Karyawan remote pada dasarnya adalah karyawan atau orang-orang yang menangani pekerjaan di luar kantor. Mereka dapat bekerja di mana saja tanpa perlu datang ke kantor. Melakukan kerja secara remote sebenarnya bukanlah suatu hal baru. Banyak startup bahkan perusahaan mempekerjakan karyawan berbakat secara remote. Tak hanya pekerja yang harus mengantisipasi tren bekerja secara remote, perusahaan juga harus mengantisipasinya dengan mengelola manajemen secara baik.

Sebelumnya, perusahaan yang banyak mempekerjakan karyawan remote adalah industri media. Khususnya pada bidang jurnalis dan reporter yang tersebar di berbagai daerah tanpa kantor. Mereka menjadi sumber informasi dalam meliput dan melaporkan peristiwa secara cepat dari berbagai daerah. Saat ini, karyawan remote telah berkembang hingga industri kreatif dan startup, yang memungkinkan karyawan bekerja dari rumah, kedai kopi, co-working space, dan tempat lain yang masih terhubung dengan internet.

Memiliki karyawan remote sebenarnya menjadi hal yang menguntungkan. Di mana perusahaan dapat menghemat biaya untuk ruangan dan fasilitas kerja. Di sisi lain, karyawan memiliki kebebasan untuk menentukan tempat yang paling nyaman untuk bekerja agar lebih produktif. Walaupun demikian, perusahaan juga perlu memonitor karyawan remote dengan baik. Berikut cara efektif yang dapat perusahaan lakukan untuk mengelola karyawan remote:

1. Menjaga Komunikasi Tetap Efektif

Kunci keberhasilan utama dalam mempekerjakan karyawan remote adalah komunikasi yang efektif untuk mengatasi kendala jarak. Mulai dari berkomunikasi untuk memberikan brief pekerjaan hingga informasi mengenai proses pekerjaan. Komunikasi yang tidak efektif dan solid akan berdampak pada kegagalan rencana bisnis perusahaan.

Cari waktu dan cara terbaik untuk berkomunikasi dengan karyawan. Jika tim remote tersebar di zona waktu dan daerah yang berbeda-beda, penting bagi perusahaan untuk memikirkan jadwal yang tepat untuk meeting online. Gunakanlah teknologi yang sekiranya mudah diakses dan memiliki banyak fungsi kolaborasi. Agar kontrol tetap baik, jangan lupa untuk selalu mencatat dan menentukan deadline pekerjaan.

2. Pilihlah Tim yang Tepat

Keberhasilan pekerjaan secara remote banyak bergantung pada orang-orang yang perusahaan rekrut untuk menanganinya. Pilihlah tim yang tepat, seperti tim yang beranggotakan orang dengan kepribadian pekerja keras, kompeten, dan bersikap positif. Hal tersebut akan menguntungkan operasional perusahaan. Namun jika sebaliknya, pekerjaan secara remote akan menghadapi masalah serius, seperti target perusahaan tidak terpenuhi dan operasional perusahaan terhambat.

Sebelum memutuskan pembentukan tim remote, pilih kandidat berdasarkan kecakapan dan sikap karyawan. Jangan memilih hanya karena karyawan tersebut kompeten namun ternyata memiliki sikap negatif, sepeti pemalas, pengeluh, yang mungkin akan menyulitkan perusahaan ke depannya. Kepribadian karyawan seperti itu bisa diketahui saat wawacara, apakah ia termasuk orang disiplin, positif, dan self-motivated.

3. Tetapkan Target yang Jelas

Umumnya, tidak ada supervisor yang didedikasikan untuk setiap saat mengawasi kinerja karyawan remote. Maka, untuk membuat tim remote termotivasi dengan sendirinya, perusahaan perlu memberikan target atau sasaran yang jelas untuk dicapai setiap karyawan. Tetapkan target pekerjaan yang harus dilakukan dan tenggat waktunya. Target harus jelas, realistis, dan dapat diukur, sehingga perusahaan dapat menilai kinerja karyawan dari output pekerjaannya.

4. Buatlah Pertemuan Tim Sesekali

Agar hubungan antar tim tetap terjaga dan profesional, tidak ada salahnya sesekali melakukan pertemuan tim secara langsung. Misalnya, sekali atau dua kali dalam sebulan. Walaupun hanya melakukan obrolan ringan, namun hal ini dapat memperkuat kerja sama tim. Selain itu, dengan bertemu secara langsung tim remote dan perusahaan dapat menilai masing-masing secara langsung.

5. Tetapkan Zona Waktu

Tidak menutup kemungkinan bahwa tim remote dapat tersebar di berbagai daerah dengan zona waktu yang berbeda. Perusahaan perlu memikirkan cara memudahkan proses manajemen untuk sebisa mungkin untuk menyesuaikan perbedaan zona waktu. Sebenarnya ini bukan sebuah keharusan, namun jika dibutuhkan deadline harian, zona waktu akan berpengaruh. Agar masalah tersebut teratasi, perusahaan bisa memilih pekerja remote yang berada di zona waktu tidak jauh berbeda. Atau mungkin dengan membuat kesepakatan di awal, seperti zona waktu kerja mengikuti kantor pusat.

6. Gunakan Aplikasi yang Tepat

Karena tidak bertemu secara langsung, teknologi sangat penting dalam kegiatan kerja dengan karyawan remote. Bekerja secara remote akan lebih banyak menggunakan file digital yang mudah ditransfer sebagai pengganti dokumen fisik. Tim akan bekerja dengan mengoptimalkan gadget seperti laptop atau smartphone, serta jaringan internet yang terkoneksi dengan aman. Perusahaan dan karyawan bisa menggunakan aplikasi, tools, atau software gratis maupun berbayar untuk berbagai keperluan. Misalnya, penunjang komunikasi (seperti Zoom, GoTo Meeting), manajemen project (seperti Dropbox, Slack), produktivitas, time-tracking, dan pembayaran.

Anda juga bisa menggunakan layanan software Talenta untuk mengelola data kehadiran hingga proses penggajian karyawan remote secara mudah. Talenta memiliki fitur absensi online yang dirancang untuk memudahkan pencatatan absensi karyawan yang berada di berbagai lokasi. Karyawan bisa mengisi absensi secara mudah menggunakan ponsel atau laptopnya.

 

Apa yang bisa kami lakukan untuk Anda?

Miliki sistem HR tepercaya dengan mencoba Talenta sekarang! Ikuti 3 cara berikut tanpa rasa khawatir untuk mendapatkan sistem HR yang lebih mudah:

Jadwalkan Demo 1:1

Undang kami untuk datang ke kantor Anda dan berdiskusi lebih lanjut tentang Talenta.

Ikuti Demo

Ikuti Workshop Talenta

Datang dan bergabung di workshop untuk ketahui lebih lanjut tentang Talenta.

Daftar Workshop

Coba Demo Interaktif

Coba akun demo langsung dan temukan bagaimana Talenta dapat membantu Anda.

Coba Gratis
loading
Suka dengan Artikelnya?Talenta punya lebih banyak buat kamu!

Dapatkan konten premium mulai dari artikel, ebook, case study, white papers, infographic dengan berlangganan sekarang!

Suka dengan artikelnya?Dapatkan artikel HR premium langsung di email Anda!

Jadilah orang pertama yang akan mendapatkan artikel premium mulai dari study case, infographic, ebook, hingga white paper.