Setiap karyawan yang resmi bergabung dengan perusahaan pasti akan memiliki hak dan kewajiban. Jika kewajiban mereka diawasi oleh manajer, maka hak karyawan menjadi tugas Anda sebagai HR untuk memberikannya. Hak karyawan ini perlu diperhatikan karena akan berkaitan dengan gaji. Sehingga pengelolaannya harus tertib dan profesional agar hak dan kewajiban para karyawan seimbang.

Hak karyawan sendiri memiliki berbagai jenis. Setiap jenisnya pun diatur oleh pemerintah dengan undang-undang atau peraturan menteri yang berbeda-beda. Secara garis besar, hak karyawan dibedakan menjadi 3 (tiga) golongan, yaitu hak dasar, hak pribadi, dan hak ketika karyawan terkena PHK. Simak rinciannya berikut ini.

1.  Hak Dasar Karyawan

  1. Hak untuk mengembangkan potensi kerja
    Hak ini dan sebagian besar jenis hak yang ada, diatur dalam Undang-undang Nomor 21 Tahun 2000 dan Undang-undang Nomor 12 Tahun 2003. Di dalamnya dinyatakan bahwa karyawan berhak mengembangkan potensi kerja, kesempatan mengembangkan minat, bakat, dan kemampuan. Karyawan juga berhak mendapat perlindungan dari tindak asusila dan moral. Serta mendapat perlakuan yang sesuai dengan harkat dan martabat sebagai manusia dan nilai-nilai agama.
  2. Hak atas jaminan sosial
    Hak ini diatur dalam Peraturan Menteri Nomor 4 Tahun 1993 dan beberapa Peraturan Pemerintah (PP) lain. Hak yang termasuk didalamnya adalah hak mendapat jaminan pemeliharaan kesehatan, jaminan hari tua, jaminan kematian, dan jaminan kecelakaan kerja.
  3. Hak mendapat upah yang layak
    Perusahaan telah diwajibkan oleh pemerintah untuk mengikuti ketentuan upah minimum yang berlaku di daerah tersebut. Termasuk upah bagi karyawan yang sudah bekerja lebih dari 1 (satu) tahun. Serta tidak diskriminatif terhadap karyawan perempuan dan laki-laki.
  4. Hak untuk berlibur atau cuti dan memperoleh pembatasan waktu kerja
    Karyawan berhak untuk mengajukan cuti dengan beberapa ketentuan yang sudah diatur. Termasuk cuti untuk menjalani ritual di hari raya keagamaan. Karyawan juga berhak mendapatkan kompensasi atau upah tambahan ketika bekerja di luar jam kerja atau lembur.
  5. Hak untuk membentuk serikat kerja
    Karyawan berhak membentuk dan ikut serta dalam suatu serikat pekerja. Hal ini agar para karyawan memiliki kapasitas hukum untuk membuat perjanjian kerja dengan perusahaan. Apalagi jika terkait dengan pengawasan pemenuhan hak dan kewajiban, baik itu dari pihak karyawan maupun pihak perusahaan.
  6. Hak untuk mogok kerja
    Karyawan berhak melakukan kegiatan mogok kerja dengan syarat harus sesuai dengan prosedur yang ada. Salah satunya adalah pemberitahuan kepada perusahaan minimal 7 (tujuh) hari sebelum berlangsungnya aksi mogok kerja.
  7. Hak khusus perempuan terkait jam kerja
    Dalam Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 dijelaskan bahwa karyawan perempuan dengan usia kurang dari 18 tahun dilarang bekerja antara jam 23.00 WIB hingga 07.00 WIB (shift 3).
  8. Hak perlindungan atas PHK
    PHK dapat diberlakukan jika sudah tidak ada solusi setelah diadakannya perundingan antara karyawan yang bersangkutan dan pihak perusahaan. Sehingga sebelum terjadi PHK, karyawan berhak atas perundingan ini. Karyawan juga berhak untuk tidak terkena PHK apabila dia sedang sakit dengan keterangan dokter, sedang menjalankan kewajiban negara, di tengah menjalankan ibadah keagamaan, menikah, dan hamil.

