Langkah Praktis Menciptakan Lingkungan Kerja yang Sehat nan Hijau

Langkah Praktis Menciptakan Lingkungan Kerja yang Sehat nan Hijau

Ada yang bilang jika kantor adalah rumah kedua bagi karyawan. Tak heran anggapan satu ini berkembang, pasalnya hampir 8 jam per hari dan 5 hingga 6 hari seminggu karyawan menghabiskan waktunya di kantor untuk berkutat dengan pekerjaan.
Untuk itulah, sudah semestinya kantor dibuat menjadi bangunan yang nyaman layaknya rumah dan tentunya sehat serta hijau. Membuat lingkungan kerja yang sehat nan hijau pada dasarnya amat bermanfaat, karena bisa menghindarkan seluruh karyawan dari bahaya penyakit yang dapat mengganggu produktivitas bekerja.
Tak susah sebenarnya menerapkan lingkungan kerja yang sehat nan hijau di kantor. Praktikan saja langkah-langkah praktis yang akan kami jabarkan berikut ini. Niscaya, kantor akan menjadi layaknya rumah yang nyaman dan sehat serta hijau bagi karyawan.
Menerapkan aturan ketat soal kebersihan.
Menciptakan lingkungan kerja yang sehat nan hijau bisa dimulai dari menjaga kebersihan. Mau seindah atau selengkap apapun fasilitas yang disediakan kantor agar membuat karyawan nyaman, namun kebersihan tak dijaga maka sama saja dengan omong kosong.
Pada dasarnya, kantor yang bersih tak hanya sedap dipandang atau membawa aura positif bagi karyawan. Tanpa disadari, kantor yang kebersihannya terjaga sangat baik untuk meningkatkan produktivitas si karyawan. Mereka merasa tak sumpek dengan tumpukan sampah atau pengaturan meja kerja yang tak indah, hingga pikiran terus fresh dan performa kerjanya pun lebih stabil.
Salah satu cara yang bisa diterapkan untuk tetap menjaga kebersihan adalah dengan menerapkan aturan yang teramat ketat soal ini. Anda sebagai bagian dari HR, harus memiliki peraturan yang jelas soal batas-batas dan hukuman jika karyawan melanggar atau mengotori ruangan kantor.
Anda bisa menerapkan sistem denda atau sanksi jika karyawan dinilai tak bekerja sama menjaga kebersihan. Atau Anda juga bisa membuat peraturan ketat untuk menjaga kebersihan lainnya seperi tidak membiarkan karyawan makan-makan di ruangan kerja atau meminimalisir penggunaan tissue dan air kala di toilet.
Alih-alih membangun sekat, buat ruang kerja selapang mungkin.
Selain langkah sebelumnya, Anda juga bisa menerapkan lingkungan kantor yang sehat nan hijau dengan cara menghilangkan sekat antar satu karyawan dengan karyawan lain. Selain sudah ketinggalan zaman, desain tata ruang ala kantor zaman dahulu dapat memengaruhi kesehatan para karyawan.
Pembatasan ruang kerja membuat ruang gerak karyawan terbatas yang pada akhirnya dapat menyebabkan peningkatan stres. Ruang kerja yang disekat-sekat sebenarnya juga mengurangi atau mengacaukan pasokan udara segar. Sirkulasi udara nampak tak lancar hingga yang dikorbankan pada akhirnya adalah kesehatan seluruh karyawan.
Untuk itulah segera tinggalkan konsep desain ruangan kerja yang bersekat. Selain punya manfaat besar menimbulkan lingkungan kerja yang sehat nan hijau, ruangan kerja yang lapang mempermudah alur komunikasi antar karyawan, atasan dan bahkan bawahan.
Mendesain ruangan kerja ‘seterbuka’ mungkin.
Terakhir, masih berkaitan dengan poin kedua yakni Anda mungkin bisa mulai memperhitungkan untuk mendesain ruangan kerja seterbuka mungkin. Maksud terbuka disini adalah berkaitan dengan sirkulasi udara, di mana memang idealnya ruangan kerja harus memiliki ventilasi. Minimal agar cahaya pun juga masuk.
Memaksimalkan penggunaan ventilasi pada ruangan dapat bermanfaat besar bagi penghematan daya konsumsi listrik. Di mana Anda tak perlu spending banyak daya untuk menyalakan lampu guna penerangan ruangan. Hemat sudah pasti dan bonusnya lingkungan kerja jadi lebih sehat serta hijau dalam artian hemat energi.
Sumber gambar : www.officechai.com

Tinggalkan HR dan payroll manual, saatnya beralih ke Aplikasi HRIS Talenta dengan fitur absensi online, payroll dan fitur yang mempermudah pekerjaan HRD lainnya.

PUBLISHED25 Sep 2017
Ervina
Ervina