Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) adalah kelompok usaha dengan jumlah yang paling besar. Namun, ternyata usaha ini kerap dianggap sebelah mata, padahal UMKM memiliki peran yang besar bagi perekonomian di Indonesia. Hal ini terbukti saat krisis moneter pada tahun 1997, di mana kala itu satu-persatu perusahaan besar tumbang, tapi bisnis UMKM tetap ada dan berperan bagi perekonomian saat itu.
https://talenta.co/wp-content/uploads/2019/12/UMKM-1.png
UMKM adalah usaha produktif yang dimiliki perorangan atau badan usaha yang sudah memenuhi kriteria sebagai usaha mikro. Usaha ini berskala kecil dan bersifat padat karya dan melibatkan berbagai aktivitas ekonomi dan bisnis, baik dari segi manajemen, teknologi, investasi, ataupun perlindungan hak cipta. UMKM berbeda dengan usaha kecil menengah (UKM). Meskipun keduanya sama-sama usaha kecil, aset yang dimiliki usaha tersebut jelas berbeda (aset yang dimiliki UKM cenderung lebih besar).

Definisi UMKM Menurut Para Ahli

Berikut ini beberapa pendapat ahli pendapat ahli yang menjelaskan tentang definisi UMKM, yaitu:

  1. Rudjito

    UMKM adalah usaha yang punya peranan penting dalam perekonomian negara Indonesia, baik dari sisi lapangan kerja yang tercipta maupun dari sisi jumlah usahanya.

  2. Kwartono

    UMKM adalah kegiatan ekonomi rakyat yang punya kekayaan bersih maksimal Rp 200.000.000,- dimana tanah dan bangunan tempat usaha tidak diperhitungkan. Dan atau mereka yang punya omset penjualan tahunan paling banyak Rp1.000.000.000,- dan milik warga negara Indonesia.

  3. Ina Primiana

    Berpendapat bahwa pengertian UMKM adalah pengembangan empat kegiatan ekonomi utama yang menjadi motor penggerak pembangunan Indonesia, yaitu:
    – Industri manufaktur
    – Agribisnis
    – Bisnis kelautan
    Sumber daya manusia

Ciri-Ciri UMKM 

Adapun beberapa ciri-ciri usaha mikro kecil dan menengan (UMKM) adalah sebagai berikut:

  • Memiliki tempat usaha yang dapat berpindah sewaktu-waktu
  • Masih belum ada administrasi
  • Keuangan pribadi dan usaha masih belum dibedakan
  • Sumber daya manusia (SDM) masih belum memiliki jiwa wirausaha mumpuni
  • Tingkat pendidikan masih relatif rendah
  • Umumnya masih belum memiliki akses kepada perbankan, tapi sebagian dari mereka sudah memiliki akses ke lembaga keuangan non bank
  • Umumnya belum memiliki surat izin usaha atau legalitas seperti NPWP

Perbedaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah

Dalam perekonomian Indonesia, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah terbukti tahap terhadap berbagai macam goncang krisis ekonomi. Kriteria usaha yang termasuk dalam UMKM pun sudah diatur dalam payung hukum berdasarkan undang-undang, antara lain:

    • Usaha Mikro

      Usaha mikro adalah usaha produktif milik perseorangan dan/atau badan usaha perseorangan yang memenuhi kriteria usaha mikro yang diatur dalam undang-undang.

    • Usaha Kecil

      Usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri dan dilakukan oleh perseorangan atau badan usaha yang bukan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar yang memenuhi kriteria usaha kecil yang diatur dalam undang-undang.

    • Usaha Menengah

      Usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh perseorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dengan usaha kecil atau usaha besar dengan jumlah kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan sebagaimana diatur dalam undang-undang.

Kriteria UMKM

Sebuah usaha disebut UMKM jika memenuhi sejumlah kriteria. Di dalam penetapan kriteria itulah pentingnya menentukan jenis yang akan dikelola badan usaha agar mendapatkan izin usaha. Apa sajakah kriteria UMKM? Yuk, simak ulasannya di bawah ini.

  • Usaha Mikro

    Suatu badan usaha yang masuk kriteria usaha mikro jika memiliki kekayaan bersih di bawah Rp50.000.000 per bulan (bangunan dan tempat usaha tidak masuk ke dalam hitungan). Jenis usaha mikro di antaranya adalah warung nasi, tambal ban, peternak lele, peternak ayam, warung kelontong, dan sebagainya.

