Insight Talenta

Mengetahui Cara dan Contoh Pengukuran Kinerja Perusahaan

Bagi seorang pengusaha, mengukur kinerja perusahaan adalah hal yang wajib untuk dilakukan. Dengan adanya pengukuran kinerja tersebut, maka perusahaan dapat berjalan dengan semestinya. Ada banyak contoh pengukuran yang dapat dilakukan.

Biasanya, proses pengukuran kinerja ini dilakukan oleh pimpinan perusahaan. Dengan mengetahui kinerja perusahaan dengan baik, maka pemimpin tersebut dapat menilai apakah pencapaian telah tercapai atau belum. Kebijakan pun akan lebih mudah diambil jika mengetahui kondisi perusahaan.

Kinerja Perusahaan

Manfaat Melakukan Pengukuran Terhadap Kinerja Perusahaan

Melakukan pengukuran terhadap kinerja perusahaan memiliki banyak sekali manfaat. Hal inilah yang membuat kegiatan ini penting untuk dilakukan. Perusahaan-perusahaan sukses di luaran sana tentu saja rajin melakukan pengukuran secara rutin.

Dengan demikian, pemimpin perusahaan tersebut dapat mengendalikan dan menjalankan perusahaan dengan baik. Jika terdapat kekurangan terhadap kinerja perusahaan, maka pemimpin perusahaan dapat segera mengambil keputusan untuk memperbaiki kekurangan tersebut.

Berikut ini merupakan beberapa manfaat dari proses pengukuran kinerja perusahaan secara rutin:

  • Membantu Untuk Menentukan Tindakan yang Harus Diambil

Proses pengukuran sangatlah berpengaruh untuk proses penentuan langkah yang harus diambil sebelumnya. Apabila terjadi sesuatu yang kurang efektif dalam kinerja perusahaan, maka petinggi perusahaan dapat mengambil tindakan agar hal yang terjadi menjadi lebih efisien.

Tindakan yang diambil harus tepat sasaran agar masalah ketidakefisienan perusahaan dapat diatasi dengan baik. Jika terdapat pengeluaran yang terlalu besar pada perusahaan, maka Anda sebagai pemimpin dapat mengevaluasi dan mengambil tindakan agar pengeluaran menjadi lebih sedikit. 

Cara menghemat pengeluaran yang terlalu besar dapat dilakukan dengan melihat indikator keuangan yang berhubungan. Dengan demikian, Anda dapat menentukan kira-kira indikator apa yang bisa dikurangi sehingga pengeluaran perusahaan dapat dikurangi sehingga lebih efisien.

  • Sebagai Indikator Untuk Menentukan Proyeksi di Masa Depan

Target masa depan dapat ditentukan dengan menentukan proyeksi di masa depan. Hasil pengukuran kinerja perusahaan dapat digunakan untuk menentukan kira-kira tindakan apa yang harus dilakukan agar bisnis dapat berkembang di masa depan.

Apalagi pengukuran kinerja sangat berhubungan dengan keadaan keuangan perusahaan. Dimana keuangan perusahaan adalah hal yang paling penting.

Dengan adanya proses pengukuran kinerja, khususnya keuangan maka pimpinan perusahan dapat menentukan bagaimana uang perusahaan akan digunakan. Apakah untuk membeli aktiva atau untuk dipinjamkan ke pihak lain agar keuntungan yang diperoleh menjadi lebih besar.

  • Dapat Menentukan Kredibilitas Perusahaan

Pengukuran kinerja perusahan pastinya menggunakan laporan keuangan untuk dinilai dan dianalisis. Laporan keuangan yang baik dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam menarik minat investor.

Kinerja perusahaan yang baik pastinya memiliki laporan keuangan yang baik pula. Bagi investor, laporan keuangan yang baik dan terstruktur mencerminkan keadaan perusahaan yang dikelola dengan baik. Dengan demikian nilai kredibilitas perusahaan pasti akan dinilai baik.

Oleh karena itu, proses pengukuran kinerja juga dapat dijadikan sebagai ajang untuk menunjukkan seberapa besar nilai kredibilitas perusahaan. Semakin baik kinerja perusahaan, maka kredibilitas perusahaan akan semakin tinggi dan bernilai.

Jenis Pengukuran Kinerja Perusahaan

Proses pengukuran sebenarnya terbagi menjadi dua. Jenis tersebut dibedakan berdasarkan pihak yang melakukan pengukuran terhadap kinerja perusahaan. Kedua jenis pengukuran tersebut sama-sama penting bagi kelanjutan sebuah perusahaan.

Adapun kedua jenis pengukuran kinerja perusahaan antara lain adalah:

  • Pengukuran dari Pihak Eksternal

Pada jenis pengukuran ini, pihak yang melakukan pengukuran adalah investor perusahaan. Sebagai salah satu pemegang modal suatu perusahaan, investor tentu berhak untuk mengetahui bagaimana kinerja perusahaan.

