Perubahan Tren Industri Manufaktur di Tahun 2020

Perubahan Tren Industri Manufaktur di Tahun 2020

Tren Industri manufaktur di tahun 2020 sepertinya akan menjadi tahun klimaks bagi industri 4.0. Dimana jika industri 3.0 hanya mengandalkan komputasi, industri 4.0 tidak hanya berbicara tentang komputer, namun juga internet dan renewal technology. Disrupsi internet dan teknologi terbarukan tidak dapat dihindari oleh industri manufaktur.

Tinggalkan HR dan payroll manual, saatnya beralih ke Aplikasi HRIS Talenta dengan fitur absensi online, payroll dan fitur yang mempermudah pekerjaan HRD lainnya.

Pada industri 4.0, manufaktur tidak hanya berfokus pada proses namun juga bagaimana perusahaan dapat menciptakan suatu sistem atau model bisnis baru sehingga bukan hanya kualitas dan kuantitas saja, tapi bagaimana perusahaan dapat menjadi lebih cepat dan produktif sehingga mampu bertahan pada persaingan pasar.

Lantas apa saja yang akan menjadi tren industri manufaktur di tahun 2020? Bagaimana Tren-tren ini akan mempengaruhi proses bisnis bahkan perubahan arah manufaktur di tahun-tahun mendatang?

Model B-2-B-2-C Siap Gantikan Basic Commerce Model

Manufaktur kini tidak lagi menjadi supplier atau business to business saja, namun akan lebih kompleks dan luas. Di tahun 2020, banyak perusahaan manufaktur yang akan bermigrasi pada ceruk aftersales. Hal ini bahkan ditegaskan melalui penelitian IFS, perusahaan konsultasi IT di Amerika Serikat yang dilakukan pada tahun 2018 bahwa, 62% perusahaan manufaktur di seluruh dunia sudah bergerak dalam keterlibatan after sales baik melalui suku cadang hingga kontrak layanan penuh.

After sales kini menjadi fokus perusahaan manufaktur daripada kuantitas produksi

Juga IFS menyatakan, hingga tahun 2022 nanti perusahaan manufaktur akan lebih berfokus pada pelayanan. Motivasi perusahaan manufaktur akan lebih berfokus pada pelayanan dan after sales adalah kemungkinan terjadinya faktor penghambat produksi seperti wabah, bencana alam, dan juga keterbatasan sumber daya produksi. Selain itu model B-2-B-2-C ini dipicu juga oleh adanya internet of things dan juga penerapan teknologi yang lebih maju yang memungkinkan adanya komunikasi langsung dengan konsumen akhir. 

Teknologi 5G

Rencana teknologi 5G yang akan rilis di akhir tahun 2020 dipastikan menjadi tren manufaktur selanjutnya. Kenapa 5G? Teknologi jaringan 5G dilansir oleh Digital Trends,  adalah teknologi yang memungkinkan Anda dapat menggunakan tiga jaringan berbeda secara bersamaan. Hal ini memungkinkan Anda dapat mengoperasikan beberapa alat sekaligus dengan kecepatan super.

5G inilah yang akan mendorong adanya smart manufacturing. Semua proses akan terotomasi dengan cepat dengan penggunaan 5G. Bernard Marr seorang praktisi mahadata menjelaskan bahwa dengan adanya 5G memungkinkan perusahaan untuk menciptakan konektivitas ultra, otomasi beberapa mesin dengan satu user, kecepatan akses data dan komunikasi, penghematan biaya dan juga efisiensi waktu.

3D Printing Siap Dukung Manufacture Agility

Meskipun 3D printing sudah menjadi tren sekitar tahun 2017, namun di tahun 2020 tren 3D printing akan menjadi lebih besar dan akan lebih canggih. Kenapa di tahun 2020 3D printing menjadi tren? Penggunaan 3D printing memiliki beberapa keuntungan bagi industri manufaktur. Di antaranya;

  • 3D printing diyakini akan lebih sedikit memproduksi sampah apalagi di tahun ini isu lingkungan menjadi perhatian bagi seluruh pelaku industri manufaktur.
  • 3D printing dapat mengefektifkan dan pemaksimalan penggunaan bahan.
  • Lebih murah dan juga cepat terlebih dalam menghadapi efek volatility, uncertainty, complexity, dan ambiguity.
  • Lebih memakan sedikit ruang.
  • Investasi besar yang menguntungkan. Meski pembelian alat 3D printing adalah investasi besar, namun pembelian alat 3D printing dapat memiliki manfaat jangka panjang.