  • Usaha Kecil

    Kriteria usaha kecil sebagai usaha mikro jika memiliki kekayaan bersih di bawah Rp300.000.000 per tahun. Umumnya,usaha kecil digolongkan menjadi tiga jenis, yaitu:
    – Industri kecil, seperti industri rumahan, industri logam, dan lain-lain.
    – Perusahaan berskala kecil, seperti mini market, koperasi, dan toserba
    – Usaha informal, seperti pedagang kaki lima yang menjual daging atau sayur

 

Kelebihan dan Kekurangan UMKM

Kelebihan yang dimiliki UMKM adalah:

  • Pemilik usaha bebas bertindak dalam mengambil keputusan apa pun dalam bisnisnya.
  • Pemilik usaha memiliki peran besar dan biasanya akan turun tangan secara langsugn dalam menjalankan bisnis.
  • Usaha yang dijalankan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Di balik kelebihannya, UMKM ternyata juga memiliki kekurangan lho, antara lain:

  • Memiliki jumlah modal yang terbatas sehingga kerap kali kesulitan mengembangkan usaha.
  • Kerap kesulitan mendapatkan karyawan karena jumlah gaji yang ditawarkan tidak terlalu besar.
  • Pemilik UMKM sering kali lemah dalam hal spesialisasi karena tidak berjualan barang tertentu dengan tetap.

Klasifikasi UMKM

UMKM memiliki klasifikasi, antara lain:

  • Livelihood Activities (Lapangan Kerja Baru)

    Mendirikan UMKM tentunya akan menciptakan suatu lapangan pekerjaan baru. Lapangan pekerjaan baru ini memiliki dampak positif, salah satunya adalah mengurangi dampak pengangguran dan menambah penghasilan masyarakat yang belum bekerja dan memiliki penghasilan.

  • Small Dynamic Enterprise (Jiwa Enterpreneurship)

    Setelah memiliki sifat kewirausahaan, langkah selanjutnya diharapkan memiliki jiwa entrepreneurship. Jiwa entrepreneurship tentunya perlu dimiliki oleh seseorang untuk meraih kesuksesan.

  • Micro-Enterprise (Sifat Kewirausahaan)

    UMKM akan menimbulkan sifat kewirausahaan. Sifat kewirausahaan tersebut penting supaya masyarakat tidak selamanya terpengaruh pada pernyataan untuk menjadi pegawai sepanjang hidupnya.

  • Fast Moving Enterprise (Motivasi Menjadi Usaha Besar)

    Pelaku UMKM yang membuka lapangan kerja baru memiliki sifat kewirausahaan, membangun jiwa entrepreneurship yang akan membentuk seseorang untuk memiliki usaha yang dapat membangun perekonomian Indonesia.

Jenis-Jenis UMKM

Ada beberapa jenis usaha yang termasuk UMKM, yaitu:

  • Usaha Fashion

    UMKM di bidang fashion menjadi salah satu jenis yang paling diminati. Setiap tahun, mode tren fesyen selalu berubah dan meningkatkan pendapatan para pelaku bisnis yang menjalankannya. Ada beberapa contoh usaha fashion, yaitu kaos brand, butik batik, baju anak muda wanita, baju khusus liburan, dan lain sebagainya. Tren fashion memang selalu berkembang dan selalu ada model terbaru sehingga usaha ini bisa dipertimbangkan.

  • Usaha Kuliner

    Selain fashion, bisnis UMKM yang banyak digandrungi hingga kalangan anak muda. Bisnis ini terbilang cukup menjanjikan, mengingat setiap hari orang membutuhkan makanan. Contoh usaha kuliner UMKM, yaitu membuat restoran kecil, kue ulang tahun, roti bakar, dan usaha kafe.

  • Usaha Furniture

    UMKM di bidang furniture adalah salah satu usaha yang menjanjikan. Beberapa di antaranya menjual lukisan, perlengkapan dapur, perlengkapan ruang tamu, seperti lampu, meja, kursi, material bangunan, dan lain-lain.

Itu dia sedikit penjelasan mengenai UMKM, ciri-ciri dan perannya dalam sektor ekonomi. Faktanya, UMKM memang memiliki peranan yang cukup penting dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia sehingga keberadaannya selalu mendapatkan perhatian khusus. Jadi, apakah Anda tertarik untuk berkecimpung di bisnis ini?

Apa yang bisa kami lakukan untuk Anda?

Miliki sistem HR tepercaya dengan mencoba Talenta sekarang! Ikuti 3 cara berikut tanpa rasa khawatir untuk mendapatkan sistem HR yang lebih mudah:

Jadwalkan Demo 1:1

Undang kami untuk datang ke kantor Anda dan berdiskusi lebih lanjut tentang Talenta.

Ikuti Demo

Ikuti Workshop Talenta

Datang dan bergabung di workshop untuk ketahui lebih lanjut tentang Talenta.

Daftar Workshop

Coba Demo Interaktif

Coba akun demo langsung dan temukan bagaimana Talenta dapat membantu Anda.

Coba Gratis
loading
Suka dengan Artikelnya?Talenta punya lebih banyak buat kamu!

Dapatkan konten premium mulai dari artikel, ebook, case study, white papers, infographic dengan berlangganan sekarang!

Suka dengan artikelnya?Dapatkan artikel HR premium langsung di email Anda!

Jadilah orang pertama yang akan mendapatkan artikel premium mulai dari study case, infographic, ebook, hingga white paper.