Insight Talenta

Cara Kerja Fitur Face Recognition pada Aplikasi Absensi Online

Dengan kemajuan teknologi, fitur face recognition banyak dimanfaatkan untuk berbagai macam keperluan. Salah satunya adalah pada sistem keamanan.

Misalnya menggunakan sistem pengenalan wajah untuk membuka smartphone yang terkunci.

Fitur ini rupanya juga digunakan di banyak perusahaan yang menerapkan sistem HRIS, khususnya untuk keperluan absensi pegawai.

Teknologi face recognition banyak digunakan oleh perusahaan sebagai salah satu cara absensi karyawan untuk menggantikan mesin fingerprint.

Terlebih di tengah pandemi seperti ini, banyak perusahaan yang menerapkan kebijakan work from home. Sehingga banyak karyawan yang tidak perlu melakukan absensi di kantor.

Lalu bagaimana fitur face recognition bekerja dan apa saja keuntungannya? Simak pemaparan lengkapnya di artikel Insight Talenta berikut ini.

Apa itu Face Recognition?

Face recognition adalah sebuah teknologi yang bisa mengidentifikasi ataupun mengkonfirmasi identitas seseorang menggunakan wajah mereka.

Sistem ini sendiri bisa digunakan untuk mengidentifikasi wajah melalui foto, video, atau bahkan secara langsung.

Face Recognition sebagai Cara Absensi Karyawan saat Pandemi, Tepatkah?

Face recognition juga merupakan bagian dari teknologi biometric security.

Bentuk lainnya dari teknologi ini termasuk voice recognition, iris recognition, atau fingerprint recognition yang juga disematkan di dalam mesin absensi online fingerprint.

Teknologi ini banyak digunakan untuk sistem keamanan dan digunakan oleh banyak badan hukum untuk keperluan penyelidikan.

Walaupun demikian, teknologi biometric security seperti face recognition mulai banyak digunakan di berbagai area, termasuk di dalam dunia pengelolaan sumber daya manusia.

Baca Juga: Apa itu Teknologi Fingerprint dan Cara Kerjanya pada Mesin Absensi

Celah Kesalahan pada Teknologi Face Recognition

Tingkat keakuratan face recognition sendiri sangat tinggi di mana Center for Strategic & International Studies (CSIS) menilainya sebesar 99,97 persen. Tetapi, masih ada beberapa faktor yang membuat tingkat keakuratan ini menurun.

Menurut CSIS, Anda bisa meraih tingkat akurasi yang tinggi jika mengambil gambar pada kondisi yang ideal, misalnya posisi, pencahayaan, dan juga memastikan wajah tidak terhalangi apapun.

Penggunaan aksesoris di wajah inilah yang menyebabkan terkadang teknologi facial recognition menurun tingkat akurasinya, seperti penggunaan topi atau masker.

Celah lainnya adalah ketika pengambilan foto atau gambar berada pada sudut yang kurang optimal. Misalnya terhalang sesuatu, objek yang bergerak dan tidak siap untuk dipotret, hingga menyebabkan tingkat keakuratan menurun.

Terakhir, faktor umur yang menyebabkan perubahan kontur pada wajah juga bisa membuat teknologi facial recognition sulit membaca wajah pengguna. Apalagi jika perbedaannya terpaut belasan tahun sejak pertama kali sistem menyimpan data wajah pengguna.

Namun seiring perkembangan zaman, fitur face recognition semakin meningkat kemampuannya sehingga ketika ada perubahan-perubahan yang minim, tidak akan membuat tingkat akurasi menurun secara signifikan,

Kegunaan Face Recognition

Teknologi face recognition banyak digunakan untuk berbagai tujuan. Dilihat dari sejarahnya di tahun 1852, polisi di Inggris bahkan menggunakan teknologi untuk mencari para tahanan yang berhasil lolos dari penjara.

Berikut adalah beberapa kegunaan face recognition yang umum digunakan untuk berbagai keperluan seperti hal-hal berikut.

Membuka Gadget

Perkembangan smartphone kini sudah sangat canggih. Banyak smartphone atau gadget lainnya yang menggunakan fitur facial recognition untuk membuka perangkat. Selain untuk proses membuka gadget yang lebih cepat, terdapat keamanan ekstra untuk menjaga gadget diakses oleh sembarang orang.

Penggunaan di Bandara

Banyak bandara di berbagai dunia yang memanfaatkan teknologi pengenalan wajah bagi para pemegang paspor biometrik agar proses jadi lebih cepat. Ini juga mengurangi waktu tunggu para wisatawan serta meningkatkan keamanan di bandara.

Digunakan oleh Para Penegak Hukum

Kepolisian memiliki teknologi pengenalan wajah yang bisa dibandingkan dengan database wajah penduduk. Ini dapat digunakan ketika mereka mencari pelaku kejahatan yang menjadi buron.

Dengan bantuan CCTV yang kini banyak tersebar, mereka dapat mencocokan foto pelaku dengan footage CCTV untuk pencarian yang lebih cepat.

Mengurangi Tingkat Kejahatan

Seperti yang tadi dijelaskan, dengan adanya teknologi ini, tempat-tempat seperti pusat perbelanjaan, toko perhiasan, dan toko-toko lainnya yang rawan pencurian dapat memanfaatkan CCTV yang mereka pasang.

Dengan bantuan pihak kepolisian, mereka dapat mencari pelaku pencurian dengan cepat. Hal ini tentu jadi salah satu faktor untuk menurunkan tingkat kejahatan.

Aktivitas Perbankan

Banyak bank terutama bank digital yang kini menggunakan fitur pemindai wajah agar nasabah bisa mengakses akun mereka secara online alih-alih menggunakan password angka.