Oleh karena itu, tujuan pengukuran kinerja perusahaan ini memiliki maksud untuk melihat prospek dan juga resiko dari perusahaan. Biasanya, hal tersebut tercermin dari value harga saham dan juga nilai perusahaan lainnya.

Jika dianggap kurang menguntungkan, maka investor tersebut dapat menarik modal yang ditanamkan pada suatu perusahaan. Sebaliknya, jika dianggap memiliki prospek bagus dan menguntungkan, maka investor akan tetap menahan modalnya di perusahaan tersebut.

  • Pengukuran dari Pihak Internal

Pengukuran kinerja ini biasanya dilakukan oleh petinggi ataupun pihak yang berwenang di dalam suatu perusahaan. Ada banyak sekali hal yang dapat dijadikan sebagai indikator untuk mengukur kinerja suatu perusahaan.

Dengan demikian, petinggi ataupun pihak yang berwenang dapat mengambil tindakan untuk memperbaiki masalah yang ada ataupun untuk lebih meningkatkan kinerja dari perusahaan. Setiap unit yang ada di perusahaan haruslah diperiksa agar dapat disimpulkan bagaimana kinerjanya.

Oleh karena itu, proses pengukuran kinerja perusahaan tidak dapat dilakukan sembarangan. Setiap unit dan divisi harus dinilai dan dianalisis satu persatu agar tidak ada yang terlewat.

Jika semua divisi dalam perusahaan sudah di periksa semua, maka gambaran kinerja perusahaan secara keseluruhan dapat diketahui. Dengan demikian, pengendalian manajemen, dan pengendalian keuangan dapat dilakukan dengan lebih efisien.

Indikator dalam Mengukur Kinerja Perusahaan

Pengukuran kinerja perusahaan pastilah tidak akan jauh dari proses pengukuran kondisi keuangan dan pendapatan perusahaan. Tujuan utama suatu perusahaan adalah untuk memperoleh keuntungan. 

Oleh karena itu, aspek keuangan merupakan aspek utama yang harus diperiksa dan dianalisa. Pengukuran kondisi keuangan di perusahaan lebih dikenal dengan istilah pengukuran rasio keuangan perusahaan. 

Ada beberapa indikator yang harus diperhatikan dalam pengukuran rasio keuangan ini. Beberapa indikator tersebut antara lain adalah:

  • Rasio Likuiditas

Rasio ini adalah rasio yang digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajibannya. Kewajiban tersebut dapat berupa pembayaran hutang. Selain itu, rasio likuiditas ini juga digunakan untuk pengecekan pada besarnya efisiensi modal kerja.

Jika perusahaan dinilai mampu melaksanakan kewajibannya seperti membayar hutang, maka perusahaan tersebut disebut dengan likuid. Namun, apabila perusahaan tidak dapat memenuhi kewajiban yang ada, maka perusahaan tersebut dikatakan sebagai ilikuid.

  • Rasio Profitabilitas

Rasio profitabilitas merupakan rasio yang digunakan untuk melihat seberapa besar kemampuan suatu perusahaan dalam mendapatkan keuntungan. 

Selain itu, rasio profitabilitas juga dapat digunakan untuk mengetahui bagaimana kondisi dan kelangsungan hidup perusahaan untuk masa yang akan datang.

  • Rasio Solvabilitas

Rasio ini akan menunjukkan bagaimana kemampuan suatu perusahaan dalam memenuhi semua kewajiban yang dimilikinya. Kewajiban tersebut berlaku untuk jangka panjang maupun jangka pendek apabila perusahaan dilikuidasi.

Biasanya, perusahaan yang tidak mempunyai aktiva yang cukup untuk memenuhi kewajibannya akan disebut sebagai perusahaan unsolvable. Hal ini jelas, karena perusahaan tersebut tidak dapat memenuhi kewajibannya seperti membayar hutang.

  • Rasio Aktivitas

Rasio aktivitas ini digunakan untuk mengukur tingkat penggunaan aktiva atau dikenal sebagai kekayaan perusahaan. Dengan demikian, perusahaan dapat memutuskan alokasi dana yang lebih besar untuk aktiva yang produktif.

Cara Mengukur Setiap Indikator Rasio Keuangan

Berikut ini merupakan cara-cara yang dilakukan untuk menghitung setiap indikator rasio kinerja perusahaan.

Rasio Likuiditas

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, rasio ini digunakan untuk mengukur kinerja perusahaan dalam memenuhi kewajiban finansialnya. Adapun rasio yang digunakan untuk menghitung rasio likuiditas ini adalah:

  • Current Ratio

Rasio ini merupakan rasio yang menunjukkan perbandingan kewajiban dan aset lancar. Apabila nilai perbandingan semakin tinggi, maka tingkat likuiditas akan semakin baik.

