Perhitungan Resmi Jumlah Hari Kerja dalam Sebulan

Perhitungan Resmi Jumlah Hari Kerja dalam Sebulan

Ada beberapa perbedaan dalam aturan jam kerja dan jumlah hari kerja dalam sebulan yang berlaku di berbagai negara. Jika melirik ke Eropa, beberapa negara besar di benua biru tersebut, seperti Perancis, Jerman dan Belanda, menerapkan jam kerja kurang dari 30 jam selama sepekan. Sementara itu, beberapa negara seperti Meksiko dan Korea Selatan menerapkan jam kerja yang lebih dari 40 jam selama sepekan.

Tinggalkan HR dan payroll manual, saatnya beralih ke Aplikasi HRIS Talenta dengan fitur absensi online, payroll dan fitur yang mempermudah pekerjaan HRD lainnya.

Penentuan jam kerja biasanya tergantung dari budaya kerja yang dibangun di setiap negara. Tentu saja, jam kerja memiliki pengaruh yang besar terhadap hari kerja di negara tersebut. Lantas, bagaimana dengan peraturan jam kerja dan hari kerja efektif yang berlaku di Indonesia? Bagaimana cara menghitung jumlah hari kerja dalam sebulan?

1. Aturan Hari Kerja di Indonesia

Pemerintah Indonesia mengatur ketentuan jam kerja yang boleh diterapkan oleh perusahaan-perusahaan dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan No.13 Tahun 2013. Dalam UU tersebut, perusahaan di nusantara dapat mengaplikasikan dua skema yaitu 5 hari kerja untuk perusahaan yang menerapkan 8 jam operasional per hari, dan 6 hari kerja untuk perusahaan yang menerapkan 7 jam operasional.

Jumlah jam kerja dan hari kerja yang tertera merupakan jumlah maksimal yang dapat diterapkan oleh perusahaan. Artinya, pemberi kerja dapat mengaplikasikan jam kerja sejumlah atau kurang dari ketentuan. Lebih lanjut, jam kerja tersebut juga merupakan jam kerja efektif yang tidak dihitung waktu istirahat. Dengan kata lain, jam istirahat tidak merupakan bagian dari 8 jam waktu kerja selama satu hari.

Lalu, bagaimanakah dengan perusahaan yang meminta karyawan bekerja melebihi batas waktu yang ditentukan dalam UU Ketenagakerjaan? Melalui Keputusan Menteri Tenaga Kerja No.102 Tahun 2004, perusahaan berkewajiban untuk membayar upah lembur kepada karyawan yang bekerja di luar waktu operasional.

Ada dua syarat pemberian upah lembur. Pertama, harus ada persetujuan dari karyawan mengenai upah kerja lembur. Kedua, waktu kerja lembur maksimal adalah 3 jam sehari dan 14 jam selama satu minggu.

2. Cara Hitung Jumlah Hari Kerja dalam Sebulan

Merujuk kepada jumlah jam kerja yang telah ditetapkan pada UU Ketenagakerjaan, maka penghitungan jumlah hari kerja dalam setahun bagi seorang karyawan adalah: 

  • 52 minggu x 40 jam = 2080 jam

Sedangkan, jumlah hari kerja untuk karyawan dalam setahun akan berbeda-beda setiiap karyawan:

  • 52 minggu x 5 (untuk perusahaan yang menerapkan 5 hari kerja) = 260 hari kerja 
  • 52 minggu x 6 (untuk perusahaan yang menerapkan 6 hari kerja) = 312 hari kerja

Dari total jumlah hari kerja dalam satu tahun, kita pun bisa menghitung jumlah hari kerja dalam satu bulan, dengan rumus:

  • 260 hari kerja  (untuk perusahaan yang menerapkan 5 hari kerja) : 12 = 22 hari kerja
  • 312 hari kerja (untuk perusahaan yang menerapkan 6 hari kerja)  : 12 = 26 hari kerja

Kesulitan terkait dengan pengaturan jam kerja karyawan dapat diatasi dengan mudah apabila perusahaan memiliki mitra teknologi untuk solusi Human Resources Information System (HRIS) perusahaan.

Untuk membantu kebutuhan pengelolaan data SDM perusahaan, Talenta hadir dan menawarkan produk solusi HRIS terbaik.

Baca juga :  Jam Kerja Karyawan Indonesia, Lihat Dahulu Jenis Usaha yang Dilaksanakan

Layanan HR dengan fitur shifting dalam produk solusi Talenta dapat dimanfaatkan untuk mempermudah proses pembagian jam kerja karyawan secara efisien dan praktis. Tampilan solusi yang user-friendly serta pengoperasian yang mudah juga membuat para staf HR tidak kesulitan dalam mengadopsi solusi teknologi Talenta.

Mari cari tahu selengkapnya mengenai produk Talenta di website Talenta atau isi formulir berikut ini untuk mencoba demo gratis Talenta secara langsung. 

Written by: Dio Handrian


PUBLISHED29 Apr 2020
Dewi Maharani
Dewi Maharani