Insight Talenta

2 Metode yang Mudah Untuk Melakukan Pengukuran Kerja

Metode Pengukuran Kerja diperlukan untuk mengukur seberapa efektif dan efisien tingkat kinerja suatu bagian dalam perusahaan. Termasuk juga dalam dunia industri, waktu kerja menjadi sangat vital untuk dipertimbangkan dan dihitung, karena proses produksinya bergantung pada kecepatan waktu. Untuk itu, penghematan waktu dan tingkat kecepatannya harus selalu diperhatikan.

Semakin banyak waktu yang digunakan maka semakin boros biaya yang dikeluarkan. Maka dari itu, perlu adanya pengukuran kerja untuk melakukan evaluasi kinerja karyawan. Perlu adanya penetapan waktu standar untuk setiap proses sebagai acuan kerja. Waktu standar adalah waktu yang dibutuhkan oleh seorang pekerja yang memiliki tingkat kemampuan rata rata untuk menyelesaikan suatu pekerjaan.

Waktu standar tersebut sudah mencakup kelonggaran waktu (allowance) yang diberikan dengan memperhatikan situasi dan kondisi yang harus disesuaikan. Karena manusia butuh melakukan beberapa aktifitas manusiawi dan istirahat sejenak, maka dari itu toleransi waktu sangat dibutuhkan.

Ada beberapa macam cara untuk mengukur dan menetapkan waktu standar. Seringkali pihak manajemen hanya menggunakan pengalaman historys untuk menentukan estimasi waktu. Acuan seperti ini bisa saja tidak relevan lagi ketika adanya perubahan perubahan yang terjadi, misalnya adanya pergantian operator, mesin yang sudah tua, dan masih banyak lainnya. Metode pengalaman historys tidak menjamin sepenuhnya sama, metode ini sebaiknya untuk perbandingan saja dan dijadikan sumber referensi untuk estimasi.

Pada umumnya penetapan waktu standar dapat dilakukan dengan beberapa teknik pengukuran kerja, baik itu pengukuran kerja secara langsung maupun pengukuran kerja secara tidak langsung. Teknik atau metode pengukuran kerja secara langsung dapat dilakukan dengan cara pengamatan secara langsung melalui Stopwatch Time Study dan Work Sampling, dan metode pengukuran kerja secara tidak langsung dapat dilakukan dengan metode Standard Data dan Predetermined Motion Time System.

metode pengukuran kerja

Pada kesempatan kali ini Kami akan membahas mengenai metode metode pengukuran kerja yang biasanya diterapkan oleh perusahaan industri, yaitu

Pengukuran kerja dengan menggunakan metode Direct Stopwatch Time Study

Dalam konteks pengukuran kerja, metode direct stopwatch time study merupakan teknik pengukuran kerja dengan menggunakn stopwatch sebagi alat pengukur waktu yang ditunjukkan dalam penyelesaian suatu aktifitas yang diamati (actual time). Waktu yang berhasil diukur dan dicatat kemudian kemudian dimodifikasikan dengan mempertimbangkan tempo kerja operator dan menambahkannya dengan allowances. Metode ini masih dilakukan dengan cara manual.

Untuk kelancaran kegiatan pengukuran dan analisis nantinya, maka selain stop-watch sebagai timing devicediperlukan time study form untuk mencatat data waktu yang diukur tersebut. Selain mencatat waktu juga harus mencatat segala informasi yang berkaitan dengan aktifitas yang diukur tersebut seperti sketsa gambar layout area kerja, kondisi kerja (kecepatan kerja mesin, gambar produk, nama operator, dan lain-lain) dan deskripsi yang berkaitan dengan elemental breakdown. Pengukuran dan pencatatan biasanya menggunakan metode continue (stopwatch tidak perlu dihentikan setiap kali elemen atau siklus kerja selesai diukur).

Kegiatan kerja yang akan diukur terlebih dulu harus dibagi bagi ke dalam elemen elemen kerja secara detail. Dengan mengamati kegiatan yang akan diukur, kemudian pengukuran waktu yang dibutuhkan untuk menyelesikan setiap elemen kerja tersebut diukur dan dicatat. Waktu yang terbaca dari stopwatch (yang bergerak secara continue) kemudian dicatat dalam kolom ”record”(R).

