Insight Talenta

Catat, Ini Dia 10 Faktor Yang Paling Mempengaruhi Kinerja Karyawan

Tenaga kerja di sini untuk memaksimalkan setiap faktor produksi yang Anda miliki untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan untuk menghasilkan barang dan jasa dan telah mencapai usia yang sesuai dapat digolongkan sebagai pekerja kasar.

Penduduk suatu negara juga secara garis besar terbagi menjadi dua, yaitu pekerja dan bukan pekerja.Penduduk yang berusia 15 sampai 64 tahun dapat dikatakan sebagai pekerja, walaupun tidak atau masih aktif mencari pekerjaan.

Tanpa tenaga kerja, faktor produksi alam dan faktor produksi kapitalis yang dimiliki suatu negara tidak dapat dimanfaatkan secara optimal. Baca terus untuk mengetahui lebih lanjut tentang pentingnya pekerjaan dan hal-hal penting lainnya!

Pengertian Tenaga Kerja Menurut Para Ahli

Berdasarkan Dr. Payaman, yang dikutip oleh A. Hamzah (1990), menjelaskan bahwa tenaga kerja adalah mereka yang bekerja, mencari pekerjaan atau melakukan pekerjaan lain.

Dalam praktiknya, pekerjaan dapat dibagi menjadi bekerja dan tidak bekerja, yang ditunjukkan dengan pendapatan yang mereka terima baik dari jasa atau produk manufaktur, atau pendapatan dari pihak lain seperti ibu rumah tangga dan pensiunan.

Menurut Eeng Ahman dan Epi Indriani, angkatan kerja adalah jumlah penduduk yang dapat dan dapat bekerja pada saat ada tuntutan pekerjaan dan dipengaruhi oleh usia angkatan kerja tersebut.

pengaruh kinerja karyawan

Hak dan Kewajiban Tenaga Kerja

Pekerja memiliki hak dan kewajibannya masing-masing, hak yang dimaksud disini adalah hal-hal yang harus diberikan pekerja atas kewajibannya.

Termasuk memperoleh hak atas perlindungan keselamatan dan kesehatan, moral dan kesusilaan, serta perlakuan yang sesuai dengan harkat dan martabat manusia, sebagai berikut:

  • Memperoleh Upah

Setiap tenaga kerja yang telah memenuhi tugas dan tanggung jawabnya memiliki hak yang paling mendasar yaitu gaji berupa uang dan tunjangan sesuai dengan kesepakatan yang dibuat.

  • Kesempatan dan Perlakuan yang Sama Rata

Hak ini berkaitan dengan keadilan yang dirasakan oleh seluruh karyawan untuk mendapatkan perlakuan yang sama dan kesempatan yang sama sesuai dengan komitmen yang dilaksanakan.

Perlakuan yang sama didapatkan tanpa saling diskriminasi antar tenaga kerja di dalam suatu perusahaan.

  • Perlindungan Kesehatan dan Keselamatan

Setiap tenaga kerja atas perlindungan kesehatan dan keselamatan di tempat kerja, termasuk yang melibatkan bahaya keselamatan.

  • Hak untuk Cuti

Undang-undang Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003 mengatur tentang hak istirahat dan cuti bagi pegawai, pegawai berhak mendapatkan cuti bagi pegawai yang telah bekerja selama 1 tahun.

Selain itu, karyawan berkewajiban untuk mematuhi aturan, serta berbagai konsekuensi yang ada di dalam perusahaan, tidak melupakan kerahasiaan data yang terdapat dalam perusahaan dan mendukung visi dan misi yang akan dijalankan perusahaan.

10 Faktor Yang Paling Mempengaruhi Kinerja Karyawan

Dalam menggapai kesuksesan suatu perusahaan, ada banyak faktor yang harus diperhatikan. Salah satu hal yang menjadi kunci adalah kinerja karyawan. Karyawan selalu dituntut untuk selalu bekerja produktif untuk mencapai goal perusahaan.

Tidak jarang perusahaan terlalu mengeksploitasi kinerja karyawan sehingga kurang memperhatikan apa saja yang menjadi kebutuhan karyawan, sehingga kinerja karyawan menjadi menurun. Perlu diketahui bahwa karyawan menjadi salah satu aset berharga perusahaan yang perlu diperhatikan.

Satu hal yang pasti, perusahaan menginginkan kinerja karyawannya selalu optimal. Nah untuk itu Anda perlu mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi kinerja karyawan berikut ini yang sudah kami rangkum dari berbagai sumber.

1. Sarpras tempat kerja

Agar karyawan melakukan pekerjaannya secara produktif, tentu Anda harus memperhatikan sarana prasarana apa saja yang dibutuhkan. Tersedianya sarana prasarana yang memadai di tempat kerja tentu mempengaruhi kinerja karyawan.

