fbpx

Mengenal Perusahaan Industri Manufaktur

BY Septina
14 Feb 2020

Anda ingin memulai sebuah perusahaan dalam bidang industri manufaktur? Akan tetapi, Anda masih tidak tahu bagaimana struktur perusahaan yang harus dibangun oleh HR? Tidak perlu khawatir, Anda dapat menyimak penjelasan di bawah ini. Manufaktur sendiri merupakan industri dengan penggunaan mesin, peralatan dan tenaga kerja untuk dijual atau digunakan. Dengan arti lain, industri manufaktur merupakan serangkaian aktivitas manusia -dari kerajinan tangan (manual) hingga penggunaan teknologi- yang merubah bahan baku menjadi suatu produk dalam skala yang besar. Industri manufaktur di Amerika Serikat menyediakan 11.7 juta pekerjaan dan sebagai ekonomi terbesar ke-10 di dunia. Hal ini menggambarkan bagaimana pentingnya industri manufaktur serta fungsinya dalam perekonomian dunia.

Struktur Organisasi Perusahaan Industri Manufaktur

Struktur perusahaan merupakan struktur yang dibuat untuk kepentingan perusahaan dengan menempatkan kepentingan orang-orang bertalenta dan berkompeten sesuai dengan bidang dan keahliannya. Dengan struktur perusahaan, tentu saja HR dapat mengetahui tugas dan wewenang dari setiap karyawannya.

1. Direktur

Struktur perusahaan industri manufaktur tertinggi. Direktur merupakan pihak yang bertanggung jawab terhadap segala bentuk operasional atau berjalannya perusahaan.

2. Penyedia Bahan

Sebelum memproduksikan sebuah barang, tentu harus disediakan bahan yang diperlukan. Bagian ini bertanggung jawab mulai dari bahan dasar atau bahan pokok dan bahan tambahan untuk melakukan produksi.

3. Alat Produksi

Menyediakan serta memelihara keawetan alat atau mesin yang digunakan untuk melakukan proses produksi dan mempunyai tanggung jawab apabila alat produksi mengalami gangguan atau kerusakan.

4. Keuangan

Bertanggung jawab untuk keuangan operasional perusahaan dengan mengatur manajemen keuangan mulai dari belanja rutin untuk produksi dan keperluan keuangan perusahaan yang lain.

Baca juga : Tantangan Sistem Gaji di Perusahaan Manufaktur

5. Produksi

Ini merupakan struktur yang sangat penting karena 80% kegiatan dari industri manufaktur berfokus pada kegiatan produksi. Ini terdiri dari beberapa struktur di bawahnya seperti :

  • Pra-Produksi

    Menyiapkan bahan yang dibutuhkan yang telah disediakan oleh penyedia bahan.

  • Produksi

    Melakukan proses produksi yang merubah suatu bahan menjadi barang yang siap untuk digunakan.

  • Kontrol Kualitas

    Melakukan pengecekan terhadap barang yang diproduksi apakah telah sesuai dengan standar kualitas yang telah ditentukan atau sesuai dengan standar yang dipesan oleh konsumen.

  • Pasca-Produksi

    Mengemas dan mengatur penyimpanan barang yang siap dipasarkan.

6. Personalia dan Human Resource (HR)

Struktur perusahaan industri manufaktur juga seperti perusahaan lainnya yang membutuhkan manajemen untuk mengatur karyawan. Personalia bertugas menempatkan karyawan sesuai dengan talenta yang dikuasai atau dimiliki. Selain itu, produktivitas karyawan juga menjadi tanggung jawab personalia. Serangkaian kegiatan mengelola sumber daya manusia untuk berbagai urusan yang terkait dengan administratif. Selain itu, personalia juga mengatur hubungan industrial antara perusahaan dan karyawannya. Selain personalia, terdapat HR yang mengurusi hal-hal yang berkaitan dengan karyawan, mulai dari proses rekrutmen, pengembangan, evaluasi, konsultasi, administrasi, hingga PHK (Pemutusan Hubungan Kerja). Keduanya saling terkait satu sama lain.

7. Penjualan

Bagian ini memiliki pengaruh besar terhadap kemajuan perusahaan karena titik penentu keberhasilan dari hasil produksi yang dijual dan dipasarkan.

HR dalam Perusahaan Industri Manufaktur

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, bahwa HR merupakan salah satu struktur yang dibutuhkan dalam industri manufaktur. Human Resource (HR) memainkan berbagai peran yang berbeda dalam keberhasilan perusahaan. Dalam persaingan industri yang kuat, perusahaan harus terus berinovasi agar terus berkembang. Tidak terkecuali perusahaan manufaktur, HR dalam industri manufaktur berkaitan dengan penggajian, administrasi dan mediasi antara manajemen dan karyawan.