Digunakan di Perkantoran

Selain fingerprint solution, banyak perkantoran yang kini juga menggunakan sistem absensi dengan selfie yang dibalut dengan teknologi pengenalan wajah. Hal ini akan meningkatkan efisiensi absensi di mana karyawan dapat melakukannya di mana saja, tidak perlu ke kantor.

Bagaimana Cara Kerja Aplikasi Absensi Face Recognition?

Banyak orang yang sudah familiar dengan teknologi ini melalui FaceID yang dimiliki iPhone. Sebenarnya, teknologi facial recognition tidak membutuhkan database foto seseorang untuk mengenali identitas seseorang.

Ia bekerja sesederhana dengan mengenali satu orang sebagai pemilik perangkat dan tidak akan memberikan akses kepada orang lain selain pemilik. Berikut selengkapnya mengenai bagaimana face recognition bekerja.

Mendeteksi wajah

Kamera mendeteksi wajah Anda, baik Anda sedang sendirian atau berada dengan sekumpulan orang lain.

Analisis wajah

Selanjutnya, sistem akan menangkap dan menganalisis wajah Anda.

Kebanyakan teknologi dengan sistem pengenalan wajah akan mengandalkan gambar dua dimensi dibandingkan dengan tiga dimensi karena ia dapat dengan mudah mencocokkan gambar dua dimensi dengan foto yang ada di database.

Beberapa aspek yang akan dianalisis meliputi jarak di antara mata, kedalaman mata, jarak antara jidat dengan dagu, bentuk rahang, dan juga kontur bibir, kuping, serta dagu.

Aspek-aspek tersebut yang akan menjadi kunci penentu untuk menilai kecocokan wajah Anda.

Mengolah fitur wajah menjadi data

Data-data dari wajah Anda kemudian diolah menjadi sebuah informasi digital berdasarkan fitur wajah. Mirip dengan bagaimana sidik jari masing-masing orang itu unik, tiap orang memiliki faceprint-nya masing-masing.

Data faceprint ini lah yang nanti akan ‘diingat’ oleh sistem ketika Anda ingin mengakses smartphone Anda atau bagaimana Facebook dapat langsung mengenali siapa saja orang yang ada di foto Anda.

Baca Juga: Keuntungan Absensi Online Dengan Fitur Selfie

Memanfaatkan Teknologi Face Recognition Pada Absensi Online Karyawan

Memanfaatkan Teknologi Face Recognition Pada Absensi Karyawan

Untuk dapat memanfaatkan sistem pengenalan wajah untuk menggantikan kebijakan sistem absensi dengan mesin absen sidik jari, sebenarnya Anda tak perlu memiliki mesin face recognition karena harganya pasti mahal.

Solusi terbaiknya adalah dengan menggunakan aplikasi absensi kehadiran online seperti Talenta yang jauh lebih murah dan ekonomis.

Absensi online di Talenta menjadi satu bagian dari teknologi HRIS yang dapat diaplikasikan di perusahaan agar pengurusan administrasi HRD menjadi lebih efisien.

Lalu bagaimana fitur absen online selfie pada Talenta dapat bekerja?

Talenta memiliki satu fitur bernama Live Attendance pada aplikasi mobile Talenta. Fitur ini memungkinkan karyawan untuk bisa melakukan absensi dari mana saja tanpa perlu pergi ke kantor.

Cocok diterapkan di masa pandemi seperti ini.

Cara kerja fitur ini adalah karyawan diharuskan untuk selfie menggunakan aplikasi mobile Talenta untuk absen.

Saat karyawan melakukan selfie, aplikasi Talenta akan mengenali data wajah karyawan dan akan dipakai sebagai acuan untuk absensi-absensi berikutnya.

Jika karyawan ingin berbuat curang dengan menggunakan foto atau meminta tolong untuk ‘titip absen’, Talenta akan menolak absen tersebut berkat teknologi face recognition.

Sehingga, penerapan teknologi ini dapat meminimalisir karyawan-karyawan tidak bertanggung jawab.

Fitur Live Attendance atau attendance management dari Talenta juga memiliki GPS tracking untuk mengetahui keberadaan karyawan ketika melakukan absen clock in maupun clock out.

portal hris

Ini berguna untuk perusahaan yang ingin memastikan karyawan benar-benar bekerja dari rumah jika memang WFH.

Lewat fitur Attendance Management dari Talenta, HR pun tidak akan mengalami pemrosesan data yang lambat.

Jika sebelumnya HR harus menghitung absensi secara manual di periode payroll, dengan Talenta mereka tidak perlu melakukannya karena absensi dapat di-update secara realtime ketika ada karyawan yang melakukan absensi.

HR hanya butuh mengandalkan koneksi Internet karena Talenta merupakan software HRIS berbasis cloud.

Selain pengurusan absensi yang sudah dilengkapi dengan teknologi face recognition, Talenta juga memiliki fitur lainnya seperti sistem HRD berbasis cloud terbaik, penyusunan jadwal kerja shift, perhitungan lembur dan cuti, pembuatan slip gaji online, hingga perhitungan penggajian secara otomatis.

Nah itulah tadi penjelasan mengenai fitur face recognition dan penerapannya pada sistem absensi di perusahaan.

Apakah Anda tertarik juga untuk menerapkannya di perusahaan Anda? Semua fitur yang tadi dijelaskan dapat Anda coba gratis terlebih dahulu di demo software Talenta.

Cukup isi form registrasi demo untuk mendapatkan jadwal demo Anda. Yuk, daftar sekarang juga!

Saya Mau Coba Gratis Talenta Sekarang!


PUBLISHED06 Feb 2022
Jordhi Farhansyah
Jordhi Farhansyah