Untuk setiap elemen kerja dari setiap siklus kerja yang dicatat tersebut maka dilaksanakan kalkulasi pada saat akhir studi. Waktu yang sebenarnya untuk setiap elemen kerja ini kemudian dicatat dalam kolom ”Time”(T). Dengan menggunakan metode ini akan lebih membutuhkan banyak operator untuk melaksanakannya sesuai dengan line sewing yang ada. Berikut contoh dari sebuah pengukuran waktu kerja dengan mengambil 4 siklus kegiatan kerja yang terbagi dalam 3 elemen kegiatan:

Setelah data dicatat dan dimasukkan dalam tabel, langkah selanjutnya adalah membuat waktu rata-rata untuk setiap elemen kerja. Terkadang performans rating perlu dilakukan untuk setiap elemen kerja tersebut, tetapi dalam kasus contoh soal berikut ini diasumsikan bahwa performans rating dilaksanakan untuk seluruh kegiatan yang berlangsung (tidak setiap elemen kerjanya). Seandainya performans rating untuk seluruh kegiatan ini adalah 115% dan total allowances adalah 12%, maka waktu standar untuk contoh diatas dapat dihitung sebagai berikut:

Validitas hasil penetapan waktu ataupun output standar pada dasarnya akan sangat tergantung pada hasil (data) waktu pengamatan atau pengukuran yang diperoleh. Disini tentu saja tingkat ketelitian data yang diperoleh akan mempengaruhi hasil penetapan standar standar tersebut. 

Sebelum mengggunakan data waktu pengamatan yang umumnya diperoleh melalui beberapa kali siklus pengukuran seharusnya terlebih dulu dilakukan pengujian untuk melihat apakah jumlah pengamatan ataupun pengukuran yang telah dilaksanakan tersebut telah menghasilkan data yang cukup teliti atau tidak. Kesalahan operator dalam melakukan pengamatan waktu sering kali terjadi karena ketidaktelitian mereka sendiri, sehingga menyebabkan kesalahan angka yang diperoleh.

Dengan menggunakan teori statistik tentang sampling data, akan diperoleh formulasi untuk mengetahui berapa jumlah pengamatan atau pengukuran yang sebaiknya digunakan yaitu sebagai berikut:

Dimana :

  • t = waktu pengamatan dari setiap elemen kerja untuk masing-masing siklus yang diukur.
  • k = angka deviasi standar untuk yang besarnya tergantung pada tingkat keyakinan (confidence level) yang diambil, dimana:
  • 90% confidence level : k = 1.65
  • 95% confidence level : k = 2.00
  • 99% confidence level : k = 3.00
  • S = derajat ketelitian dari data t yang dikehendaki, yang menunjukkan maksimum presentase penyimpangan yang bisa diterima dari nilai t yang sebenarnya. Nilai k/s dikenal sebagai ”Confidence-Precision Ratio” dari time study yang dilaksanakan.
  • n = jumlah siklus pengamatan atau pengukuran awal yang telah dilakukan untuk elemen kegiatan tertentu yang dipilih.
  • N = jumlah siklus pengamatan ataun pengukuran yang seharusnya dilaksanakan agar dapat diperoleh presentase kesalahan minimum dalam mengestimasikan t.

Dari contoh yang telah diberikan, maka untuk elemen kegiatan 1 yang pengamatan telah dilaksanakan sebanyak 4 siklus pengamatan diperoleh data sebagai berikut:

k          = 2

s           = 5% / 0.05

t           = 5,6,4 dan 5

∑ t       = 5+6+4+5  = 20

t           = (52)+(62)+(42)+(52)  = 102

Bilamana confidence level dikehendaki 95% dan dipakai ketelitian (∑)= 5%, maka jumlah pengamatan yang seharusnya dilaksanakan adalah sebesar:

N = 32 pengamatan

Dari hasil ini diperoleh kesimpulan bahwa jumlah pengamatan yang seharusnya dilaksanakan adalah sebesar 32 siklus pengamatan, padahal pengamatan yang telah dilakukan hanya sebesar 4 kali saja. Agar hasil yang diperoleh bisa sesuai dengan tingkat ketelitian dan keyakinan yang dikehendaki, maka sudah selayaknya harus dilakukan penambahan jumlah siklus pengamatan atau pengukuran yang semestinya. 

Tingkat keakuratan pengamatan masih kurang, karena masih di bawah standar yang harus dilakukan. Jika mengambil kesimpulan dari hanya sedikit pengamatan yang dilakukan, maka hasilnya masih diragukan. Kelebihan metode ini adalah dari segi biaya yang murah dan dapat dilakukan secara langsung kepada objeknya. Sementara kekurangannya adalah membutuhkannya tenaga yang terampil untuk menjalankannya.

Pengukuran kerja dengan metode Work Sampling

Work sampling adalah suatu aktifitas pengukuran kerja untuk mengestimasikan proporsi waktu yang hilang atau tertunda (delay) selama siklus kerja berlangsung atau untuk melihat proporsi kegiatan tidak produktif yang terjadi (ratio delay study) dengan melakukan beberapa simulasi. Pengamatan dilaksanakan secara random selama siklus kerja berlangsung untuk beberapa saat tertentu. 

