Insight Talenta

Alasan Mengapa Human Experience Management adalah Masa Depan HR

Pernah kah Anda mendengar istilah Human Experience Management atau HXM? Mungkin istilah ini masih terdengar asing bagi sebagian orang.

Dunia HR mengenal Human Capital Management (HCM) yang fokus pada pengembangan sumber daya manusia di dalam perusahaan. Namun, Human Capital Management dianggap para praktisi HR belum sempurna dalam memaksimalkan potensi karyawan.

Di zaman sekarang, pengalaman yang diciptakan oleh perusahaan adalah hal yang penting. Banyak orang yang menginginkan adanya koneksi, transparansi, dan inklusivitas di tempat mereka bekerja.

Ketika perusahaan ingin menciptakan lingkungan kerja di mana karyawan merasa aman, dapat terlibat dengan perusahaan, serta produktif, dibutuhkan usaha perusahaan untuk fokus menciptakan pengalaman kerja karyawan yang positif.

Inilah yang kurang pada HCM dan kemudian disempurnakan melalui Human Experience Management atau HXM.

Melalui HXM, kini HR fokus berpusat pada bagaimana perusahaan dapat memberikan pengalaman bekerja yang ideal agar mereka dapat menjadi dirinya yang terbaik di tempat kerja.

Berikut adalah beberapa alasan lebih lanjut mengapa Human Experience Management adalah masa depan HR.

Karyawan Kini Berekspektasi Lebih Terhadap Perusahaan Mereka

human experience management

Sekarang, rasanya sudah tidak ada lagi karyawan yang bekerja hanya melihat satu faktor tertentu seperti gaji atau nama baik perusahaan.

Sekarang ini, faktor yang menjadi pertimbangan karyawan lebih dari sekadar gaji, mulai dari teknologi yang digunakan perusahaan, budaya perusahaan, hingga peluang atas perkembangan karier karyawan di perusahaan.

Karyawan menginginkan pengalaman bekerja yang setara dengan apa yang mereka harap bisa dapatkan sebagai konsumen.

Mereka berharap pengalaman tersebut dapat didesain menyesuaikan bagaimana karyawan berperilaku, bagaimana mereka kerja, dan apa saja yang mereka butuhkan agar mereka termotivasi untuk bekerja dan tetap terhubung dengan perusahaan.

Kemudian jika berbicara mengenai tools apa saja yang bisa digunakan oleh perusahaan, mereka berharap software atau aplikasi tersebut mudah dan nyaman digunakan.

Karyawan, terutama mereka yang muda, juga berharap mendapatkan pengalaman tempat kerja yang menyenangkan dan juga engaging.

Mungkin hal itu bisa dalam bentuk waktu kerja yang fleksibel seperti opsi WFH, visi misi yang kuat, hingga pujian dan penghargaan yang diberikan secara rutin pada karyawan yang berprestasi.

Inilah bagaimana Human Experience Management dapat bekerja. Karyawan berharap bahwa perusahaan mau menginvestasikan diri pada hal-hal yang bisa membuat mereka betah bekerja di sana.

HXM memungkinkan perusahaan untuk mengelola pengalaman bekerja karyawan melalui berbagai masukan serta kebijakan yang akan mampu membuat karyawan bekerja sebaik mungkin.

Perusahaan perlu rutin mendengarkan masukan karyawan dan memberikan waktu bagi HR untuk memprosesnya serta mengimplementasikan strategi terbaik untuk membuat karyawan tetap bahagia.

Baca juga: Strategi Mempertahankan Karyawan, Tak Hanya Sekadar Bonus

Meningkatnya Stres Butuh Empati serta Langkah Konkrit dari Perusahaan

Kita telah mengalami berbagai tantangan beberapa waktu belakangan, terutama akibat pandemi.

Kita harus beradaptasi dengan cara baru dalam bekerja dan berkolaborasi di samping harus berusaha menyeimbangkan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi yang batasannya saja terkadang tidak bisa dibedakan.

Sehingga, banyak orang kini dihadapkan dengan tingkat stres yang meningkat dan menyebabkan kondisi kesehatan fisik dan juga mental jadi terganggu.