7 Fungsi Penting HR dalam Industri Manufaktur

HR dalam industri manufaktur

1. Perekrutan Karyawan

Sejauh ini, ini merupakan fungsi terpenting yang dilakukan oleh tim HR di perusahaan manufaktur. Tim HR harus merekrut talenta di semua area operasi dengan biaya yang efektif. Biasanya, karyawan muda kurang tertarik terhadap industri manufaktur dibanding generasi sebelumnya karena berasumsi bahwa industri manufaktur tidak cukup canggih bagi karyawan muda. Bahkan ada yang berpikir bahwa industri manufaktur kurang aman karena mengandalkan produksi dengan lonjakan yang memiliki musim.

Menurut studi yang dilakukan oleh Deloitte and Manufacturing Skills di Amerika Serikat diperkirakan bahwa pada tahun 2025, 3.5 juta pekerjaan akan dibutuhkan di industri manufaktur. Akan tetapi, sebanyak 2 juta pekerjaan diperkirakan tidak terisi. Kesenjangan tersebut menahan pertumbuhan industri dan mengancam masa depan industri. Oleh karena itu, HR sangat berperan penting dalam merekrut dan mengisi talenta yang dibutuhkan. HR dalam industri manufaktur juga membutuhkan talenta yang berkualitas dan dapat menghadapi tantangan baru, peningkatan otomatisasi dan kesenjangan keterampilan yang semakin luas.

Baca juga : Solusi HR Menghadapi Karyawan Manufaktur Generasi Z

2. Manajemen Kompensasi

Kompensasi cenderung menjadi pengeluaran bisnis terbesar kedua dalam industri manufaktur. Upah saja tidak dapat mencukupi para calon karyawan yang mencari gaji, bonus dan tunjangan. Tim HR harus menentukan kombinasi yang paling efektif untuk menarik talenta berkualitas dengan menyelaraskan semua gaji dan program intensif untuk karyawan.

3. Manfaat Administrasi

Manajer HR memiliki pekerjaan yang sulit karena harus menyeimbangkan kebutuhan karyawan dengan kenaikan biaya yang terus melonjak. Setiap aspek administrasi seperti rencana dan pendanaan dapat membuat dampak signifikan pada administrasi perusahaan. HR dapat membuat keseimbangan antara kebutuhan karyawan dan pengeluaran administrasi yang harus dikeluarkan. Seperti biaya kesehatan yang disesuaikan dengan talenta yang dimiliki karyawan.

4. Pelatihan dan Pengembangan

Industri manufaktur penuh dengan pekerja yang hanya “melakukan pekerjaan” dan dikenal dengan karyawan yang tidak dapat bersaing di pasar global. Oleh karena itu, HR berfungsi untuk memberi latihan dan pengembangan terhadap karyawan yang peduli dengan pekerjaannya dan perusahaan. Dengan pelatihan dan pengembangan karyawan, akan berdampak langsung terhadap produktivitas perusahaan industri manufaktur.

Manajer HR yang kompeten akan menggunakan setiap aspek yang dimiliki -pelatihan kerja, pendampingan, pembinaan, magang, perkembangan karir, penggantian biaya kuliah- untuk melibatkan dan mempertahankan karyawan. Kegagalan dalam fungsi ini akan memberikan risiko yang besar terhadap perusahaan.

5. Penilaian dan Pengelolaan Kinerja

Manajemen kinerja yang terampil harus melibatkan karyawan sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan kinerja keuangan. Manajer HR di perusahaan industri manufaktur dapat merancang dan mengimplementasikan program penilaian karyawan secara internal atau menggunakan konsultan luar untuk memastikan hasil yang terbaik.

6. Relasi Antara Manajer dan Karyawan

Keahlian HR dalam relasi antara manajer dengan karyawan sangat penting dalam industri manufaktur. Perburuhan dan negosiasi akan mempengaruhi keuangan dan laba perusahaan. Kemampuan HR untuk mempertahankan hubungan manajer dan karyawan yang positif dan produktif tidak dapat diabaikan.

7. Manajemen Peraturan

Manajemen HR perlu menjadi ahli dalam hukum perburuhan dan memastikan bahwa segala aspek dalam perusahaan memahami semua peraturan di perusahaan. Dengan adanya kepatuhan terhadap peraturan, akan membantu perusahaan manufaktur menghindari tuntutan hukum dan kewajiban jika terjadi permasalahan antara atasan dan bawahan. Dengan begitu, tim HR akan membantu perusahaan dalam pencapaian hasil bisnis dan strategi perusahaan.

Perubahan dan kebutuhan talenta di industri manufaktur membuat peran HR sangat relevan di perusahaan tersebut. Dengan menjalankan fungsi di atas, tim HR dapat membantu perusahaan mencapai hasil bisnis dan strategi perusahaan.

10 Tantangan HR dalam Industri Manufaktur

Sektor manufaktur memberdayakan negara dalam mengurangi ketidakseimbangan industri dengan memastikan distribusi pendapatan dan kekayaan nasional secara adil. Dalam industri manufaktur, HR membutuhkan peningkatan daya saing melalui manajemen sumber daya manusia yang lebih baik. Lalu, apa saja tantangan HR dalam industri manufaktur?