Sebagai contoh aktivitas ini sering kali diaplikasikan guna mengestimasikan jumlah waktu yang diperlukan atau harus dialokasikan guna memberi kelonggaran waktu (allowance) untuk masing masing karyawan untuk kebutuhan manusiawinya, melepas lelah, ataupun penundaan yang tak terhindarkan (unavoidable delays).

Pengamatan dilakukan dengan menggunakan metode sampling sepanjang hari kerja selama beberapa periode waktu kerja. Pengamatan dilaksanakan secara random (untuk ini aplikasi dari table angka random bisa dikerjakan) dan hasil pengamatan dicatat untuk dievaluasi kemudian. Berikut sampel dari angka random yang bisa diperoleh dari tabel angka random yang dapat ditunjukkan guna menetapkan waktu kapan sebuah pengamatan harus dilakukan:

Setiap kali angka random berhasil diambil dan diinterpretasikan dengan waktu yang sesuai, maka pengamatan bisa segera dilaksanakan berdasarkan waktu waktu random tersebut. Pengamatan hanya dilakukan dengan memperhatikan apakah ada aktivitas (kegiatan produktif) atau tidak ada aktifitas (delay idle / kegiatan tidak produktif). Presentase waktu idle (diam) / delay (p) dapat dihitung sebagai berikut:

Disini ketelitian data yang diperoleh akan sangat tergantung pada banyaknya pengamatan yang dilakukan. Semakin besar jumlah pengamatan yang dilakukan maka akan semakin teliti / detail hasil yang diperoleh. Untuk menentukan jumlah pengamatan yang seharusnya dilaksanakan dalam metode sampling kerja maka hal ini agak berbeda formulasinya dengan perhitungan untuk metode Stopwatch Time Study, dimana data pengamatan diperoleh dari kegiatan kerja yang siklusnya berlangsung secara berulang ulang (repetitive works), maka dalam metode work sampling data pengamatan diperoleh dari kegiatan kerja yang siklusnya berlangsung secara acak (random). Kelebihan metode ini adalah banyaknya data yang bisa dikumpulkan untuk menjadi bahan penelitian, kekurangannya adalah tergantung pada banyak sedikitnya jumlah penelitian yang dilakukan dan ketelitian dari pengamatan.

Untuk itu berlaku hukum probabilitas, dimana data pengamatan akan mengikuti distribusi binominal dan jumlah pengamatan yang seharusnya dilakukan dapat ditentukan berdasarkan formulasi sebagai berikut:

dimana  :

p = estimasi awal dari prosentase idle/delay dari pengamatan yang dilakukan

contoh  :   bilamana p = 0,25 confidence level 95% dan derajat ketelitian (s) ditetapkan 5% maka jumlah pengamatan yang seharusnya dilaksanakan adalah:

N = 4,800 pengamatan

Talenta by Mekari Rekomendasi Aplikasi Pengukuran Kinerja Terbaik

Talenta adalah salah satu merk HRIS (human resources information system), yakni software (perangkat lunak) untuk manajemen sumber daya manusia. Software HRIS biasanya bertujuan mengurangi beban kerja administrasi di bidang penggajian, perpajakan karyawan, absensi, dan project management.

Melalui aplikasi project management by Talenta, HR dapat membuat penugasan yang lebih personalisasi terhadap setiap karyawan tergantung kebutuhannya. Selain itu, terdapat benefit lainnya yang akan Anda temukan pada tautan berikut: https://www.talenta.co/fitur/aplikasi-penilaian-kinerja-karyawan/manajemen-tugas-proyek/.

Selain itu, Talenta juga menyediakan fitur mobile friendly yang disebut mobile employee-self service yang dapat memudahkan karyawan untuk mengakses Talenta melalui smartphone atau gadget masing-masing.

Fitur-fitur yang disediakan Talenta juga dilengkapi dengan detail-detail sehingga memudahkan karyawan dalam melakukan pekerjaan. Misalnya, aplikasi KPI, fitur payroll, komponen seperti bonus, tunjangan, pajak, insentif, dan lain-lain ditambahkan. Dengan demikian perhitungan akan menjadi lebih efisien dan efektif. 

Dengan aplikasi KPI, HR akan lebih mudah mengelola manajemen KPI karyawan karena sudah terautomatisasi dan terintegrasi dengan fitur lainnya. Anda dapat mengunjungi https://www.talenta.co/fitur/aplikasi-penilaian-kinerja-karyawan/manajemen-kpi/ untuk lebih lengkapnya.

Dengan adanya fitur-fitur ini maka tentu saja pengelolaan sumber daya di dalam perusahaan jauh lebih baik dan lebih optimal. Talenta dapat diakses dengan mudah di Talenta.co Tunggu apa lagi? Coba Talenta sekarang juga.


PUBLISHED29 Mar 2022
Made
Made