Pinjaman karyawan, satu fasilitas pilihan yang bisa diberikan perusahaan untuk karyawannya. Jika Anda memiliki perusahaan, tentu frasa tersebut tidak asing lagi. Pinjaman seperti ini awam diberikan pada karyawan, tentu jika perusahaan menerapkan kebijakan serupa. Apakah hal ini wajib? Apa konsekuensinya? Ada berapa jenis pinjaman yang bisa diberikan? Anda bisa menemukan jawaban atas ketiga pertanyaan tersebut pada bagian selanjutnya.

Pinjaman sendiri biasanya digunakan karyawan sebagai cadangan utama ketika ada keperluan mendesak dan ketika karyawan tidak memiliki simpanan. Memang jika dilihat secara praktis, banyak sekali layanan penyedia jasa pinjaman dengan bunga rendah. Tapi sebagai penyedia kerja, bukankah tugas perusahaan untuk mengayomi karyawan yang menjadi anggotanya?

Secara ideal, pinjaman bisa diberikan dengan syarat dan ketentuan berlaku. Berturut-turut, berikut 3 poin besar untuk menjawab pertanyaan yang dituliskan pada bagian awal artikel. Siapa tahu salah satunya muncul di benak Anda, Anda sudah mendapat jawaban yang sesuai dan ideal, win-win solution bukan?

Kewajiban Memberikan Pinjaman

Jika pertanyaan pertama adalah ‘Apakah hal ini wajib?’, jawaban paling sederhana dan to the point adalah ‘tidak’. Terkejut? Jika Anda merasakan hal tersebut, Anda bisa melihat pada regulasi yang digunakan dan berlaku di Indonesia terkait dengan ketenagakerjaan. Regulasi paling umum adalah Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003, mengenai Ketenagakerjaan.

Pada regulasi tersebut, secara jelas dan tersurat disampaikan mengenai kewajiban perusahaan pada karyawan yang dimilikinya. Pertama adalah memberikan upah atau gaji, kemudian upah lembur, memberikan cuti, jaminan sosial, serta pesangon ketika perusahaan dan karyawan habis masa kerjasamanya.

Keempat kewajiban tersebut, secara eksplisit tidak mencantumkan kewajiban memberikan pinjaman karyawan di dalam satupun poinnya. Artinya, pinjaman yang diberikan perusahaan sebagai fasilitas ini adalah bersifat opsi saja sesuai dengan kebijakan perusahaan. Banyak perusahaan yang memberikan pinjaman kepada karyawannya secara langsung. Namun tidak sedikit yang memberikan pinjaman dengan kerjasama pihak ketiga.

Intinya, pemberian pinjaman bukan merupakan salah satu dari kewajiban perusahaan yang tercantum dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia. Fasilitas ini merupakan kebijakan perusahaan secara penuh untuk mengadakan atau meniadakannya.

Konsekuensi yang Ditanggung

Jika perusahaan Anda memutuskan untuk mengadakan fasilitas ini, maka ada baiknya Anda memahami konsekuensi yang harus dihadapi baik oleh perusahaan maupun karyawan. Secara praktis, adanya fasilitas pinjaman memungkinkan karyawan mendapatkan tambahan dana segar pada waktu tertentu ketika dibutuhkan. Hal ini berdampak baik untuk meningkatkan kesetiaan karyawan karena akan muncul rasa hutang budi.

Namun demikian, Anda juga harus cermat pada konsekuensi lain. Fasilitas pinjaman secara langsung juga menyangkut kesehatan keuangan perusahaan. Pengelolaan yang ketat harus dilaksanakan agar pinjaman yang diberikan perusahaan tidak mengganggu faktor finansial dan justru membawa kerugian untuk perusahaan.

Effort lebih besar ada pada bagian keuangan dan HR, sebagai bagian yang bertugas mengelola hal ini. Pastikan bagian tersebut mampu mengelola hal ini dengan baik, sehingga perusahaan bisa mendapat manfaat dari pinjaman yang diberikan pada karyawan yang dimiliki. Anda juga bisa menggunakan bantuan layanan pengelolaan HR dengan fitur pinjaman karyawan untuk membantu bagian tersebut.

Jenis Pinjaman

Untuk jenis pinjamannya sendiri, biasanya yang diterapkan ada 2 macam, yakni berupa kasbon dan berupa kredit lunak. Perbedaan utama keduanya terdapat pada besaran dan jangka waktu pinjaman serta proses yang harus dilakukan karyawan.

Kasbon memiliki jumlah yang tidak terlalu besar dan proses yang cenderung sederhana. Karyawan tinggal mengajukan kasbon pada bagian yang berkaitan disesuaikan dengan besaran gajinya, kemudian akan disebutkan jumlah potongan gaji setiap bulan yang harus diambil untuk membayar pinjaman tersebut.

Kredit lunak, memiliki besaran yang berada di atas kasbon. Fasilitas ini biasanya diberikan pada karyawan yang telah mengabdi pada jangka waktu tertentu dan telah memperoleh kepercayaan lebih dari perusahaan. Disebut kredit lunak karena memiliki bunga 0% atau sangat rendah, sehingga tidak memberatkan karyawan yang mengajukannya. Metode pembayarannya sama, dengan pemotongan gaji setiap bulan.

 

Apakah penjelasan di atas sudah mampu menjawab pertanyaan yang muncul pada awal artikel ini dan benak Anda? Ketiga pertanyaan tersebut merupakan pertanyaan yang paling sering muncul terkait dengan fasilitas pinjaman karyawan. Idealnya penjelasan di atas sudah dapat memberikan gambaran bagaimana sifat dan apa itu fasilitas pinjaman yang diberikan perusahaan pada karyawannya. Akseleran merupakan salah satu P2P Lending yang membantu karyawan Anda mengajukan pinjaman dengan mudah dan cepat.

Perlu diperhatian juga bahwa pinjaman karyawan sendiri merupakan kebijakan perusahaan yang tidak masuk dalam kewajiban di UU Ketenagakerjaan. Diperlukan pengelolaan yang jeli agar fasilitas ini tidak memberatkan perusahaan secara finansial. Untuk membantu pengelolaan pinjaman ini, Anda bisa menggunakan salah satu fitur Talenta, yakni fitur pengelolaan pinjaman. Fitur ini terintegrasi dengan database karyawan sehingga mudah dimonitor. Selain itu, fitur ini secara langsung juga akan terhubung dengan fitur penggajian, dan bisa secara otomatis dimasukkan potongannya setiap bulan.

Apa yang bisa kami lakukan untuk Anda?

Miliki sistem HR tepercaya dengan mencoba Talenta sekarang! Ikuti 3 cara berikut tanpa rasa khawatir untuk mendapatkan sistem HR yang lebih mudah:

Jadwalkan Demo 1:1

Undang kami untuk datang ke kantor Anda dan berdiskusi lebih lanjut tentang Talenta.

Ikuti Demo

Ikuti Workshop Talenta

Datang dan bergabung di workshop untuk ketahui lebih lanjut tentang Talenta.

Daftar Workshop

Coba Demo Interaktif

Coba akun demo langsung dan temukan bagaimana Talenta dapat membantu Anda.

Coba Gratis
  • Indonesia
  • English
loading