Salah satu program yang mendukung kesejahteraan karyawan adalah program pinjaman karyawan. Program ini memang tidak diterapkan oleh semua perusahaan karena berbagai faktor. Salah satunya yaitu kondisi keuangan atau kas perusahaan yang kurang mendukung. Namun tidak dapat dipungkiri juga manfaatnya yang banyak bagi karyawan dan perusahaan. Mulai dari meningkatkan produktivitas karyawan, meningkatkan loyalitas karyawan, hingga menjadi strategi untuk meningkatkan retensi karyawan. Jadi, meskipun pemerintah tidak mewajibkan program ini kepada semua perusahaan, napi tetap banyak yang sudah mengadakannya.

Agar mendatangkan berbagai manfaat bagi perusahaan, Anda sebagai tim HR harus mengelolanya dengan baik. Pinjaman karyawan merupakan salah satu program yang berhubungan langsung dengan karyawan sehingga hal ini juga menjadi tugas Anda. Jika pengelolaan pinjaman tidak dilakukan secara matang dan tersistem, maka akan berpotensi merugikan perusahaan. Pinjaman tersebut bisa jadi kembali kepada perusahaan dalam waktu yang lama, atau bahkan tidak kembali. Berikut ini adalah tips yang akan membuat pengelolaan pinjaman karyawan Anda efektif.

Menentukan Anggaran Pinjaman Sesuai Kemampuan Perusahaan

Pada awal pembentukan program pinjaman ini, perusahaan harus memperhatikan kondisi kas. Sebagai langkah awal, perusahaan dapat menyediakan anggaran dengan jumlah yang tidak terlalu besar. Jika hasil evaluasi menunjukkan adanya antusias karyawan dan manfaatnya yang besar, perusahaan dapat menaikkan anggaran pinjaman ini. Perusahaan juga dapat menguranginya apabila karyawan cenderung tidak terlalu membutuhkan program tersebut.

Menentukan Ketentuan Pengembalian yang Jelas

Ketika karyawan mulai terlambat melakukan pengembalian pinjaman kepada perusahaan, tidak ada salahnya Anda mengkaji ulang ketentuan pengembalian yang sudah ada. Salah satu alternatif yang bisa dilakukan untuk mempermudah waktu pengembalian adalah dengan sistem mencicil yang jangka waktunya dapat disesuaikan dengan kemampuan karyawan. Bisa jadi karena ketentuan pengembalian kurang jelas sehingga karyawan menganggap pengembalian dapat dilakukan kapan saja atau bisa ditunda. Jika hal ini yang menjadi alasan mereka terlambat mengembalikan pinjaman, maka Anda harus melakukan sosialisasi kembali kepada karyawan.

Memberlakukan Sistem Potong Gaji

Apabila aturan pengembalian sudah jelas namun karyawan tetap tidak tertib melakukan pengembalian pinjaman, maka solusi lainnya adalah memberlakukan sistem potong gaji. Sistem ini dapat menjadi pilihan atau kewajiban bagi karyawan peminjam. Tergantung pada kebijakan perusahaan yang biasanya didasarkan atas tingkat pelanggaran karyawan. Artinya, kebijakan sistem potong gaji dapat diberikan sebagai pilihan atau alternatif mengembalikan pinjaman karyawan setelah memasuki masa tenggang tertentu. Atau bisa juga diwajibkan bagi setiap karyawan yang mengajukan peminjaman. Dengan begitu, karyawan akan lebih tertib dalam mengembalikan pinjaman, karena tidak ada lagi alasan yang dibuat-buat untuk tidak mengembalikan gaji.

Membuat Aturan Pengajuan Pinjaman yang Tegas

Apabila karyawan sudah mulai tertib mengembalikan pinjaman mereka, perusahaan dapat memperketat aturan pengajuan pinjaman. Misal dengan membatasi jumlah pinjaman pada tujuan tertentu. Sebagai contoh, maksimal mengajukan pinjaman untuk keperluan persalinan sebesar Rp7.000.000. Namun jika mengajukan pinjaman untuk keperluan liburan atau cuti bersama maksimal sebesar Rp3.000.000. Perusahaan dapat menjadikan tingkat urgensi sebagai alasan tertentu untuk mengajukan pinjaman, sehingga karyawan tidak akan melakukan pinjaman yang jumlahnya tidak berlebihan atau terlalu besar. Selain itu, mereka juga tidak akan kesulitan mengembalikan pinjaman nantinya.

Melatih Karyawan Merencanakan Keuangan dengan Baik

Salah satu solusi yang mempunyai dampak berjangka panjang tentu saja edukasi tentang manajemen keuangan yang baik. Sebagai tim HR, Anda dapat mendatangkan konsultan keuangan yang ahli di bidangnya atau bisa juga menjadikan tim keuangan perusahaan sebagai narasumber. Latihlah para karyawan untuk memiliki tujuan melakukan pinjaman yang tepat. Jika perlu, berikan pendampingan  mengenai tujuan yang lebih tepat dan mendesak untuk melakukan pinjaman dan mana yang dapat direncanakan jauh-jauh hari.

Hal ini dapat Anda jadikan sebagai program pengembangan karir atau peningkatan kemampuan karyawan. Karena urusan meminjam uang tidak hanya terjadi di perusahaan namun bisa juga meminjam pada bank. Kemampuan manajemen keuangan juga akan bermanfaat kapanpun dan bagi siapapun karena akan sangat berguna kedepannya.

 

Itu tadi beberapa tips mengelola program pinjaman karyawan yang efektif. Dengan pengelolaan dan ketentuan yang baik, program ini akan bermanfaat bagi kedua belah pihak, baik itu karyawan maupun perusahaan. Jangan sampai anggaran pinjaman dari perusahaan habis namun belum ada yang kembali pada perusahaan, karena hal tersebut akan merugikan perusahaan. Ada baiknya Anda menggunakan aplikasi karyawan seperti Talenta untuk membantu pengelolaan program pinjaman di perusahaan. Talenta akan membantu Anda mengelola proses administrasi karyawan perusahaan, termasuk pinjaman karyawan. Talenta memiliki fitur yang dapat digunakan untuk melakukan pemotongan gaji secara otomatis dengan menyesuaikan peraturan yang ada di perusahaan. Dengan begitu, proses penghitungan gaji Anda tidak akan terganggu dengan adanya pemotongan gaji guna melakukan pengembalian pinjaman. Yuk coba demo Talenta sekarang juga!

Apa yang bisa kami lakukan untuk Anda?

Miliki sistem HR tepercaya dengan mencoba Talenta sekarang! Ikuti 3 cara berikut tanpa rasa khawatir untuk mendapatkan sistem HR yang lebih mudah:

Jadwalkan Demo 1:1

Undang kami untuk datang ke kantor Anda dan berdiskusi lebih lanjut tentang Talenta.

Ikuti Demo

Ikuti Workshop Talenta

Datang dan bergabung di workshop untuk ketahui lebih lanjut tentang Talenta.

Daftar Workshop

Coba Demo Interaktif

Coba akun demo langsung dan temukan bagaimana Talenta dapat membantu Anda.

Coba Gratis
  • Indonesia
  • English
loading