1. Kekurangan Karyawan

Sektor manufaktur kekurangan karyawan karena berbagai alasan, termasuk kesalahpahaman di benak generasi muda yang berpikir bahwa industri manufaktur tidak memiliki upah kompetitif, inovasi dan kecanggihan.

2. Perekrutan

Perekrutan karyawan adalah salah satu yang penting untuk membentuk struktur perusahaan, baik itu di industri manufaktur maupun bukan. Untuk itu, HR dalam perusahaan manufaktur perlu mempelajari lebih lanjut mengenai persaingan dengan industri lain dan mulai mengisi kesenjangan yang ada.

3. Industri Lain

Dengan kekurangan tenaga kerja dan kemampuan merekrut yang bersifat inti, HR harus meminimalkan gesekan dengan industri lain. Sebagian orang lebih tertarik pada bidang IT karena lebih berpeluang dan meninggalkan industri manufaktur.

4. Investasi Tidak Memadai

Investasi tidak mencukupi dalam pertumbuhan dan pengembangan karyawan, terlebih lagi dengan adanya pandangan bahwa bekerja di industri manufaktur memiliki gaji standar, tunjangan rendah dan lingkungan kerja yang buruk.

5. Kurang Keterlibatan Karyawan

Agar dapat memanfaatkan tindak nyata dari bekerja, penting bagi perusahaan industri manufaktur untuk menciptakan dan menumbuhkan lingkungan kerja yang menarik. Ciptakan umpan balik karyawan dan alat komunikasi yang tepat.

6. Persaingan Sengit

Perusahaan industri manufaktur menghadapi persaingan yang ketat antara perusahaan manufaktur satu dengan yang lainnya. Dalam kasus seperti ini, tanggung jawab HR akan lebih berdampak dan kompleks karena HR perlu memiliki talenta luar biasa.

7. Kurangnya Kompetensi Manajer HR

Keberhasilan sebuah perusahaan tergantung pada keahlian manajer HR. Manajer HR terkadang gagal memahami keharusan dari perusahan industri manufaktur karena berasal dari industri lain.

Rahasia Efektivitas HR untuk Industri Manufaktur

Dalam industri manufaktur yang semakin berkembang, manajer HR modern menghadapi lebih banyak tantangan tentang karyawan daripada sebelumnya. Tantangan seperti tekanan dari luar perusahaan untuk meningkatkan produktivitas, otomatisasi yang berkembang serta media yang memainkan peran dalam kesadaran hak-hak karyawan. Oleh karena itu, tim HR perlu mewujudkan strategi manajemen dan trik mendapatkan talenta yang berkualitas agar dapat merubah hambatan sulit ini menjadi peluang bisnis.

1. Keseimbangan Perusahaan

Menurut Sarah Lowe, manajer HR di salah satu perusahaan di Switzerland, keseimbangan kehidupan pekerjaan semakin penting bagi banyak orang. Contohnya untuk jaminan kesehatan, jaminan kesehatan bukan hanya untuk seseorang yang sudah berkeluarga. Para manajer perusahaan perlu pelatihan jika mereka berpikir bahwa fleksibilitas hanya untuk karyawan yang sudah berkeluarga. Perusahaan harus menjamin kesehatan karyawan dengan tetap menghitung anggaran yang tidak merugikan perusahaan. Keadilan, konsistensi dan transparansi perusahaan sangat diperlukan di setiap perusahaan industri manufaktur. Lalu contoh lainnya, pekerjaan dengan shift 08:00-17:30 termasuk satu jam makan siang. Hal tersebut lebih baik jika dibandingkan dengan jam kerja 08:00-14:30 tetapi tidak termasuk jam makan siang. Dengan begitu, karyawan akan memiliki waktu luang untuk beristirahat dan perusahaan tetap memperpanjang waktu bekerja tanpa biaya tambahan.

2. Pencari Solusi

HR sebagai tim yang menyesuaikan struktur perusahaan sehingga orang yang tepat akan melakukan tugas yang tepat dan pada waktu yang tepat. HR bertindak sebagai kontrol kualitas karyawan di perusahaan. Akses data karyawan juga dikelola secara hati-hati. Akan tetapi, akan lebih baik juga jika karyawan memiliki akses ke data mereka sendiri sehingga dapat melihat perencanaan tim, mengajukan lembur, meminta cuti dan absensi secara praktis. Dengan adanya teknologi di perusahaan manufaktur, akan memberikan kemudahan kepada karyawan.

Baca juga : Perkembangan Bisnis Manufaktur di Indonesia dan Cara Mengelolanya dengan Baik

Akan tetapi, memang sulit untuk meresepkan “satu solusi untuk semua”. Dengan adanya teknologi dan tim HR terbaik, ini akan membantu menyederhanakan dan menggunakan administrasi karyawan lebih efektif dan membantu harapan perusahaan.


PUBLISHED14 Feb 2020
Septina
Septina

SHARE THIS ARTICLE:

Suka dengan Artikelnya?Talenta punya banyak buat kamu!

Dapatkan konten premium mulai dari Artikel, ebook, case study, white papers, info-graphics dengan berlangganan sekarang!