2.  Hak Pribadi

  1. Hak mengenai hubungan kerja
    Dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan dijelaskan bahwa karyawan terbagi menjadi 2 (dua) status, yaitu karyawan kontrak (PKWT) dan karyawan tetap (PKWTT). Dimana masing-masing memiliki ketentuan hak yang berbeda-beda.
  2. Hak mengenai pengaturan jam kerja
    Terdapat pengaturan jam kerja di Indonesia. Jam kerja karyawan ditentukan sebanyak 40 (empat puluh) jam per minggu. Detailnya adalah 7 (tujuh) jam per hari bagi perusahaan yang memberlakukan 6 (enam) hari kerja dalam seminggu. Atau 8 (delapan) jam per hari bagi perusahaan yang memberlakukan 5 hari kerja dalam seminggu.
  3. Jaminan kesejahteraan
    Perusahaan wajib memberikan fasilitas kesejahteraan seperti BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan bagi karyawan. Peraturan terkait BPJS lebih rinci terdapat dalam UU Nomor 3 Tahun 1992 dan UU terkait BPJS.
  4. Hak mengenai cuti
    Karyawan berhak untuk tidak bekerja pada hari libur resmi. Setiap karyawan yang sudah bekerja minimal 1 (satu) tahun berturut-turut berhak mendapat jatah cuti 12 hari setiap tahun. Untuk karyawan perempuan juga berhak mendapat cuti ketika menstruasi dan hamil.
  5. Hak mengenai upah
    Karyawan berhak tetap mendapatkan upah meskipun sedang melakukan cuti. Termasuk ketika karyawan sedang melakukan tugas negara, melaksanakan proyek perusahaan diluar kantor, dan atau melanjutkan pendidikan dari perusahaan.
  6. Hak jika di PHK
    Ketika terjadi PHK, karyawan berhak mendapat pesangon sesuai dengan masa kerja mereka. Hal ini lebih lanjut akan dibahas di bawah ini.

3.  Hak Ketika di-PHK

  1. Hak mendapat uang pesangon
    Besaran pesangon yang didapatkan oleh karyawan yang terkena PHK adalah sama dengan gaji pokok, tunjangan tetap, dan komponen gaji lain yang tetap dibayarkan meskipun karyawan tidak bekerja.
  2. Hak mendapat uang penghargaan masa kerja
    Karyawan yang sudah bekerja minimal 4 (empat) tahun secara terus menerus berhak mendapatkan uang penghargaan.
  3. Hak mendapat uang penggantian hak
    Terdapat beberapa kondisi karyawan mendapat uang penggantian hak, yaitu cuti tahunan yang tidak diambil, biaya pulang jika dari luar daerah, dan hal-hal yang ditetapkan dalam perjanjian kerja.

Itu tadi berbagai macam hak karyawan yang harus diberikan perusahaan. Perusahaan dapat memberikan hak-hak jenis lain sesuai dengan kebijakan perusahaan. Sebagai HR, Anda harus mampu mengelola semua hak tersebut dengan baik. Untuk dapat mengelola hak karyawan dengan baik, Talenta hadir untuk membantu Anda. Ketahui Talenta lebih lanjut disini.

 

Apa yang bisa kami lakukan untuk Anda?

Miliki sistem HR tepercaya dengan mencoba Talenta sekarang! Ikuti 3 cara berikut tanpa rasa khawatir untuk mendapatkan sistem HR yang lebih mudah:

Jadwalkan Demo 1:1

Undang kami untuk datang ke kantor Anda dan berdiskusi lebih lanjut tentang Talenta.

Ikuti Demo

Ikuti Workshop Talenta

Datang dan bergabung di workshop untuk ketahui lebih lanjut tentang Talenta.

Daftar Workshop

Coba Demo Interaktif

Coba akun demo langsung dan temukan bagaimana Talenta dapat membantu Anda.

Coba Gratis
loading
Suka dengan Artikelnya?Talenta punya lebih banyak buat kamu!

Dapatkan konten premium mulai dari artikel, ebook, case study, white papers, infographic dengan berlangganan sekarang!

Suka dengan artikelnya?Dapatkan artikel HR premium langsung di email Anda!

Jadilah orang pertama yang akan mendapatkan artikel premium mulai dari study case, infographic, ebook, hingga white paper.