Di masa sulit seperti ini, perusahaan harus menunjukkan rasa empatinya. Melalui Human Experience Management, Anda dapat melihat lingkungan kantor dari perspektif karyawan dan menghargai setiap kebutuhan individu mereka.

Artinya, Anda dapat mendengarkan karyawan untuk memahami apa saja yang menjadi perhatiannya, mulai dari kompensasi yang diberikan, tim mereka, manajer mereka, hingga budaya di perusahaan.

Dari sana, Anda dapat menentukan langkah apa yang bisa selanjutnya Anda lakukan untuk mengurangi tingkat stres karyawan dan menciptakan suasana kerja yang lebih baik.

Maka dari itu lewat HXM, data terkait pengalaman kerja karyawan akan memungkinkan perusahaan untuk meningkatkan pengalaman kerja tiap individu.

Ingin mendalami Human Experience Management lebih lanjut? Download Ebook Talenta terbaru terkait HXM di sini

Upskilling serta Reskilling Karyawan

human experience management HXM

Skill di dunia kerja terus berevolusi. Semakin banyak teknologi yang hadir, semakin banyak pula skill baru yang perlu dikuasai. Sehingga perusahaan juga butuh untuk melatih perusahaannya agar mereka mendapatkan skill baru di tempat kerja.

Sebuah studi juga menyebutkan bahwa 54 persen karyawan butuh untuk reskilling dan upskilling dalam dua tahun.

Adanya hal ini membuat Human Experience Management menjadi penting di mana perusahaan dapat mengembangkan skill karyawan sekaligus mempertahankan mereka.

Perusahaan harus bisa menciptakan pengalaman yang fokus pada kebutuhan skill tertentu yang dihubungkan dengan perkembangan karier serta minat mereka. Sehingga membuka potensi tersembunyi karyawan.

Human Experience Bantu Membangun Budaya Perusahaan yang Lebih Baik

Ketika Anda membangun budaya perusahaan, Anda membutuhkan waktu dan perencanaan waktu. Budaya perusahaan yang baik butuh usaha konsisten yang harus diterapkan oleh karyawan setiap saat, baik saat mereka bekerja, berinteraksi, hingga ke pengambilan keputusan.

Adanya Human Experience Management akan membentuk itu semua karena HXM juga mencerminkan bagaimana perusahaan memperlakukan karyawan mereka.

Dengan mencerminkan budaya yang positif, hal tersebut akan tertanam di kepala masing-masing karyawan dan membuat mereka berpikir bahwa Anda benar-benar peduli dengan kebutuhan masing-masing individu.

Sehingga, mereka mau secara sukarela untuk bekerja sebaik mungkin hingga mendorong pertumbuhan perusahaan secara keseluruhan.

Dukungan HRIS Terhadap Human Experience Management

Agar HXM berjalan dengan optimal, tidak lengkap tanpa adanya dukungan teknologi.

Untuk itu, Anda juga bisa mendukung divisi HR dengan software HRIS dari Talenta yang akan membantu tidak hanya administrasi HR Anda secara otomatis, tetapi juga banyak hal lainnya yang berkaitan dengan peningkatan pengalaman kerja karyawan.

Misalnya, jika dahulu karyawan harus absen secara manual menggunakan mesin absensi fingerprint atau mengajukan cuti manual, software Talenta dengan fitur Employee Self-Service memungkinkan mereka melakukannya secara mandiri lewat aplikasi mobile.

Employee self-service

Selain itu, adanya manajemen benefit seperti Mekari Flex juga membuat karyawan memiliki keleluasan untuk mengelola benefit. Misalnya Earned Wage Access yang membuat karyawan mengakses gaji mereka lebih awal, atau Flexible Benefit yang membuat mereka dapat memilih benefit sesuai kebutuhan.

Kemudahan pengalaman untuk karyawan ini adalah salah satu aspek penting dalam Human Experience Management.

Maka dari itu, jika Anda tertarik untuk mengetahui fitur Talenta lainnya lebih lanjut untuk pengalaman bekerja yang lebih baik, daftarkan perusahaan Anda untuk mencoba demo Talenta secara gratis di sini.

Saya Mau Bertanya Ke Sales Talenta Sekarang!


PUBLISHED04 Feb 2022
Jordhi Farhansyah
Jordhi Farhansyah