  • Quick Ratio

Quick ratio ini adalah rasio yang menunjukkan perbandingan antara kewajiban yang harus dipenuhi dengan jumlah kas, sekuritas jangka pendek dan juga piutang. Perbandingan rasio ini tidak menggunakan aktiva lancar karena memiliki likuiditas yang kecil.

  • Rasio Profitabilitas

Rasio ini akan mengukur seberapa besar kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan. Dengan demikian, kelangsungan dari perusahaan dapat diukur. Adapun rasio yang digunakan pada pengukuran ini adalah:

  • Gross Profit Margin

Rasio ini merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba kotor untuk setiap penjualan. Semakin besar jumlah laba kotor yang didapat, maka kondisi keuangan akan semakin baik.

  • Operating Margin

Rasio ini akan mengukur seberapa besar jumlah laba yang diperoleh perusahaan sebelum dikenakan bunga dan pajak. Biasanya, rasio ini juga digunakan untuk menilai seberapa efisien perusahaan dalam menekan biaya produksi.

  • Net Profit Margin

Pada rasio ini, keuntungan bersih yang diperoleh perusahaan akan dihitung. Tentu saja semakin tinggi keuntungan yang didapat, maka kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba akan semakin baik.

  • Return on Assets (ROA)

Rasio ini akan menunjukkan seberapa baik kemampuan perusahaan dalam menghasilkan profit setelah pajak dari total aset yang dimilikinya. Biasanya, laba yang dihitung adalah laba sebelum EBIT (Earning Before Interest and Tax) dan sebelum bunga.

  • Return on Investment (ROI)

Rasio ini akan menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba yang nantinya akan digunakan untuk menutupi biaya investasi yang telah dikeluarkan. Laba yang dimaksud disini adalah laba bersih setelah dikenakan pajak.

Rasio Solvabilitas

Rasio ini akan mengukur seberapa mampu perusahaan dalam menyelesaikan kewajiban yang dimilikinya, baik dalam jangka panjang ataupun pendek. Adapun rasio yang digunakan untuk mengukurnya adalah:

  • Total Debt to Total Assets Ratio

Digunakan untuk mengukur seberapa mampu perusahaan dalam menutupi hutang. Adapun proses penutupan hutang dilakukan dengan menggunakan aktiva perusahaan.

  • Debt to Equity Ratio

Rasio ini dihitung dengan melihat perbandingan hutang dan juga modal yang dimiliki perusahaan. Semakin kecil perbandingan hutang terhadap modal, maka akan semakin baik.

Rasio Aktivitas

Rasio ini diukur dengan melihat perputaran dan penggunaan aktiva perusahaan. Cara yang dilakukan adalah dengan melihat aset yang dimiliki kemudian menentukan tingkatan dari setiap aktiva yang dimiliki perusahaan.

Nantinya, akan terlihat mana aktiva yang produktif dan yang tidak produktif. Aktiva yang produktif tentu saja harus diberikan alokasi dana yang lebih besar.

Agar lebih mudah dalam mengukur kinerja perusahaan, Anda dapat menggunakan software pembantu. Saat ini sudah banyak performance management software yang dapat digunakan. Dengan demikian, proses pengukuran kinerja perusahaan dapat dilakukan dengan lebih efisien. 

Contohnya perfomance management software by Talenta yang menawarkan fitur dalam memantau kinerja karyawan dan memberi feedback secara menyeluruh hanya menggunakan satu aplikasi saja. Kunjungi link berikut untuk lebih lengkapnya: https://www.talenta.co/fitur/aplikasi-penilaian-kinerja-karyawan/.

Tampilan software yang beredar pun saat ini sudah sangat simple dan jelas. Dengan demikian, software ini dapat digunakan oleh siapa saja karena sangat user friendly. Anda dapat memahami setiap informasi yang ada pada KPI dashboard dengan mudah dan cepat. 

Dalam KPI dashboard Talenta, Anda juga dapat mengelola manajemen KPI karyawan dengan mudah dan memastikan aktivitas dan tugas karyawan sudah sesuai dengan tujuan bisnis perusahaan. Selain itu, terdapat benefit lainnya yang dapat Anda kunjungi pada: https://www.talenta.co/fitur/aplikasi-penilaian-kinerja-karyawan/manajemen-kpi/.

Pengukuran kinerja suatu perusahaan memang sangat diperlukan. Dengan demikian, Anda sebagai pihak berwenang perusahaan dapat menentukan tindakan apa yang harus dilakukan. Hal ini dapat membuat nilai dan kredibilitas perusahaan menjadi lebih baik dibandingkan sebelumnya.


PUBLISHED28 Mar 2022
Listiawati
Listiawati