Penggunaan 3D printing juga tidak memiliki batasan dalam penggunaan geometri produk karena sudah terotomasi oleh mesin 3D. Dengan adanya proses pencetakan 3D perusahaan akan bertransformasi menjadi agile manufacturing.

Munculnya Wearable Technology

Wearable technology agaknya juga akan menjadi tren manufaktur di tahun 2020. Teknologi-yang-dapat-digunakan ini juga meningkatkan kesadaran karyawan terhadap keamanan dan keselamatan kerja. Misalnya penggunaan kacamata pabrik yang saat ini dapat mendeteksi suhu ruangan, mesin, dan tanda-tanda bahaya dari alat manufaktur. Beberapa alat juga memungkinkan karyawan untuk tidak menyentuh mesin sehingga dapat mengurangi risiko kecelakaan. 

Dengan adanya wearable technology, perusahaan manufaktur memungkinkan untuk mengefisiensikan waktu produksi hingga 15 persen dan dapat mengurangi margin error hingga 12 persen. Beberapa perusahaan sejatinya sudah menerapkan ini, seperti Epson dan Active Ants.

Teknologi AI Siap Dobrak Produktivitas

Jika berbicara AI atau artificial intelligence maka juga berbicara tentang produktivitas. AI adalah program otomasi yang digerakkan dengan kecerdasan yang telah terprogram. Berbeda dengan mesin yang hanya dapat melakukan tugas dengan algoritma yang sama dan perlu dioperasikan secara manual, AI diciptakan untuk membaca data dan algoritma yang berubah-ubah dan mampu beradaptasi dengan kondisi. IndustryWeek dalam laporannya menyebutkan bahwa penggunaan AI dapat meningkatkan produktivitas hingga 20%.

Mckinsey juga melanjutkan, penggunaan AI dan machine learning dapat melakukan maintenance tracking sehingga dapat mengefisiensi anggaran biaya maintenance 20% hingga 50%, 20% durasi penyusutan, dan juga 25% biaya inspeksi alat.

Penggunaan AI juga menjadi alasan kenapa perusahan manufaktur saat ini lebih memfokuskan diri pada aftermarket dibanding dengan kuantitas produksi. Penggunaan AI memungkinkan adanya personalized marketing sehingga konsumen tidak bingung untuk mencari apa yang mereka mau dan lebih memudahkan konsumen berinteraksi dan mendorong perilaku konversi.

Itulah beberapa tren industri manufaktur tahun 2020 yang rata-rata adalah melakukan transformasi digital dengan menggunakan teknologi dalam proses bisnisnya. Sebagai pelaku industri manufaktur yang akan menghadapi era industri 4.0 menjadi sebuah kewajiban untuk menerapkan tren teknologi manufaktur di tahun-tahun mendatang. Selain dapat menciptakan percepatan produksi, Anda juga dapat membuka peluang bisnis baru seperti aftermarket.

Langkah awal dalam penerapan dalam bertransformasi digital adalah penggunaan teknologi pada setiap unit usaha. Unit personalia salah satunya. Transformasi digital bukan hanya peralihan alat namun juga penanaman budaya digital pada SDM-nya. Salah satu bentuk bentuk penanaman budaya digital pada SDM adalah pengelolaan menggunakan software ERP atau HR.

Talenta, salah satu software HR terbaik saat ini dapat memenuhi setiap kebutuhan personalia industri manufaktur. Selain mempermudah pengolahan database karyawan, Talenta dapat mengatur absensi dan juga payroll yang terintegrasi dengan perhitungan pajak dan elemen lainnya. Anda dapat mencoba Talenta gratis di sini.


PUBLISHED20 Mar 2020
Hafidh
Hafidh