Pentingnya Menerapkan Shifting Karyawan di Perusahaan

Pentingnya Menerapkan Shifting Karyawan di Perusahaan

Shifting karyawan banyak diterapkan oleh perusahaan yang bergerak dibidang jasa atau penjualan yang harus melayani konsumen selama 24 jam. Selain itu, perusahaan manufaktur umumnya juga akan menerapkan sistem tersebut untuk karyawan. Jika perusahaan manufaktur menerapkan sistem kerja secara umum, maka produksi barang tidak akan berjalan optimal. Oleh karena itu, sistem shifting karyawan tidak bisa disepelekan agar pelayanan yang diberikan tetap berjalan baik. Penggunaan sistem kerja semacam itu dinilai penting karena memiliki beberapa manfaat yang dinilai menjadi solusi utama permasalahan pada perusahaan dengan pelayanan 24 jam. Berikut manfaat yang diperoleh perusahaan dan karyawan saat menerapkan sistem shifting:

Tinggalkan HR dan payroll manual, saatnya beralih ke Aplikasi HRIS Talenta dengan fitur absensi online, payroll dan fitur yang mempermudah pekerjaan HRD lainnya.

Manfaat Shifting Karyawan

  1. Kesehatan

Sistem kerja yang dibatasi dan telah diatur sedemikian rupa membuat kesehatan karyawan akan lebih terjaga. Bekerja terlalu lama dan terus menerus akan membuat kesehatan karyawan terganggu. Bagi perusahaan dengan pelayanan 24 jam, mempekerjakan karyawan selama satu hari penuh hanya akan membuat kerja karyawan tidak optimal. Selain mengganggu kesehatan, hal tersebut juga melanggar ketentuan hukum ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia.

  1. Fleksibilitas

Sistem kerja shift akan memungkinkan karyawan bekerja bergantian dengan karyawan lainnya sesuai pengaturan kerja yang ditetapkan. Bagi karyawan, hal tersebut juga akan memungkinkan mereka melakukan pertukaran shift dengan karyawan lain ketika mereka mungkin tidak dapat memenuhi jadwal kerja yang diberikan. Hal tersebut memicu terjadinya fleksibilitas jam kerja karyawan. Namun, hal tersebut tentu diatur berdasarkan kebijakan masing-masing perusahaan.

  1. Kerjasama Tim Menjadi Kuat

Pergantian jam kerja memungkinkan karyawan untuk melakukan interaksi dengan karyawan yang ada. Hal tersebut menyebabkan hubungan tim semakin kuat dan bisa bekerja sesuai dengan target perusahaan yang telah ditentukan.

  1. Mengoptimalkan Produktivitas

Kerja dengan jam yang tidak berlebihan membuat karyawan masih memiliki cukup waktu untuk kehidupan pribadinya. Hal tersebut menyebabkan karyawan akan lebih fokus pada pekerjaan yang dilakukan saat karyawan tersebut bekerja. Hal tersebut baik untuk meningkatkan kinerja karyawan dan mengoptimalkan produktivitas karyawan di perusahaan.

  1. Pengembangan Karyawan

Dengan melakukan rotasi kerja melalui sistem shifting, perusahaan bisa memberikan karyawan kesempatan mengembangkan diri dengan melakukan interaksi dan belajar hal baru dari karyawan lain. Idealnya, dengan berinteraksi, karyawan akan belajar hal baru yang munkin saja dimiliki satu karyawan tapi tidak dimiliki karyawan lainnya.

  1. Iklim Kerja Dinamis

Iklim kerja yang dinamis dan terus berkembang bisa dimunculkan dengan cara pergantian rekan kerja atau sistem shift. Bekerja dengan orang yang sama, setiap hari, dengan pekerjaan yang sama akan mengakibatkan kejenuhan karyawan. Oleh karena itu, sistem shift memungkinkan karyawan terus mendapatkan suasana baru dengan pergantian rekan kerja yang terus dilakukan.

  1. Absensi Lebih Baik

Karyawan yang bekerja terus menerus setiap hari hanya akan membuat karyawan jenuh dan lebih sering bolos kerja. Dengan sistem shift, jam kerja karyawan yang menjadi fleksibel akan membuat absensi karyawan semakin baik. Saat karyawan diperbolehkan bertukar dengan jadwal kerja karyawan lain, hal tersebut menjadi bentuk nyata bahwa setiap karyawan bisa masuk kerja sesuai dengan waktu yang diperlukan. Namun, hal tersebut juga berdasarkan ketentuan masing-masing perusahaan.

Peraturan Pembuatan Jadwal Shift

Tak hanya perlu mengetahui manfaat sistem shift, perusahaan khususnya tim HR perlu mengetahui peraturan yang ditetapkan sebelum membuat shifting karyawan. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentan Ketenagakerjaan (UU Ketenagakerjaan), perusahaan umumnya akan menerapkan jam kerja umum pada shift pagi. Selain itu, akan ada waktu peralihan 1 jam dalam setiap shift untuk pengaturan tugas-tugas yang harus dilanjutkan oleh karyawan pada shift selanjutnya. Tak hanya itu, pemerintah memberikan sejumlah aturan yang terdapat dalam pasal 76 UU Ketenagakerjaan untuk melindungi karyawan, khususnya karyawan perempuan. Aturan tersebut antara lain:

  1. Setiap karyawan perempuan yang berumur kurang dari 18 tahun dilarang untuk bekerja antara pukul 23:00 sampai dengan pukul 07:00.
  2. Perusahaan tidak boleh mempekerjakan wanita hamil (jika menurut keterangan dokter berbahaya bagi kesehatan dan keselamatan kehamilan) untuk bekerja antara pukul 23:00 sampai pukul 07:00.
  3. Perusahaan yang mempekerjakan karyawan perempuan antara pukul 23:00 sampai pukul 07:00 harus memberikan makanan dan minuman yang bergizi, serta harus menjaga keamanan dan kesusilaan selama karyawan perempuan tersebut bekerja.
  4. Perusahaan harus memberikan angkutan untuk menjemput dan mengantar setiap karyawan perempuan yang bekerja pada pukul 23:00 sampai dengan pukul 05:00.

Jika perusahaan Anda telah atau akan menerapkan sistem shifting karyawan, Anda bisa menggunakan aplikasi Talenta untuk mencatat kehadiran karyawan secara mudah. Dengan aplikasi Talenta, Anda bisa mengatur jadwal shift karyawan dengan mudah. Talenta akan membantu Anda dalam mengurusi segala hal berkaitan dengan karyawan, seperti absensi dan cuti online, serta perhitungan gaji kayawan dengan fitur Payroll. Yuk, daftarkan perusahaan Anda di Talenta sekarang juga.


PUBLISHED22 Aug 2019
Fitri
Fitri