa kerja, tentunya Anda tidak perlu khawatir. Peraturan Menteri juga menyebutkan bahwa karyawan yang bekerja selama kurang dari satu tahun akan mendapatkan besaran THR yang disesuaikan dengan kebijakan perusahaan. Namun, perlu diingat bahwa besaran THR tidak terpaku hanya dengan upah bulanan saja karena di dalam Peraturan Menteri juga dituliskan bahwa besarannya dapat disesuaikan dengan perjanjian yang disepakati oleh kedua belah pihak, baik karyawan dan perusahaan.

b. Waktu Pemberian

Wah, ternyata THR memang menarik ya! Eits, tapi jangan bahagia dulu karena mungkin sekilas Anda berpikir bahwa akan banyak tunjangan yang diterima dalam satu tahun karena banyaknya Hari Raya yang ada di Indonesia. Di dalam Permenaker Nomor 6 Tahun 2016, pemberian THR adalah kewajiban dari perusahaan yang diberikan sebanyak satu kali dalam setahun. Pada tahun 2019, Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dakhiri mengeluarkan surat mengenai THR yang berisi informasi bahwa para pengusaha wajib membayarkan tunjangan karyawannya paling lambat tujuh hari sebelum Hari Raya. Jika terlambat, perusahaan tersebut akan dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.

Tunjangan Pekerja yang Terkena PHK

Penjelasan di atas menggambarkan besaran tunjangan yang diterima oleh karyawan yang masih aktif bekerja. Lantas, bagaimana THR bagi para pekerja yang terkena PHK atau pemberhentian hak kerja, padahal ia sudah bekerja lebih dari 12 bulan, serta pemberhentiannya dilakukan mendekati Hari Raya? Hal ini tentu saja menyedihkan jika tidak ada THR yang dibayarkan karena Anda telah diberhentikan beberapa hari sebelum hari raya. Namun, tenang saja karena sebenarnya hal ini sudah diatur secara jelas dalam Kementerian Ketenagakerjaan.

Di dalam Permen Ketenagakerjaan mengenai THR disebutkan bahwa para karyawan yang diberhentikan atau di-PHK dalam kurun waktu 30 hari menjelang hari raya berhak menerima THR. Besarannya sendiri disesuaikan dengan upah dari karyawan dalam satu tahun yang sama saat diberhentikan. Akan tetapi, perlu diingat bahwa hal ini tidak berlaku bagi karyawan yang memiliki masa kerja yang sudah ditentukan berdasarkan kontrak dan berakhir menjelang hari raya.

Jadi, itu dia pengertian Tunjangan Hari Raya (THR) dan besarannya yang perlu diberikan kepada karyawan. THR adalah non upah yang wajib dibayarkan oleh setiap perusahaan karena sudah ada landasan hukum yang mengaturnya. Hal ini tidak hanya berlaku pada perusahaan besar saja, tapi perusahaan skala kecil pun wajib memberi THR kepada setiap karyawannya.

Jika Anda adalah pemilik usaha, tentunya Anda harus memperhatikan hal ini. Hindari memberikan THR melebihi batas waktu yang ditetapkan, apalagi sampai tidak memberikannya karena hal ini akan membuat Anda harus siap menerima sanksi.

Untuk mempermudah dalam mengelola THR karyawan, Anda bisa memanfaatkan Talenta sebagai salah satu software HR dan payroll. Dengan Talenta, Anda bisa menghitung gaji karyawan hingga perhitungan THR dengan lebih akurat dan otomatis. Selain itu, perhitungan yang dilakukan Talenta bisa Anda sesuaikan dengan pajak dan komponen lainnya. Permudah pekerjaan administrasi Anda sekarang juga dengan Talenta!

Email berlangganan

Dapatkan content HR premium langsung di email Anda!

Tinggalkan tugas rutin dan kembangkan bisnis lebih cepat bersama Talenta

Undang ke Kantor

Konsultasi gratis dengan tim kami bagaimana solusi Talenta dapat membantu bisnis Anda.

Undang Konsultasi

Live Demo

Ikuti workshop Meet Mekari untuk mempelajari Talenta lebih lanjut secara langsung.

Daftar Workshop

Coba Demo Interaktif

Coba gratis Talenta untuk eksplorasi beragam fitur yang memenuhi kebutuhan Anda.

Coba Gratis
Suka dengan ArtikelnyaTalenta punya banyak buat kamu!

Dapatkan konten premium mulai dari Artikel, ebook, case study, white papers, info-graphics dengan berlangganan sekarang!

Suka dengan Artikelnya?Talenta punya banyak buat kamu!

Dapatkan konten premium mulai dari Artikel, ebook, case study, white papers, info-graphics dengan berlangganan sekarang!