Beberapa contoh kebutuhan yang umum ditemui seperti customer service melayani pelanggan dengan cepat, tetapi koneksi internet lambat dan spesifikasi komputer yang rendah sehingga pelayanan terhadap pelanggan terganggu. Contoh lainnya karena tidak ada mesin fotokopi atau print, karyawan sering bolak balik keluar kantor sehingga banyak waktu terbuang di perjalanan.

2. Lingkungan kerja

Perusahaan harus memastikan memiliki lingkungan kerja yang sehat untuk semua karyawannya. Salah satunya memiliki ruangan kantor yang memiliki pencahayaan dan sirkulasi udara yang baik. Bila perlu untuk setiap ruangan sudah menggunakan pendingin udara agar para karyawan merasa nyaman.

Ada beberapa hal disekitar lingkungan yang menjadi perhatian oleh para karyawan seperti toilet yang bersih dan nyaman, tempat istirahat yang layak, tempat ibadah yang bersih, pantry yang lengkap, dan lainnya.

3. Jobdesk pekerjaan

Pembagian job description setiap karyawan haruslah jelas dan transparan. Pembagian jobdesk ini menjadi acuan bekerja setiap karyawan tentang apa saja yang menjadi tanggung jawabnya. Tidak ada lagi karyawan yang bingung mau mengerjakan apa atau karyawan yang membantu pekerjaan karyawan lain padahal bukan menjadi tanggung jawabnya.

Pemberian pekerjaan diluar jobdesk karyawan akan mempengaruhi kinerja karyawan, untuk itu pastikan dulu semua sudah sesuai dengan jobdesk. Jika memang pekerjaan utamanya sudah selesai, karyawan boleh membantu pekerjaan rekannya.

4. Tanggung jawab

Tanggung jawab karyawan terhadap pekerjaan bisa dilihat dari berbagai hal. Yang paling mudah adalah waktu datang ke kantor. Karyawan yang bertanggung jawab pasti selalu datang ke kantor secara tepat waktu.

Dalam hal pekerjaan, kinerja karyawan yang bertanggung jawab adalah selalu konsisten, totalitas dalam pekerjaan, punya inisiatif, selalu jujur, beretika yang baik dan bisa bekerja sama dalam satu tim.

5. Visi dan misi perusahaan

Visi dan misi merupakan dua hal yang sudah berbeda. Visi adalah cita-cita, impian atau nilai dari suatu organisasi, perusahaan atau instansi. Visi merupakan tujuan yang akan dicapai yang dicetuskan oleh para pendiri kemana perusahaan akan dibawa. Sedangkan untuk misi adalah tahapan atau langkah-langkah yang akan dikerjakan untuk meraih visi.

Tidak jarang ada beberapa karyawan yang bergabung dengan perusahaan karena tertarik dengan visi dan misi dari perusahaan. Jika ada karyawan yang kinerjanya menurun, mungkin salah satunya sudah tidak sejalan dengan visi dan misi perusahaan Anda.

6. Budaya organisasi

Untuk para karyawan terutama para generasi milenial, mereka tidak hanya bekerja saja, mereka juga memperhatikan budaya organisasi dalam suatu perusahaan. Satu perusahaan dengan perusahaan lain memiliki budaya yang berbeda, dan setiap perusahaan biasanya memiliki ciri khasnya masing-masing.

Nah inilah yang bisa menjadi salah satu faktor berpengaruh pada kinerja karyawan, karena budaya organisasi yang kurang sesuai dengan apa yang diharapkan sehingga menjadikannya kurang produktif, akibatnya kinerja menjadi menurun.

7. Sistem komunikasi

Komunikasi bukan hanya masalah bertukar informasi antara komunikator dengan komunikan. Sistem komunikasi yang lancar antar team dalam dunia kerja mampu meningkatkan kinerja antar karyawan dan tentunya memberikan manfaat juga pada perusahaan.

Tidak hanya hard skill saja yang harus dimiliki oleh karyawan, soft skill seperti komunikasi harus diasah dengan sering berkomunikasi antar karyawan dan divisi lain dalam perusahaan. Tidak ada gunanya jika skill mumpuni tetapi kurang bisa menjalin komunikasi dengan baik, yang ada malah miss komunikasi antar sesame team.

8. Kinerja pimpinan

Pemimpin dalam perusahaan dituntut untuk selalu bisa memberi contoh kepada semua karyawannya. Pemimpin juga harus dituntut untuk dapat berpengaruh dan memberi contoh untuk semua karyawannya. Tak jarang para karyawan yang kinerjanya menurun disebabkan karena sosok pimpinan yang tidak sesuai dengan harapannya.

Bahkan ada juga yang rela pindah tempat kerja karena tidak cocok dengan pemimpinnya. Pemimpin yang bagus akan membuat karyawan nyaman dan kinerja perusahaan menjadi bagus.

9. Skill upgrade

Tindak hanya masalah kenyamanan dan fasilitas saja, seorang karyawan harus memiliki skill yang bertambah. Perusahaan yang baik adalah yang memberikan keleluasaan kepada para karyawan untuk melakukan upgrade skill seperti mengikuti pelatihan, workshop bahkan kuliah lagi.

Ini semua hasilnya nanti akan kembali lagi kepada perusahaan lewat kinerja karyawan yang meningkat. semakin produktif karyawan maka performa perusahaan menjadi meningkat.

10. Bonus dan insentif

Faktor terakhir yang berpengaruh pada kinerja karyawan adalah adanya bonus dan insentif. Tidak dapat dipungkiri gaji merupakan salah satu faktor yang berpengaruh pada kinerja karyawan. Jika penghasilan tidak sesuai dengan harapan, kinerja karyawan cenderung stagnan bahkan menurun.

Solusinya Anda bisa memberikan bonus dan insentif kepada karyawan saat sudah melampaui target yang diberikan perusahaan. Berikan karyawan target-target yang dengan bonus yang menarik dan bandingkan kinerjanya sebelum dan sesudahnya pastinya akan ada perubahan.

Demikianlah pembahasan mengenai 10 faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan. Kuncinya agar kinerja karyawan meningkat adalah dengan memberikan semua hak yang dibutuhkan oleh karyawan, seperti lingkungan, pimpinan dan juga tunjangan berpengaruh besar dalam produktivitas karyawan. 

Kelola Kinerja Karyawan dengan Talenta by Mekari

Talenta adalah salah satu merk HRIS (human resources information system), yakni software (perangkat lunak) untuk manajemen sumber daya manusia. Software HRIS biasanya bertujuan mengurangi beban kerja administrasi di bidang penggajian, perpajakan karyawan, absensi, dan performance management software.

Dengan performance management software dari Talenta, Anda dapat memantau kinerja karyawan secara objektif sesuai dengan goals yang efektif di manapun dan kapan pun. Kunjungi link berikut untuk lebih lengkapnya: https://www.talenta.co/fitur/aplikasi-penilaian-kinerja-karyawan/.

Sehingga hadirnya KPI dashboard dari Talenta by Mekari memberikan solusi dengan menghadirkan aplikasi HRD yang dapat diakses secara online dan dapat membantu pengelolaan KPI karyawan menjadi lebih mudah tanpa khawatir akan kesalahan penghitungan bonus karyawan karena sudah terintegrasi dengan fitur payroll.  Untuk lebih lengkapnya kunjungi tautan berikut: https://www.talenta.co/fitur/aplikasi-penilaian-kinerja-karyawan/manajemen-kpi/.

Talenta menggunakan business model managed subscription, jadi anda berlangganan secara tahunan ke Talenta untuk menggunakan software ini. Tidak bisa bayar sekali didepan lalu pakai selamanya.

Selain itu, semua data yang ada di dalam aplikasi Talenta by Mekari akan terjamin keamanannya, karena kami memiliki kualitas keamanan standar ISO 27001 yang setara dengan bank.

Talenta juga menggunakan teknologi enkripsi sehingga data-data yang tersimpan tidak akan dapat dilihat oleh pihak yang tidak berwenang.

Fitur Talenta by Mekari:

Berikut beberapa fitur utama yang dapat membantu HR dalam mengelola sumber daya manusia suatu perusahaan.

  • Software attendance management: untuk mengelola cuti, absen, jadwal shift kerja, perhitungan lembur dan timesheet karyawan.
  • Aplikasi absensi online: untuk mengelola kehadiran karyawan tanpa perlu menggunakan mesin fingerprint.
  • Aplikasi HRIS: untuk mengelola database karyawan, proses rekrutmen hingga manajemen aset.
  • Software payroll: untuk melakukan penggajian lebih efisien dengan perhitungan yang akurat dan cepat.
  • Aplikasi slip gaji: untuk mengelola slip gaji karyawan dengan lebih aman dan mudah diakses kapan saja dan dimana saja.

Dengan fitur – fitur ini, HR dapat mengelola rekrutmen karyawan dengan lebih mudah, mulai dari job listing, penjadwalan interview, hingga onboarding hanya dalam satu aplikasi yang terintegrasi dan berbasis online.

Tertarik mencoba Talenta secara gratis? Kunjungi Talenta.co sekarang juga!

 


PUBLISHED08 Mar 2022
Guest Guest
Guest Guest